Cari ide itu susah ya, jadi please jangan plagiat!
Next season di Anta's Diary.
Kecelakaan itu merenggut nyawa ibu dan adik dari gadis bernama Anandita Mikhaela. Gadis itu mengalami koma selama satu minggu.
Setelah Dita sadar entah kenapa ia jadi bisa melihat penampakan di sekitarnya dan membuatnya jadi terbiasa dengan keberadaan makhluk astral.
Hingga perjumpaannya dengan sosok pocong bernama Ananta Prayoga, sosok pria tampan di balik bungkusan kain putih itu, membuatnya jatuh cinta.
Dapatkah Dita dan Anan memecahkan misteri kematian para hantu itu?
Dan dapatkah kisah cinta Anan dan Dita berakhir bahagia?
So stay tune.
Follow my IG @vie_junaeni
Happy Reading 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cieeee
"Ini sekarang kita udah depan asrama kamu, jadi gimana rencananya?"
Dita bertanya pada Aldo sembari menjilat eskrim cone coklatnya.
"Aku ikut lomba di area yang kosong, cukup mereka daftarin aku nanti aku minta area di pinggir." sahut Aldo.
"Lah emang panitianya gak nanyain nanti kenapa satu area itu kosong?"
"Bilang aja sakit."
"Oon berati namanya di diskualifikasi dong." sahut Dita.
"Iya yak, yak bagaimana kek pokonya aku minta satu tempat buat lomba renang." Aldo masih ngotot dengan keinginannya.
"Udah belom berantemnya hayo lah kedalem lama kalian debatnya." sahut Anan yang ikut menjilati eskrim cone di tangan Dita.
Dita menemui Sandi dan Robi, menjelaskan semua keinginan Aldo demi mengikuti lomba menuju tingkat nasional itu.
"Okeh kalo kita berhasil buat Aldo masuk, elo jadi pacar gue ya." sahut Sandi.
Braaakkk...!!!
Anan menendang kursi dihadapannya terlempar jauh ke depan.
"Wuih Aldo marah tuh sama elo Ndi hayo loh." Robi menepuk punggung Sandi.
"Elo pacarnya Aldo?" tanya Sandi.
"Bukan... lagian bukan Aldo yang marah." Dita melirik ke arah Anan yang makin geram melihat Sandi.
"Terus siapa..?" Robi mendekatkan tubuhnya ke belakang Sandi untuk berlindung.
"Temen ku satu lagi yang jagain aku hehehe."
"Pocong..." bisik Dita.
"Haaahh... cewe apaan sih loh, temenan tuh sama manusia bukannya para setan elo temenin." sahut Sandi mencibir Dita.
"Ya mana aku tahu kalo para setan itu nemenin aku wleeekkk..." Dita menjulurkan lidahnya ke arah Sandi.
"Oke gue gak ganggu elo deh takut gue sama yang jagain elo. Tapi elo gak punya pacar kan?"
Braaakkk...!!
"Udeh deh jangan macem-macem, jadiin Dita mangsa elo." Robi makin takut bersembunyi di balik Sandi.
Anan sudah berada di samping Sandi siap meninjunya.
"Nan, udah deh becanda doang dianya." Dita menatap tajam ke arah Anan.
Sandi melirik sisi kiri tempat Dita menatap tajam namun tak ada siapapun disana.
Aldo makin tertawa kegirangan melihat emosi Anan.
"Cemburu dia Ta." sahut Aldo.
"HAH...?!" pekik Dita.
"Bubar bubar hayo bubar aku mau pulang." ucap Dita merasa malu dengan perkataan Aldo.
"Tapi Dita, minggu elo dateng ya buat saksiin kita lomba." ajak Robi.
"Iya Ta, nanti yang nyaksiin aku itungin timer aku siapa, kan cuma kamu yang bisa liat aku." rengek Aldo.
"Oke nanti aku ajak Anita yak sama Doni."
"Aku ikut." sahut Anan.
Dita mengangguk, lalu berpamitan dengan Sandi dan Robi.
"Gandengan dong, biar mesra gitu." goda Aldo yang berjalan dibelakang Dita dan Anan.
"Ngomong lagi aku lempar nih pake sepatu."
"Cie Dita marah, hayo lempar aku balik lagi ke kondisi awal ini." ancam Aldo.
"Ja jangan jangan ganteng serem kalo aku harus elapin darah kamu belom lagi tuh pipi waktu itu ada nanahnya ngalir hiyyy jangan ya ganteng." Dita memamerkan senyum permohonan nya pada Aldo.
Aldo tersenyum puas berhasil mengancam Dita.
"Pada berisik aja sih, cepetan hayo pulang." Anan menggandeng jemari Dita saat berjalan.
Dita menoleh ke wajah Anan lalu jemarinya yang digenggam, tak ada kata yang keluar lagi dari bibirnya, kali ini Dita merasakan tangan Anan yang terasa hangat di genggamannya.
Aldo hanya tersenyum melihat kemesraan Anan dan Dita. 😊😊
***
"Okey, aku tidur dulu yak, sampai jumpa besok."
ucap Dita pada Anan dan Aldo.
"Kamu mau aku temenin gak?" tanya Anan.
"Cie..... Anan uhuuuyyy..." Aldo meledek Anan yang langsung
"Ngomong lagi aku kupas kulit wajahmu semua yak." ancam Anan pada Aldo.
"Gak usah Nan, kan Tania udah jinak hehehe."
Ucap Dita lalu masuk ke rumah mess nya.
"Kok masih disini Nan?" Aldo memperhatikan Anan yang duduk terpaku di teras rumah Dita.
"Nunggu dia manggil."
"Lah tadi udah di usir suru pulang juga malah masih diem bae disitu."
"Anaaaann..."
Suara Dita dari arah dalam ruangannya.
"Tuh kan apa kataku dipanggil kan aku." Anan tersenyum puas mendengar panggilan Dita.
Dilihat nya Dita sedang tercekik oleh tangan Tania dengan wajah seramnya tangan Dita menggapai memohon pertolongan.
***
To be continued
Happy Reading...
Please Vote yak... makasih...