Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35.
Jaehyun terlihat terkejut. Bukan terkejut, namun ia sempat lengah. Saat badut mengerikan dengan senyum lebar itu muncul dan bersiap menusuknya dengan satu tangan yang penuh dengan kuku runcing, Jaehyun menghindarinya.
Reflek cepat darinya yang langsung merunduk membuatnya dapat menghindari serangan dan pedang di tangannya mulai diayunkan.
Whoooosh
Craaat
Serangan itu berhasil memberikan ruang baginya untuk bergerak. Jaehyun menyadari bahwa badut yang awalnya ada di hadapannya mulai mundur dan terdapat luka yang dihasilkan dari serangan Jaehyun.
Tes
Tes
Tetesan darah keluar dan itu adalah luka yang diberikan Jaehyun pada badut penuh senyum ‘indah’ di bibirnya.
Luka itu mendarat di lengah kirinya dan cukup aneh karena ekspresi badut itu sama sekali tidak berubah.
“Nyaris…” gumam Jaehyun pelan.
Tapi, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan bahwa ini akan berakhir.
Kang Hajin berteriak saat Jaehyun berhasil menghindari serangan badut aneh itu.
“Lee Jaehyun!!”
“Kau jangan berisik dan cobalah melindungi diri–...apa?”
Tiba-tiba, keduanya dikejutkan oleh menghilangnya badut mencurigakan itu. Mungkin ini hanya sebuah candaan versi hantu yang senang menakuti, tapi langsung kabur begitu dilawan atau berhasil dilukai.
“Kenapa menghilang? Aku belum selesai dengan urusan menghilangkannya. Oi, sini dan kasih aku kejutan sekali lagi!” teriak Jaehyun.
Kang Hajin merasakan hal aneh yang tidak biasa. Bukan tanpa alasan ia merasakan hal itu.
“Dingin…” ujarnya pelan sambil mulai mengusap-usap kedua tangannya
“Apa?”
Hawa dingin mulai terasa. Di tengah taman bermain yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda aneh, suara musik yang perlahan menghilang, entah kenapa muncul asap–bukan, ini bukan asap, melainkan seperti embun, kabut atau semacamnya.
Uap atau kabut yang muncul itu berwarna hitam, tipis namun perlahan mulai menebal.
“Hei! Jangan bercanda!”
“Brr, dingin sekali. Kenapa bisa jadi dingin woi!!”
Jaehyun tidak terlihat kedinginan seperti yang diucapkannya, hanya saja dia memang merasakan rasa dingin yang cukup menusuk dan keadaan ini diperburuk dengan kabut hitam yang semakin tebal.
“Aku mulai kehilangan jarak pandangku,” gumamnya serius sambil melihat sekeliling.
Kang Hajin yang ada di dekatnya pun terlihat semakin hilang, bayangannya mulai menipis dan sepertinya kabut telah membuat keduanya terpisah meski sebenarnya mereka masih dalam jarak yang dekat.
“Jaehyun, kau dimana?” tanya Kang Hajin sambil berteriak.
“Berisik, aku masih di sekitarmu. Jangan berteriak atau telingaku akan pecah.”
“Begitu, aku hanya merasa kita mungkin tidak akan ada dalam jarak dekat sekarang.”
“Kau juga merasa seperti itu, Hajin?”
“Aku tidak yakin, tapi sebaiknya kita jangan bergerak untuk sementara atau kita akan benar-benar terpisah.”
Jaehyun tidak memedulikan kalimat itu dan menggunakan pedangnya untuk melukai telapak tangannya.
Sreet
Darah mulai keluar dan Jaehyun langsung mengucapkan sesuatu.
आह्वान, दोखोएल (Memanggil, Dok-hoel)
Dari tangannya, darah yang keluar mulai menggumpal perlahan membentuk bola berwarna kuning, melayang dan berubah bersinar.
Dalam jarak kurang lebih 1-2 meter, seluruh tempat itu akhirnya bisa terlihat termasuk Kang Hajin yang terkejut saat sinar kuning itu mulai memancar.
“Apa yang…terjadi? Apa itu? Bola apa yang kamu–”
“Dok-hoel, ini disebut mata dunia bawah yang memberikan sinar dengan mengorbankan darah manusia saat memanggilnya. Ini cukup berguna untuk sekarang.”
“...” sekarang, Kang Hajin terkejut. Cukup terkejut karena ia bisa melihat secara langsung bagaimana Lee Jaehyun menunjukkan kemampuannya.
“Pedang yang bisa membuka domain, pengetahuannya tentang domain, mata dunia bawah yang sering aku dengar dari kakek, ini jelas sesuatu yang hanya bisa dipelajari oleh seseorang yang memiliki pengetahuan soal okultisme.”
“Kalau benar, artinya Lee Jaehyun memang memiliki kemampuan–”
Belum selesai dengan apa yang dipikirkannya saat ini, Jaehyun dan Kang Hajin mendapati suara langkah kaki yang datang dari kejauhan.
“Sial, kali ini apa lagi?!” Jaehyun mulai mengeluh. Dok-hoel miliknya jelas sangat mencolok. Di tengah kegelapan dan kabut yang tebal, ada setitik cahaya yang muncul dan itu akan menarik perhatian hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan terpaksa, keduanya pergi dari sana dan bersembunyi di semak-semak yang ada di sampingnya.
Merunduk, menyembunyikan tubuhnya, mereka masih mengamati siapa atau apa yang mendekat.
“Kita sembunyi? Kupikir kamu mau bersikap seenaknya seperti saat menyerang badut aneh beberapa waktu lalu,” kata Kang Hajin.
“Tolong bedakan mana yang berbahaya mana yang tidak ya. Suara langkah kaki itu jelas sangat–”
Deg
Terdapat aura yang menekan, membuat keduanya takut, mirip seperti saat badut itu muncul. Tapi kenapa? Bukankah badutnya langsung kabur begitu diserang dan terluka.
Baik Jaehyun maupun Kang Hajin terdiam tanpa bisa bergerak.
Keringat dingin mulai muncul. Jaehyun sendiri menggenggam pedangnya dengan erat seolah ia sangat tegang.
“Di dalam domain taman bermain ini, sekuat inikah kutukannya? Sebenarnya orang gila macam apa yang meletakkan kutukan dan kebencian sampai seperti ini?!”
“Awas saja kalau ini ulah DECC! Padahal aku masih belum berhasil memecahkan aura kematian di tubuh Han Yeon dan para hyung. Merepotkan sekali.”
“Sudah begitu, aku–...eh?”
Saat sedang fokus berpikir, Jaehyun dan Kang Hajin dikejutkan dengan sepasang bola mata yang menatap mereka, lengkap dengan kepala mengerikan yang muncul di depan mata.
Lebih dari satu, bahkan badut yang sebelumnya pun muncul dan menatap mereka di semak-semak sambil tersenyum lebar.
“Sialan…”
“Sepertinya, kita ketahuan…”
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/