NovelToon NovelToon
Suami Berondongku

Suami Berondongku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nona Ahza

( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.

Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

Setibanya di rumah, Vano segera turun dari mobil dan berlari kecil ke arah pintu mobil di samping Nindy. Vano membukakan pintu, dan Nindy sangat senang di perlakukan seperti itu, serasa bak seorang tuan putri.

"Van biasa saja, jangan berlebihan seperti ini." kata Nindy sambil tersenyum.

"Apa nggak boleh aku membuat senang wanita yang aku sukai?" Sambil tersenyum-senyum menutup pintu dan mengantarkan Nindy sampai depan gerbang rumahnya.

"Sudah malam, kamu segeralah pulang, kamu pasti juga capek kan?" ucap Nindy seraya malu-malu yang di tatap oleh Vano.

"Sebelum pacarku masuk, aku tidak akan beranjak." ucap Vano lagi.

"Hmm, begitu ya...?" Tiba-tiba terlintas ide yang konyol di benak Nindy.

Cuuppp

Nindy mengecup pipi Vano, dan segera ia balikan badanya karena malu, setelah itu berlari kecil memasuki gerbang sambil menutup wajahnya. Vano yang melihat tingkah Nindy barusan terbelalak karena terkejut. Tapi setelah itu, dia pun tersenyum sambil memegangi pipinya yang dikecup oleh Nindy tadi.

Sebelum Nindy masuk ke rumahnya, ia melambaikan tangan kepada Vano. Vano pun membalasnya. Setelah melihat Nindy masuk rumah, Vano bergegas pulang menuju apartemenya.

***

Tak butuh waktu yang lama untuk sampai ke apartemenya. Ia buru-buru masuk dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Selesai itu, ia merebahkan tubuhnya di ranjangnya.

Terbayang waktu Nindy mengecup pipinya tadi. Vano tersenyum sendiri dan berguling-guling di kasur seperti orang gila.

"Ah, benar-benar wanita satu itu, bikin jantungku serasa mau copot saja." gumam Vano yang senyum-senyum sendiri.

Sementara di rumah Nindy, ia yang baru saja memasuki rumah disapa oleh ayah dan ibunya yang masih menonton televisi. Ternyata Ari juga ada, karena baru saja pulang dari kostnya.

"Baru pulang Nin?" sapa ayah yang melihat Nindy berjalan melewati mereka. Nindy menoleh dan menjawab sapaan ayahnya sambil tersenyum.

"Iya yah, bu, tumben belum tidur?" Lalu ikutan duduk bersama mereka.

"Kamu kapan pulang Ri?" tanyanya kepada adik semata wayangnya.

"Tadi sore mbak. Mbak kemana aja sih, jam segini baru pulang? Apa di kantor mbak banyak kerjaan?"

Pertanyaan Ari bak truck gandeng, nggak ada putusnya.

"Sebentar, yang mana dulu nih yang harus mbak jawab?" Nindy melepas jaketnya dan membenarkan posisi duduk, lalu menjawab pertanyaan Ari.

"Mabak tadi ada acara makan bareng temen kantor, mbak. Lebih tepatnya di traktir salah satu temen mbak. Sudah 4 hari mbak libur, dapat kompensasi dari kantor. Kamu sih, nggak pulang." jelas Nindy.

"Begitu rupanya, terus pulangnya mbak sendiri atau di anter tadi?" imbuh Ari lagi.

"Oh, tadi mbak nebeng sama Vano, sebenarnya sih tadi dia mau mampir, tapi karena sudah malam dan takut mengganggu, akhirnya nggak jadi." jawab Nindy seraya membereskan jaket dan tasnya, bersiap-siap akan menuju kamarnya.

"Wah tahu gitu, tadi aku mau dong di bawaain martabak telor, hehe." sahut Ari yang merebahkan tubuhnya di sofa panjang.

"Huuu..."

"Ibu, ayah, Nindy ke kamar dulu ya, capek sekali mau tidur dulu." Nindy berdiri dan segera bergegas.

"Iya, sayang." jawab Ibu yang duduk bersandar di lengan ayah.

Nindy segera menuju kamar. Ia menyalakan lampu kamarnya, agar kamar tidur yang begitu gelap menjadi terang, dan menaruh tas dan jaketnya di tempatnya. Segera saja ia membersihkan diri di kamar mandi.

Lama ia berendam di bathtup yang berisi air hangat dan busa sabun yang menutupi badannya. Teringat akan kejadian tadi, iasenyum-senyum sendiri sambil sesekali menutup wajahnya dengan kedua tanganya.

"Ahh, malunya..Nindy kamu ini kenapa sih?"

