NovelToon NovelToon
Hanya Cinta Yang Bisa

Hanya Cinta Yang Bisa

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:854
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Helen Kusuma adalah seorang putri konglomerat yang jatuh miskin setelah ibu tirinya, Beatrix Van Amgard mengusirnya paksa pasca mendiang papa Helen, Aditya Kusuma tewas dalam sebuah kecelakaan tragis! Helen harus menghadapi penderitaan dan kehinaan oleh kejamnya Beatrix walau ia sudah tak punya apa pun lagi namun takdir mempertemukannya dengan seorang pria bernama Aryo Diangga membuat hidupnya jauh lebih baik. Bagaimana akhir kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Sebuah Kisah

Beatrix melangkah mundur perlahan menuju jendela kaca besar yang sudah retak akibat ledakan kecil tadi. Angin kencang dari luar mulai menderu masuk ke dalam ruangan, menerbangkan abu-abu kertas yang terbakar.

"Uang? Kekuasaan?" Beatrix tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan kesedihan yang aneh. "Kau tidak akan pernah mengerti, Helen. Ayahmu... Aditya... dia adalah pria yang terlalu baik untuk dunia yang kejam ini. Aku melakukannya karena aku ingin dia hanya melihatku, bukan bayang-bayang istrimu yang lemah itu! Dan ketika dia tahu... ketika dia menatapku dengan tatapan jijik itu... di situlah aku sadar bahwa satu-satunya cara memilikinya secara utuh adalah dengan menguburnya bersama rahasiaku."

"Letakkan senjatanya, Nyonya!" Kompol Sasmita maju selangkah. "Jangan mempersulit keadaan. Anda masih punya hak untuk dibela di pengadilan."

"Pengadilan?" Beatrix mendengus jijik. "Seorang Van Amgard tidak akan pernah duduk di kursi pesakitan di depan orang-orang seperti kalian. Aku tidak dilahirkan untuk diadili oleh dunia yang aku bangun dengan tanganku sendiri."

Ia menatap Helen untuk terakhir kalinya. Kegilaan di matanya kini mereda, digantikan oleh ketenangan yang dingin dan mematikan. "Kau ingin keadilan, Helen? Maka ambillah gedung ini. Ambillah puing-puing ini. Tapi kau tidak akan pernah mendapatkan kepuasan melihatku membusuk di sel yang kotor."

****

Sebelum ada yang sempat bergerak, Beatrix mengangkat pistolnya. Polisi bersiap menembak, namun Beatrix tidak mengarahkan senjata itu ke arah mereka. Ia mengarahkan moncong pistol krom itu ke pelipisnya sendiri.

"TIDAK!" jerit Helen.

Dor!

Suara tembakan itu tunggal dan memekakkan telinga. Waktu seolah melambat bagi Helen. Ia melihat tubuh Beatrix yang anggun itu terlempar ke belakang oleh kekuatan peluru. Tubuh itu menghantam kaca jendela yang sudah retak, membuatnya hancur berkeping-keping.

Tanpa suara, Beatrix van Amgard jatuh dari ketinggian lantai 30. Tubuhnya lenyap di balik pekatnya kabut asap dan hujan Jakarta, jatuh menuju aspal dingin yang dulu ia kuasai dari atas sana.

Keheningan yang mematikan menyelimuti ruangan itu. Para polisi segera berlari ke tepi jendela yang hancur, namun Helen terpaku di tempatnya. Kakinya terasa seperti lumpuh. Ia jatuh berlutut di atas karpet yang terbakar, tangannya menutupi mulutnya yang bergetar hebat.

Ario segera memeluk Helen dari samping, mendekap kepala istrinya ke dadanya. Tubuh Helen berguncang karena shock yang luar biasa.

"Dia pergi, Helen... Dia sudah pergi," bisik Ario dengan suara yang juga bergetar.

