Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENYIAPKAN CATERING
Aku segera menghubungi Mami dan adekku Ivan untuk membantuku menyelesaikan catering dari pak Rifal.Dan aku pun belanja ke pasar untuk membeli semua bahan-bahan catering.Untuk besok aku berencana memasak Ayam crispi, sayur capcai dan perkedel jagung.
Aku membeli ayam dan semua bahan-bahan lain.Saat aku tengah mengangkat kantongan yang penuh dengan daging ayam tiba-tiba seseorang membantuku.Dia meraih kantongan yang lumayan berat dari tanganku.Aku menoleh ke arah orang itu.
"Pak Rifal ??? kok bapak ada disini ?"
"Hehehe iyya aku lagi mencari buah eh melihat mbak ...biar aku bantuin ya "
"Tidak usah pak nanti merepotkan bapak, biar aku saja pak "
"Mbak... tidak merepotkan kok ... sini biar aku antar pulang sekalian juga "
"Saya bawa motor kok pak "
"Nanti biar teman aku yang bawa motor mbak"
Lalu Rifal melambaikan tangannya ke seorang pria .Dan pria itu menghampiri kami.
"Tolong kamu ikutin kami bawa motor mbak itu ya "
"Baik pak ..." ucap pria itu
"Tapi pak ..." ucapku bingung
Pak Rifal pun mengangkat semua barang belanjaan ku ke mobilnya.Aku pun tidak bisa lagi menolaknya lagi.Aku menurut naik ke mobilnya.
"Mbak mau belanja apa lagi ?"
"Sudah cukup kok pak "
"Jadi kita langsung pulang ?" Tanyanya.
"Iyya pak " jawabku
"Oke aku antar mbak pulang " ucapnya
Dia pun mengemudikan mobilnya.Sepanjang perjalanan kami tidak ada percakapan apapun.Aku hanya memandang lurus ke depan .Dan dia pun nampak serius mengemudi.
"Mbak aku berharap karena catering ini mbak tidak jadi kerepotan ya " ucapnya
"Insya Allah tidak pak ...justru aku sangat senang karena dengan ada catering ini aku bisa dapat penghasilan lain " ucapku
"Alhamdulillah ya mbak ...semoga berkah buat mbak dan Anak-anak "
"Aamiin Ya Allah... dan aku ucapkan terima kasih banyak ya pak atas bantuannya "
"Hehehe ... iyya mbak... sama - sama "
Kami pun kembali terdiam .Aku melirik ke arah pak Rifal ternyata dia pun menatap dan tersenyum kepadaku.Aku membalas senyumnya.Kami pun tiba di rumahku. Dia membantuku menurunkan semua barang belanjaan.Tanpa sengaja tangan kami bersentuhan di saat akan meraih kantongan berisi sayur.Kami saling berpandangan beberapa saat.Hingga kami pun tersadar.
"Ma...Maaf mba " ucapnya sambil menarik tangannya dan sedikit menghindar.
"Ehh..iyya pak ... gak apa-apa"
Lalu kami pun masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum " ucapku saat masuk ke dalam rumah.
"Walaikumussalam " ucap Mamiku membalas salamku
"Mam... ini bahan-bahannya bantu di cek ya mam...Apa masih ada yang kurang "
"Ohh iyya nak...eh Ada tamu toh ...ayo Pak silahkan duduk "
"Iyya bu... jangan panggil aku Pak ya buu... tapi Rifal saja"
"Eh sebentar ...ini nak Rifal yang ketemu di pasar malam tempo hari ?" tanya mamiku
"Benar bu ... aku temannya mbak Dian "Ucap Rifal
"Oalah ...Mari nak Rifal silahkan duduk ..biar Mami bikin kan minum dulu "
"Tidak usah repot-repot ya bu "
"Insya Allah tidak repot sama sekali nak "
Mamiku langsung masuk ke dalam untuk membuatkan minum.Aku pun menyusul sambil membawa belanjaan ke dapur.
