NovelToon NovelToon
Khodam Leluhur

Khodam Leluhur

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Mata Batin
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Seorang gadis yang terlahir di malam istimewa (malam satu suro)di warisi sebuah khodam dari leluhurnya tetapi terpaksa tersegel karena sebuah peristiwa. Tepat di usianya yang ke tujuh belas segel kembali dibuka.
Mampukah gadis itu menjalani hari-hari nya dengan kemampuan yang baru dimilikinya...
Sinopsis yang sangat singkat ya,...tapi cukuplah buat yang baca jadi penasaran 🤭
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tempat dan alur cerita. Sebab cerita ini aku buat murni dari imajinasi ku sendiri alias karangan bebas. Jadi jika ada kesamaan itu merupakan suatu ketidak sengajaan🙏🏼
Soo... ikuti cerita ku, dan jangan lupa tinggalkan jejak jempol dan komentar ya☺️
Jangan lupa juga bintang lima jika cerita ku bisa bikin baper 😁🤭🙏🏼

Yuk dukung karya terbaru ku ...!
Selamat membaca ...! 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu terjadi pada Evan

Di kantin sekolah

"Aku kok merasa ada yang aneh sama kepala sekolah baru itu" Celetuk Bianca

Saras dan Airin menoleh.

"Aneh kenapa ?"Tanya Airin

"Seperti pernah lihat tapi lupa dan suaranya... kaya pernah dengar " Jawab Bianca

"Perasaan kamu saja kali " Sahut Saras seraya menyeruput minuman nya

"Hantu gentayangan seperti ku mana ada perasaan" Ucap Bianca sambil mencebik

"Eh, iya juga ya " gumam Saras. Di sana hanya ada Saras dan Airin yang lain belum keluar dari dalam kelas.

"Tapi aku juga merasakan hal yang sama. Kaya aneh saja gitu, tapi aku juga gak tahu apa " Ucap Saras sambil mengerutkan keningnya.

"Ngobrolin apa sih ? Serius banget kayanya " Tanya Audi yang baru saja datang

"Gak kok. Yang lain masih belum selesai?" tanya Saras

Audi menarik kursi lalu duduk di samping Saras," Dimas sih udah tapi Evan belum "Jawab Audi

"Lah terus Dimas nya mana ? " Tanya Saras lagi

"Ciee... pake ditanyain, kenapa kangen ya ..." Ucap Dimas yang tiba-tiba datang, pria itu segera duduk di depan Saras

"Ih apaan sih ! Siapa yang kangen , orang cuman nanya juga " Sahut Saras sambil memalingkan muka

"Kangen mah kangen saja kali, jangan gengsi " Ucap Dimas lagi sambil tersenyum

"Kalau dipikir-pikir mending kamu yang dulu deh, kamu yang sekarang jadi mirip ka Tio " Celetuk Airin

"Memangnya kenapa dengan aku ?" Tanya Tio tiba-tiba datang

"Jah elah,baru juga disebut udah nongol aja,kamu ngapain sih kan belum waktunya jam istirahat?" Tanya Airin sewot

"Bukan urusan mu" Tio menjulurkan lidahnya

"Tadi gimana, kenapa nama aku disebut-sebut?" tanya Tio menatap Airin

"Iya, Dimas kebanyakan gaul sama kamu jadinya ketularan narsis " Ucap Airin

"Enak saja "

"Eh guys liburan nanti mau pada kemana ?" Tanya Audi

"Belum kepikiran lah, ujian saja belum selesai " Sahut Saras lalu menopang kepalanya dengan lengan. Saat ini mereka tengah menjalani ujian semester satu.

"Bagaimana kalau kita pergi liburan ke desa bibi Yani, art aku. Gak jauh kok paling lima sampai enam jam perjalanan " Ucap Dimas

"Memangnya ada hal menarik apa di desa bibi Yani ? " Tanya Audi nampak tertarik dengan usulan Dimas

"Banyak. Kita bisa lihat bentangan sawah yang luas, mandi di sungai, dengerin suara burung, pemandangan alam nya juga bagus. Nanti deh, aku kasih tau yang lain nya kalau kalian setuju " Ucap Dimas menuturkan

"Memang nya kamu pernah ke sana ?" Tanya Saras

"Pernah lah, sering malah. Tiap liburan tiba aku pasti datang ke sana. Kalian tau sendiri lah orangtua aku sibuk terus, mana ada waktu mereka buat ajak aku liburan. Jadi tiap liburan aku ikut pulang kampung sama bibi Yani" Tutur Dimas lagi

