NovelToon NovelToon
REPLAY

REPLAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:607
Nilai: 5
Nama Author: Anyelir 02

Berawal dari pertemuan di sebuah pernikahan menjadi kisah cinta yang rumit. Kisah antara Devika Nala Arutala dengan Raditya Arya Wijaya. Bagi Arya, Nala bukan hanya masa kini namun juga masa lalu. Masa lalu yang tak mungkin bisa ia lupakan begitu saja.

Berawal dari pertemuan tanpa sengaja di sebuah pernikahan. Sekian lama kembali bertemu, Arya mengetahui sebuah rahasia tentang kisah mereka di masa lalu, membuat tekadnya yang padam menjadi membara.

Pertemuan mereka bukanlah hanya sebuah kebetulan, namun takdir. Bertemu kembali, mengulang kisah. Jika dahulu berakhir menyedihkan, maka kini haruslah indah. Air mata yang dulu tumpah haruslah berganti menjadi pelangi.

Waktu mungkin saja berjalan, namun hati selalu tahu tempat mereka pulang. Bunga yang layu mampu kembali mekar, sama seperti manusia. Ada saatnya kita layu untuk merenung dan mekar untuk bersinar. Cinta sejati tidak pernah benar-benar mati, ia hanya layu untuk mengajarkan kita cara merawatnya dengan lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyelir 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 - Undangan

Arya POV

Keheningan melanda, pandanganku berfokus ke arah anak tangga. Tangga yang mampu membawanya langsung ke arah kamar Nala.

“Kenapa lo sampai segitunya sama adik gue?” Dapat kulihat Dipta sangat penasaran dan sikap protektif nya sangat bisa dipahami. Dalam benakku, jika saja nantinya dirinya juga memiliki anak perempuan secantik dan semanis Nala pasti akan dijaga lebih ketat dan protektif dibandingkan yang kini dilakukan Dipta.

“Bisa dibilang gue jatuh cinta pandangan pertama sama dia.” Hanya alasan itu yang kini terpikirkan olehku. Jujur, ingin sekali berkata bahwa dirinya ingin mengejar kembali cinta yang telah lama hilang. Mengejar kembali sosok yang sangat dirindukan.

“Bukannya lo gagal move on dari mantan lo?” Aku tau rumor itu. Rumor itu tidaklah salah. Selama ini apa yang telah dirinya lakukan juga karena di hatinya masih ada Vika-nya. Vika-nya ternyata adalah Nala adik Dipta. Satu kesalahan yang dirinya lakukan hanya satu, melupakan nama lengkap gadis itu.

“Gue udah move on. Udah lama juga gue lupa soal dia. Sekarang saat lihat adik lo, gue jatuh hati setelah sekian lama... lebih tepatnya kembali merasakan cinta dari orang yang sama.” Kalimat terakhir hanya bisa keluar dari hati, tak berani kuucapkan.

Tap...

Tap...

Langkah menuruni anak tangga kembali terdengar.

“Lihat, siapa yang akhirnya turun ini,” aku tersenyum kecil saat mendengar Dipta menggoda Nala. Aku tau, Dipta ingin mengusili Nala, wajah kesal Nala sungguh menggemaskan di matanya.

“Cih, biasanya juga bantuin ngusir dia. Lihat, siapa yang lagi ia jilat.” gumam Nala yang masih dapat di dengar. Namun, aku memilih diam, tak ingin membuat Nala semakin marah padaku.

Aku menatap Nala. Sungguh, rasa rindunya sangat membuncah. Melihat dia ada dihadapanku, hanya memperhatikan tanpa bisa memeluknya. Aku tau, Nala melihat diriku. Menilai diriku.

“Ada apa?” tanya Nala dengan nada ketusnya.

Arya POV End

 

“Ada apa?”

“Bisa kita bicara?” tanya Arya dengan hati-hati. Rasa takut Nala akan semakin marah padanya sedikit meningkat saat melihat tatapan tajam Nala layangkan.

“Bisa, kita bicara di taman belakang!”