"Nak ...inj bawakan kopinya nak Rifal ya "
"Iyya mam "
Aku pun kembali ke depan sambil membawa secangkir kopi buat pak Rifal.Saat di ruang tamu aku terkejut melihat Pak Rifal duduk di karpet bersama Azkia.Dia menemani Azkia bermain.
"Aduh pak kok duduk di bawah .... mari pak silahkan di minum kopinya " ucapku mempersilahkan
"Tidak masalah kok mbak... bolehkan kalau aku nemani Kia bermain ?" tanyanya
Aku hanya tersenyum dan mengangguk.
"Oh iyya pak temannya yang bawa motorku tadi mana ya ?"
"Ooh dia langsung pulang tadi "
"Ooohhhh "
"Mbak silahkan saja kerja ...biar aku yang temani Azkia bermain "
"Baik pak kalau begitu aku tinggal masuk ke dapur yaa "
"Silahkan mbak "
Aku pun kembali masuk ke dapur.Adekku Ivan sementara memotong motong daging ayamnya .Anakku Aulia mengupas bumbu-bumbu secara mamiku mengecek sambil beberes belanjaan.
"Apa masih ada yang kurang Mam ?"
"Kayaknya nggak nak "
"Iyya Mam...Alhamdulillah kita dapat catering ini mam "
"Iyya nak ...ini rezeki anak-anak kamu nak "
"Semoga kedepan lebih baik Mam... kita harus bisa siapkan catering ini dengan baik jadi pak Rifal tidak kecewa "
"Harus nak...temanmu itu baik banget ya kelihatannya nak "
"Hmmm cieee....kenal dimana mbak sama dia " goda adekku
"Akhhh kamu ... kami gak ada hubungan apa- apa kok ... dia cuman ngasih kita catering ini saja "
"Hahaha...yang bilang ada hubungan siapa ...kan aku nanya kenal dimana ?"
"Kenal di pasar malam "
"Haaah ....??? Serius ???"
"Husttt...jangan ribut dia nanti dengar gak enak " ucapku
Adekku pun terdiam tidak lagi menggodaku ... Kami pun kembali bekerja .
"Nak kamu masak buat makan malam ... ajak Nak Rifal makan malam bersama "
"Tapi Mam ...apa dia mau ...gak enak "
"Udah kamu masak aja biar nanti Mami yang ajak dia makan disini bareng kita"
Aku pun menurut .Aku bergegas menyiapkan menu makan malam.Sejam kemudian masakanku telah siap.Ayam goreng, ikan masak kuning, sayur kangkung cah dan sambel tomat .
"Bawalah ke meja depan nak ...kita makan didepan saja" perintah mami ku
"Baik Mam...Aul ayoo bantu mami nak bawa piring dan sendok ke depan "
Aku pun menyiapkan makanan itu di meja ruang tamu.Aku menatanya dengan rapi.Aku melihat pak Rifal masih asyik menemani Azkia bermain .Dia pun tidak sadar aku tengah memperhatikan mereka.
"Pak ...Maaf mami ku meminta bapak untuk makan malam bersama dengan kami...apa bapak keberatan ?"
"Ya Allah kok pake repot-repot segala sih mbak "
"Tidak repot kok Nak...kan waktunya makan malam ...Ayo mari kita makan dulu " ajak mami
Pak Rifal pun bangkit dari duduknya.Dia pun mengajak Azkia untuk makan.
"Azkia juga maem ya sama om Ifal "
"Nanti main lagi ya Om"
"Iyya nak...tapi kia harus makan dulu "
Kami pun makan bersama.Aku melihat pak Rifal makan cukup lahap.Dia berkali-kali memuji masakanku .Dan entah mengapa Aku merasa bahagia dan aku pun tersipu malu.
NB.Mohon Kritik Dan Saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh