Setelah menjadi Yatim Piatu, aku disingkirkan dari Rumah Nenekku yang awalnya tempat tinggal saya dan ibu, 5 bulan RS, Ibuku meninggal.
Adik ibuku mengambil alih rumah itu tanpa bisa ku bantah, setelah acara 40 hari ibuku, bibi mengusirku, padahal umurku baru 14 tahun.
Aku ingat, kalau kami masih punya kebun, dan ada Gubuk disana, jaraknya 4 km dari kampung, yang aku takutkan nanti ada yang memperkosa ku.
Dengan berbekal parang dan cangkul aku berangkat, karena ultimatum bibi 3 hari batasnya.
Selama 3 hari aku bolak balik ke kebun itu, hingga hari ini adalah yang terakhir, besok pagi aku harus mulai tinggal disana.
Beruntung uang sumbangan kematian ibuku, diberikan langsung oleh Pengurus Desa,
Dan di sinilah aku tinggal dan takdir ku di mulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 35. Hasil Besar
Elemen air milik Selina kini telah sempurna berkat bantuan Paman nya, yang memberikan mutiara naga air, milik Putri pertamanya yang meninggal saat pertempuran dengan para pemberontak.
Kini sang Prabu dan istrinya, berkat Pill dan buah buah Abadi, telah naik 3 tingkat, dan menjadi tertinggi di Kerajaan Laut, dengan keahlian menempatkan, trisula pamannya dan bibinya serta kakaknya, telah dia tingkatkan menjadi senjata tingkat Dewa.
Jika pemberontak itu tidak juga sadar, di pastikan sang Prabu akan akan menang mutlak saat berhadapan dengan Pemberontak.
Selina tiba di Pondok, namun tidak ada orang, hujan deras masih mengguyur, diapun berlari ke masuk ke hotel.
Selina membuka handphone nya ternyata ada banyak panggilan dan pesan dari Paman dan Bibi nya.
"Ia, Selina sudah di lobby hotel, balas nya ke ibunya Aurora.
"Oh ya sudah, hujan deras makanya kami semua di panggil pihak hotel, mereka juga mecarimu, bersama paman besarmu, ini Aurora menangis terus,balas ibunya Aurora.
Tanpa membalas pesan Bibinya, Selina bergegas ke kamarnya, karena dia sudah janji akan tidur bersamanya.
"Kakak, jangan tinggalkan Aurora, terdengar Aurora mengigau.
Sedih hati Selina melihat, adiknya tidur menggunakan baju miliknya.
"Ya sudah Bibi, istirahatlah, sebentar lagi kita makan malam, Tolong telpon Paman bilang Selina sudah di hotel, pinta Selina.
"Baiklah, nanti bangunkan adikmu, dia tidak mau makan, karena menangis terus, ucap ibunya Aurora.
"Ia bi, selesai Selina mandi, nanti kita berdua turun untuk makan malam.
Di kamar mandi, Selina melihat Cincin pemberian paman dan Bibinya, hingga membuatnya terkejut.
Harta Karun yang melimpah, membuatnya bertambah kaya, sekarang waktunya mendirikan Perusahaan Perhiasan, daripada menumpuk, mendingan buat perhiasan dan jual.
Dengan mutiara Naga air, aku sudah bisa bernapas dalam Air, aku akan mencari harta Karun, agar Pabrik Perhiasan ki tidak kehabisan bahan baku.
Selina berpikir, sambil mengguyur air di bawah shower, Kosmetik dan sabun serta cream hingga lasts gigi sudah, sekarang perhiasan, harus benar-benar mewah dan berkualitas tinggi.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Selina membangunkan Aurora, betapa bahagianya gadis kecil itu, melihat kakaknya yang sudah cantik.
"Kakak, Aurora takut kakak pergi ninggalin Aurora, ucapnya sambil memeluk Selina.
"Tidak akan sayang, ayo sana mandi, setelah kita makan malam, perintah Selina.
Kini mereka semua sudah berada kembali di pondokan, hujan sudah berhenti, sehingga langit malam terlihat cerah.
Mereka melakukan acara bakar-bakaran, sambil bersenda gurau, para Paman dan bibinya, tidak bertanya lebih kepada Selina soal tadi siang.
"Kenapa Aurora, malam ini manja sekali ? Tanya paman besarnya.
"Gak ada paman, Aurora pengen seperti ini saja, sama kakak Selina, jawab gadis kecil periang itu.
Malam itu, mereka habiskan dengan bersenang-senang, mengisi liburan, mereka semua sadar, jika sesama keluarga akur seperti ini, maka kebahagiaan sempurna akan mereka rasakan.
Aurora dan Selina, berjalan-jalan di tepi pantai, sambil bercerita, Selina mengajak Aurora ikut dengannya ke Jakarta, dan ke Singapura, paspor Aurora sudah selesai di buat, jadi bisa keluar negeri.
