NovelToon NovelToon
Belunggu Pernikahan

Belunggu Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

"Dia hanya memiliki aku, Maya. Sedangkan kau? Kau punya segalanya. Berhentilah bersikap menjijikkan dengan menuduhnya yang bukan-bukan!"

Kata-kata itu menjadi cambuk harian bagi Maya. Di rumah itu, dia adalah orang asing di tengah keluarga yang "sempurna". Arlan, suaminya, telah memindahkan seluruh pusat dunianya kepada Sarah dan anak almarhum adiknya.

Setiap kali Maya mencoba membela diri dari fitnah halus yang disebarkan Sarah, Arlan akan menatapnya dengan kebencian murni. Bagi Arlan, Maya adalah beban, sedangkan Sarah adalah amanah suci. Ketidakadilan itu semakin kelam ketika Arlan mulai memperlakukan Sarah layaknya seorang istri, dan membuang Maya ke sudut tergelap dalam hidupnya.

Ini bukan lagi tentang cinta, melainkan tentang pengabdian yang salah arah dan kehancuran seorang istri yang dipaksa menyaksikan suaminya mencintai bayangan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Di dalam taksi yang melaju kencang, Maya mendekap tasnya erat-earat. Air matanya terus mengalir tanpa bisa dibendung, membasahi layar ponselnya yang terus-menerus menyala menampilkan nama Arlan. Setiap getaran dari ponsel itu terasa seperti tusukan jarum di ulu hatinya. Akhirnya, dengan tangan gemetar, Maya menekan tombol daya dan mematikan ponselnya sepenuhnya. Ia tidak sanggup lagi melihat nama pria yang baru saja menghancurkan seluruh hidup dan kepercayaannya dalam satu kedipan mata.

Sopir taksi yang menyadari penumpangnya mematikan ponsel dan terus menangis, mencoba menghibur dengan sopan. "Mbak, kita sudah memasuki area Senopati. Bisa tolong ditunjukkan nama tempat atau klubnya?"

Maya mendongak, mencoba menjernihkan pandangannya yang kabur oleh air mata. "Itu, Pak... di depan yang ada lampu neon besar. Tolong berhenti di lobi depannya saja."

Taksi kuning itu perlahan melambat dan menepi tepat di depan lobi sebuah klub live music yang cukup mewah di kawasan Senopati. Begitu mobil berhenti, Maya membayar ongkos taksi dengan terburu-buru tanpa memedulikan uang kembaliannya. Ia segera membuka pintu dan melangkah keluar dengan tubuh yang masih sedikit limbung.

Di ambang pintu lobi, Clara sudah berdiri dengan wajah yang dipenuhi kecemasan yang teramat sangat. Begitu melihat sosok Maya yang berjalan kaku dengan mata sembap dan wajah pucat pasi, Clara langsung berlari menghampirinya.

"Kak Maya!" seru Clara, langsung merengkuh tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.

Saat dekapan hangat Clara menyambutnya, pertahanan terakhir Maya benar-benar runtuh. Ia menangis sejadi-jadinya di bahu Clara, mengabaikan tatapan beberapa pengunjung klub yang berada di sekitar lobi. "Clara... hancur, Cla... semuanya hancur," bisik Maya di sela tangisnya yang histeris.

Clara yang terkejut merasakan tubuh Maya yang gemetar hebat segera menepuk-nepuk punggungnya mencoba menenangkan. "Kak, tenang dulu... ayo kita duduk di dalam mobilku saja ya? Di sini terlalu bising dan ramai. Cerita sama aku di dalam mobil, oke?"

Maya hanya bisa mengangguk lemah, membiarkan Clara menuntun langkahnya menuju area parkir tempat mobil Clara berada.

Sementara itu, di jalanan Senopati yang mulai padat, mobil SUV hitam milik Arlan melaju dengan ugal-ugalan. Arlan memukul setir mobilnya dengan keras ketika menyadari titik GPS ponsel Maya mendadak hilang dari aplikasi pelacaknya.

"Sial! Dia mematikan ponselnya!" umpat Arlan frustrasi.

