"Heii..gadis ninja.." panggil Rey dengan sedikit berteriak.
sedangkan Syafira yang mendengar suara dari Rey langsung menoleh ke keri dan ke kanan lalu menunjuk dirinya sendiri..
"bodoh..iya Lo, emang siapa lagi kalau bukan Lo hah..." bentak Rey dengan emosi.
"yah mana aku tahu.." jawab Syafira dengan ketus.
sial berani sekali wanita udik bin ninja ini berbicara ketus pada nya. Rey menatap nyalang kepada Syafira sedangkan yang di tatap seperti itu hanya acuh tak acuh saja.
"Lo tahu kalau kita di jodohkan.." tanya Rey dan Syafira langsung mengangguk kan kepalanya.
"dan Lo hanya diam saja.."
"lalu aku harus apa.. berteriak teriak bahwa aku akan menikah dengan mu begitu, itu gak penting..." jawab Syafira yang sangat menyebalkan di telinga nya.
"jangan sampai Lo menerima perjodohan ini awas saja..." Rey memicingkan matanya dengan tajam padahal mata Rey sudah setajam elang.
"aku gak mungkin membantah perkataan dari orang tua ku dan gak mau membuat membuat kedua beliau kecewa.."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEMAKIN HARI SEMAKIK LENGKET
Semakin hari hubungan Syafira dan Reyhan semakin lengket saja. Seperti pagi ini Reyhan baru keluar dari kamar mandi hanya dengan sebatas pinggang. Reyhan berjalan santai menghampiri istri nya yang sedang mengomel tidak jelas akibat dirinya terlalu santai.
" Ya Allah kak Rey, Fira mau ada ulangan pagi ini. Kakak cepat pakai baju. Ini sudah jam berapa kak" Omel Syafira dengan memberikan sebuah seragam kepada suaminya.
Rey hanya diam saja mendengar omelan istrinya yang memang membuat telinga nya sakit. Lagi pula memang salah nya yang lambat bangun sehingga istrinya mengomel terus.
Rey tanpa peduli langsung memakaikan dulu celana dalam nya habis itu Reyhan langsung membuang sembarangan handuk itu membuat Syafira refleks menutup mata.
"Apa yang kakak lakukan hah?"
"Apa lagi kalau bukan berpakaian" jawab Reyhan santai.
"Tapi kan kakak bisa berpakaian di ruang ganti, gak usah di depan fira juga kak" Bantah Syafira.
"Halal-halal saja gw berpakaian di depan lo, bahkan sekalipun gw telanjang" Hah? Reyhan bicara memang tidak pake filter.
Reyhan terkekeh melihat tingkah lucu Syafira. Begini saja Syafira sudah terkejut, apalagi ia melihat isi di balik celana dalam nya?
"Gak usah lebay, gw udah siap" Ucap Reyhan dengan sambil mengkancing seragam sekolah nya.
Syafira mengintip dan langsung merasa lega. Walaupun hubungan mereka sudah dekat, tetapi Reyhan belum bisa mengubah panggilan kata lo menjadi kamu. Syafira pun tidak ambil pusing tentang itu.
Mereka pun tak sempat sarapan pagi karena memang hampir terlambat dan suaminya begitu santai sekali membuat Syafira kesal.
Pagi ini pun Reyhan memakai mobil, mungkin karena Syafira ikut dengan nya.
*
"Kak! sampai sini aja" Ucap Syafira yang melihat di sekeliling nya sepi. Rey tidak menjawab tetap menatap lurus ke arah jalan.
"Kak Rey" Kesal Syafira.
"Diam lah Syafira, lo bilang kalau hari ini ada ulangan" jawab Reyhan.
"Nanti orang-orang lihat kak" protes Syafira. Rey tidak mengindahkan ucapan dari istrinya malah santai nya mobilnya memasuki gerbang sekolah hingga tepat berada di parkiran.
"Turun" Ucap Reyhan.
Syafira menatap sekelilingnya, nyatanya banyak siswa siswa berkeliaran mengingat mereka pun hampir terlambat.
"Kak Rey menyebalkan" Sungut Syafira kesal.
"Dasar bocah" kekeh Reyhan. Gemas melihat istrinya yang sedang kesal dengan nya. Tak yakin juga melihat istrinya nanti punya anak.
"Jika lo kesal begini, lo semakin cantik. Cepat sana turun" Reyhan mengelus kepala Syafira membuat Syafira tertekun sekaligus merasa salting mendengar ucapan dari suaminya yang menurut nya sedikit manis.
"Mmm...i-iya kak" jawab Syafira dengan gugup.
"Kakak juga masuk ke kelas kan?" Tanya Syafira lagi. Takut kalau suaminya malah tidak ke kelas dan bolos seperti biasa nya. Walaupun hubungan mereka ada kemajuan tetapi kebiasaan bolos tetap ada pada diri suaminya.
"Hmm.." jawab Reyhan dengan sebuah deheman. Terpaksa Syafira turun dan juga langsung mencium tangan Reyhan.
"Ridhoi aku hari ini kak"
Ini lah yang membuat hati Reyhan menghangat, perkataan Syafira sebelum melangkah lah kakinya keluar dari mobil, Syafira istrinya selalu mengatakan hal seperti itu.
"Apapun untuk lo" Jawab Reyhan dengan mencium kening istrinya. Syafira tidak kaget lagi dengan perlakuan Reyhan yang begitu manis. Setiap pagi sebelum keluar dari mobil Reyhan pasti akan mencium keningnya.
Syafira keluar dari mobil tentu sepasang mata anak sekolah Camelia tertuju padanya. Semenjak hari dimana orang tua meng komfirmasikan bahwa Syafira adalah anak mereka, tidak ada yang lagi mau berbuat semena-mena terhadap Syafira.
Banyak yang iri dan banyak orang juga yang gak suka. Tapi Syafira tidak akan memperdulikan nya selama tidak mengusik dirinya.
Bahkan Reyhan juga mengantar Syafira sampai ke kelas nya walaupun dengan jarak yang jauh. Reyhan hanya ingin memastikan keselamatan Syafira. Hanya itu saja ok tidak lebih.
"Hai, Fir." Vina melambaikan tangan nya ke arah Syafira setelah melihat ke datangan Syafira.
"Duduk Fir" Timbal nisa dengan tersenyum. Syafira pun membalas senyuman kedua sahabatnya hingga tak lama guru pun datang
memberikan ulangan kepada para murid.