NovelToon NovelToon
Putri Mahkota Yang Tak Diinginkan

Putri Mahkota Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:313k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wardatus Sholeha

Naomi Allura Karina seorang mahasiswi jurusan manajemen yang sering disapa Karina itu meninggal karena ingin menyelamatkan anak kecil yang akan tertabrak mobil.
Bukannya pergi tenang ke surga tapi Karina justru masuk ke dunia novel dan terbangun sebagai Aurora Evangeline Elowen nona keluarga Duke Elowen.
Sialnya lagi dia terkenal sebagai nona yang sangat menggilai putra mahkota yang merupakan calon tunangannya. Dimana dia nanti akan mati ditangan tunangannya sendiri karena dituduh meracuni adiknya.
Karina bertekad untuk menjauhkan diri dari sang malaikat mautnya bagaimanapun caranya dan mendapatkan kebahagiaan yang diinginkannya.
Adelardo Aldric Luca Griffin sang putra mahkota yang berhati dingin dan kejam itu sangat tidak menyukai Aurora karena sikapnya yang selalu menjadi benalu baginya, tetapi suatu hari sang calon tunangannya itu tiba-tiba berubah menjadi membencinya.
Apakah Aurora yang merupakan Karina berhasil menjalankan rencananya dan mendapatkan kebahagiaan???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardatus Sholeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kekesalan Xander

"Yang Mulia pembuatan waduk sudah selesai, kita bisa meresmikannya sekarang" lapor Sir Marcus salah satu arsitek utama pembuatan waduk.

Adelardo menganggungkan kepalanya. Sudah banyak para penduduk dan pekerja yang berkumpul untuk mendengarkan pidato singkat yang akan Adelardo berikan.

"Yang Mulia anda bisa memulainya sekarang" ucap Xander ketika melihat semuanya sudah berkumpul

"Waduk diwilayah Timur kini sudah selasai dibangun dan bisa difungsikan" tepuk tangan para penduduk bergema atas selesainya pembuatan waduk.

"Untuk para arsitek dan pekerja terimakasih atas kerja keras kalian dalam pembuatan waduk ini. Dan untuk para penduduk disini agar selalu merawat pepohonan sekitar, kalian boleh menebangnya untuk membuat peralatan atau kerajinan tetapi setelah itu kalian harus menanam bibit pohon yang baru lagi.

Mengingat musim hujan tinggal menghitung bulan lagi diwilayah Timur, maka kegiatan ini harus benar-benar dilakukan. Akan ada beberapa pengawal yang akan saya tugaskan untuk memantau disini" sampai selesai pidato singkat yang Putra Mahkota berikan.

Sementara itu, Aurora dari tadi dengan santainya berteduh dibawah pohon sampai acara pidato singkat itu selesai. Kemudian dia berajak pergi ke arah William, mereka akan pulang sore ini juga.

"Masuk ke kereta kuda mu, kita akan berangkat sekarang" perintah dari William

"Baiklah"

Aurora berjalan ke arah kereta kudanya dan langsung masuk. Kesatria Dean, pria itu sudah pulang pagi-pagi sekali karena Kakak perempuannya melahirkan. Aurora yang mendengar itu langsung menyuruh Dean untuk segera pulang apalagi suami dari kakaknya telah meninggal.Awalnya pria itu menolak pergi karena masih

bertanggung jawab menjaga dirinya, padahal Aurora bisa melihat raut khawatir dari wajah pria itu yang ingin segera menemui Kakaknya dan keponakannya. Aurora menyakinkan Dean untuk tidak perlu khawatir karena ada

kakaknya William yang akan menjaganya lagi pula hari ini mereka juga akan pulang.

Aurora terkejut ada seseorang di kereta kudanya

"Apa yang sedang kau lakukan disini ?"

Seseorang yang mendengar suara Aurora pun langsung terkejut dan menundukkan kepalanya takut.

"No-nona tolong ma-maafkan saya" Aurora masuk ke kereta kudanya dan duduk disampingnya

"Gadis manis, kenapa kau bisa masuk ke kereta kudaku?" tanya Aurora dengan lembut, dia tau gadis itu sedang ketakutan.

"Saya tidak bermaksud jahat kepada nona. Hanya saja saya---"ucapan gadis kecil itu terjeda sambil menatap Aurora dengan takut. Yang dia tau Nona bangsawan sangatlah garang dan sombong, apalagi dengan penduduk desa biasa seperti dirinya

"Kenapa hmm?" Aurora bertanya penasaran

"Saya ingin merasakan bagaimana rasanya naik kereta kuda seorang nona bangsawan" Aurora yang mendengarnya pun tersenyum "Baiklah apakah kau sudah merasakan bagaimana rasanya naik kereta kuda nona bangsawan?"