"Tapi kali ini pasti akan sangat menyenangkan jika kalian ikut " lanjut nya

"Kalau kita ikut , kita mau tidur di mana ? Masa iya di rumah bibi Yani ? Ngerepotin gak sih ..." Tanya Airin

"Gampang. Ada villa kosong di sana. Katanya udah gak pernah didatangi pemilik nya. Kita bisa sewa Villa nya" Jawab Dimas

"Kalau nanti pemilik nya datang, gimana ?" Tanya Audi menimpali

"Gak gimana-gimana, pemiliknya juga gak akan marah karena kata bibi Yani pemilik nya sudah meninggal, nah anak-anak nya menghibahkan Villa itu untuk kepentingan warga di sana. Kata bibi Yani Villa itu juga sering digunakan warga untuk acara nikahan dan lain-lain "Ujar Dimas

"Lihat nanti saja deh, kalau aku dapet izin dari Oma dan Opa aku, aku ikut " Ucap Saras

" Aku juga deh "

" Iya , aku juga mau " Seru Audi dan Airin hampir bersamaan

"Aku apalagi. Ya ikut lah " Ucap Tio

"Gak ada yang nanya , kak Tio ikut atau enggak ya... " Ucap Airin

"Boleh kok , semuanya boleh ikut. Kalian tenang saja biaya akomodasi perjalanan biar aku yang tanggung tapi makan selama di sana kalian tanggung masing-masing " Ucap Dimas begitu senang

Menurutnya liburan nanti pasti akan begitu menyenangkan, berbeda dengan liburan-liburan sebelum nya.

"Asssiiikkk.... Sip lah kalau begitu " Seru Tio

"Tapi kalau gak salah, Evan punya mobil karavan deh,gimana kalau kita pakai mobil karavan nya Evan saja " Ucap Audi

"Kalian atur saja lah, aku belum tentu bisa ikut " Saras menatap ke luar kantin

"Kok gitu ? Gak seru dong kalau kamu gak ikut " Keluh Dimas

"Iya, lihat nanti saja. Kalau Oma, Opa aku ijinin aku ikut " Ucap Saras , namun seketika gadis itu terkesiap.

"Evan ... " guman nya

"Ada apa ? " tanya Airin

Saras nampak bingung hendak menjawab apa, namun wajah nya terlihat panik. Tanpa berkata-kata, gadis itu pun beranjak pergi dengan tergesa-gesa.

"Saras....! Kamu mau kemana ? " Seru Tio

"Kita kejar ! " Ucap Airin ,dan mereka pun segera mengejar Saras.

Saras berlari ke arah toilet, perasaan nya tak enak setelah melihat sekelebat bayangan memperlihatkan Evan yang tengah dalam bahaya.

Sesampainya di depak toilet pria, gadis itu nampak ragu untuk masuk, bagaimana tidak toilet itu merupakan toilet pria yang membuat nya tak pantas untuk memasuki nya. Tetapi di saat urgent begini ia tak ada pilihan lain.

"Cepat , dia bisa mati ! Makhluk itu tak akan membiarkan nya lolos begitu saja " Seru Bianca yang tiba-tiba muncul di samping Saras.

"Tapi pintu nya gak bisa dibuka !" Saras nampak kesulitan membuka pintunya.

Tetapi dengan mengerahkan seluruh tenaga nya, akhirnya Saras dapat membuka pintunya dengan cara di tendang.

Brakkk'

Pintu terbuka dengan kasar dan keras. Saras terbelalak saat melihat tubuh Evan yang melayang di udara, kepadanya hampir mengenai langit-langit toilet.

"EVAN !" pekik nya

"Sa... Sa... Saras ..., pe... pergi...!" Lirih Evan yang lehernya dicekik sesuatu yang tak terlihat.

"LEPASKAN TEMAN KU ! " Teriak Saras pada sosok yang tak terlihat.

"Dasar pengecut ! Beraninya bersembunyi, kalau berani sini hadapi aku !" Tantang Saras

"Tidak... Pe... pergi ! " Evan tak ingin Saras terluka.