****

"Kenapa...?" rintih Helen di sela-sela tangisnya. "Kenapa dia memilih itu, Ario? Aku ingin dia dihukum... aku ingin dia mengakui kesalahannya di depan makam Papa..."

"Kesombongannya lebih besar daripada rasa takutnya akan kematian," jawab Ario pahit. Ia menatap ke arah luar jendela, ke arah kegelapan kota. "Bagi orang seperti Beatrix, kehilangan kendali adalah kematian yang sesungguhnya. Dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri daripada membiarkan hukum mengambil alih kendalinya."

Polisi mulai memasang garis kuning di sekeliling ruangan. Tim identifikasi mulai bekerja di tengah abu dan asap. Namun bagi Helen dan Ario, ruangan itu kini terasa seperti makam yang luas.

Helen menatap sisa-sisa foto ayahnya yang terbakar di lantai. Sebagian dari dirinya merasa lega karena teror ini telah berakhir, namun sebagian besar lainnya merasa hampa. Kematian Beatrix bukanlah kemenangan yang manis seperti yang ia bayangkan di kontrakan Tambora. Itu adalah akhir yang tragis, kotor, dan meninggalkan luka baru yang dalam.

****

Malam itu, berita tentang bunuh diri sang ratu tekstil meledak di seluruh penjuru negeri. Video amatir yang merekam detik-detik jatuhnya tubuh dari lantai 50 Menara V.A. Nordic menjadi viral dalam hitungan menit. Namun di bawah sana, di trotoar yang kini dijaga ketat oleh polisi, hujan menghapus noda darah di atas aspal dengan cepat.

Helen dan Ario berjalan keluar dari gedung melewati kerumunan wartawan yang menyerbu dengan lampu kilat kamera. Mereka tidak memberikan pernyataan. Mereka hanya berjalan dalam diam, bergandengan tangan dengan sangat erat.

Saat mereka masuk ke dalam mobil polisi yang akan membawa mereka ke tempat perlindungan, Helen menoleh kembali ke arah gedung pencakar langit itu. Lampu-lampu di lantai 50 masih menyala, namun jiwa dari gedung itu telah mati.

"Semuanya sudah selesai, Ario?" tanya Helen pelan.

Ario menatap mata istrinya yang sembab. "Babak ini sudah selesai, Helen. Beatrix sudah tiada. Tapi tugas kita yang sebenarnya baru dimulai. Kita harus memulihkan nama baik keluarga Kusuma dari abu ini."

Helen menyandarkan kepalanya di bahu Ario. Di balik jendela mobil yang basah oleh hujan, ia melihat bayangan dirinya sendiri—bukan lagi sebagai putri yang manja, bukan lagi sebagai gelandangan yang diburu, melainkan sebagai seorang wanita yang telah melewati neraka dan kembali dengan membawa sisa-sisa kehormatan keluarganya.

Beatrix memilih mati dengan kesombongannya, meninggalkan kehancuran di belakangnya. Namun Helen memilih hidup, untuk membangun kembali apa yang telah dihancurkan. Di tengah duka dan shock yang mendalam, sebuah harapan baru mulai tumbuh di sela-sela puing reruntuhan kerajaan Kusuma.

****

Dua tahun telah berlalu sejak peristiwa berdarah di Menara V.A. Nordic yang mengguncang dunia bisnis internasional. Jakarta sore itu tampak lebih bersahabat; matahari terbenam dengan warna jingga yang hangat, menyiram gedung-gedung pencakar langit dengan cahaya yang lembut, bukan lagi bayangan hitam yang mengancam.

Di sebuah rumah bergaya kolonial yang asri di kawasan Menteng—rumah yang dulu sempat dirampas oleh keserakahan—suara tawa bayi memecah keheningan sore. Helen Kusuma berdiri di teras belakang, menatap taman yang kini ditumbuhi bunga melati kesukaan mendiang ibunya. Ia tidak lagi mengenakan daster lusuh buruh cuci, melainkan gaun sutra simpel yang memancarkan keanggunan seorang wanita yang telah ditempa oleh api penderitaan.

