NovelToon NovelToon
Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:21.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Utami Pravita

Vita yang masih kelas 3 SMA terpaksa menikah dengan randy seorang pengusaha muda karena ia tidak bisa membayar ganti rugi kerusakan mobil randy yang ditabraknya. Namun randy memiliki syarat disaat kekasih nya pulang dari luar negri, randy akan menikahi kekasihnya tetapi tidak akan menceraikan vita..

Akankah vita dan randy saling jatuh cinta dan melupakan syarat pernikahan mereka ataukah randy tetap menikahi kekasihnya dan menjadikan madu vita..

Yuk ikuti kisah vita dan randy..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utami Pravita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 35

Randy terlihat uring uringan dirumah sejak Ia kembali mengatar Vita pulang. Saat makan malam pun, Ia gak berselera. Begitu juga saat berkumpul di ruang keluarga, Ia terlihat sangat gelisah.

Semua orang merasa heran. Bukan nya bahagia pulang dari prosesi foto prawedding, ini malah uring uringan begitu.

Rita merasa khawatir melihat anak laki laki nya bersikap tidak seperti biasa nya. Ia tidak sabar untuk bertanya. Ia ingin tau, apa ada masalah saat melakukan foto prawedding atau apakah randy dan vita sedang ada masalah.

" Rand, kita semua perhatikan sejak pulang tadi, kamu kelihatan uring uringan dan gelisah. Ada apa sayang? apa pemotretan nya gak berjalan lancar? Atau kamu lagi ada masalah dengan vita?, " tanya Rita.

" Iya mas. Mas aneh sejak pulang tadi. Makan juga tadi sedikit, " ucap Ziya.

" Semua baik baik aja kok mi. Semua lancar. Emm, maaf mi, Randy ke kamar dulu ya. " balas Randy lalu pamit.

" Yaudah, kamu istirahat ya sayang. " ucap Rita.

Randy mengangguk lalu berdiri dan berjalan menuju ke kamar nya yang ada di lantai dua.

Sesampai nya dikamar, Randy langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan merenung sambil melihat ke atas langit langit atap nya.

" Aku kenapa bisa begini sih, jadi uring uringan Gak jelas. Hahhh, biar aja lah dia mau kemana, bertemu siapa dan melakukan apa, aku gak peduli, " gerutu Randy.

" Tapi, kalau ketahuan mami papi dia jalan sama teman cowok nya, bisa berantakan semua rencana ku. Gak bisa di biarkan, "ucap Randy lalu duduk.

" Ok, kita lihat apa aja yang dilakukan nya dipesta itu, " ucap Randy lalu bangkit dan berjalan menuju lemari untuk mengambil jaket.

Randy memakai jaket nya dan langsung mengambil dompet dan handphone lalu memasukkan nya ke dalam saku celana nya. Setelah itu, Ia mengambil kunci mobil dan bergegas turun ke bawah.

Saat ingin melewati ruang keluarga, Rita melihat Randy seperti ingin pergi. Ia menahan nya untuk bertanya kemana anak nya akan pergi saat udah malam begini.

" Rand, kamu mau kemana udah malam begini? tanya Rita.

" Keluar sebentar mi, " jawab Randy lalu berjalan terus keluar menuju mobil nya.

Rita yang ingin menahan Randy dihalangi oleh Ilham. Ia mengerti, pasti ada masalah dengan anak nya dan tidak ingin menceritakan. Jadi, Ia membiarkan Randy untuk keluar menenangkan diri.

Randy masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin mobil. Segera, Ia menginjak pedal gas dan mengendarai nya menuju cafe Aldo.

***********

Sementara itu, Ayu dan juga Vita telah sampai di cafe. Mereka terlambat karena acara nya udah di mulai.

Mereka langsung menemui yang punya acara. Alfian begitu bahagia melihat Vita bisa datang ke acara ulang tahun nya. Ia begitu terkesima dengan penampilan Vita malam ini yang terlihat begitu cantik.

" Selamat ulang tahun ya Fian. Semoga panjang umur, sehat selalu dan semoga cita cita lo untuk menjadi dokter spesialis jantung bisa terwujud, " ucap Vita sambil menjabat tangan Fian.

" Thanks ya Vit atas doa lo, " balas Alfian lalu mereka melepas kan jabatan tangan mereka.

" Oiya, ini kado buat lo. Sorry, gue gak bisa kasih yang mahal. Semoga ini bermanfaat ya buat lo, " ucap Vita tersenyum sambil menyodorkan paper bag yang Ia bawa.

Kado? Ya benar, kado untuk Alfian. Karena kado itulah, sepanjang jalan kenangan Ayu merepet karena Vita lupa membawa nya saat berangkat tadi. Alhasil, saat udah separuh jalan mereka harus putar balik lagi untuk mengambil kado nya dan membuat mereka terlambat datang

" Thanks banget Vit. Apapun yang lo kasih, gue pasti suka, " balas Alfian lalu mengambil paper bag dari tangan Vita.