Sebelumnya, saat Evan baru saja selesai mengerjakan soal ujian ia pergi ke toilet karena perut nya terasa mulas. Setelah menuntaskan hajatnya, pintu toilet tiba-tiba terkunci. Lampu berkedip serta percikan air terdengar dari bilik toilet, padahal saat itu hanya ada Evan seorang saja di sana. Perasaan pria itu mulai tak enak, bulu kuduk nya seketika meremang disertai rasa berat di tengkuk dan nafas nya pun mulai sesak. Dada nya sakit sesuatu dalam perut nya terasa ingin keluar. Akan tetapi sebuah suara seketika terdengar menggaung di ruang toilet.

"Kau harus mati ! "

Saat itu juga sesuatu terasa mencekik leher nya, tubuh nya terangkat. Kaki nya mulai meronta-ronta sementara kedua tangannya memegangi leher nya.

"Aakkkhh...." Dalam hati pria itu beristighfar, ia berdoa tetapi cengkraman di leher nya terasa semakin kuat hingga ia tak mampu bernafas, namun di sela-sela kesadaran nya ia melihat Saras datang.

"Pergi ...." Pinta nya pada Saras

Saras merentangkan kedua tangannya, bibirnya berkomat-kamit.

"Siapapun , dan apapun jenis mu aku minta kau pergi , dan lepaskan teman ku ! Jangan kau ganggu dia !" Ucap Saras seraya menggerakkan tangan nya seperti tengah menangkap sesuatu.

Bruukk'

Evan terjatuh ke lantai, sosok tak terlihat pergi sebelum Saras bertindak lebih jauh.

"EVAN....!" Pekik Saras segera memburu pria itu

"Ya Allah.... Evan ! Kamu gak apa-apa?" Tanya Saras seraya memangku kepala Evan.

Evan tersenyum tipis dan setelah itu tak sadarkan diri.

"Evan ...." Saras nampak panik ia segera berteriak meminta tolong , di waktu bersamaan, teman-teman nya datang.

"Saras,... Evan kenapa ?" Tanya Audi

"Bantu aku bawa Evan ke klinik sekolah ! " Seru Saras menatap Dimas dan Tio

Kedua pria itu sigap menggotong tubuh Evan.

Beberapa saat kemudian Evan sudah diperiksa dokter. Saras duduk di kursi samping tempat tidur. Menatap penuh iba dan kekhawatiran nampak jelas di wajah nya.

"Segitu khawatir nya Saras sama Evan " Lirih Dimas

Sementara Tio hanya berdiri menatap cemburu.

"Menurut kalian Evan kenapa ya, apa mungkin jatuh?" tanya Airin

"Gak tahu. Tapi bisa jadi sih. Eh tapi kenapa Saras bisa langsung tahu dengan apa yang terjadi sama Evan ?" Tanya Audi bingung

"Aku juga gak tahu " Jawab Airin lagi

Ketika itu,Saras hendak beranjak tetapi Evan yang baru tersadar segera menahan lengan nya.

"Eh,sudah sadar..." Kejut Saras kembali duduk di kursi nya

"Gimana ,apa yang kamu rasakan ?" tanya Saras nampak khawatir

Tetapi Evan malah tersenyum dan menggeleng pelan.

"Makasih ya,kamu sudah datang nolongin aku " Ucap Evan lemah

"Iya,kita kan teman. Sebagai teman kita harus saling menolong. Sudah sekarang kamu istirahat saja,aku keluar sebentar" Saras segera beranjak, senyum Evan seketika pudar.

"Teman " Gumam nya pelan,entah kenapa dirinya merasa kecewa dengan ucapan Saras

Di luar Tio dan Dimas nampak berseri. Mereka merasa lega saat mendengar Saras mengatakan 'teman pada Evan. Karena itu artinya peluang mereka untuk mendekati Saras masih besar.

"Kalian di sini ya,jagain Evan. Aku mau ke toilet sebentar " ucap Saras

Sebenarnya ia ingin sekali menanyakan kepada Evan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi mengingat kondisi Evan yang baru sadar membuat nya menahan diri. Namun ia merasakan dorongan kuat dari dalam tubuh nya,gadis itu pun segera pergi ke toilet karena rasa nya sudah semakin tak tahan.

"Sebenarnya apa yang terjadi ? Apa yang membuat Evan seperti tadi ?" Gumam Saras sambil berjalan

"Menurut mu gimana ?" Tanya Saras pada Bianca

Namun sebelum Bianca menjawab,Alex datang. Pria itu melirik pada Bianca,hantu itu terkesiap dan seketika menghilang.

