Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.
Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.
apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12.
Setelah acara makan malam di lestoran xx. Arga jadi lebih banyak diam di rumah maupun di sekolah.
Di ruang guru Arga yang sedang mempersiapkan materi pjok karena sebentar lagi seluruh murid akan melaksanakan ulangan semester 1.
KRING.. KRING..
Arga melihat nama HP yang berdering, lalu dia beranjak ke tempat yang menurutnya sepi.
Arga: hm
Rio: bro lu kapan balik lagi mimpin perusahaan, gue kelabakan di sini. Bokap lu ngga slalu ada di kantor.
Arga: ya nanti paling habis ulangan semester di sini.
Rio: oke, tapi lu benerkan masih jabat CEO? kok kayaknya lu betah bener di sekolah sampe ngga ada kabar.
Arga: tenang aja gue masih CEO, masih pemimpin perusahaan PT MAKMUR ASIA.
Rio: yaudah, jangan lama ya bos. Gue tiap hari lembur mulu jadi ngga bisa kencan gue.
Arga: hmm bisa aja gue langsung ke kantor tapi gaji lu tiap bulan gue potong.
Rio: eits maaf bos saya tarik ucapan saya.
Arga: yaudah jangan telpon gue lagi gue sibuk. Klik
Arga menghela nafas kasar dan lalu kembali keruanganya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ternyata ngga jauh dari tempat Arga menelpon tadi ada seseorang yang diam-diam menguping.
" sial ternyata gue di tipu. Oke sekarang gimana ya biar gue balik lagi sama ATM berjalan gue." Gumam Ratna sambil memikirkan rencana kembali ke sisi Arga.
-----
TENG.. TENG.. Jam istirahat ke-2 berbunyi.
Bela langsung menghampiri meja Bagas dan Galang. Tapi kursi di sebelah Bagas kosong dari jam pertama dan cuma ada tasnya aja.
" Gas..Galang kemana?"
" kayaknya masih di rooftop deh, mau lu samperin?"
Bela langsung ngangguk. " iya kayaknya gue ada salah sama dia deh."
" ngga Bel, lo ngga salah. Dia cuma ada masalah sama anak geng." Bohong Bagas.
" ngga mungkin. Biasanya kalo dia ada masalah sama geng nya, dia ngga bakal bawa emosinya sampe ke sekolah. Dia orang nya tau tempat gas dan dia ngga bakal ngebentak gue kalo gue ngga salah." Raut wajah Bela langsung sedih.
Bagas langsung menghela nafas. " yaudah, ayo ke rooftop."
Bela langsung menggandeng Lula dan mengikuti bagas dari belakang.
Setelah sampai di rooftop Bela langsung melihat Galang yang sedang menghisap benda nikotin.
Galang yang merasa ada orang lain selain dirinya pun langsung menoleh.
" pergi, gue pengen sendiri." Galang kembali menghadap depan lagi.
" la.. Gas. Boleh tinggalin kita dulu?" Mohon Bela
Awalnya Lula ingin menolak karena mengkhawatirkan sahabat nya tapi melihat raut wajah Bela melas pun mau ngga mau dia ninggalin.
Setelah kepergian Lula dan Bagas. Bela langsung duduk di sebelah Galang, walaupun dia ngga tahan karena asap rok**.
" gue bilang tinggalin gue sendiri." Ucap Galang sambil mematikan benda nikotin itu.
" lo kenapa si lang, kalo gue salah ya tegor jangan diem-diem kek cewek ngambek." Bela sambil menikmati angin sepoy sepoy yang membuat nya jadi ngantuk.
Galang berniat pergi tapi Bela langsung menahan tangannya. Dia pegang erat erat seakan akan takut Galang berontak.
" lepas Bel, jangan sampai gue bentak lo lagi." Galang mencoba lepas pegangan Bela tapi ngga bisa karna dia lihat Bela udah ngeluarin air matanya.
" lang kan gue bilang kalo ada salah tegor gue. Jangan kayak gini. Kok lo jadi ngga asik sih." Tangis Bela sambil hidungnya menyedot agar ingusny ngga keluar.
Galang jadi merasa bersalah. Biasanya dia yang bikin ketawa Bela dan ngga pernah bikin nangis walaupun di bikin kesel terus. Tapi dia anti buat bikin air mata Bela keluar karna sedih bukan bahagia.
Galang langsung nunduk. Di pikiran nya mungkin ini waktu yang tepat walaupun terlambat.
