NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta & Dendam

Jeratan Cinta & Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.

Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.

Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

...****************...

Di dalam ruangan luas dengan pencahayaan redup.

Devon Jenskin duduk tenang di kursinya.

" Cukup lama bagi pasukan yang sangat terlatih." ucapnya.

Jari-jarinya mengetuk perlahan meja kayu di depannya.

Waktu terus berjalan, namun masih tidak ada kabar.

Beberapa anak buahnya berdiri di sisi ruangan dengan wajah tegang.

Mereka tahu, keheningan Devon adalah tanda bahaya.

Beberapa menit berlalu...

Hingga akhirnya,ponsel Devon berdering.

Ia langsung mengangkatnya tanpa melihat layar.

"Laporkan yang terjadi di lapangan, apa ada hasil ?"

Suara di seberang terdengar hati-hati. " gagal total.., bahkan mereka tidak dapat menyentuh se senti bemper mobil Revano." ujar Josua Johnson dari sebrang.

Devon menyandarkan tubuhnya."Aku menunggu cukup lama..? Dan hanya kegagalan yang aku dengar ..!!"

Namun beberapa detik hening membuat suasana berubah.

Josua akhirnya berkata pelan.

"Semua unit yang kita kirim, hilang."

Devon menyipitkan mata.

"Ya ? Lalu."

"Mereka gagal dalam waktu singkat." lanjut Josua.

Tatapan Devon langsung berubah dingin.

"Gagal dengan sangat memalukan."

Josua melanjutkan dengan suara berat."Bukan hanya gagal, Semuanya sudah dipastikan tewas."

Ruangan mendadak terasa membeku.

Devon tidak langsung merespon.

Genggaman tangannya pada ponsel mulai menguat.

"Oleh siapa ?, orang-orang Dominic Draco atau pengawal pribadi Revano ?"

Josua menjawab singkat."Tidak ada jejak jelas."

"Tapi, kemungkinan besar itu ulah orang kepercayaan Revano."

Devon menghela napas panjang.

Namun bukan kemarahan yang meledak,justru sebaliknya.

Perlahan, senyum tipis mulai muncul di wajahnya.

Menjadi semakin lebar.

Hingga akhirnya ia tertawa pelan.

"bagus.., sangat bagus."

Josua sedikit terdiam."Bagus?"

Devon berdiri dari kursinya.

"Aku tidak pernah benar-benar berharap mereka berhasil." sahutnya tanpa sedikit pun menunjukkan empati untuk matinya anak buahnya sendiri.

Ia berjalan perlahan." lagi pula, Serangan itu hanya umpan."

Josua langsung mengerti arah pembicaraan."Jadi.., tak perlu dipikirkan."

Devon memotong.

" bagaimana dengan Mata-mata itu."

Suasana kembali sunyi beberapa detik.

Lalu Devon bertanya dengan nada rendah."Bagaimana perkembangan di dalam mansion Draco?"

Josua menjawab tanpa ragu."Semuanya berjalan sesuai rencana."

Devon berhenti melangkah, tatapannya tajam."Jelaskan."

"Orang kita sudah berhasil masuk."

"Dia menyamar sebagai bagian dari staf baru yang direkrut setelah insiden keamanan tadi malam." jelas Josua.

Devon tersenyum puas.

"Seperti yang kuduga, Fokus mereka pasti terpecah."

Josua melanjutkan."Sistem keamanan masih ketat, tapi ada celah kecil."

Devon tertawa pelan.

"Celah kecil sudah cukup, ini perkembangan yang baik."

"..untuk menghancurkan benteng sebesar apa pun harus dari gesekan kecil."

Ia berjalan kembali ke kursinya, duduk dengan santai."Identitasnya aman?"

Josua menjawab."Sejauh ini aman."

"Dia sudah mulai mengakses area dalam secara perlahan, kau benar-benar gila, bisa-bisanya kau menurunkan assassin kesayangan Tuan besar." ungkapnya.

Devon menyilangkan kaki, senyumnya semakin dalam.

"Sempurna bukan, hanya pria itu satu-satunya yang berkali-kali berhasil lolos dari pengejaran orang-orang Klan Draco."

Ia menatap kosong ke depan.

Seolah membayangkan sesuatu.

"Revano.., sekarang aku yang akan menang"

"kau terlalu sibuk melindungi istrimu, sampai lupa menjaga rumahmu sendiri."

Josua bertanya.

"Perintah selanjutnya?"

Devon menjawab tanpa ragu.

"Biarkan dia tetap di dalam, mengecoh beberapa orang agar mengamankan misi, Jangan terburu-buru untuk bergerak."

Ia melanjutkan dengan nada dingin."Aku ingin setiap detail dari rutinitas mereka, seberapa kuat istem keamanan mereka, dan yang paling penting."

Ia berhenti sejenak."...istri barunya."

Josua mengangguk di seberang sana."Akan segera kami kirimkan laporan."

Panggilan berakhir.

Devon meletakkan ponselnya perlahan.

Ia berdiri dan berjalan menuju jendela besar.

Lampu kota terlihat berkilau di bawah sana.

Ia tersenyum tipis.

"Kau memang kuat, Revano,Tapi bahkan naga terkuat pun, bisa dibunuh dari dalam sarangnya."

Ia mengangkat gelas wine.

"Dan kali ini, aku akan menghancurkanmu dari dalam."

...****************...

1
yula
💪💪💪💪💪thor
yula
👍🏼💪💪💪💪💪
yula
💪💪💪💪💪 thor 🥰
yula
semangat thor
yula
💪💪💪💪thor
yula
lama banget up thor
yula
💪💪💪💪💪 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!