NovelToon NovelToon
Anta'S Diary

Anta'S Diary

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Horor / Romansa Fantasi / Matabatin / Mata Batin / Hantu / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie Junaeni

Nyari ide itu susah, please jangan plagiat!

(Diharapkan membaca Pocong Tampan dulu baru ke Anta's Diary.)

Ratu Ananta Prayoga, gadis dengan kemampuan indigo ini selalu dikelilingi oleh para tak kasat mata.

Berbagai petualangan di dunia gaib selalu menghampirinya. Bagaimana Anta akan menjalani hidupnya yang unik bersama para sahabatnya?

Ikuti kisah catatan harian Anta di novel Anta's Diary ini ya.

Follow me, favorit, Like, dan rate bintang lima.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pocong Uli

Jangan lupa di Vote ya sebelum pada nerusin baca. Happy Reading...

******

Bisa pada nolongin gue dulu, gak?" seru Pocong yang tersangkut itu mengejutkan ketiga orang yang langsung mundur beberapa langkah itu karena tersentak kaget.

"Tolongin, Nta!" pinta Arya.

Tangannya gemetar saat menyerahkan kunci mobil itu pada Anta.

"Lagian, Om ngapain sih sampai kejepit nyangkut segala," ucap Anta.

"Gue mau nakutin ini bocah kenapa malah gue dijepit? Rese, kan?" sahut Pocong tersebut.

"Yeee, situ yang rese, kualat namanya, lagian mau nakut-nakutin," seru Anta seraya membebaskan pocong itu dari kaca jendela mobil milik Arya.

"Dah beres, sana pergi!" seru Anta.

"Gak bisa pergi, gue gak tau mau pulang kemana," sahut pocong itu.

"Lah, tadi kan Om Pocong ada di lampu merah, udah sana balik lagi," ucap Arya tapi langsung bersembunyi di belakang tubuh Anta saat pocong itu menoleh ke arahnya.

"Gue kan pengamen yang suka ada di lampu merah itu, terus gue korban tabrak lari."

"Anta ngerti nih, pasti mai cari siapa yang nabrak Om, iya kan?" tanya Anta.

"Gue gak tau yang nabrak gue siapa, mungkin gue gentayangan karena organ tubuh gue gak lengkap nih liat!" Pocong tersebut membuka kain kafan dan menunjukkan bagian tubuhnya yang terkoyak. Di bagian dada sampai perutnya yang menganga tak lagi ditemukan organ tubuh seperti tubuh manusia normal lainnya.

Brug!

Arya jatuh pingsan melihat bentuk rupa tubuh si pocong tersesat itu.

"Yah, dia pingsan!" sahut Anta mencoba menolong Arya dengan menepuk-nepuk pipi milik Arya.

"Jadi, gimana sih, katanya korban tabrak lari terus kenapa jadi kehilangan banyak organ tubuh?" tanya Tasya.

"Nah, itu yang gue bingung, kenapa badan gue gak utuh gini," ucapnya.

"Tutup, tutup! Pakai lagi kafannya yang bener, entar masuk angin repot lagi ngerokin pocong," celetuk Tasya.

Ia membantu Anta untuk membangunkan Arya yang pingsan.

"Jadi, gimana bisa bantuin gue, gak? Oh iya, nama gue Ugly," ucapnya.

Tasya dan Anta saling menatap dan menahan tawanya.

"Nama kamu beneran, Ugly?" tanya Anta.

"Iya, panggil gue Uli, habisnya kata nyokap gua yang udah meninggal nama gue itu artinya ganteng," ucap Uli dengan bangga.

Anta dan Tasya sekali lagi saling bertatapan lalu,

"buahahahaa..."

Tawa mereka menggelegar bersamaan, sampai membuat dua orang yang melintas menatap heran ke arah keduanya ditambah lagi sosok Arya masih tergeletak di konblok lantai parkir itu. Anta dan Tasya berdiri seraya mengangkat tubuh Arya dan membuatnya duduk bersandar pada mobilnya.

"Bahasa Inggris mamanya pasti yah gitu deh, hihihi..." bisik Tasya.

"Iyain aja daripada dia marah repot ntar," sahut Anta.

"Gini ya, Om Uli, kalau kehilangan organ tubuh terus Om mau cari organ tubuh itu di mana ya Anta mana tau, apalagi kalau udah pindah ke tubuh manusia lain," sahut Anta.

"Yah, gak bisa ya, berati saya gentayangan kenapa, dong?" tanya Uli.

"Mungkin kamu mau cari yang nabrak kamu," sahut Tasya.

"Bisa jadi tuh, Tante. Padahal Anta pikir Om Uli matinya kebakar sampai gosong habis mukanya item gitu," ucap Anta.

"Oh, ini karena gue dikubur di tanah yang sekarang jadi tempat pembakaran sampah jadi muka gue sama badan gue rada gosong," sahut Uli.

"Hahaha, Om kocak banget, sih! Nah, itu kali kenapa Om masih gentayangan, karena pengin di pindahin jasadnya ke tempat yang layak," ucap Anta seraya berjalan menuju mini market di ikuti Tasya.

"Iya, bisa jadi tuh. Kalau cuma mindahin makam, kita bisa lah bantu, ya gak, Nta?"

"Bener, Tante. Eh bentar, ada yang aneh gak sih?" tanya Anta yang menghentikan langkahnya.

"Ada lah, nih pocong yang ngikutin kita kan bikin aneh," sahut Tasya.