Ia menepuk dahinya sendiri. Segera ia selesaikan aktifitas mandi malamnya dan segera keluar untuk ganti baju.

Selesai mandi, Nindy merebahkan tubuhnya di ranjang kesayangannya. Di raihnya ponsel yang berada di atas meja. Betapa terkejutnya dia, melihat banyak sekali panggilan masuk tak terjawab dan beberapa pesan masuk dari Vano.

Dengan segera Nindy mengirim pesan balik kepada Vano.

"Van....ada apa? Maaf tadi mbak baru mandi, ponselku aku taruh di meja, jadi aku nggak denger." Nindy mengirim pesan dan gelisah menunggu balasan dari Vano. Beberapa menit ia menunggu, tak kunjung di balas juga.

Tring..tiing...

Suara pesan masuk sepuluh menit kemudian. Segera ia lihat dan benar, itu balasan pesan dari Vano.

"Kangen saja. Bolehkan? Oh, pantesan aku panggil nggak diangkat-angkat. Tapi sekarang sudah selesai mandinya kan? Boleh nggak aku Vidio Call?" Balas Vano yang membuat Nindy panik, karena mau VC an. Nindy tidak langsung membalas, ia malah mondar-mandir, mikirin pakai baju yang kesanya cute di lihat dan make up muka yang natural.

"Helloo...kok nggak balas?" Pesan dari Vano yang protes karena pesan yang tadi cuma di baca oleh Nindy.

Setelah dirasa make-upnya sudah natural, dan sudah ganti baju yang cute, Nindy membalas pesan dari Vano.

"Boleh lah, maaf agak lama, baru dari kamar mandi." Balas Nindy berbohong.

Tak lama kemudian ponselnya berdering dan itu dari Vano. Di angkatnya dan terlihat Vano yang berbaring di ranjangnya.

"Ehm kenapa sih, tadi kan baru saja ketemu, kok sekarang kangen lagi?" kata Nindy sambil duduk bersandar di ranjang, sambil menatap layar ponselnya.

"Sekarang kan aku punya pacar, apa nggak boleh kalau aku kangen?" tanya Vano sambil tersenyum memperlihatkan bibirnya yang merah menggemaskan.

"Tentu saja boleh." jawab Nindy sambil memeluk gulingnya.

"Mbak jangan peluk guling itu dong!" ucap Vano yang memasang muka marah.

"Loh kenapa Van?" tanya Nindy dengan muka polos yang menganggap ucapan Vano serius.

"Vano saja dong yang di peluk." ucap Vano di sertai dengan tawa yang lolos dari bibirnya. Spontan raut wajah Nindy berubah menjadi manyun. Vano yang melihat ekpresi wajahku lewat kamera handphone menjadi semakin gemas di buatnya.

"Ya sudah, sekarang mbak pacar bobok aja, pasti capek kan? Karena besok akan bertemu lagi dengan kerjaan yang seabrek. dan tentunya bertemu pacarnya yang ganteng ini, hehe.." Perintah Vano.

"Hmm, pacar ganteng..?? Perlu di pertimbangkan lagi. Good Night, hehe..." ucap Nindy kemudian.

"Good Night, sampai ketemu besok, emmuach..." ucap Vano dengan kiss di bibirnya.

Lalu ia matikan handphonenya. Nindy segera merebahkan tubuhnya yang terasa sangat pegal sekali. Dan ia pun tertidur dengan nyenyaknya seperti bayi.

***

Pagi harinya, Nindy bangun karena suara alarm handphonenya yang berbunyi. Ia segera membuka matanya, menggeliatkan badan ke kanan dan ke kiri sebentar, baru beranjak dari tempat tidurnya dan segera bergegas ke kamar mandi.

Selesai dari kamar mandi terdengar suara pesan yang masuk ke handphone Nindy. Ternyata dari Pak Badri. Beliau mmberitahu agar semua karyawan bagian divisinya masuk lebih awal karena ada meeting mendadak dan sangat urgent.

Buru-buru Nindy berpakaian dengan make-up yang sederhana, asal kelihatan wajahnya segar saja, nggak yang terlalu menor gitu, dan ia juga siapkan berkas untuk bahan meeting pagi ini. Nindy segera keluar dari kamarnya dan menuju meja makan untuk mengisi perutnya.

"Pagi bu, masak apa hari ini?" tanya Nindy sambil matanya mencari sesuatu.

"Ibu nggak masak hari ini? Tumben sepagi ini mau berangkat?"

"Iya bu, ada rapat mendadak, tadi dari atasan Nindy yang ngasih tau langsung lewat pesan." jawab Nindy sambil mengambil air putih di kulkas.