Napasnya memburu, keringat dingin membasahi pelipisnya. Pikirannya benar-benar kacau. Tepat di saat keputusasaannya memuncak, ponselnya yang terhubung ke dasbor mobil berdering nyaring. Nama Dafa muncul di layar. Arlan langsung menekan tombol terima di setir mobilnya.

"Dafa! Katakan padaku posisi taksi itu sekarang!" bentak Arlan tanpa basa-basi.

"Tuan Arlan! Pihak pusat taksi baru saja mengonfirmasi," suara Dafa terdengar memburu di seberang telepon. "Taksi dengan nomor lambung tersebut baru saja menurunkan Nyonya Maya di depan sebuah klub live music di kawasan Senopati. Nyonya Maya sudah turun semenit yang lalu, Tuan!"

"Klub apa?! Berikan nama tempatnya sekarang!"

Setelah Dafa menyebutkan nama tempat tersebut, Arlan langsung memutuskan panggilan dan membanting setir ke kanan, memotong jalur kendaraan lain dengan ekstrem demi berputar arah menuju lokasi yang dimaksud.

Arlan mencengkeram kemudi dengan erat, matanya menatap lurus ke depan dengan sorot penuh kepanikan dan rasa bersalah yang membakar jiwanya. Ia tahu, ia harus sampai di sana sebelum Maya melangkah terlalu jauh dan meninggalkannya selamanya.

Di dalam mobil milik Clara yang terparkir di sudut area parkir yang agak temaram, suasana terasa begitu kontras dengan dentuman musik bas yang samar-samar masih terdengar dari luar. Maya duduk di kursi penumpang depan, memeluk kedua lututnya sendiri dengan tubuh yang masih bergetar hebat. Isak tangalnya pelan namun terdengar begitu menyayat hati.

Clara segera mengambil sebotol air mineral dari cup holder dan membukanya, lalu menyodorkannya pada Maya dengan tatapan yang sangat cemas.

"Kak... minum dulu sedikit. Tarik napas pelan-pelan," bujuk Clara dengan suara lembut. "Sebenarnya ada apa, Kak? Kenapa Kak Maya sampai seperti ini? Mas Arlan main tangan? Atau apa?"

Maya menerima botol itu dengan tangan gemetar, meneguknya sedikit hanya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering dan tercekat. Ia menggeleng lemah, air matanya kembali luruh melintasi pipinya yang pucat.

"Arlan... Arlan mengkhianatiku, Clara," bisik Maya, suaranya parau dan nyaris habis. "Dia menyembunyikan wanita lain... wanita yang dia bawa dari Tokyo. Dan wanita itu... wanita itu sedang hamil anaknya."

"Apa?!" Clara memekik tertahan, kedua matanya membelalak sempurna karena terkejut. "Mas Arlan? Nggak mungkin... maksudku, dia kelihatan begitu mencintai Kak Maya! Kakak salah lihat atau salah dengar mungkin?"

"Aku melihatnya dengan mataku sendiri di depan apartemen Dafa, Clara! Aku mendengar Arlan menenangkan wanita itu dan menyebut tentang 'bayi kita'!" tangis Maya akhirnya pecah kembali, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Hari ini lima tahun pernikahan kami... dan dia memberikan hadiah ini untukku."

Clara langsung membekap mulutnya sendiri, merasa bulu kuduknya meremajang. Kemarahan mendadak menyelimuti hatinya melihat wanita sebaik Maya dihancurkan seperti ini. "Brengsek..." desis Clara tajam.

Di saat yang sama, suara decitan ban yang sangat keras terdengar memekik di area depan klub. Mobil SUV hitam milik Arlan berhenti dengan posisi sembarangan tepat di depan lobi drop-off. Tanpa mematikan mesin, Arlan langsung melompat keluar dari mobil, mengabaikan teriakan petugas valet yang mencoba menegurnya.

Arlan berlari masuk ke dalam lobi klub dengan pandangan liar, menyapu setiap sudut ruangan yang remang-remang. Staf keamanan klub sempat menghadangnya karena penampilannya yang berantakan dan napasnya yang memburu seperti orang kesetanan.