Di gendongannya, seorang bayi laki-laki berusia delapan bulan dengan mata bulat yang cerdas sedang meracau riang. Namanya Aditya Diangga, sebuah nama yang diabadikan untuk mengenang sang kakek yang kini telah tenang di alam sana.

"Lihat itu, Adit... burungnya pulang ke sarang," bisik Helen lembut, mengecup dahi putranya.

****

Langkah kaki yang mantap terdengar dari arah ruang tengah. Ario Diangga muncul dengan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Wajahnya yang dulu selalu tegang dan penuh kewaspadaan kini tampak lebih tenang dan berseri. Ia melingkarkan lengannya di pinggang Helen, mencium pipi istrinya dan jemari mungil anaknya.

"Rapat direksi baru saja selesai," ucap Ario pelan. "Keputusan sudah bulat. Nama V.A. Nordic resmi dihapus dari seluruh pendaftaran hukum. Mulai besok, papan nama di depan gedung akan kembali menjadi KUSUMA HOLDINGS."

Helen memejamkan mata sejenak, menghirup aroma udara sore yang bersih. "Kusuma Holdings... Papa pasti sedang tersenyum sekarang, Ario. Jejak-jejak keserakahan itu akhirnya terkubur bersama puing-puing masa lalu."

Selama dua tahun terakhir, perjuangan mereka tidaklah mudah. Helen dan Ario harus bekerja keras membersihkan nama baik perusahaan, membayar kompensasi kepada para buruh yang dulu dizalimi Beatrix, dan memulihkan kepercayaan pasar. Namun, dengan kejujuran dan dedikasi, mereka berhasil membawa kerajaan tekstil itu kembali ke akarnya: sebuah bisnis yang dibangun dengan hati, bukan sekadar angka di atas kertas.

****

Bambang dan antek-antek Beatrix kini mendekam di balik jeruji besi, menjalani hukuman atas konspirasi pembunuhan dan pencucian uang. Namun bagi Helen, keadilan yang sesungguhnya bukanlah melihat musuhnya menderita, melainkan kemampuannya untuk memaafkan masa lalu dan membangun masa depan yang lebih baik.

"Pak Haris sudah pindah ke rumah barunya di dekat perkebunan kopi," ujar Ario, memberikan kabar tentang saksi kunci mereka yang kini telah pulih dari sakitnya. "Dia bilang, dia sangat ingin melihat Adit kecil saat kita berkunjung nanti."

Helen tersenyum haru. "Dia adalah bagian dari keluarga kita, Ario. Tanpa keberaniannya, mungkin kita masih menjadi bayang-bayang di jalanan Jakarta."

Mereka bertiga berdiri di teras, memandangi langit Jakarta yang perlahan berubah menjadi biru gelap dengan taburan bintang yang mulai bermunculan. Tidak ada lagi rasa takut yang menghantui. Tidak ada lagi pelarian ke hutan-hutan Amerika Selatan atau persembunyian di kontrakan sempit yang pengap.

Helen menatap kalung emas di lehernya—sebuah replika dari kalung ibunya yang hilang di Venezuela, yang dipesan khusus oleh Ario sebagai simbol kebangkitan mereka.

"Dulu aku pikir kebahagiaan adalah memiliki segalanya," kata Helen sambil menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Ario. "Tapi sekarang aku tahu, kebahagiaan adalah memiliki seseorang untuk pulang, dan sebuah nama yang bisa kita jaga kehormatannya tanpa rasa malu."

Ario mempererat pelukannya. "Kita sudah melewati neraka, Helen. Dan fajar ini adalah milik kita."

Di kejauhan, lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu. Menara Kusuma berdiri dengan megahnya, bukan lagi sebagai monumen kesombongan seorang Beatrix van Amgard, melainkan sebagai simbol ketangguhan seorang putri yang kehilangan segalanya namun berhasil merebut kembali takhtanya dengan cinta dan kebenaran.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!