NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Reinata Ramadani

Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.

CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.

Ig : @reinata_r

Untuk readers tersayang

Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...

Gomawo chingu 💞💞💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berikan Hak ku

°°°~Happy Reading~°°°

Marcel tak menghentikan aksinya untuk menggoda Karin, ia mendekatkan wajahnya ke telinga Karin hingga mengikis jarak diantara mereka.

" Wajahmu memerah sayang, apa kamu malu " Bisiknya.

Seketika Karin menarik kedua tangannya, berusaha menutupi kedua pipinya yang sudah semakin memerah.

Cup

Marcel mengecup bibirnya lagi saat ia masih sibuk dengan lamunannya, membuat Karin tersentak karena lagi-lagi Marcel menciumnya saat ketiga orang itu masih mematung di belakangnya.

" Marcel... . "

Teriak Karin menggelegar hingga membuat pak Li dan kedua pelayan itu kaget. Sedang Marcel jangan ditanya lagi, dia begitu bahagia karena lagi-lagi berhasil menggoda Karin.

Karin bangkit dari duduknya, mulai melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan pengap itu dengan kesal.

Ingin rasanya menyembunyikan wajahnya di balik semak-semak, atau melakukan oprasi plastik hingga tak akan ada lagi yang mengenalinya.

Tidakkah Marcel memiliki urat malu saat melakukan adegan itu di depan orang lain. Ah, Karin sangat frustasi.

" Sayang... " Marcel bangkit dari duduknya, berusaha mengejar Karin yang berangsur menjauh dari pandangannya.

" Tuan... " Sahut pak Li.

" Tidak apa pak Li, aku akan membujuknya " Marcel mengibaskan tangannya lalu menyusul Karin yang hampir mencapai lift.

" Sayang... . " Bujuk Marcel setelah berhasil bergabung dengan Karin di dalam lift.

" Kamu keterlaluan Marcel " Ketus Karin.

" Apanya yang keterlaluan? "

" Kamu melakukan itu di depan orang lain..."

" Memangnya kenapa? Kamu kan istriku sayang... . "

" Aku malu Marcel " Karin menaikkan pita suaranya.

Ting...

Pintu lift terbuka, Karin keluar dari lift itu dan segera melangkah menuju kamarnya dengan langkah cepat, di susul Marcel yang setia mengekorinya.

Karin berjalan menuju ranjangnya, namun langkahnya seketika terhenti saat Marcel tiba-tiba memeluknya dari arah belakang.

" Sayang, maafkan aku... . "

" Jangan lakukan itu lagi di depan orang lain..." Suara Karin melemah.

" Baiklah sayang, apapun untukmu... "

Marcel melepaskan pelukannya, kemudian membalik tubuh Karin agar ia bisa dengan leluasa menatapnya.

" Kalau begitu aku juga punya satu permintaan untukmu "

" Apa? "

" Aku tidak ingin mendengar kamu memanggil namaku lagi "

" Hah... " Otak Karin mulai ruwet, seperti coretan anak balita yang sedang menggambar.

" Mulai sekarang panggil aku sayang, oke... . "

Karin terdiam sejenak, masih mempertimbangkannya, dan beberapa detik kemudian " hmmm... "

" Cobalah... "

" Coba apa? " Tanya Karin polos.

" Coba panggil aku sayang... "

" Iya... " Karin tak melanjutkan kalimatnya, panggilan itu membuat mulutnya terasa kelu tak bisa di gerakkan.

" Iya apa... "

" Iya ...Sayang " Akhirnya kalimat itu berhasil lolos dari mulutnya.

" I love you honey "

Marcel mendekap Karin erat, Karin terlihat begitu imut saat tersipu malu, membuatnya ingin melahapnya malam ini.

" Bolehkah aku melakukannya? "

" Apa? "

" Yang di lakukan pasangan suami istri pada umumnya " Jawab Marcel, tangannya membelai pipi Karin dengan penuh nafsu.

" I... Itu? " Karin mulai mengerti arah perbincangannya, membuat wajahnya sudah seperti kepiting rebus yang siap di lahap.

