Yi Xing dikirim bibi Ning kepada guru Mo untuk mempraktikkan keterampilan saint dewa. Namun di sisi lain, ada rahasia yang disembunyikan bibi Ning. Rahasia itu berkaitan dengan kedua orang tua Yi Xing. Untuk mengetahui rahasia itu, Yi Xing harus memenuhi syarat utama, yaitu mempraktikkan ilmu saint dewa. Dengan belajar menjadi kuat, Yi Xing bisa mengetahui apa yang sebenarnya disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JOSEPH AL-IQBAL WANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35 — Dikalahkan Saint Murong
“Nak, sebaiknya kau jangan banyak mengeluarkan tenaga. Nyawamu takkan selamat. Sudah takdirmu mati di sini.” Saint Gu berkata santai.
Mereka sudah di belakang Yi Xing. Mengejar anak itu tidakkah sulit. Sayap kupu-kupu roh bukan tandingan sayap burung surga yang sudah dikultivasi bertahun-tahun. Jadi kekuatan terbangnya jelas tidak akan sebanding jika disandingkan dengan sayap kupu-kupu roh. Yi Xing menggiring dua saint demi god itu menuju ke hutan kekaisaran yang luas. Terbang rendah di sana.
“Kalian bisa saja membunuhku di sini. Tetapi apakah kalian tidak malu ditertawakan oleh dunia karena membunuh anak kecil yang bahkan belum mencapai level saint biasa?” Yi Xing sudah menapakkan kakinya di tanah. Di tengah hutan.
Dua saint menapakkan juga kakinya Mereka saling berhadapan. Sayap burung surga sudah lenyap. Saint Murong menyeringai.
“Selagi tidak ada yang tahu, maka semuanya aman. Membunuh bocah sepertimu bukanlah sesuatu yang sulit. Cukup jentikkan jari, maka kau akan binasa.”
“Jangan lupa, jika jiwa saint-mu hancur, tidak akan ada jejak yang bisa ditemui atas kematianmu hari ini.” Saint Gu menambahkan.
Ini pilihan yang sulit. Yi Xing dibuat terjebak. Tian Heng tiba di belakang dua saint ini. Dia menarik senyum liciknya. Dalam situasi ini, Yi Xing tidak bisa kabur lagi. Nyawanya memang mungkin akan berakhir di sini hari ini. Siapa yang akan menolongnya nanti?
“Tehnik pertama, pesona dewi, formasi perlindungan!” Yi Xing berseru.
Pedang saint Gu sudah menyerangnya. Menghantam dari atas. Yi Xing ingin menahan serangan ini dahulu. Pertahanan pesona dewi memang kuat. Tapi Yi Xing tidak boleh lupa kalau lawannya seorang saint demi god. Mengalahkan anak itu bukan perkara sulit.
Saint Gu tertawa. “Tehnik yang bagus. Baiklah, akan aku tunjukkan bagaimana caranya menjadi seorang saint yang hebat!”
Saint Gu menarik pedangnya. Mengubah gerakan, menampilkan kekuatan baru. Dia memainkan tangannya.
“Tehnik pertama, penekanan!” kata saint Gu. Seketika kekuatan besar menekan tehnik pesona dewi.
Ini seperti menahan beban ribuan ton. Yi Xing tidak sanggup. Dia mulai kehabisan tenaga jika terus menahannya. Kaki Yi Xing bahkan dibuat tidak bisa berdiri tegak. Perlahan-lahan akan runtuh di tanah. Bergetar. Juga sakit. Yi Xing terpaksa menarik tehnik pesona dewi, lalu terpental mundur. Dadanya terasa sakit dan sesak. Napas tersengal.
“Nak, bagaimana? Masih ingin melawanku?” Saint Gu berkata sombong.
Yi Xing berdiri tegak lagi, menunjukkan seolah dia baik-baik saja. “Aku tidak akan mati semudah itu. Walaupun harus berjuang keras, aku tetap akan melawanmu. Sikap seorang saint tidak boleh menyerah.”
Tatapan anak itu melotot. Dia berang. Amarahnya sudah memuncak. Tangan terkepal erat. Urat-urat tangan muncul di kulit tangan.
