NovelToon NovelToon
Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Alya Pramesti kehilangan segalanya dalam satu hari karier sebagai dokter yang dibangunnya bertahun-tahun hancur karena fitnah, dan tunangannya sendiri memilih berpaling ke pelukan wanita lain di depan matanya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, dia justru bertemu Raka Wirawan CEO dingin dan misterius yang menawarkan kesepakatan tak masuk akal: menjadi istri kontrak selama satu tahun. Bukan karena cinta, tapi demi memenuhi permintaan terakhir sang nenek yang sekarat.

Alya menerima, tanpa ekspektasi apa pun selain bertahan hidup dan membuktikan diri.

Namun semua berubah saat sebuah malam krisis memaksa Alya mengambil alih sebagai dokter menyelamatkan nyawa nenek Raka saat semua orang panik. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu terlihat tanpa emosi itu melihat Alya bukan sekadar "istri di atas kertas", melainkan seseorang yang nilainya jauh lebih besar dari yang pernah disadari siapa pun termasuk orang-orang yang dulu membuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan ke Yayasan

Minggu-minggu berikutnya berlalu dengan ketegangan yang tersembunyi di balik rutinitas normal keluarga Wirawan. Gugatan hak waris Bagas resmi dicabut setelah dia bersaksi secara sukarela mengenai pendekatan yang dilakukan pihak-pihak yang mengatasnamakan Meridian Capital, meskipun proses hukum untuk mengungkap keterlibatan Om Wisnu Handoko secara penuh masih membutuhkan waktu dan bukti yang lebih kuat.

Sementara itu, Alya tetap fokus mengembangkan Yayasan Wirawan Pratama — nama yang dipilih untuk menghormati mendiang ayah Raka — yang kini mulai dikenal luas membantu tenaga medis muda yang menghadapi ketidakadilan dalam kariernya. Puluhan kasus serupa dengan yang dulu dia alami mulai berdatangan, meminta bantuan hukum dan advokasi dari yayasan yang baru berjalan beberapa bulan itu.

Suatu pagi, saat Alya sedang memimpin rapat tim yayasan membahas kasus baru yang masuk, sekretarisnya masuk dengan wajah cemas, membawa selembar surat resmi.

"Dokter Alya, ini baru saja diterima dari Kementerian Kesehatan," katanya, menyerahkan surat itu dengan tangan gemetar.

Alya membuka surat itu dengan dahi berkerut, membaca isinya dengan semakin waspada. Surat itu menyatakan bahwa yayasan mereka akan menjalani audit mendadak terkait dugaan pelanggaran regulasi dalam pemberian bantuan hukum dan medis, berdasarkan laporan anonim yang mereka terima.

"Ini tidak masuk akal," gumam Alya, menunjukkan surat itu pada tim hukumnya yang turut hadir dalam rapat. "Kita sudah mengikuti semua prosedur sesuai regulasi sejak awal pendirian yayasan ini."

Tim hukum yayasan segera memeriksa detail laporan yang menjadi dasar audit itu, dan menemukan bahwa tuduhan yang diajukan sangat spesifik dan teknis — seolah-olah dibuat oleh seseorang yang benar-benar memahami celah regulasi di dunia kesehatan dan hukum, bukan sekadar laporan sembarangan dari masyarakat awam.

"Ini terlalu rapi untuk laporan biasa," kata kepala tim hukum yayasan, menatap Alya dengan serius. "Sepertinya seseorang dengan pemahaman mendalam soal regulasi kesehatan sengaja mencari-cari celah untuk menjatuhkan yayasan ini."

Kecurigaan itu segera dikonfirmasi Raka setelah dia menghubungi beberapa koneksinya di kementerian. "Laporan itu dikirim dari alamat email yang terdaftar atas nama sebuah firma konsultan hukum kesehatan," katanya pada Alya malam itu. "Dan firma itu, setelah ditelusuri kepemilikannya, ternyata salah satu anak perusahaan dari jaringan bisnis yang terafiliasi dengan Om Wisnu Handoko."

Alya menghela napas berat, merasakan amarah yang mulai membara di dadanya. "Jadi setelah gagal menyerang perusahaanmu secara langsung lewat Bagas, sekarang dia menyerang yayasanku, tempat yang paling personal bagiku."

"Dia mencoba mencari titik lemah kita," kata Raka, menggenggam tangan Alya untuk menenangkannya. "Dan sayangnya, dia cukup cerdas untuk tahu bahwa menyerangmu secara personal akan sama efektifnya dengan menyerang perusahaan secara langsung."

Audit mendadak itu berlangsung ketat selama beberapa hari, dengan tim dari Kementerian Kesehatan memeriksa setiap dokumen dan prosedur yayasan dengan sangat teliti. Alya dan timnya bekerja tanpa lelah, memastikan semua bukti kepatuhan regulasi tersedia lengkap dan transparan.

Di tengah proses audit yang menegangkan itu, sebuah dukungan tak terduga datang. Beberapa dokter muda yang sebelumnya dibantu yayasan itu, secara sukarela memberikan testimoni dan bukti nyata bagaimana bantuan yayasan telah menyelamatkan karier dan bahkan nyawa pasien mereka, memberikan dukungan publik yang kuat di tengah tuduhan yang mencoba menjatuhkan reputasi yayasan.

"Kami tidak akan tinggal diam melihat yayasan yang sudah membantu begitu banyak dari kami dijatuhkan tanpa alasan yang jelas," kata salah satu dokter muda dalam wawancara media, mewakili puluhan rekan lainnya yang merasakan manfaat langsung dari kerja Yayasan Wirawan Pratama.

Setelah pemeriksaan menyeluruh selama seminggu penuh, hasil audit akhirnya keluar — yayasan dinyatakan sepenuhnya patuh terhadap semua regulasi yang berlaku, tanpa satu pun pelanggaran yang ditemukan. Laporan anonim yang menjadi dasar audit itu dinyatakan tidak berdasar, dan Kementerian Kesehatan bahkan secara terbuka memuji transparansi dan tata kelola yayasan yang dianggap sebagai salah satu contoh terbaik di bidangnya.

Kemenangan itu terasa manis, namun Alya tahu ini baru permulaan dari pertarungan panjang yang masih akan mereka hadapi. Malam itu, dia duduk bersama Raka di balkon kamar mereka, menikmati kelegaan sesaat sebelum badai berikutnya mungkin datang.

"Kita menang kali ini," kata Alya, meski suaranya masih menyimpan kewaspadaan. "Tapi aku merasa Om Wisnu tidak akan berhenti hanya sampai di sini."

Raka mengangguk setuju, menatap jauh ke arah cakrawala kota yang berkelip. "Dia sudah menunjukkan pola jelas — menyerang dari sisi yang tidak terduga, memanfaatkan celah yang bahkan kita sendiri tidak sadari ada. Kita perlu lebih waspada dan proaktif mulai sekarang, bukan hanya bereaksi terhadap serangannya."

"Mungkin," kata Alya pelan, sebuah ide mulai terbentuk di benaknya, "sudah saatnya kita tidak hanya bertahan, tapi mulai mencari cara untuk menyerang balik posisinya, sebelum dia sempat merencanakan langkah berikutnya."

Raka menoleh menatap istrinya, seulas senyum bangga terpancar di wajahnya melihat ketegaran dan strategi yang mulai terbentuk dalam diri Alya. "Aku suka caramu berpikir. Mari kita rencanakan langkah selanjutnya bersama, besok pagi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!