" Emmm..., Selama kita menikah, aku belum pernah meminta hakku padamu, jadi sekarang aku memintanya "

Karin hanya membisu, benar apa yang di katakan Marcel. Sekalipun ia belum pernah memberikan hak itu pada suaminya setelah pernikahannya.

Tapi pengalaman pertama yang juga ia lakoni dengan Marcel sebelum pernikahannya, terasa begitu menyakitkan, membuat keraguan mulai menyelimuti isi hatinya.

"Apa aku boleh melakukannya?"

Melihat binar penuh harap itu, rasanya Karin tidak mampu untuk menolaknya. Perempuan itu pun mengangguk, membuat Marcel menatap sumringah pada perempuan itu.

" Terimakasih sayang "

🍁🍁🍁

Riuh menyelimuti seisi ruangan itu, manusia di dalamnya masih disibukkan dengan obrolan antar para karyawan, entah diskusi untuk mempersiapkan presentasi atau sekedar bergosip.

Namun seketika ruangan itu berubah mencekam dan hanya hening yang tersisa saat pintu ruangan itu terbuka, memperlihatkan CEO mereka tengah memasuki ruangan itu dengan pesonanya.

Karin yang tengah menenggak minumannya untuk mengurangi kegelisahannya, seketika memuncratkan air dari mulutnya saat melihat Marcel berangsur memasuki ruangan itu. Membuat orang-orang di sampingnya seketika memandangnya sinis.

" Apa... Apa yang dia lakukan di sini " gumamnya dalam hati.

" Baik, karena CEO kita sudah tiba. Kita akan memulai rapatnya "

Kata-kata itu sukses membuatnya terperanjat kaget, matanya membelalak, mulutnya menganga lebar tanpa mau di katupkan.

" Apa!!! CEO, jadi dia CEO di sini? Dia membohongiku... lagi... " Gumam Karin.

Ratih yang duduk di sebelah Karin segera menegurnya sebelum akhirnya Marcel meradang dan mempersulit pekerjaan di bagian divisi yang ia pimpin.

" Jaga sikapmu... " Ucap Ratih dengan ekspresi tak sukanya.

Kata-kata itu sukses mengatupkan mulut Karin yang tadi menganga lebar, membuatnya langsung menganggukkan kepalanya agar Ratih berhenti dari omelannya.

" Cih, apa dia benar-benar murahan hingga tebar pesona kesana kemari? " Batin Ratih geram.

Meeting pun berlangsung seperti biasa, namun Marcel yang sedari tadi di pandangnya itu terlihat sangat berbeda. Tidak ada senyum yang ia sunggingkan, hanya wajah dingin dan tatapan membunuh yang membingkai di wajahnya.

____________

Hallo Readers

Mohon dukungannya dong

Love you💞💞💞

1
Napoleon
si Sinta blm tau aja kalo suaminya sahabat nya CEO di perusahaan dia magang 😂
Napoleon
moga aja paman Ama bibi nya Marcel baik sih , Jan sampe kek ibu Ama adek nya
Napoleon
ngidam nya banyak kali ah ,
Napoleon
waduh ketahuan ini
Napoleon
lagi hamil permintaan nya gak bisa ditolak
Napoleon
sepertinya ini tidak akan ke 1 tahun pasti selamanya
Ucie
siap2 Ratih. n
Kezie fitri
bagus thor,,
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏
Rina Yulianti
sepertinya karin hamil deh
Rina Yulianti
ini pasti marcel anaknya marcus dan ana
Amelia Putri
rejeki nomplok marcelllll menyala abangku
Eno Pahlevi
ayo up lagi yg banyak thor
Jumi Eko
bagus
Sunarmi Narmi
Kpan ini belnjut Thor...kutunggu ya ...
melting_harmony
Luar biasa
Rita Susanti
ggk pake lama kali thor upnys
senja indah
torrr lnjutin lgi donk ini
Rafael Dika
aqu mampir kk..
Irna Slalu Dy Hati
cerita nya bgus bget.
Ida Lailamajenun
sekian banyak baca baru ini ktmu ma tokoh wanita nya yg lembek kayak bubur ayam.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!