"Hari Senin, temani kakak di Jakarta, setelah itu, kita ke Singapura dan Malaysia, bagaimana? Mau gak?", tanya Selina.
"Mau, kan liburannya lama, jadi Aurora mau temenin kakak saja, jawabnya dengan santai.
Sementara asik mereka berjalan, Aurora berteriak karena kakinya terantuk batu.
"Aduh... Kenapa batu ini disini", cerocos nya menyalahkan batu.
Tapi saat dia memegang batu itu, suara Prabu Tirta Buana, terdengar di kepala Selina.
"Nak, adikmu mendapatkan barang berharga, di dalam batu itu ada, terdapat batu sebagai bahan pembuatan Cincin Dimensi dan Artefak berharga lainnya.
Kamu bisa membuatkan nya untuk adikmu, karena batu itu berjodoh dengannya, sisa dari pembuatan Cincin, kamu bisa gunakan sebagai bahan untuk membuat senjata pusaka, ucap Prabu Tirta Buana.
"Terimakasih informasinya Paman, jawab Selina lewat pikirannya.
"Kamu sudah bisa bernapas dalam air, di dasar laut terdapat banyak harta Karun, peninggalan para perompak di masa lalu, rakyat paman di larang mengambil barang-barang itu.
Makanya dalam Cincin yang Paman berikan, itu adalah benda-benda yang berada di pintu masuk Kerajaan Paman, jadi ambil dan simpan, rencananya mau di berikan kepada ibumu, tapi dia masih lama, makanya paman berikan untukmu.
Bantu paman membersihkan sampah-sampah itu, ucap Prabu Tirta Buana, yang mengatakan harta Karun adalah sampah.
"Baik Paman, biar Selina yang habiskan agar tidak sampah lagi didasar lautan, ucap Selina.
Di jarak 260 km dari tempatmu berdiri, terdapat kapal yang tenggelam, isinya adalah emas, dan barang-barang berharga lainnya, orang biasa tidak akan bisa melihatnya, tapi kamu bisa, usahakan bereskan malam ini, karena besok, para pemberontak ingin mengambilnya dan di berikan ke manusia serakah, sebagai alat tukar.
Barang itu, akan mereka tukar dengan senjata laser milik manusia, ucap Prabu Tirta Buana.
"Oke Paman, nanti Selina rebut senjata itu dan berikan untuk Paman, balas Selina.
"Tidak perlu, senjata itu akan merusak ekosistem laut, jawab Prabu Tirta Buana.
Selesai berbicara dengan pamannya, Selina mengambil batu dari tangan Aurora.
"Apa kamu suka batu ini, tanya Selina.
"Tidak juga, andai emas, Aurora mau, jawabnya .
"Mari kakak simpan, kelak akan kakak buat jadi perhiasan yang sangat bagus untuk mu, tutur Selina dan menggenggam batu itu.
"Oke kak, jawabnya.
Puas berjalan-jalan di pantai, akhirnya kakak beradik itu, kembali ke pondok, dan bergabung dengan keluarganya.
Jam 10 malam, Selina dan rombongan masuk kamarnya masing-masing, Aurora tidur dengan Selina.
Setelah dirasa waktunya sudah pas, Selina mengatur waktu di kamar, agar Aurora, bisa tidur nyenyak.
Setelah berganti pakaian, Selina langsung berteleportasi ke pantai, dan mulai menyelam, Elemen air dan angin di gabung, menjadi energi penambah kecepatan.
Selina meluncur bagai peluru, dengan kecepatan tinggi, dan hanya butuh waktu 45 menit, dia tiba di lokasi.
Selina masuk dalam Formasi dan ternyata di dalam Formasi, tidak ada air alias kering, dia menyusuri, ruangan demi ruangan dan mengambil ribuan batang Emas.
Dan ratusan set perhiasan, serta batu berharga lainnya, tak hanya itu dia menemukan batu-batu yang sangat keras dan sangat baik di jadikan sebagai pedang atau mata tombak.
Selesai dari kapal itu, dia mulai mengambil apa saja yang ada di dasar laut, akan tetapi dia tetap belum sanggup menghabiskan nya, akan tetapi tujuan awal nya sudah selesai, yaitu mengosongkan kapal penuh harta itu.
Mendekati subuh, Selina sudah tiba di kamarnya dan berbaring disamping Aurora.
Keesokkan harinya, keluarga besar itu, menjalani aktivitas liburan mereka dengan mandi di lantai pada pagi hari, karena setelah makan siang, mereka akan kembali ke kampung nya.
Perjalanan liburan kali ini, sungguh membuat Selina tambah kaya, dia mendapatkan emas batangan lebih dari 35 ton, belum lagi dengan perhiasan dan batu Permata.