NovelToon NovelToon
Melody Cinta Yang Salah

Melody Cinta Yang Salah

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jjamiyuu09

Jolina Zaneva, siswi SMA, diam-diam mencintai gitaris band idolanya—sosok yang hanya ia kenal lewat lagu dan layar. Meski dilarang ibunya, ia nekat datang ke konser, berharap mimpinya menjadi nyata.
Namun malam itu berubah menjadi mimpi buruk ketika Jolina melihat idolanya memperlakukan seorang gadis dengan kasar. Amarah mengalahkan kekaguman—dan sebuah tamparan mengakhiri rasa cinta yang ia simpan diam-diam.
Sejak saat itu, Jolina membenci lelaki yang pernah ia puja. Hingga takdir kembali mempertemukan mereka dalam hubungan yang jauh lebih rumit. Perlahan, Jolina mulai meragukan apa yang ia lihat malam itu.
Saat rahasia terungkap, Jolina harus memilih: bertahan pada kebencian, atau berani mendengarkan kebenaran di balik melodi yang pernah ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jjamiyuu09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Pagi itu, Jolina terbangun seperti biasa.

Alarm berbunyi, ia mematikannya tanpa banyak drama. Tidak ada sisa tawa, tidak ada ekspresi puas seperti semalam. Hanya wajah datar yang entah kenapa terasa sedikit berat.

Ia bangkit, mandi, lalu bersiap pergi sekolah. Rambutnya dikuncir rapi, seragam dikenakan dengan cepat. Semuanya berjalan normal—terlalu normal.

Jolina turun ke bawah menuju ruang makan.

Aroma sarapan sudah memenuhi rumah.

Begitu ia duduk di kursinya, seseorang langsung berdiri.

Jeremy.

Ia mengambil tas sekolahnya yang sudah tergeletak di samping kursi. Wajahnya datar, tanpa menoleh sedikit pun ke arah Jolina.

“Ma, Pa, Jeremy berangkat,” ucapnya singkat.

Mama mengangguk. “Iya, hati-hati di jalan.”

Papa menambahkan, “Belajar yang bener.”

Jeremy hanya mengangguk kecil. Lalu pergi begitu saja, tidak ada ejekan, tidak ada komentar sinis, bahkan tidak ada satu lirikan pun ke arah Jolina.

Pintu rumah tertutup pelan.

Mama menatap Jolina beberapa detik, seolah ingin memastikan sesuatu. Namun Jolina pura-pura tidak menyadarinya. Ia mengambil sendok dan mulai menyantap sarapannya dengan tenang.

Padahal dadanya terasa aneh.

“Karena Jeremy sudah pergi,” kata papa sambil mengambil kunci mobil, “kamu perginya bareng papa aja ya.”

“Iya, Pa,” jawab Jolina singkat.

Ia terus makan, tapi rasanya hambar.

Biasanya, sehabis bertengkar sehebat apa pun, Jeremy tetap akan melontarkan komentar. Minimal satu kalimat nyebelin. Atau sindiran receh yang bikin darahnya naik.

Tapi pagi ini?

Tidak ada apa-apa.

Hening.

Jolina menurunkan sendoknya perlahan.

Di kepalanya, adegan semalam berputar lagi—gitar kotor itu, teriakan Jeremy, caranya menatap papa dengan kecewa, lalu pergi membawa gitar rusak itu seperti membawa potongan hidupnya sendiri. Jolina mengernyit.

Apa dia beneran semarah itu… cuma gara-gara gitar?

Tangannya mengepal di bawah meja tanpa ia sadari. Biasanya Jeremy akan tetap bicara. Sekalipun dingin. Sekalipun terpaksa.

Tapi kali ini… tidak. Dan entah kenapa, sikap diam Jeremy justru terasa jauh lebih mengganggu daripada teriakannya.

