NovelToon NovelToon
Cinta Suci Seorang Selir

Cinta Suci Seorang Selir

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: souzouzuki

Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.

Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.

Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.

Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.

Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.

Tapi apakah ia akan mengambil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 34 - Kepribadian Memang Beragam

"Yang Mulia. Semudah itukah kamu tidak mempercayaiku?" Min Mi menyentuh dadanya untuk menekankan kata 'Aku'.

Shen Wang tak menjawab.

"Semudah itukah?" ulang Min Mi.

"Apa seburuk itu tidak bisa mengandung anakku? Apa kau harus berbohong dan menghancurkan kepercayaanku?" jawaban dari Shen Wang tak kalah keras.

Keduanya sudah tak peduli dengan banyak mata yang tertuju pada mereka. Belum lagi bisikan-bisikan yang tak enak didengar mengenai Min Mi.

Yue Xi yang menonton kejadian ini dari jauh, terus-terusan tersenyum senang bagai iblis yang bahagia melihat perpecahan.

"Aku dijebak..." Min Mi belum menyerah mengatakannya.

"Besok pagi. Berlutut di depan matahari dengan kaki menumpu pada batu. Renungkan kesalahanmu selama empat jam saja." Shen Wang berkata dengan tubuh yang membelakangi Min Mi.

Min Mi mulai terisak menangisi nasibnya. Ia memegangi perutnya yang terasa semakin sakit akibat alergi kerang dan asam lambung yang naik karena tekanan batin.

"Nona! Nona!"

Shen Wang berbalik dengan mata melebar.

Kun Niang menahan tubuh majikannya yang ambruk ke arahnya.

"Tabib Cheng, obati dia. Kun Niang, pastikan dia sehat sebelum menjalankan hukuman yang aku katakan tadi."

Usai mengatakan kalimat terakhir itu, Shen Wang langsung pergi dari sana. Seakan tak memperdulikan Min Mi lagi.

Sementara ibu suri, tanpa mengatakan apa-apa juga ikut pergi dari sana bersama Ban Poo.

"Nona... hiks hiks." Kun Niang menepuk-nepuk pelan pipi majikannya.

"Kita harus membawanya ke kamarnya..." ucap Tabib Cheng.

Kun Niang mengangguk.

.

.

"Yang Mulia baik-baik saja?"

Shen Wang menghela nafas. Ia merebahkan dirinya, menatap langit-langit kediamannya dengan pasrah.

"Yang Mulia, bukannya yang tadi itu terlalu keras untuk seorang wanita?" tanya A Yong takut-takut.

"Dia tidak bisa dipercaya." kesal Shen Wang.

"Apa yang sudah kita lakukan selama ini, apa kurang cukup untuk membuatnya mengerti kalau aku tidak suka kebohongan..." Air mata Shen Wang menetes.

"Dia keterlaluan." imbuh Shen Wang.

"Aku tidak akan menemuinya lagi. Sejak awal aku sudah tidak mau percaya pada siapapun. Lihat setelah aku menerombolnya, aku kecewa lagi." Shen Wang tersenyum.

A Yong menatap cemas tuannya. "Tapi kenapa permaisuri melakukan itu?" tanya A Yong.

"Baru saja Tabib Cheng membisik kepadaku. Ternyata permaisuri ada kemungkinan mandul. Aku tidak tahu juga kalau Min Mi sudah tahu itu, lalu membuat rencana seburuk ini karena sudah hilang akal." Shen Wang langsung menyimpulkan cerita logisnya.

"Astaga... benarkah..." lirih A Yong.

"Kalau memang begitu. Andai dia bicara baik-baik pun, aku akan menerima." Shen Wang menggeleng tak habis pikir.

"Dia sudah banyak berbohong. Padahal dia bilang, dia suka kejujuran. Perempuan memang pandai membual."

"Aku tidak tahu seperti apa jalan pikirnya. Apa dia tidak memikirkan, jika sudah ketahuan mau bagaimana? Haha lihat saja setelah ini, satu istana akan membicarakan kejadian malam ini."

Shen Wang terus berbicara sendiri mengungkapkan kekesalannya.

Shen Wang langsung menarik selimutnya sebatas leher, matanya langsung terpejam begitu saja, diikuti dengan setetes air mata lagi.

"Aku pikir aku sudah terlanjur menyukainya. Tapi aku benci perilaku buruknya." Shen Wang mengeluh lagi.

"Yang Mulia..." cemas A Yong.

"Lagi pula kenapa aku masih membuka hati untuk orang baru. Bodoh sekali." Shen Wang memiringkan tubuhnya.

Ia meringkuk pasrah seakan begitu kecewa, belum masalah-masalah kepercayaan yang sudah ada sebelumnya, rasanya itu membuka kembali luka lamanya.

.

.

"Nona, Nona sudah sadar?"

Perlahan mata Min Mi membuka. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah khawatir Kun Niang yang menatapnya dalam jarak dekat.

"Kun Niang. Kau percaya padaku kan? Saat itu, saat itu kau sedang ada di dapur. Aku memanggilmu karena aku tak yakin dengan tabib yang tiba-tiba masuk itu..." Belum-belum Min Mi langsung bicara banyak hal dengan panik.

Kun Niang mengangguk-angguk sambil menyentuh telapak tangan majikanya.

"Kun Niang sangat mengenal Nona. Nona tidak pernah berbohong. Bahkan Nona terlalu jujur sampai membawa hal buruk pada diri sendiri." kata Kun Niang panjang lebar.