Saint Gu mendengus. “Baiklah. Jika kau mengatakan itu, maka aku akan merenggut nyawamu dalam sekali serangan.”
Saint Gu bergerak lagi. Dia mengeluarkan tehnik tertentu. Yi Xing memerhatikan. Dia putar otak. Dia harus memikirkan cara supaya bisa keluar dari jeratan musuh.
“Tehnik kedua, pedang kematian!” Saint Gu berseru. Puluhan pedang menyerang remaja itu.
Yi Xing bergerak tak kalah cepat. Tangannya mulai mengaktifkan tehnik lainnya. “Tehnik keempat, cakar harimau!”
Cakar roh keluar. Ukurannya besar. Tehnik itu berhasil menahan puluhan pedang kematian saint Gu yang menghujam. Tapi, dalam dua detik saja tehnik itu berhasil dipatahkan. Cakar harimau tidak bertahan lama. Yi Xing lagi-lagi terdorong mundur. Darah keluar dari bibirnya. Dia cepat menghapus itu.
“Tehnik ketiga, pesona dewi, hipnotis!” Yi Xing memekik. Kecepatan ditambah.
Tehnik hipnotis bekerja hanya beberapa detik. Saint Gu masuk dalam perangkapnya. Yi Xing bergerak maju, lebih cepat, memaksimalkan kecepatan cahaya. Tiba di belakang punggung saint Gu, remaja itu meninjunya dengan cakar harimau lagi. Tehniknya tidak banyak-banyak amat. Yi Xing tidak punya batu andalan.
“Tehnik sampah seperti ini takkan berguna bagiku!” Saint Gu yang berbadan besar berhasil menepis serangan Yi Xing.
Lagi-lagi remaja itu terdorong mundur. Berguling-guling di tanah. Dia terluka. Namun itu tidak membuat Yi Xing berhenti. Jika dia berhenti, maka dia akan kalah. Jika dia kalah, dia akan mati. Tidak! Yi Xing tidak mau mati secepatnya. Banyak hal yang belum diketahuinya di dunia dewa ini.
“Tidak. Aku tidak boleh mati sekarang. Aku belum bertemu dengan ayah dan ibu. Aku harus melihat wajah mereka meskipun hanya sesaat.” Yi Xing menghapus lelehan darah di bibirnya. Remaja itu berdiri tegak lagi.
Semua tehnik sudah dikeluarkan. Sayangnya belum ada yang berhasil mengalahkan tehnik pertama saint Gu. Dia terlalu tangguh. Level saint demi god sesuai dengan reputasinya.
“Jika aku tidak bisa mengalahkannya, setidaknya aku harus membuat dia terluka, walau aku harus mati.” Yi Xing berkata pelan. Sorot matanya tajam, penuh akan makna balas dendam.
“Nak, kau dan aku bagai langit dan bumi. Takkan mudah bagimu menyentuhku barang sejengkal pun!” Saint Gu berkata sombong.
Yi Xing mendengus. “Meski level kita berbeda, tapi aku takkan menyerah. Akan aku buktikan kalau umur dua belas tahun bisa melucuti saint demi god.”
“Haha. Yi Xing, kau terlalu percaya diri.” Tian Heng menyahut. Dia tertawa terpingkal-pingkal. Ledekannya membuat Yi Xing kesal.
Saint Murong melipat tangan di dada. Dia memerhatikan pertarungan tidak seimbang ini. Dia takkan turun tangan hanya melawan satu murid battle ranking di bawah seratus ribu. Tetapi dia sedikit geram, sebab saint Gu terlalu banyak bermain.
“Pantas dia menempati urutan pertama dalam pertandingan calon saint. Dia ambisius dan tidak pantang menyerah. Dia memaksimalkan semua potensi di dalam dirinya. Dia bahkan memikirkan ide cerdas sebelum bertempur. Anak jenius seperti ini sayang sekali lahir dari keluarga tidak jelas.” Saint Murong berkata pelan. Dia sedang menilai.
Tangan kekar pria itu mengurut dagunya. Otak sedang memikirkan banyak hal. Matanya memicing, menatap Yi Xing.
