NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35 Challenge Untuk Devina

Aksa menikmati bekal yang dibawakan oleh Adit di taman sebelum ia masuk ke kelas. Memang rasanya sangat enak terlebih lagi sudah lama ia tidak pernah makan daging. Entah kapan terakhir kali ia memakannya. Sambil makan, Aksa teringat kepada kenangan masa lalu saat bersama Ayahnya. Anehnya seketika terlintas rasa bersalah dan tidak enak hati kepada Aditya karena telah mengungkit soal Ibunya yang ia sendiri tidak tahu kisah dibalik ceritanya.

Pikiran Aksa semakin terasa rumit, berkecamuk memikirkan banyak hal. Soal biaya rumah sakit saja ia belum selesai memikirkannya, sekarang ia malah harus memikirkan hal lain. Rasanya isi kepalanya tidak pernah benar-benar tenang. Ia menghela nafas berat singkat dan kasar. Kemudian ia menutup wadah bekal makan tersebut setelah menghabiskannya. Lantas, ia beranjak berdiri berniat kembali ke kelas.

Namun, sebelum ia melangkah pergi Aksa melihat dari kejauhan ada keributan di depan gerbang sekolah. Para siswa-siswi berkumpul riuh disana menyambut kedatangan seseorang dengan antusias namun terdengar gaduh. Suara bising dari mereka menyita perhatian banyak orang. Dua orang pria dewasa yang ikut turun dari mobil yang di kerumuni itu mencoba membuka jalan untuk seseorang wanita yang keluar dari mobil. Aksa memperhatikan dan sepertinya ia tahu siapa wanita itu. Ternyata dia adalah seorang aktris yang selalu tampil di TV itu.

Namun Aksa tidak begitu peduli dan melanjutkan langkah kakinya yang ingin menuju ke kelasnya. Di lorong sekolah ia melihat sosok Devina yang sedang berjalan menuju kelas bersama sahabatnya Leni. Diam-diam Aksa mempercepat langkahnya dan berjalan tidak jauh dibelakang mereka namun tidak menyapa dan hanya iseng menguping obrolan diantara mereka.

"Ada urusan apa yah, artis papan atas seperti Kinan datang ke sekolah ini? " tanya Leni penasaran.

"Mana gue tahu! " jawab Devina seadanya seolah tidak peduli sama sekali.

Leni memicingkan tatapannya menoleh ke arah Devina. "Reaksi loh kok gitu, sih? " sahut Leni.

"Gitu gimana? "

"Yah, gitu. Biasa aja. Ini Kinan loh? Lo tidak tahu soal dia? " Leni bertanya seakan ingin memastikan sesuatu.

Devina tersenyum kecil. "Gue tahu. Gue sering melihatnya di acara TV. "

"Terus? Dia itu idola semua orang tahu! Selain cantik, ramah, dan tidak sombong. Ia juga sangat perhatian kepada para fans nya. Contohnya gue, pernah sekali gue ketemu dia di mall dan gue menyapanya. Dan dengan ramah dia nyapa gue balik. Ya ampun, dia itu wanita yang sangat sempurna, " ujar Leni lagi begitu memujinya sebagai idolanya.

"Oh yah? Tapi gue biasa aja tuh! Yah gue akui dia emang cantik, kelihatan baik, tapi belum tentu dia sesempurna yang loh pikirkan. Dia begitu karena dia selebritis dan harus menjaga citra baiknya. Kita tahu dibalik layar kehidupannya. Jadi, tidak usah berlebihan memuja dia kayak gitu, " balas Devina menasihati sahabatnya itu.

"Udah yah, jangan su'udzon sama idola gue. Gak boleh ada yang ngatain dia gak baik, termasuk loh! " balas Leni memperingati.

"Terserah loh aja." sahut Devina lagi sambil tertawa dan menggeleng kecil.

"Asik banget ngobrolnya, " Aksa menyela percakapan mereka. Lantas, mereka serempak menoleh ke belakang.

"Aksa? " Devina nampak bahagia setelah melihat Aksa. Senyumannya sangat lebar, bahkan kedua matanya berbinar-binar. Terlihat sangat cerah.

"Loh dari tadi nguping pembicaraan kita yah? " tanya Leni.

"Gak nguping kok. Cuma dengerin aja, " jawab Aksa bercanda.

"Sama aja. Bisa aja loh tumben banget. Biasanya juga jawabannya selalu datar dan dingin, " ketus Leni.

"Jadi loh lebih suka gue yang dingin dan datar? " sahut Aksa lagi bertanya apa mau Leni atas sikapnya.

"Bukan begitu. Gue suka sikap loh yang seperti ini. Tapi, loh jadi kelihatan aneh, mungkin karena tidak terbiasa, " balas Leni berterus terang saja.

"Kalau begitu, kita biasakan, " balas Aksa lagi tidak mau kalah.

"Kamu habis dari mana? " tanya Devina melerai percakapan sengit diantara mereka.

"Habis dari taman, " jawab Aksa seadanya.

