NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: vinoy

Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.

Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?

Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?

NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Cinta

Duduk termenung di taman sambil menatap burung yang sedang meneduh di antara cabang-cabang pohon jambu yang buahnya terlihat masih belum matang sempurna, Nungky meneguk air mineral miliknya untuk mengusir dahaga setelah selesai berolahraga bersama gadis kecil yang menghilang entah kemana.

"Itu Bocah kemana ya, perasaan tadi di belakangku sekarang udah ngilang aja tuh anak" Gumamnya tidak mengerti seraya mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Chika yang mungkin saja sedang bersembunyi untuk mengerjainya.

"Beneran ngilang kayaknya tuh si Chika, bodo ah palingan dia nyolong Jeruknya Bu Marni" Ucapnya lagi menyerah dan memilih menyandarkan punggungnya dibangku seraya menikmati hembusan angin yang menerpa kulitnya.

Sudah  dua minggu berlalu sejak dia dan kekasihnya Ricko menjalani hubungan jarak jauh, pria tampannya itu juga jarang mengabarinya dengan alasan sibuk kerja, Nungky mencoba mengerti dan tetap mendukung Ricko dengan pekerjaan yang sedang dia kerjakan, dia cukup bahagia meski hanya diberi kabar dua hari sekali bahkan tak jarang Ricko hanya mengabarinya tiga hari kemudian dan itu membuatnya uring-uringan di kamar.

Hari ini sudah dua hari dia tidak mendapat kabar dari Ricko padahal tadi pagi dia sudah mencoba menelpon Ricko namun tak di jawab, perbedaan waktu yang signifikan antara Belanda dan Indonesia membuat mereka juga kesulitan mengatur waktu untuk bisa berkomunikasi, terkadang Nungky mengalah dan begadang hanya untuk bisa mendengar suara Ricko yang baru bisa menelponnya setelah selesai bekerja.

Setelah merasakan hubungan jarak jauh, Nungky dan Ricko sama-sama mengerti jika semua itu tidaklah mudah, banyak yang harus mereka pahami dan korbankan agar hubungan yang baru mereka jalin itu tetap utuh, keduanya paham betul jika kunci dari hubungan mereka saat ini adalah saling setia dan mempercayai pasangan masing-masing meskipun mereka sadar jika semua itu tidak semudah pasangan pada umumnya.

Nungky membuka matanya dan menatap kalung pemberian Ricko yang masih tergantung di leher indahnya, dia menyentuh bentuk hati yang menggambarkan hati Ricko untuknya, dia tersenyum kala mengingat malam indah mereka yaitu malam di mana Ricko mengungkapkan perasaannya.

Nungky mencium kalung tersebut dengan gemas seolah menyalurkan rasa rindunya kepada si pemberi kalung yang kini tengah berada jauh darinya,"Aku kangen Abang cepatlah pulang sebelum Nungky dibawa kabur sama Abang Siomay!" Ucapnya asal sambil terkekeh geli.

Kadang Nungky merasa ada yang aneh dengan kehidupannya sebelum dan sudah memiliki pacar, jika dulu dia suka sekali menggoda pria lain sekarang dia malah lebih banyak diam dan saat dia ingin mengeluarkan jurus gombalannya ada pria lain, wajah Ricko selalu terbayang-bayang membuatnya tersadar akan kesalahannya.

Abang lagi ngapain ya sekarang?" Gumamnya sambil menatap langit yang belum terlalu terik itu dengan pandangan menerawang membayangkan wajah tampan Ricko.

"Kamu disini?" 

"Bang Awan, Abang habis olah raga juga?" Tanya Nungky balik bertanya kepada orang yang memanggilnya barusan.

Awan mengangguk seraya duduk disamping Nungky, dia mengeluarkan botol air miliknya dan langsung meminumnya dengan rakus hingga air itu meleber membasahi lehernya, Nungky meneguk ludahnya sendiri kala melihat pemandangan yang seolah menggoda imannya itu, bagaimana tidak Awan terlihat sangat tampan dengan mengenakan kaos olahraga serta saat dia minum itu sungguh terlihat eh sangat seksi.

Dia tidak mau munafik dengan mengatakan dia tidak tergoda melihat ketampanan Awan, gadis manapun pasti akan terpesona melihat ketampanan pria disampingnya itu,  Nungky menggeleng mencoba untuk menguatkan imannya, dan mengatakan pada diri sendiri jika dia sudah memiliki Ricko dihatinya.