"Maaf pak,permisi ..." Ucap Saras sopan lalu berjalan kembali

"Tunggu !"

Saras berbalik ," Iya pak?" Tanya nya

"Boleh saya tahu berapa nomor hp nya ?" Tanya Alex berbasa-basi

"Maaf pak,saya tidak ingat. Kebetulan saya sedang tidak bawa hp. Selama ujian hp dipegang Opa saya " Ucap Saras apa adanya

Alex mengangguk," Baiklah tidak apa-apa. Tapi pulang sekolah bisa dong saya yang antar pulang " Ucap Alex tak menyerah

"Maaf pak ,pulang sekolah saya dijemput " Ucap Saras tak ingin memberikan ruang untuk pria itu mendekat.

"Baiklah, tidak apa-apa"

"Kalau begitu,saya permisi pak. Maaf " Setelah itu Saras pun berlalu pergi. Alex menatap Saras dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

"Hmm...menarik " Gumam nya pelan

Sementara itu,Evan segera beranjak dari tempat tidur nya. Ia ingat masih ada ujian satu mata pelajaran lagi.

"Eh, mau kemana?" Tanya Tio

"Mau siap-siap, sebentar lagi ujian kembali di mulai " Jawab nya

"Masih jam istirahat kok,kamu nyantai saja dulu "Ucap Dimas

Tetapi Evan hanya menanggapi nya dengan tersenyum tipis.

**

Saras berada di dalam toilet, tiba-tiba terdengar suara tangisan pelan namun begitu jelas di telinga.

"Huuuhhuuu....."

Saras segera menuntaskan kegiatan nya dan segera keluar untuk mencuci tangan. Akan tetapi saat ia keluar ia melihat sosok wanita berdiri menghadap ke tembok.

(gambar hanya pemanis)

"Kamu siapa ,kenapa menangis di situ? Sini curhat sama aku !" Ucap Saras sambil mencuci tangan nya di wastafel.

Hantu wanita itu menghentikan tangisnya, menoleh pada Saras dengan tatapan heran.

"Kamu sudah tak takut padaku ?"Tanya hantu itu

.....

1
Sekti Ibue'BilFa
selamat tahun baru juga kak
Sekti Ibue'BilFa
pasti yg mengganggu keluarga alam itu jg yg membunuh anak 2 alam dan arsshy?
Asri
Iya belum kak, 🤭
Saha Weh
😱😱jd merinding disko 🤔🤔
Sekti Ibue'BilFa
semoga cepat sembuh bapak mertuanya, sehat sehat kk othor🤲
Asri: Amin, makasih kak🙏
total 1 replies
Saha Weh
oh jd si evan bisa liat hantu juga 🤔💪
Saha Weh
emang ya si taehyung belum jd jin muslim ya klw om uwo kan udah jd walow pun pinaya beeribadah dia gk kepanasan🤔🙏
Sekti Ibue'BilFa
hati2 Saras sama itu cow🤭🤭
semangat kk othor💪💪
Khoirun Nisa
lanjut ka ceritanya makin menarik
Sekti Ibue'BilFa
ko blm up?
Asri: iya kak makasih 😊🙏
total 4 replies
Sekti Ibue'BilFa
keluarga Dimas pemuja setan kah atau guna2?

lanjut....
Asri
Takut kena sawan,yang serem mulu 😅 🙏
Asri
Hehe... takut aku kalau visual tokoh nya,takut ada yang protes 😅
Sekti Ibue'BilFa
tumben hantunya cantik 🤭
Saha Weh
kenapa gambarnya hantu mulu sih ka coba pisual ya saras dan teman,, nya kan jd kaget 😁🙏🙏
Saha Weh
kira,, siapa ya apa,, itu musuh ya Vinaya kenapa anak,, ya arsi meninggal terus makin penasaran ini dan keman om wowo 🤔
Asri: Makanya ikutin terus ya ceritanya biar gak bikin penasaran 😁
total 1 replies
Saha Weh
👏👏👏lama banget kk muncul ya padahal aku udah gk sabar pingin liat keluarga ya Vinaya kangen aku 🥰🥰
Asri: hehe... iya maaf kak 🙏
total 1 replies
Sekti Ibue'BilFa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sekti Ibue'BilFa
kalo bacanya malam, pasti takut plus kaget ini/Sob//Sob/
Sekti Ibue'BilFa
kasihan banget si arsyi/Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!