“Menjadi orang pertama yang memenangkan MVP pertandingan, sejarah akan mencatat kemenangan prestisius ini. Jika saja dia tidak menyinggung keluarga Tian, mungkin anak ini bisa saja menjadi calon saint terhebat. Bahkan menjadi dewa agung di usianya yang sangat muda.” Saint Murong menambahkan ucapannya.
Pertempuran masih berlanjut. Saint Gu menggerakkan jarinya. Tehnik pertama pedang kematian kembali menyerang Yi Xing. Dia belum berhenti sebelum anak itu tiada. Ini perintah putra bangsawan.
“Tehnik ketiga, pesona dewi, hipnotis!” Yi Xing berseru. Lagi-lagi hanya itu yang bisa diandalkan saat ini.
Tehnik pedang kematian tertahan. Tehnik hipnotis menciptakan formasi kuat, sehingga senjata saint Gu melayang di udara. Tidak sanggup menembus formasi tehnik Yi Xing.
Remaja itu bergerak lagi, lebih cepat. Dia mengeluarkan pedang tajamnya. Menyerang dari belakang, seperti sebelumnya. Saint Gu menyadari itu. Pedang di tangan berhasil menahan tebasan Yi Xing.
“Tehnik pertama, hujan pedang roh!” Yi Xing menggerakkan dua jarinya.
Memerintah pedang untuk bergerak mengikuti kinerja otak anak itu. Ribuan pedang roh tercipta. Hujan pedang menghujani saint Gu. Sial. Dia berhasil melewatinya. Tehnik pertama hujan pedang roh bisa ditangkis hanya dengan satu pedang. Yi Xing menggerakkan lagi jemarinya. Menarik tehnik hujan roh ke atas, lalu melanjutkan lagi menghujani saint Gu.
“Tehnik kedua, Phoenix surga!” Saint Gu mengeluarkan tehniknya yang lain.
Burung api surga muncul dari atas portal yang tercipta di langit gelap. Suaranya melengking. Cepat sekali. Dalam sekejap mata sudah menerobos ribuan pedang hujan roh.
Dengan menggerakkan jarinya, saint Gu melepaskan satu tembakan pedang mengarah ke tubuh Yi Xing. Anak itu memicing. Cepat menghindar, pedang itu menancap di batang pohon.
“Hanya membunuh satu anak yang belum mencapai saint, kau harus mengeluarkan tehnik kedua. Kau buang-buang waktu saja.” Saint Murong maju.
“Aku hanya ingin bermain-main dengannya.”
“Dia bukan tandinganmu. Bermain-main dengannya hanya membuang-buang waktu. Bahkan kurang dari lima persen tenaga yang dikeluarkan.” Saint Murong melirik orang di sebelahnya sekilas. “Aku akan mengakhiri semuanya secepat mungkin. Agar kita segera kembali ke istana.”
“Santailah sedikit, Murong. Nikmati permainan ini.”
“Saint Gu. Jika ada yang melihat kita menindas anak kecil, syarikat dewa akan mempertanyakannya. Konsekuensi terberat, gelar saint kita akan dicabut.” Saint Murong mengingatkan.
Saint Gu mengalah. Baiklah, dia takkan membantah lagi. Terserah pria ini. Dia hanya mengikuti alurnya. Saint Murong bergerak cepat, menggeret pedangnya. Dia siap melepaskan satu tebasan. Maka anak itu akan tewas.
Yi Xing tidak tinggal diam. Dia tak kalah cepat bergerak. Dua pedang saling beradu. Sayangnya, pedang Yi Xing kalah tenaga. Hal itu memaksanya kalah lagi. Pedang tajam menancap di tanah, lima meter dari jaraknya terpental. Dia dikalahkan saint Murong sangat mudah.
“Nak, jika kau ada kesempatan hidup kedua di dunia ini, ingat baik-baik wajah kami. Wajah inilah yang membuatmu mati saat ini.” Saint Murong berkata lirih.
Yi Xing memegang dadanya yang terasa sakit. “Aku tidak akan membiarkan dua saint tercela seperti kalian membunuhku!”
bikin malas baca novelnya.
jgn lupa di update crazy up sampai selesai novelnya
update weeeeee...