" Lo duduk dulu ya, gabung sama yang lain nya dan langsung makan aja, semua udah tersedia di meja kok. gue mau ke belakang sebentar jumpai Aldo, " ucap Alfian.

" Ok deh, " balas Vita.

Vita duduk bergabung dengan teman teman yang lain. Sementara Alfian menuju ruang belakang dimana Aldo, Fabian dan juga Reno sedang menyiapkan keperluan untuk aksi nya.

Vita menikmati hidangan yang tersedia. Ia gak asing dengan menu menu nya, karena setiap hari itu yang Ia lihat. Tapi untuk mencicipi nya, Ia harus berfikir ulang lagi. Fikirnya, lebih baik masak dan cukup untuk seharian dari pada beli satu menu untuk sekali makan aja.

Saat sedang asyik menikmati hidangan bersama teman teman nya, terlihat Alfian sedang menaiki podium yang tersedia untuk penyanyi yang memang disediakan di cafe tersebut.

" Cek, satu dua tiga. Permisi semua. Mohon perhatian nya sebentar, " ucap Alfian.

Vita dan teman teman nya menghentikan aktivitas makan mereka untuk melihat ke arah podium di mana Alfian berada. Begitu juga dengan pengunjung cafe yang lain nya. Karena cafe nya Aldo begitu luas, jadi Alfian hanya memesan sebagian tempat untuk acara nya, sementara tempat yang lain untuk pengunjung cafe yang lain.

Saat semua orang udah memperhatikan nya, aAlfian kembali melanjutkan ucapan nya.

" Terima kasih kepada teman teman yang sudi hadir di acara ulang tahun saya malam ini. Malam ini, saya sangat bahagia karena tamu spesial saya juga hadir disini. Dan malam ini, saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk diri nya, " ucap Alfian lalu meminta pemain band untuk memainkan alat musik nya.

Semua orang yang ada di dalam cafe bertepuk tangan dengan riuh nya, membuat Alfian semakin gugup. Namun, kegugupan nya Ia tepis agar Ia bisa tampil dengan sempurna. Alfian pun mulai bernyanyi.

Waktu pertama kali

Kulihat dirimu hadir

Rasa hati ini inginkan dirimu

( Semua orang kembali bertepuk tangan dan juga ada yang bersiul saat Alfian mulai bernyanyi ).

Hati tenang mendengar

Suara indah menyapa

Geloranya hati ini tak kusangka

( " Yu, gue gak menyangka suara Alfian bagus banget, " ucap Vita sambil memperhatikan Alfian sementara Ayu hanya tersenyum).

Rasa ini tak tertahan

Hati ini selalu untukmu

Terimalah lagu ini

Dari orang biasa

Tapi cintaku padamu luar biasa

Aku tak punya bunga

Aku tak punya harta

Yang kupunya hanyalah hati yang setia

Tulus padamu

Hari-hari berganti

Kini cinta pun hadir

Melihatmu, memandangmu bagai bidadari

Lentik indah matamu

Manis senyum bibirmu

Hitam panjang rambutmu anggun terikat

( Alfian begitu menghayati nyanyi nya sambil terus memandang ke arah Vita ).

Rasa ini tak tertahan

Hati ini selalu untukmu

Terimalah lagu ini

Dari orang biasa

Tapi cintaku padamu luar biasa

Aku tak punya bunga

Aku tak punya harta

Yang kupunya hanyalah hati yang setia

Tulus padamuu

( Alfian turun dari podium dan berjalan ke arah Vita ).

O-o-o-oh ...

Terimalah lagu ini

Hmm ...

Dari orang biasa

( Alfian udah ada di depan Vita dan meminta Vita untuk berdiri. Vita terkejut saat Alfian menggenggam tangan nya dan menuntun untuk ikut berdiri. Awalnya, Ia menolak, namun karena teman teman nya memaksa, terpaksa Ia berdiri dan sekarang berhadapan dengan Alfian yang masih terus bernyanyi )

Terimalah lagu ini

Dari orang biasa

Tapi cintaku padamu luar biasa

Aku tak punya bunga

Aku tak punya harta

Yang kupunya hanyalah hati yang setia

Yang kupunya hanyalah hati yang setia

Terimalah cintaku yang luar biasa

Tulus padamu

(*C**inta luar biasa, Andmesh Kamaleng* )

Selesai bernyanyi, Alfian masih terus menggenggam tangan Vita. Ia mengatur kembali nafas nya agar tenang dan bisa mengungkapkan apa yang ingin Ia katakan kepada Vita.

Vita merasa sangat malu karena disaksikan begitu banyak orang. Ia gak biasa menjadi pusat perhatian.