Memperhatikan langkah Nala yang berjalan terlebih dahulu, Arya bangun dari duduknya meminta izin pada Dipta dan Maya selaku tuan rumah untuk menyusul Nala. Berlari kecil, berusaha menyusul Nala.

“Kita bicara disini.” Berhenti di depan sebuah pendopo kecil. Arya dapat melihat taman yang begitu asri. Bunga melati tertanam di setiap sudut taman. Dan tanaman stroberi membentuk kebun kecil di bagian kecil taman itu.

Arya menghirup dalam-dalam aroma melati begitu semerbak. Taman ini, mengingatkannya akan Nala. Aroma yang sama, aroma melati yang menguar menenangkan.

“Mau bicara apa?” Nada Nala tak seketus di awal, terdengar lebih ramah. Arya memilih duduk di samping Nala.

Hening... itulah yang dirasakan keduanya. Kecanggungan begitu terasa diantara keduanya. Arya bingung menjawab apa pertanyaan Nala. Yang diinginkannya hanya melihat Nala. Wajah pucat Nala saat terakhir kali bertemu membuatnya khawatir. Dalam ingatannya masih terekam jelas dampak dari ingatan yang datang secara dipaksa. Dan hari itu... dirinya kembali mengulang hal yang sama.

“Kau baik-baik saja?” tanya Arya hati-hati

“Baik.. sungguh baik.” Jawaban singkat itu, terasa menenangkan untuk Arya. Kenapa? Tentu saja karena keadaan Nala yang baik, suasana hatinya ikut membaik. Itu kekuatan cinta bukan??

“Baguslah,” nada lega begitu terdengar di telinga Nala. Suara Arya yang maskulin itu, terdengar begitu lembut di telinga Nala.

“Jadi? Anda tak mungkin datang hanya untuk menanyakan kabar saya tuan.”

Arya diam sejenak, pandangan awalnya mengarah ke Nala ia alihkan ke arah taman. “Kau ingat perjanjian kita hari itu. Saya membantumu untuk promosi kafe yang sedang kau bangun dan kau membantu mengurus keluargaku. Kau tau bukan, mereka sedang mencarikan pendamping untukku.”

“Tentu saja ingat. Lagipula kita yang menyebarkan rumor itu untuk promosi gaun sekaligus meredam gosip yang beredar. Dampak berita itu juga pasti pengenalan keluarga.”

“Jadi, bisa kau ikut denganku ke acara keluarga besok. Mereka ingin bertemu denganmu sebagai kekasih ku, bukan sebagai adik Dipta atau teman Zara dan Citra.”

“Bisa, lagipula itu bagian dari perjanjian tak tertulis kita.” Jawaban cepat Nala membuat Arya kembali terdiam. Ia tak menyangka Nala akan menerimanya dengan cepat, tanpa negosiasi yang alot.

“Saya pikir....”

“Anda pikir saya akan menolaknya bukan. Tenang saja tuan, saya akan mengingat janji yang telah saya ucapkan.” potong Nala cepat.

“Dan aku akan mulai menjalankan rencana pembersihan, dimulai dari Keluarga Wijaya.” batin Nala

 

...****************...

 

Keesokan harinya

Sesuai dengan pembicaraan kemarin, Nala akan menghadiri acara keluarga besar Arya. Setiap tahun, Keluarga Wijaya selalu mengadakan acara khusus untuk berkumpul bersama dihari raya besar. Semua berkumpul baik itu keluarga inti hingga keluarga jauh. Keluarga Wijaya selaku ingin hubungan keluarga semakin erat dengan diadakannya kumpul bersama sesering mungkin.

Nala memeriksa pakaian yang ia kenakan. Berkunjung ke keluarga besar yang sangat terkenal di kalangan elite, berkuasa, dan menjunjung tinggi nilai kesopanan, Nala tak ingin mempermalukan dirinya dihadapan banyak orang.