"Sudah lama ya kita tidak olahraga bareng, padahal dulu kamu suka sekali mengajakku pergi  bersama Chika, tapi sekarang kamu hanya mengajak adikku saja tanpa ada aku di dalamnya!" Awan memulai obrolan mereka seraya menatap sang lawan bicara yaitu Nungky yang terlihat gugup mendapat tatapan Awan yang berbeda padanya.

Nungky meminum sisa air miliknya hingga habis untuk mengusir kegugupannya."Sekarang beda Bang, kita sama-sama sibuk sekarang gak kayak dulu!" Jawabnya mencoba untuk tetap tenang.

"Apa yang berbeda, aku masih sama seperti yang dulu Nungky, bahkan jika kamu mau aku bisa meluangkan waktu khusus untukmu" Balas Awan dengan tatapan sendunya, membuat Nungky menoleh padanya dengan kening berkerut bingung."Aku mencintaimu!" Ucap Awan jujur membuat Nungky langsung melebarkan matanya terkejut karena mendapat serangan cinta mendadak dari Awan.

Melihat Nungky yang tak kunjung merespon perkataan atau pernyataan cintanya Awan menunduk sambil tersenyum kecut,"Ini yang berbeda, kamu  bukan Nungky yang dulu lagi!" Ucapnya sarat akan kesedihan."Kenapa kamu berubah Ky, katakan padaku bagaimana caranya agar aku bisa membuatmu kembali seperti dulu?" Awan berlutut di bawah Nungky seraya memegang kedua tangan gadis cantik yang menjadi pemilik hatinya itu.

"Aku bukannya ingin berubah Bang, tapi takdir yang sudah merubah segalanya tentang kita!" Nungky melepaskan tangan Awan padanya seraya menatap langit."Kamu ingat dulu kamu pernah menyatakan cintamu pada Veyya sahabatku sendiri?" Tanyanya sambil tersenyum samar tanpa dengan pandangan masih menghadap langit mengingat kejadian beberapa tahun lalu.

Awan terdiam dengan kepala menunduk lesu menatap ke bawah, dia tidak berani menjawab pertanyaan Nungky bahkan untuk sekedar mendongakkan kepalanya pun dia tidak mampu."Ini salahku!" Ucapnya dengan tangan terkepal kuat menyesali perbuatannya dulu.

"Bukan salah Abang jika Bang Awan mencintai Veyya, dia memang cantik, modis bahkan para cowok di sekolah juga memang banyak yang mengagumi dia setelah Rania. Lagi pula itu masalah hati Bang dan hati tidak bisa disalahkan akan hal itu!" Nungky menyentuh pundak Awan sambil tersenyum membuat pria yang tengah menunduk itu mendongak menatap matanya.

"Saat itu aku sadar mungkin tugasku untuk mencintai Abang sudah habis, dan aku memilih mundur daripada aku terkungkung dengan perasaan yang tidak pernah terbalas, tiga tahun sudah cukup bagiku untuk menunggu, dan aku tidak mau menunggu lagi jika  hanya membuat lukaku semakin dalam karenanya!" Nungky beranjak berdiri berniat untuk meninggalkan Awan namun Awan kembali memegang tangan Nungky membuat gadis itu mengurungkan niatnya.

Nungky menatap Awan dengan tatapan bingung."Lepaskan aku Bang, aku kau pulang!" Ucapnya seraya mencoba melepaskan tangan Awan.

Awan tidak bergeming, dia tetap kukuh memegang tangan Nungky dengan begitu eratnya membuat Nungky menyerah dan memilih membiarkan Awan."Tapi sekarang aku sudah mencintaimu Ky, aku janji aku tidak akan membuat kamu terluka jika hal itu sampai terjadi kamu boleh meninggalkan aku!" Awan menatap Nungky dengan tatapan penuh cinta.

"Sekarang sudah terlambat, perasaanku sudah bukan untukmu lagi Bang, ada hati yang harus aku jaga. Aku tidak mau dan tidak akan pernah mencoba untuk menyakiti hatinya, karena aku tahu bagaimana sakitnya saat hati yang sudah kita percayakan dilukai dengan begitu kejamnya!" Jawab Nungky sarat akan penolakan membuat Awan lemas seketika dan menjatuhkan tangannya yang memegang Nungky.

Melihat Awan yang tertunduk lesu Nungky jadi merasa bersalah, tapi ini semua demi kebaikan mereka dan dia tidak mau Awan berharap apapun lagi padanya, Nungky membuka gelang pemberian Awan ditangannya, dan memberikan gelas tersebut kepada Awan yang terkejut karena gelang itu ada pada Nungky.