Mendengar perkataan Kun Niang, Min Mi dapat bernafas dengan lega. "Terimakasih Kun Niang." Air mata Min Mi menetes.

"Dari kemarin malam, Nona pingsan tidak bangun-bangun. Kun Niang sangat khawatir..." Kun Niang memeluk majikannya.

Sejenak Min Mi dapat merilekskan batinnya. Masalah kemarin malam sudah berlalu, hari ini sudah kembali ke kediaman dengan pelukan aman dari Kak Kun Niang tercinta.

Tiba-tiba Kun Niang menarik tubuhnya. Ia segera menyahut semangkuk ramuan di atas meja dan membuka penutupnya. "Nona, Tabib Cheng sudah membuatkan ramuan ini sejak semalam. Nona harus segera meminumnya ya."

Min Mi mengangguk, tanpa merengek takut pahit seperti biasanya ia langsung menyahut dan meneguk habis obatnya.

Kun Niang sendiri jadi agak kaget.

Tapi tak lama setelah selesai minum obat, Min Mi langsung menangis. "Pahit..." rengeknya.

Kun Niang menghela nafas dengan wajah kasihan sekaligus menahan tawa. "Nona Nona... sudah merasa baikan ya hari ini?"

Min Mi menunduk dengan wajah tenang. "Aku tidak peduli lagi. Lagi pula aku tidak bisa mengandung. Jadi untuk apa memikirkan Yang Mulia lagi? Dia juga tidak mempercayaiku."

"Siapa yang mengatakan kalau Nona tidak bisa mengandung?" Kun Niang memasang wajah tak enak.

"Aku memang pingsan. Tapi inderaku masih bekerja. Sudah, jangan menyembunyikannya dariku Kun Niang." Min Mi tersenyum sekilas.

Kun Niang tertegun setengah pucat. "Sudah dengar ternyata." gumam Kun Niang. Apa Nona akan baik-baik saja?

"Tidak usah mencemaskanku. Lagi pula aku tidak terlalu peduli pada semua itu." Min Mi tersenyum dengan mata menyipit.

Kun Niang jadi semakin cemas. Tapi memang begitulah kepribadian aneh Min Mi. Mungkin diluar sana akan terlihat seperti putri sungguhan yang punya banyak aturan. Aturan berjalan, aturan bicara, aturan kesopanan, dan yang lainnya. Padahal dia sangat manja, polos, terlalu jujur dan hampir tak peduli akan nasib sendiri.

Baru sedetik saja Kun Niang mengalihkan wajahnya, saat ia menatap majikannya itu lagi, wajah sok tak peduli tadi langsung berubah sembab dengan air mata yang membanjiri pipinya.

Kun Niang dengan sigap memeluk dan mengelus punggung nonanya.

"Siapa yang ingin menjebakku. Kenapa dia tega sekali... huui huu huuu huu..."

Puk puk puk.

Kun Niang masih menepuk-nepuk punggung majikannya dengan sabar. "Mulai sekarang kita harus berhati-hati Nona. Nona harusnya lebih waspada. Apa Nona belum mengambil pelajaran dari masalah di Kerajaan Song dulu dengan Kak Min Li?"

"Seandainya waktu itu Nona sudah curiga pada tabib aneh itu, Nona harus mengemukakannya di awal..." tutur Kun Niang lagi.

Tapi tangis Min Mi malah semakin keras.

"Yang penting masih ada Kun Niang. Nona jangan terlarut dalam kesedihan." Kun Niang masih mengelus punggung Min Mi dengan setia.

1
Murni Murniati
apa tak cari tau soal mentri bakpao itu,, kan hrs cari tau scra rahasia gitu
Iyus Iyus
bagusssss
Rachmahsetiawardani
Di sini ramai ya,thor.
Beda ma Yuzhen..
reva
apaan sich..??!! baik mmg.. !! tp trlalu naif..!! asli nyampe' sini nyesel aq baca.a..!!
reva
ko' gw sakit hati y.. klo si kaisar cinta k tiga".a..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
reva
fix..!! kek.a ibu.a kim hwa adalah anak dr bai liu (paman.a permasuri) yg f buang oleh nenek.a permaisuri..
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
reva: eh ralat.. mksd.a ibu.a kim hwa adik dr bai liu
total 1 replies
reva
saya suka.. saya suka..
reva
m"f thor.. d sini asli gw skip..
Afrina Nurulhikmah
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya
A&R
bagus
azka aldric Pratama
ini maksudnya Kim hwa lupa GK inget am kehidupan yg di alami am pemilik tubuh/ada ingatan dr zaman modern yg kehapus🤔🤔🤔
azka aldric Pratama
mampir LG di karyamu Thor 😉😉
Ariyanti💫
kalo Kim sama an Ming
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
Ariyanti💫
apaan sih tour ini
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
souzouzuki: anu... di lompati ke eps selanjutnya langsung gapapa
total 1 replies
Ariyanti💫
knp nyeritain masa lalu ny terlalu lama tour bikin pembaca menunggu SJ
menunggu itu GK menyebalkan tour
Lhady Uriyama
wkwkwk, seperti suami istri aja ngambekan ni yee
LUOZR X
kenapa ya aq benci sma pameran utama wanita ya...rela dijadikan isteri keempat dan kaisarnya jga...lelaki yg punya banyak isteri itu terlalu menjijikan
Anisatul Faiqoh
aku cari kok enggan ada ya kk ?
Four.
ceritanya keren kak, semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!