Pakaian yang ia kenakan tertutup, namun masih menampakkan aura elegan dan anggun yang menonjol. Sebuah dress berwarna coklat dengan polkadot warna putih. Ikat pinggang berwarna putih dari merek luar negeri yang harganya mampu membeli sebuah ponsel baru. Rambut se-lengannya ia ikat sebagian, dengan sebuah pita sebagai hiasannya. Tampak begitu manis penampilannya hari ini.

Dipta dan Maya melihat Nala yang baru saja turun dengan anggun, tampak begitu mempesona. Pandangan Arya juga tak pernah lepas dari Nala.

“Bagaimana, bagus kan??” tanya Nala meminta pendapat

Dipta dan Maya hanya mengangguk, pakaian yang dipakai Nala akan selalu cocok di tubuh gadis itu.

“Sudah, sana berangkat. Ingat, jangan pulang terlalu malam.” peringat Dipta. Sebesar dan sedewasa apapun Nala, Dipta akan tetap memperlakukannya seperti anak kecil dan memberlakukan jam malam.

“Kau ingat kan, jam malam yang kakak berikan?”

“Ingat, jam 9 malam harus ada di rumah. Tidal boleh kurang ataupun lebih.”

“Bagus!”

“Kami pamit dulu, Kak Dipta,” ujar Arya yang mampu membuat Dipta merinding. Dipanggil kakak oleh teman seusianya sungguh tak biasa. Apalagi jika dalam kepolisian dulunya Arya adalah seniornya. Sungguh, aneh sekali mendengar dia menggunakan sebutan kakak.

Di luar rumah, Kevin dan Lila telah menunggu. Hari ini Lila akan ikut ke rumah Arya untuk mendampingi Nala atas perintah Dipta. Lila akan selalu mengawasi Keluarga Wijaya. Mereka tau bahwa keluarga itu tak memandang kasta. Namun, tidak semua berpikir begitu. Dipta dan Maya melihat sendiri bagaimana keluarga itu saat mengurusi pernikahan Zara dan Citra. Banyak sanak saudara dalam Keluarga Wijaya melihat latar belakang seseorang.

Mereka menginginkan latar keluarga yang sama, yang setara untuk anak keturunan mereka.  Dipta takut nantinya mereka mengganggu Nala, meskipun disana ada Arya ataupun Zara dan Citra. Zara dan Citra mungkin bisa membantu, namun kuasa mereka tak mungkin mampu menagani hal itu. Arya? Arya mungkin saja bisa, tapi tak mungkin dia selalu berada di samping Nala. Jalan satu-satunya adalah Lila. Lila adalah asisten yang diperkerjakan kakek mereka untuk membantu Nala, dan Dipta sangat percaya dengan Lila.

Dipta melihat ke arah mobil Arya yang keluar dari gerbang rumah. Mobil itu terlihat mewah dan nyaman. Namun, dibalik itu akan terasa durinya saat mendudukinya. Harta Keluarga Wijaya terlihat besar, berkilau layaknya bongkahan emas dan berlian. Hanya saja, semua itu terlaku menyilaukan hingga mampu merubah segalanya. Dipta tak ingin Nala akan menghadapi perebutan sebuah harta yang menurutnya tak seberapa itu dibandingkan nyawa Nala hang berharga.

“Semoga tak ada kejadian yang diinginkan saat acara itu.” harap Dipta

“Tenang sayang, semuanya akan baik-baik saja.” Maya mencoba menenangkan Dipta

1
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
kenapa ya jaman sekarang kl anaknya nggak nikah, yang bingung orang tuanya, tetangganya sama semua orang sampe bingung 🤣🤣🤣
Anyelir: soalnya iri sama tetangga, pengin momong cucu. biasa ajang pamer cucu setelah ajang pamer anak
total 1 replies
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
Halah kalian semua kebanyakan alasan, emang sengaja sih menurutku, mereka nggak mau jemput nala/Shy/
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
tega banget, sampai lupa jemput nala.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
nggak semua cinta itu buruk ya nala, coba buka lagi cara pemikiran kamu.
Noona Rara
Aku mampir yah kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!