"Ih, bukan itu, ada yang aneh tapi beda bukan si pocong, apa ya, kayak ada yang ketinggalan gitu," gumam Anta.

"Oh, temen kamu yang lagi pingsan itu, tuh masih di sana," sahut Uli.

"Astaga, Arya, kok kita bisa ninggalin dia, ayo bangunin Arya dulu!" ajak Anta menarik lengan Tasya menghampiri Arya.

"Arya, bangun!" ucap Anta menepuk pipi Arya.

"Lima menit lagi, Yah... masih ngantuk."

"Eh bocah, ada orang pingsan bisa ngigo. Woi, bangun woi!" seru Anta menepuk pipi Arya lebih keras lagi tapi tak kunjung juga bangun. Malahan Arya malah merebahkan tubuhnya dan berbaring.

"Ya ampun, dia mah ngantuk kali pingsan keterusan tidur," sahut Tasya mulai kesal.

"Bentar, gue tau cara buat dia bangun," ucap Uli.

"Gimana caranya?" tanya Anta.

Pocong Uli lalu membuka kain kafannya kembali dan mengeluarkan kaki kanannya. Ia arahkan ujung ibu jari kakinya ke arah hidung Arya.

"Huek, bau banget, fuih, fuih, fuih!" Arya tersadar juga dari pingsannya. Bau seperti telur busuk yang terbuka cangkang telurnya itu menyeruak masuk ke dalam rongga hidung Arya.

"Elo kasih gue apaan, Nta?" seru Arya.

"Bukan Anta yang kasih, tuh Om Pocong yang kasih kamu jempol kakinya," sahut Anta.

"Kampret banget elo, Cong, mana bau ****** tuh kaki, najis!" seru Arya dia lupa kalau dia baru saja memarahi sosok hantu di hadapannya.

"Elo gak takut sama gue?"

Pocong itu berjongkok menatap wajah Arya.

"Gue? Ya takut lah...!" Arya langsung berdiri dan bersembunyi di belakang tubuh Anta.

"Hahahaha...!" Suara Pocong itu terdengar membahana.

"Kamu udah sadar, kan? Ya udah sana pulang!" ucap Anta pada Arya.

"Ayo pulang, gue temenin," ucap si pocong mencoba menawarkan bantuan.

"Justru gue takut kalau ditemenin pocong macam elo, Om!" seru Arya.

"Oh kirain, ya udah gue bareng kalian ya, siapa tau nanti ketemu temen."

Anta dan Tasya akhirnya membiarkan sosok Pocong Uli itu mengikuti mereka menuju mini market. Arya juga mengikuti Anta dan tak sadar dari tadi menggandeng tangan Anta karena ketakutan.

"Ini kenapa dari tadi tangan Anta digandeng aja, sih?" keluh Anta mencoba menepis tangan Arya .

"Pinjem, Nta, gue takut," bisik Arya.

Tasya hanya melirik sekilas ke arah Anta dan Arya seraya tersenyum kecil.

"Uli, bisa mundur dikit, gak? Apa jalan duluan sana!" pinta Tasya.

"Memangnya kenapa?" tanya Uli.

"BAU!"

Seru Anta dan Tasya berbarengan.

"Hehehe... maklum udah lama gak mandi, apalagi tadi gue dikencingin anj*ng," sahut Uli meringis menunjukkan gusinya yang penuh darah.

"Hadeh, serem, dia pikir ganteng kali," celetuk Tasya seraya menepuk dahinya sendiri.

Sementara itu sedari tadi Anta masih saja berusaha melepas pegangan tangan Arya dari tangannya.

*******

To be continue...

Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.

- Pocong Tampan

- With Ghost

- 9 Lives

- Kakakku Cinta Pertamaku

- Forced To Love

- Diculik Cinta

Vie Love You All...😘😘😘

Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE...!!!

1
good reader
🥰
Hati Yang Terkilan
Ceritanya Mantappppp sekali...meski ada rada² bikin greget sama bikin kesel pas si Mey Pelet si Arya...Tapi tetap mantap banget tu ceritanya... Pokonya Terbaikkkkkkkk👍👍👍👍👍👍👍

Salam Asli Sabahan.Malaysia😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰
Riska Aulia
Luar biasa
Hati Yang Terkilan
seremmm
Hati Yang Terkilan
kan.....Hajar trossss
Hati Yang Terkilan
wahhh pasti bu Nina Mau balas dendam ni...asekkkkk
Hati Yang Terkilan
suda ku duga...pasti begitu niat si Ratu Sanca
Hati Yang Terkilan
ciecieeee ada yg kegeerann tu
Hati Yang Terkilan
buahhhhhhhhahaha
Een Hendriyati
🌹💐seru seru ceritanya saya suka terimalasih kak vie
Hati Yang Terkilan
bener tu 😝🤣😂😂🤣🤣
Hati Yang Terkilan
kasian si Arya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Hati Yang Terkilan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣apes banget si Arya
Hati Yang Terkilan
lahhh pingsan lagi🤣🤣🤣🤣
Hati Yang Terkilan
lahhh si momo masi ngikutin si Arya rupanya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hati Yang Terkilan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hati Yang Terkilan
😅😅😅😅
Hati Yang Terkilan
kaget bukan karna hantu❎
kaget karna teman yg baru bangun pingsan✅
Hati Yang Terkilan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hati Yang Terkilan
sukurinnnnn 😝🤣😂😂🤣😂🤣😂🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!