Gadis kecil itu terkejut "Nona tidak marah kepadaku yang sudah lancang naik kereta kuda nona?"

"Tidak, kau bisa berada disini sampai merasa puas"

"Benarkah?" ucap gadis kecil itu dengan mata berbinar

Aurora menganggukkan kepalanya "Terimakasih, nona sangat baik sekali" ucap gadis kecil itu dengan senyum manisnya.

Sementara itu William setelah berbicang sebentar dengan Adelardo, dia langsung menuju ke kereta kuda, mereka akan segera berangkat pulang.

William heran melihat Aurora bersama seorang gadis kecil. "Kenapa dia bisa berada disini?" Tanya William heran

"Dia ingin merasakan bagaimana rasanya menaiki kereta kuda ini kak"

"Tapi kita akan berangkat sekarang"

Aurora menghadap gadis kecil itu dan mengenggam tangannya. "Gadis manis, kakak akan pulang ke rumah. Apakah kau sudah puas menaiki kereta kuda ini?" ucap Aurora hati-hati. Aurora memang menyuruh gadis kecil itu untuk memanggilnya kakak

"Sudah kakak cantik, terimakasih banyak" gadis kecil itu tersenyum manis. "Apakah kakak tidak bisa tinggal beberapa hari lagi disini, aku sangat ingin bermain dengan kakak cantik" ucap gadis kecil itu dengan wajah cemberut

Aurora tersenyum mendengar perkataan gadis itu ditambah lagi panggilan kakak cantik untuknya. Dia jadi malu.

"Jika kakak kesini lagi, kita akan bermain bersama sampai puas nanti"

"Benarkah?" ucap gadis kecil itu senang

"Iya tentu"

Gadis kecil itu turun dari kereta kuda. Aurora pun ikut turun dia ingin mengantarkannya ke tempat orang tuanya. Ketika turun dari kereta kudanya, Aurora melihat banyak penduduk yang berkumpul di sekeliling.Hah Aurora baru ingat bahwa mereka akan pulang dan tentu saja para penduduk pasti akan mengantar kepergian Putra Mahkota.

"Ya Ampun" terdengar pekikan seorang wanita dan berlari kearah Aurora dan gadis kecil tadi

"Nona maafkan anak saya yang sudah lancang masuk ke kereta kuda anda" ujar wanita itu sambil membungkuk

Ternyata wanita ini adalah ibu dari gadis kecil ini.

"Tidak apa-apa, lagi pula dia hanya ingin merasakan duduk di kereta kuda" ucap Aurora sambil tersenyum manis

"Terimakasih Nona Elowen" ucap wanita itu sambil membungkukkan badanya menandakan penghormatan

Aurora menegakkan kembali badan wanita itu yang membungkuk kepadanya.

"Gadis kecil kakak pulang dulu, kalau dikemudian hari kita berjumpa kembali kakak akan bermain bersamamu"

"Baiklah kak, hati-hati dijalan kakak cantik" ujar gadis kecil itu sambil melambaikan tangannya Aurora tersenyum membalasnya. kemudian masuk ke kerata kudanya. Aurora kemudian menyingkap jendela kereta kudanya dan melambaikan tangan kepada gadis kecil itu dan gadis kecil itu juga membalas lambaiannya.

Mereka berangkat meninggalkan wilayah Timur untuk kembali ke wilayah pusat Esterland.

Malamnya meraka berhenti disekitar aliran sungai, mereka terpaksa membangun tenda dan makan malam disini dikarenakan permukiman warga dan penginapan yang masih sangat jauh untuk ditempuh ditambah tidak ingin mengambil resiko dimalam hari ini.

Xander sedang membangun tenda untuk mereka, tidak banyak pengawal kerajaan yang ikut hanya ada dua saja, Adelardo memang sengaja dia tidak terlalu suka ada pengawal. Sudah cukup ada Xander yang mengikutinya.

Hati nurani Aurora tergerak untuk membantu Xander.

"Apakah perlu bantuan Xander ?"

"Tidak perlu Aurora, aku bisa melakukannya sendiri ini tidak sulit, kau duduk santai saja" tolak Xander

"Ayolah aku juga ingin membantu kalian. Lihatlah cuma aku sendiri yang tidak melakukan pekerjaan apapun" memang betul Putra Mahkota dan William sedang berusaha menangkap ikan di sungai dan Xander memasang tenda sementara dirinya tidak melakukan apapun.