Setelah nafas nya teratur, Alfian kembali memandang wajah Vita dan memulai untuk mengutarakan isi hati nya.

" Vit, gue tau dan yakin kalau selama ini lo tau tentang apa yang gue rasain ke lo. Tapi, gue gak punya keberanian untuk mengungkapkan nya. Gue takut, lo nolak gue dan persahabatan kita jadi rusak. Tapi, saat ini di depan semua orang, gue beranikan diri untuk ungkapin semua perasaan gue ke lo, "

Sebelum melanjutkan omongan nya, Alfian mengambil nafas lalu membuang nya perlahan dan setelah itu melanjutkan nya kembali.

" Vit, sejak pertama kali ketemu lo di kantin sekolah dan akhirnya kita menjadi teman sekelas sejak kelas XI dan bahkan sampai saat ini, gue sudah jatuh cinta sama lo. Gue ingin, lo menjadi bagian dalam hidup gue, menjadi separuh dari nafas gue, menjadi tulang rusuk gue. Vit, lo bersedia menerima cinta gue?, "

Vita terkejut dengan pengakuan cinta dari Alfian. Ia merasa bahagia, sangat sangat bahagia karena sejak dulu inilah yang selalu ingin Ia dengar dari mulut Alfian. Tapi, apa bisa Ia menerima cinta Alfian. Sementara, Ia akan menjadi istri orang lain. Oohhh, sungguh ini udah sangat terlambat.

Vita bingung harus menjawab apa. Bibir nya kelu, gak bisa mengucapkan apa apa. Sementara, semua teman teman nya beserta pengunjung yang lain udah berteriak meminta Vita untuk menerima cinta Alfian.

" Gue. Gue, " ucap Vita terbata bata.

Alfian semakin mengeratkan pegangan tangan nya dengan Vita, Ia merasa sangat gugup dan takut jika cinta nya ditolak.

Vita menutup mata nya, menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya secara kasar. Ia bingung harus jawab apa, apa harus di tolak atau di terima. Ia memberanikan diri untuk menjawab nya, membuka matanya lalu berkata.

" Gue. Emmm, gue sebenarnya. Gue, "

Belum lagi Vita siap menjawab, tiba tiba aja ada yang menonjok wajah Alfian.

Buuugghhhh.

" ALFIANN, " teriak Vita dan juga semua teman teman nya saat melihat Alfian di tonjok orang asing.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.

***Ayoo tebak, siapa yang nonjok Alfian?

Duh, wajah tampan nan rupawan Alfian ternodai deh***.

1
Vien Habib
Luar biasa
Suherni Erni
Sory thor karakter vita kyk j.....ng ya gampang bgt jatuh cinta..perempuan murah dong yg mau aja sma laki2 yg suka sm dia.karakter utamanya murahan.
Suherni Erni
David itu bukan cinta tp obsesi..heran sih sm karakter vita ada yg terobsesi sm dia kok bahagia ya ngerasa dicintai begitu besar..bodoh klu mikir gtu..harus bisa bedain antara cinta tulus sm cinta karna obsesi
Suherni Erni
Yg salah vita.sok jadi pahlawan tanpa mikir keadaan anaknya.klu belum siap jadi ibu jangan belagu hamil..bisa jaga aja ngga.
Suherni Erni
Males deh klu udah ada cerita begini..ujung2nya alay dah
epifania rendo
sudah pernah baca ternyata baru ingat saat teman2 vita panggil momsky
epifania rendo
rendy yang bodoh
epifania rendo
semoga cuman di novel ya
epifania rendo
lanjut
epifania rendo
orang kaya ma bebas
epifania rendo
baru kenal ajak nikah
epifania rendo
mampir
Gamer Bizar: yqh q
total 1 replies
Suherni Erni
Lumayanlah ..klu cuma dibikin malu ngga bakal ada kapoknya..klu dibikin cacat lumayan sedikit bisa bls smua kelakuannya tuh perempuan murah
Aprillia
keren...👍🏼👍🏼👍🏼🥰
semangat thooor...💪💪🌹🌹
di tunggu karya" selanjutnya thooor...👍🏼👍🏼
Nani Marjana
kasihan sekali Alfian kehilangan keduanya akibat kecelakaan pesawat yang ditumpangi semoga tabah menghadapi cobaan
Aprillia
nangis lagi...😭😭😭
berapa kilo bawang nya thoor...🥰🥰
Nani Marjana
terlalu egois pernikahan yang seharusnya sakral dipermainkan seenaknya
Aprillia
terharu aku thoor ..😭😭😭
udah baca yg ke sekian kali nya, tapi masih baper aja...🥰🥰
Haslinda
knp gak pake visual kim soo hyun ama suzy aja thor cocok tuh karakter mereka klw mnurut aku😅✌️
Haslinda
andika kangen band kali yak babang tamvan😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!