Cinta tidak perna tahu pada siapa dia akan berlabuh ,begitu juga yang di rasakan Aisyah dia tidak perna mengira akan mencintai sahabat nya kebersamaan mereka sejak kecil membuat keduanya selalu bersama hingga akhirnya perasaan itu timbul .
Hingga akhirnya malam panas itu membuat jarak keduanya sedikit berjarak terlebih pria yang di cintai nya akan bertunangan dengan sang kekasih .
Aisyah tidak memiliki pilihan lain selain pergi menjauh meninggalkan orang yang di cintai nya ,tanpa dia ketahui jika saat ini dia sedang hamil .
5 tahun kemudian Aisyah kembali bersama buah hatinya ,perasaan takut dan gugup itu pasti ada ,lalu bagaimana jika dia bertemu kembali dengan sahabat nya ? apa kah sahabat nya akan mengenali sang anak ? atau justru sebaliknya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak lelah
" Ini punya Mba ,Dek " Ana mengambil mainan milik nya di tangan sang adik membuat Felan menangis histeris.
" Non ,adiknya pinjam sebentar boleh " Ujar sang pengasuh dengan lembut .
" Tapi Ade sudah punya mainan sendiri Bi " Ujar Ana menatap sang pengasuh .
"Bagaimana kalau main bersama saja " ujar pengasuh Felan melerai keduanya .
" Lo ini kenapa ? " Aisyah mendekati mereka sambil membawa camilan untuk kedua anaknya.
" Adek Ma " Aduh Ana sambil menunjuk mainannya yang sudah berada di tangan sang adik .
" Sayang, Mama boleh pinjam mainan nya tidak ? " Aisyah menatap Felan sambil tersenyum .
" Leh " Jawabnya memperlihatkan giginya yang baru saja timbul beberapa .
" Mainnya bersama ya " Ana mengaguk hingga akhirnya kedua pengasuh nya pun ikut bermain bersama mereka .
Aisyah benar² menikmati perannya sebagai ibu dua anak , sekalipun tidak muda tapi sebisa mungkin dia melakukan yang terbaik untuk kedua anaknya .
Kadang emosi nya selalu di uji kedua anaknya tingkah mereka selalu berubah tiap hari seperti bunglon yang selalu berganti warna di mana dia singgah.
" Sudah sore , sebentar lagi Papa pulang " Aisyah menatap kedua anaknya " Mandi ya " Lanjut nya dengan lembut .
" Sedikit lagi Ma " Jawab Ana mengulur waktu .
" 5 menit lagi ya setelah itu mainannya di bereskan " Ana mengaguk sebagai jawaban nya .
" Mba , Felan nya di mandikan saja " ujar Aisyah pada pengasuh putra nya .
" Iya Bu " Felan dan Ana memiliki sifat yang begitu jauh,tapi bukan berarti Aisyah dan Felix membedakan keduanya .
Kini di ruangan itu tinggal Aisyah ,Ana dan pengasuh nya .
" Koh Cucu nenek belum mandi " Ujar bunda Eca menatap Cucunya yang sibuk dengan mainannya.
" Pantasan sejak tadi kakek mencium bau asem " Timpal ayah Nizam .
" Sekali nya putri cantik kakek belum mandi ,pasti kuman nya sudah banyak " Lanjut nya merinding ketakutan.
" Ana mau mandi koh Kek " Ana langsung membersihkan mainannya di bantu sang pengasuh .
" Felan mana nak " Tanya bunda Eca pada menantu nya .
" Mandi Bun " jawab Aisyah .
" iya sudah kamu juga mandi keburu suami mu pulang " Aisyah mengagukan kepala.
" Aisyah ke atas dulu ya Bun " Izinnya lalu meninggalkan kedua mertua nya dan juga putri nya yang masih sibuk membereskan mainannya.
" Kakek bantu ya " Ana menatap ayah Nizam lalu mengaguk " Terimakasih kakek " Jawab Ana tulus.
Bunda Eca hanya bisa tersenyum melihat tingkah Cucu pertama nya itu ,rumah yang biasanya rapi dan bersih kini berubah setelah kehadiran Ana dan Felan bahkan dia tidak perna sehari pun melihat rumah itu bersih dari mainan Cucu nya ,tapi apa dia marah jawabannya tidak bahkan dia meminta Felix dan Aisyah kembali memberikan mereka cucu agar rumah besar itu selalu ramai dengan tangisan ,ocehan dan perdebatan mereka .
💐
💐
💐
" Papa " Felan meng langkah kakinya dengan semangat sekalipun badannya tidak seimbang syukur nya sang pengasuh selalu berada di samping nya untuk menahan tubuhnya .
" Nanti jatuh " Felix melebarkan langkah nya mendekati putra nya .
Hap
Felix langsung menggendong Felan mencium seluruh wajah putra nya itu membuat bayi yang belum genap setahun itu tertawa.
" Sudah mandi ya " Felix kembali mencium pipi putranya .
" Kamu kotor Felix " Ujar bunda Eca kesal .
' Felix hanya dalam ruangan bunda " Jawab Felix seadanya.
" Sekalipun tapi kamu dari luar " Cibir bunda Eca.
" Sama nenek dulu ya" Felix memberikan Felan pada bunda Eca.
" Sana mandi " Usir ayah Nizam .
" Istri ku di kamar kan ? " Tanya Felix pelan .
" Iya " Jawab ayah Nizam .
💐
💐
💐
" Kakak sudah pulang " Aisyah yang baru ke luar dari kamar mandi langsung kaget melihat kehadiran suami nya di dalam kamar mereka.
" Hebm " Jawab Felix seadanya.
" Aku siapkan air mandi nya dulu " Aisyah kembali masuk dalam kamar mandi ,namun detik kemudian dia berteriak saat handuk yang menutupi tubuh nya di tarik dengan paksa.
" Felix " Pekik Aisyah menutup kedua asetnya dengan tangannya " Aku sudah mandi ya " Lanjut nya menatap tajam suami nya.
" Kamu tidak akan masuk angin jika mandi kembali " Aisyah memicingkan matanya pada sang suami " jangan aneh-aneh ya mas "jawab Aisyah awas .
💐
💐
Aisyah ke luar dari kamar mandi dengan wajah cemberut namun berbeda dengan felix pria itu ke luar dengan wajah segarnya .
" Pakaian ku Sya " Aisyah menatap sinis suaminya lalu berjalan mendahului sang suami .
" Pakai sendiri " Ujar Aisyah meletakan pakaian suami di atas meja .
" Untuk apa aku menikahi mu jika memakai pakaian saja aku harus melakukan sendiri " Aisyah langsung melemparkan tatapan matanya pada sang suami " Kalau begitu menikah lagi dengan wanita yang bisa membantu mu memakai baju " Jawab Aisyah ketus namun tetap membantu suaminya memakai bajunya.
" Pasti anak² sudah menunggu ku ,semua gara² mas " Felix hanya diam saja mendengar ocehan istri nya .
" Kalau nanti Ana marah mas ya yang tanggung jawab " Lanjut nya kesal .
" kaya tidak ada waktu lain saja ,pagi ,sore malam selalu saja meminta jatah ,apa mas tidak lelah " Aisyah terus mengoceh hingga dia menyelesaikan tugasnya membantu sang suami .
" Mau aku bantu juga sisir rambut nya ? " Tanya Aisyah sinis .
" Pakai baju mu " Aisyah berdecak kesal lalu meninggalkan Felix .
" Dia melebihi bunda jika sudah mengomel " Gumam Felix lalu ke luar dari ruangan ganti menunggu Aisyah di sofa kamar mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...