"Bagaimana bisa, gelang ini--"

"Iya aku tahu, waktu Bang Awan pergi aku yang ngambil gelang itu dan terima kasih, gelang itu sangat indah!" Potong Nungky cepat dan menjelaskan semuanya. Dia tahu Awan pasti bingung karena setahu pria itu, dia sudah membuang gelangnya saat melihat Nungky dan Regi.

"Maaf untuk semuanya, aku harap kita bisa berteman baik setelah ini tanpa ada perasaan berlebih yang hanya akan membuat kita menjauh!" Tegas Nungky seraya berbalik dan menjauh meninggalkan Awan yang masih tertunduk lesu sambil memegangi gelang tersebut.

Seorang Gadis Licik yang baru saja kembali mencuri atau memetik jeruk di rumah orang berjalan menuju Awan dengan keadaan yang sudah kacau, sepatu yang dikenakannya tinggal sebelah dan juga rambutnya sudah acak-acakan seperti habis perang."Ya Allah gini amat ya, lagi nyolong jeruk malah dicakar kucing, mana sepatuku yang satu nyangkut di pohon lagi" Gumamnya meratapi nasibnya yang kurang baik sambil menenteng kresek berisi jeruk tersebut.

Kemudian dia berhenti berjalan saat melihat Awan yang terlihat mengenaskan."Bang Awan kenapa nangis, lagi sakit perut ya Bang?" Tanyanya penasaran saat melihat Awan tengah menangis sendirian di taman. "Nih Bang mau jeruk gak enak loh?" Chika mencoba menghibur dengan memberikan jeruk hasil curiannya kepada Awan.

Awan tidak bergeming, dia tetap menunduk dengan mata merah tanpa memedulikan Chika, hatinya sedang kacau saat ini dan dia tidak akan tergoda hanya dengan jeruk pemberian adiknya itu.

Merasa diabaikan Chika mendengus sebal sambil mengedikkan bahunya tidak peduli, kemudian dia berlari saat melihat Nungky yang sedang berjalan di depannya."Kak Ky mau jeruk gak, satunya lima ribu, ini jeruk organik punyanya Bu Marni!" Tanpa melihat kondisi dan situasi Chika kembali menjajakan jeruk miliknya kepada Nungky.

_________

Jadi inget waktu dulu aku pernah suka sama seseorang dan akhirnya kita sama temn2ku dan dia juga main tuh kesuatu tempat yang ada wisata airnya, nyeseknya disana di depan mataku dia nembak temnku coba ya walaupun ditolak mentah-mentah, dan akhirnya aku yang jadian sama dia walaupun kita putus karena aku selingkuh Lebih tepatnya aku selingkuh dengan pacaran sama dia soalnya aku udah punya cowok waktu itu, emang karma ya ujung-ujungnya aku gak jadi sama dua2nya😭😭😭😭😭.

Jangan julid tampang ku pas2an jadi ada yang mau aja udah syukur, heleh kok gini amat ya skip deh skip🙄🙄

Intinya manusia itu bertulang gak lentur kayak cacing muehehe 🤣🤣🤣

jangan lupa like n komen Vote bagi yang mau 😘😘

Salam Gesrek

othor cantik Paripurna

1
TiSafi
/NosePick//NosePick//NosePick/
TiSafi
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
TiSafi
ngakak mulu
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍👍
Hasrie Bakrie
Assalamualaikum aq hadir ya ☝️🌹
Ara25
baik
Suherni
bagus
inayah machmud
🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Wiwik Wiwik
Biasa
aisya_
pas baca kadal pdhl Kendal sumvvah ngakak😁😁
Memyr 67
huuu othor gesrek bikin cerita tegang
Susanti M.S
menghibur sekali🥰🥰🥰
Wisna Al-Khansa
ampun Thor.. aku gak kuat nahan tawa..sampe keram perut ku tuh
Reynaa Sri Wahyuni
harus nya jngan end dulu dong thor, aku tuh pengen tahu MP nungky dan ricko seperti apa🤣🤣
Reynaa Sri Wahyuni
kata nya tempat ini hanya d ketahui nungky dan ricko. ko zahra dan chika ada d sana sih?
Reynaa Sri Wahyuni
aku gak kuat thor🤣🤣🤣🤣🤣
Reynaa Sri Wahyuni
bank kerokan pasti
Insan Rohman
pasti ceweknya.cewek jadi2an 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yass
baca ulang cerita nunung ke 4x sambil minum GoodDay😅
Rika Piliang
ke ingat masa kanak2 dulu juga nakal kayak gitu😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!