"Pak, maaf, Anda tidak bisa masuk begitu saja..."

"Istriku! Di mana wanita yang baru saja turun dari taksi kuning semenit yang lalu?!" bentak Arlan, mencengkeram kerah jas salah satu petugas keamanan dengan mata merah menyala. "Dia memakai blus kerja, matanya sembap! Di mana dia?!"

"T...Tadi... tadi wanita itu dijemput oleh seorang perempuan muda, Pak. Mereka tidak masuk ke dalam klub, tapi langsung berjalan ke arah area parkir mobil!" jawab petugas itu terbata-bata karena terintimidasi oleh aura kemarahan Arlan.

Mendengar kata 'area parkir', Arlan langsung melepaskan cengkeramannya dan berbalik arah, berlari kencang menuju area parkir luar yang luas dan dipenuhi ratusan mobil.

"Maya! Maya, kamu di mana?!" teriak Arlan parau, suaranya menggema di antara deretan mobil. Ia berlari dari satu koridor parkir ke koridor lain, menekan tombol unlock pada kunci otomatisnya berkali-kali seolah itu bisa membantunya, padahal ia tahu Maya tidak membawa mobil mereka. Pria itu benar-benar kehilangan akal sehatnya, didera ketakutan luar biasa bahwa pintu maaf dari Maya telah tertutup rapat untuk selamanya.

1
Agunk Setyawan
cewek mokondo minta dinikahin
Lily
edaaan si Farrah MH,bersa korban bnget,kjdian satu malam pngen di cintai😄yg ada c Arlan gedeg
Agunk Setyawan: ayo timpuk bareng" kak
sebenernya AQ juga Gedeg dia yg jebak dia pula sok korban 🤣🤣 malu"in
total 2 replies
mama
ojo glem arlan,enk aj minta dinikahi slh sendiri mau2 ny ngejebak arlan..sekarang berlagak kyk korban🤣
Agunk Setyawan
cwek murahan dia yg jebak dia pula yg heboh
Lily
thor kok aku Gedeg bnget ya sama si Farrah,tidak tauu diri
Seven Wann
jijik banget ke Arlan ini, dia yg ceroboh dan egois kenapa cuman si farah yg disalahin, harus nya dia sadar diri
Yeni Wahyu Widiasih
harusx farah gk ditaruh dirumah itu.. taruh tempat lain kalo butuh temen kn art banyak buat nemenin.. kok malah dibawa ke rumah.. bego emang si widia.. trus ntar kalo bayix lahir suruh nikahin si farah
Piyah
ko maya g hamil2 kasian tau
Bikin hamil anak kembar 3
biar seru
Piyah
dialognya kurang
jd berasa bc korran
awal2 bagusdeh
Piyah
ih ko ky baca koran skrng
Lily
gilaa yaa ,kjdian satu malam berharap di cintai. merasa korban pdhl dia tau ini bakal mmghncrkan rumah tangga orng . . .tdak merasa bersalah pdhl ini ide paman nya sendri .
evi carolin: Farah manusia ga tau diri n ga punya malu ,ngaku korban tp maju terus ....
total 1 replies
Piyah
lanjut
evi carolin
teruskan aja peran mu sbg korban Farah semakin lama kamu akan semakin lbh tertekan hidup disekitar Arlan yg penuh dengan luka
Agunk Setyawan
sok jadi korban Farah cewek tolol
mama
bisa mu cm mewekk trs mayaaaa,heran dehh.. gk ada tegas2 ny sekali.. dikit2 mewek dikit2 gemeteran dikit2 sesak nafas lemah bgt
Piyah
rujuk aja sih kasian arlan da tobat
mama
senangnya kak up ny double2,.semangat kak💪
evi carolin
kalo smp Arlan n Maya beneran resmi bercerai alamat seperti neraka dibuatnya hidupmu Farah ,kau akan hidup dengan seorang monster yg penuh dgn luka baik fisik n mental
evi carolin
lama kelamaan eneg jg dengan di Farah
Lily
Arlan kalau bgni bgni berbahaya v nyata nya nol . . . GK tegas sma si Farrah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!