"Kamu bawa bekal? " tanya Devina lagi setelah melirik kotak makan yang dipegangnya.

"Ah, iyah. Aku tadi tidak sempat sarapan, jadi Ibu membawakan bekal untukku. "

"Pasti enak sekali. Aku juga rindu masakan Tante Santi, " rengek Devina cemberut.

Aksa tersenyum gemas melihat tingkah Devina yang begitu lucu. Lantas, ia mengelus rambut Devina lembut. "Kalau begitu sepulang sekolah nanti, datanglah ke rumah. Kita makan bersama. "

"Tapi, aku kan harus mengerjakan hukuman ku pulang sekolah nanti. Pasti tidak sempat karena kamu harus berangkat bekerja, " balas Devina lagi merasa sedih.

"Aku kamu? Wah, kalian sungguh menggati panggilan? Berasa mimpi aja gitu kalian bisa pacaran, " potong Leni menyela obrolan mereka.

"Yank? " Panggil seseorang dari jauh, serempak semua menoleh ke asal suara. Orang itu melambai sambil berlari ke arah mereka.

"Sayank? Ada apa? Kelihatannya kamu senang banget? " sahut Leni menyambut kekasihnya itu dengan penuh cinta.

Ternyata dia adalah Arsya, pujaan hati Leni yang sudah berlangsung selama dua tahun. Hubungan yang sudah cukup lama, namun tetap terlihat rukun dan romantis satu sama lain.

"Tebak, aku punya apa buat loh? " ujar Arsya telihat sangat bersemangat dengan mata yang cerah dan berbinar.

"Emmm, bunga? Atau, cokelat kesukaanku? " terka Leni dengan antusias.

"Keduanya salah."

"Lalu apa? Cepat tunjukkan jangan buat aku penasaran, " rengek Leni sambil bersikap imut juga manja.

"Tada! " Arsya mengeluarkan selembar kertas dengan sebuah tanda tangan. Leni terdiam sejenak memperhatikan tanda tangan tersebut. Ia merasa familiar dengan tanda tangannya.

"Ini kan... "

"Benar. Tadi di gerbang sekolah, aku berusaha untuk mendapatkan tanda tangan ini. Kamu suka? Bukankah Kinan adalah artis favorit kamu?"

Leni berkaca-kaca karena merasa sangat terharu dengan perjuangan Arsya untuk bisa mendapatkan tanda tangan idolanya. Leni refleks memeluk erat Arsya dan mencium pipinya tanpa ragu. Seperti sudah terbiasa tanpa adanya rasa canggung sedikit pun.

"Makasih, sayang! Aku gak nyangka kamu balak se effort ini. Aku sangat suka sekali, " ucap Leni terdengar sangat manja.

"Sama-sama sayang. Kamu suka makan aku juga menyukainya, " balas Arsya.

Devina dan Aksa terdiam tertegun melihat mereka yang begitu mesra. Mereka saling melontar senyum canggung satu sama lain dengan situasi tersebut. Lantas, Aksa menarik tangan Devina untuk bergegas pergi meninggalkan Leni dan Arsya yang nampak asik bermesraan tanpa memedulikan sekitarnya.

"Si Leni itu memang lebay banget, " ucap Devina mencoba mencairkan suasana yang masih terasa canggung di antara mereka.

"Entahlah. Menurutku, mereka terlihat cukup manis dan menggemaskan, " balas Aksa tidak sesuai dengan dugaan Devina.

"Oh yah?"

"Tapi, bentar lagi mau ujian simulasi. Apa kamu sudah belajar? " tanya Aksa mengalihkan pembicaraan supaya lebih rileks dan santai.

"Belum. Kamu?" jawab Devina ragu sambil tersenyum malu.

"Kalau aku ngasih kamu challenge bagaimana? "

"Challenge? "

"Iyah. Kalau kamu bisa dapat peringkat ke tiga di ujian simulasi kali ini. Aku akan mengabulkan satu permintaan buat kamu, " ujar Aksa.

"Cuma satu? " sahut Devina merasa kurang cukup jika hanya satu permintaan.

"Tidak mau? Yaudah gak jadi. "

"Baiklah. Aku terima. Lihat saja, satu permintaan itu pasti bakal aku dapatkan. Siap-siap saja," Devina terdengar begitu yakin dalam menerima tantangan dari Aksa.

Aksa tersenyum nyaris tertawa. "Baiklah. Aku menantikannya. "

Lantas, Devina hanya tersenyum penuh percaya diri. Aksa pun menggenggam tangan Devina erat-erat sambil berjalan menuju kelas.

1
SANG
like iklan plus komen👍💪
SANG
Lanjut terus👍💪
SANG
Makin seru ceritanya👍💪
SANG
Semangat ya dek👍💪
SANG
Bintang lima untukmu Thor, tetap semangat, pantang mundur lanjutkan aksimu thor, keren banget, asik banget, mantap banget, cucok banget, beken deh.
Rustina Mulyawati: Makasih yah sebelumnya.... 😍
total 1 replies
SANG
Semangat terus pantang mundur💪👍
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!