Belum sempat Xander berbicara sudah disela oleh Aurora dahulu

"Jangan kamu pikir aku ini perempuan lemah yang tidak bisa membantu dan melakukan apapun sama sekali ya"

"Hah, kau memang keras kepala. Yasudah kau bisa membantu ku mengikat tali ini" ucap Xander pasrah

Sementara itu Adelardo dan William sudah berhasil menangkap beberapa ikan mereka langsung menuju kedekat tenda dan membuat api unggun untuk memanggang. Untungnya mata mereka masih jeli untuk menangkap ikan walaupun dengan pencahayaan yang kurang.

Aurora yang melihat kakaknya membawa beberapa ikan langsung berlari mendekat, jujur saja perutnya sudah lapar dia sudah tidak sabar memanggang ikan-ikan lezat itu. Tanpa Aurora sadari ia meninggalkan Xander yang sedang serius mengikat tenda, alhasil ikatannya terlepas kembali karena Aurora melepaskan pegangannya.

Xander menghembuskan nafasnya tahan-tahan tidak boleh emosi, tetapi gara-gara gadis itu dia harus mengulang lagi.

"Hah" Xander menghela nafasnya secara kasar, dia tidak bisa menahan kekesalannya lagi

Aurora yang mendengar itu, menoleh kebelakang dan langsung tertuju ke raut wajah kesal pria itu. Aurora pun jadi tertawa

"Lihatlah kau membuatnya sangat kesal" ucap William yang juga ikut tertawa kecil melihat Xander, baru kali ini dia melihat wajah kesal pria itu apalagi dengan bibir yang sedikit maju

"Ya ampun, aku tidak sadar melakukannya. Aku minta maaf. Cepatlah selesaikan pekerjaan mu tuan Xander, kita akan segera makan malam" ucap Aurora sambil menahan tawanya

Xander yang mendengarnya mendengus sambil melirik Aurora dengan sinis, dia menyesal kenapa malah menerima permintaan gadis itu, yang bukan membantunya tapi malah mengacaukan perkerjaannya.

Meraka duduk mengelilingi api yang dibuat untuk memanggang. Aurora mengambil satu ikan dan memanggangnya, dirinya teringat Xander yang masih mengerjakan pekerjaannya.

Karena dirinya baik hati jadi Aurora akan memanggang satu ikan untuk pria itu sebagai permintaan maafnya.

Xander berjalan ke arah tempat mereka berkumpul dan memanggang ikan.

"Maaf Xander" Aurora meminta maaf kepada Xander. "ini satu panggang ikan spesial untuk Tuan Xander"

Aurora memberikan satu panggang ikan yang sudah matang kepada Xander yang sudah duduk berbarengan dengan mereka.

"Huh, kau menyogokku dengan satu panggang ikan" Xander mendelik dia tidak sadar dengan ucapannya yang santai

"Tidak juga, ini karena aku baik hati. Yasudah kalau kau tidak mau" Aurora menarik kembali sodoran ikannya

"Enak saja berikan kepadaku ikannya" Xander langsung mengambil ikan panggang itu dari Aurora

Tanpa mereka ketahui, interaksi mereka sedari tadi terus di perhatikan oleh Adelardo juga William. Mereka bertanya-tanya sejak kapan kedua orang itu bisa seakrab ini.

Bahkan bahasa mereka menggunakan bahasa yang non formal dan saling memanggil dengan menggunakan nama saja.

1
Nathalia
yaaa jangan di gantung thor,,,
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
😁😁😁.
Yuliana Patyani
ceritanya bagus
Yuliana Patyani
lanjut kak thor semakin seru ini jadi jangan di gantung ceritanya kak🙏🙏semangat ka untuk lanjut💪aku tunggu ya
Ulufi Dewi
belajar pedang dan mumpung masih ada kakaknya minta dilatih
Ulufi Dewi
apakah aurora dijodohkan dengan putra mahkota❓🤔
Ulufi Dewi
panyah ga bisa apa apa
injak tuh kaki pangeran sombong
Ulufi Dewi
dsini putri aurora ga punya kelebihan ya ❓🤔
Siti Hadijah
aku membacanya sekalian ngebayangin pakaian dan wajahnya putri Aurora, kenapa jadi ingat telenovela kerajaan 😄
kriwil
apa si rora ga punya kekuatan
Dewi hartika
kenapa kalo ingin bahagia ada terus penghalang moga cinta mereka jangan ada lagi ujian yang memberatkan dan lekas menuju kebahagiaan.,semangat thorr di tunggu up datenya.💪💪
Eskael Evol
koq pd suka banget sih bikin cerita reinkarnasi
Arifin Bocil
lanjut
Ita Xiaomi
Lg nyari jalan keluar ini agar selamat😁.
Murni Dewita
jadikan rora wanita kuat thor
Murni Dewita
codohkan aja dengan duke
Murni Dewita
next
Murni Dewita
💪💪💪
Aura Chacha
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!