" gue mau jujur sama lo, tapi tolong jangan benci gue atau menjauh dari gue." Galang masih menunduk
Bela hanya diam dan menunggu kelanjutan nya.
" gue.. gue.. gue suka lo Bel." Galang langsung menutup matanya dengan posisi masih menunduk. Baru kali ini dia nembak cewe .
Hening ngga ada jawaban. Hanya terdengar suara tarikan ingus. Srot srot srot
Galang langsung mendongak dan langsung melihat Bela yang sedang menatap nya.
" l-lo serius? Dari kapan." Suara lirih Bela
" dari pertama kali gue jailin lo." Galang ikut lirih suaranya
" GIILAA LAMA AMAT LO MENDEM, KENAPA NGGA BILANG." heboh Bela. Galang sampai terkejut.
" bilang apanya." Jadilah cengo galang.
" ya bilang lo suka sama gue dari awal." Ngotot Bela. " huh emang ngga di ragukan lagi kecantikan princess Arabella ini." Bela sambil mengibaskan rambutnya kebelakang.
" anjirr... Kok gue jadi nyesel ya suka sama lo."
" eits ngga boleh di tarik. lo gue anggap jadi fans sejati gue." Senyam senyum Bela
Galang hanya memutar bola matanya malas. " Bel serius gue. Lu mah bercanda mulu, tau ah gue pundung." Galang langsung pergi menuju ke kantin karna hatinya mulai membaik jadi perutnya baru terasa lapar.
" eh eh.. Ko di tinggal. Princes Bela nya ketinggalan. Gala gala." Bela langsung ngejar galang dan langsung ngelendot di tangan galang.
" lepas lepas, gue lagi ngambek sama lo. Pergi dahloh sono." Usir Galang sambil tersenyum senyum.
Di kantin Lula dan Bagas duduk berduaan. di meja sudah ada makanan pesanan mereka. Mereka makan sambil suap suapan dengan tatapan yang masih malu malu meong.
Bela dan Galang baru saja tiba di kantin. Mata Bela pun langsung jelalatan nyari tempat duduk. Bukanya ketemu tempat duduk yang kosong Bela malah salfok sama 2 sejoli yang sedang bermesraan. Ngga pikir dua kali Bela langsung menghampiri nya.
" LULA. KA-KALIAN KALIAN PACARAN? UDAH JADIAN? UDAH TEMBAK TEMBAKAN?." teriak Bela dengan gaya yang sedramatis mungkin.
Bagas berdeham sambil memalingkan mukanya. Lula hanya tersenyum malu malu dan menganggukan kepala.
" YA AMPUN AKHIRNYA NUR LAULA LAKU JUGAAA." heboh Bela sambil memeluk Lula.
Galang yang merasa iri hanya mendengus. " apaan sih lebay banget."
" dih ngapa lo sewot, di tolak ya sama Bela kasian bener ck ck ck." Ledek bagas sambil geleng-geleng kepala.
" diem lu nyet." Sungut Galang.
" udah udah gausah berteman. Mending kita makan-makan, yang bayar bagas." Bela langsung melimpir di warung mbak astuti.
" mba astuti aku mau gado-gado sama es teh, GALA GALA LO MAU APA." teriak Bela.
" SAMAIN KAYAK PUNYA LO." balas Galang.
" loh loh kok gue yang bayar." Kaget Bagas yang tiba-tiba di palak.
" udah bee anggap aja sedekah sama yang habis di tolak." Ledek Lula yang hanya di balas delikan mata Galang.
Mereka terus berdebat, bercanda dan saling meledek sampai Bel masuk sudah berbunyi. Dan langsung melanjutkan mata pelajaran terakhir mereka.
----
TENG.. TENG.. TENG.. Bel pulang berbunyi.
Arga masih menata nata data di ruang guru, makin siang guru-guru mulai pulang kerumah nya masing-masing. Dan menyisakan Arga seorang diri.
Arga langsung membereskan buku-buku yang ada di meja lalu bergegas pulang. Sebelum dia berdiri dari duduk nya, ternyata ada Ratna sedang menghampiri nya.
" iya bu Ratna ada perlu apa." Tanya ramah Arga walaupun harus menahan amarah dan rindu.
" Arga ini udah jam pulang sekolah dan udah ngga ada siapa-siapa lagi di sini. Plis ya jangan ngomong formal terus ke aku." Ucap Ratna dengan memasang raut melas.
Arga langsung menghela nafas kasar.
" jadi kamu mau apa?"