Jolina menatap piringnya. Untuk pertama kalinya sejak semalam, sebuah pikiran muncul pelan di benaknya—

Jangan-jangan… kali ini dia benar-benar sakit hati??

***

Mobil berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Jolina membuka sabuk pengamannya, lalu meraih tasnya. Tangannya sudah berada di gagang pintu ketika suara papa memanggilnya pelan.

“Jolina?”

Ia menoleh.

“Maaf ya, papa ganggu waktu kamu sebentar,” kata papa dengan nada hati-hati. “Papa mau bicara.”

Jolina kembali duduk tegak.

“Papa mau bicara apa?”

Papa menarik napas pelan.

“Ini tentang Jeremy.”

Alis Jolina sedikit terangkat. “Kenapa dengan Jeremy, Pa?”

Papa menatap lurus ke depan sejenak, lalu kembali memandang Jolina.

“Papa mau minta maaf,” katanya tulus. “Kalau selama kamu tinggal di rumah, Jeremy sering bikin masalah sama kamu.”

Jolina terdiam.

“Dia memang sedikit jahil,” lanjut papa, “dan kadang nggak bisa diatur. Bukan maksudnya jahat, cuma… dia masih perlu beradaptasi.”

Papa tersenyum tipis, seperti sedang mencari kata yang tepat.

“Kamu juga tau kan, selama ini dia lama di luar negeri. Sekolah di sana, kenal teman-teman band yang… yah, papa juga nggak terlalu ngerti.”

Ia terkekeh kecil, lalu melanjutkan, “Terlebih lagi, sebelumnya nggak ada anak perempuan di rumah. Jadi kehadiran kamu itu sesuatu yang baru buat dia.”

Jolina mendengarkan tanpa memotong.

“Tapi papa janji,” kata papa serius, “papa bakal mendisiplinkan Jeremy. Kamu yang sabar ya.”

Ada sesuatu yang menghangat di dada Jolina. Bukan karena pembelaan. Tapi karena cara papa berbicara—tenang, dewasa, dan tidak menyalahkannya sedikit pun.

“Oh…” Jolina tersenyum kecil. “Jolina ngerti, Pa. Terima kasih sudah ngertiin posisi Jolina.”

Papa tersenyum lega.

“Iya,” katanya. “Kalau dia nakal, kamu marahi aja. Papa nggak bakal marah.”

Jolina terkekeh kecil mendengar itu.

“Iya, Pa,” katanya sambil membuka pintu mobil. “Makasih ya.”

Ia turun dari mobil dan menutup pintu perlahan. Papa masih menunggunya beberapa detik sebelum akhirnya pergi.

Jolina berdiri di depan gerbang sekolah, menatap mobil itu menjauh.

Entah kenapa, hatinya terasa sedikit lebih tenang. Jeremy… sebenarnya kamu beruntung, batinnya pelan.

Punya orang tua seperti papa.

Ia menghela napas, lalu melangkah masuk ke area sekolah—tanpa menyadari bahwa di balik ketenangan kecil itu, ada perasaan lain yang mulai tumbuh… dan belum ia pahami sepenuhnya.

1
Sasya
Ditunggu crazy up nyaa thooooorrrr 😍😍
Sasya
Bisa langsung 5 part sekaligus ga Thor?? 🤣🤣
Chuyoung56
Lanjut author 💪💪💪
Parkhanayaa
lanjut min cepetan
Parkhanayaa
Jeremy tuh pelakunya, yakin gue
Cewenya Sunghoon
Wkwk makin kacauu ini masalah merek, dari gitar yg belum kelar, ini jaket orang juga jadi korban
Choiwonhee
Ini si Jeremy balas dendam nya, malah jaket orang yg di rusakin
Choiwonhee
Ada udang di balik batu, Jeremy pura-pura ga tauuuu
Rossa
Wkwk ga seruuu Thor kalau mereka berantem kek gini🤭
Rossa
Hahah kayaknya aku tau, siapa pelakunya 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!