"Ayah ke mana bu?" tanya Nindy lagi seraya minum.

"Pagi-pagi tadi ayahmu lari pagi, tahu tiba-tiba saja begitu." sahut ibu.

"Oh.....Nindy berangkat bu." Ia mencium punnggung telapak ibunya dan segera bergegas pergi ke kantor.

Taksi yang di pesan online pun sudah menunggu Nindy di luar rumahnya. Segera aku naik dan pak sopir mengantarnya sampai kantor.

Sesampainy di kantor, suasana masih sepi. Baru beberapa langkah Nindy memasuki kantor, ada seseorang yang memanggilnya.

"Nindy...!" Nindy pun menoleh dan ternyata Ellen yang memanggilnya.

"Ellen? Ah bikin kaget saja kamu!" Celetuk Nindy sambil tanganya memegang dadaku karena kaget.

*******

Buat kakak yang sudah Like and rate terima kasih banyak..💕🤗

Salam maniez dari author..😉

1
ralis sa
aku suka cerita ari dengan krital
Muhammad rizki Ramadhan
bagus
Manda Ulfah
kereeeen...
Puji Nurati
nindy juga, kenapa ga bilang aja mau ngenalin samuel ke Ririn, aneh ..ud tahu vano cemburuan, tinggal jelasin, masa diem aja
inayah machmud
rasain km vanya makanya jd cewek jgn kegatelan godain suami orang. ..
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
inayah machmud
rasain km mak lampir. ..😂😂😂
hafiz saputra
vano perlu dibawa ke psikiater itu, kalo ngga bawa ke rumah gua aja biar gua tempeleng di sini,, jadi cowok kok lebay gitu,, cemburu sih hal yg wajar tapi jangan berlebihan juga kali!!!
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TAMAT,
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
Sulaiman Efendy
HAMIL BARENGAN NINDY & RIRIN...
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
Sulaiman Efendy
DAN UNTUNGYA VANO JUJUR, DN NINDY SLLU MNSUPPORT VANO, KRN NINDY TAU, VANO ADALH LAKI2 SETIA..
Sulaiman Efendy
UNTUNG ANGGA MAU DIAJAK KERJASAMA..
Sulaiman Efendy
WAHH OTHORNYA JAHAT NI, SI ANGGA PENGHIANAT, FAIZ SALAH BWA ORG UNTUK KERJA DIWARUNGNYA VANO, LBH LICIK SELLY DRIPADA VANYA
Sulaiman Efendy
MSH SAJA TROBSESI TU SELLY MA VANO, GATEL BANGET, KNP LO GK BALIKN KE MNTAN LO YG LO BILANG MSH CINTA DN SYANG, HINGGA LO BATAL NIKAH MA CALON SUAMI LO..
Sulaiman Efendy
KLO MAU JDI SUAMI ISTRI DUNIA AKHIRAT HINGGA KE JANNAH, YAA PERBANYAK IBADAH, ISI RUMAH DGN NILAI2 ISLAMI, TRUTAMA PRBANYAK BACA AL QUR'AN & SHOLAWAT, DN TRUTAMA BUAT KALIAN BRDUA, HRUS TAUBATAN NASUHA, KRN PRNAH BRZINAH...
Sulaiman Efendy
JGN2 MDF ITU PRUSAHAANNYA OM YOHANES PAPANYA KRISTAL.
Sulaiman Efendy
LBH PARAH DARI VANYA DLU NI SI SELLY, JGN2 UDH AMBYAR JUGA TU PERAWANNYA... APALAGI MEROKOK GITU...
Sulaiman Efendy
DLU PAS NINDY DI TOLONGIN RENDY PAS HMPIR JATUH KRN LANTAI TOILET HOTEL LICIN, LO NGAMUKNYA MNTA AMPUN, SKRG GILIRAN LO...
Sulaiman Efendy
MMG DASARNYA LO YG MIANG SELL, UDH TAU MOK NIKAH, MSH SELINGKUH, WAJAR LO DIPUTUSIN, DN UNTUNGNYA BLM MNIKAH, KLO UDH MNIKAH, DN SELINGKUH, APA GK NYESEK TU LAKI LO, TUHAN SYG MANTN CALON LKI LO, KRN LO BKN WANITA BAIK2 YG BSA JGA KSETIAAN, SKRG NGP LO GK BLIK MA MNTAN LO, HRSNYA LO MA DIA STELH GGAL MNIKAH..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..
Sulaiman Efendy
TEMAN2 VANO YG LAKI2 DARI KLUARGA TAJIR, TPI YG PLING TAJIR SBNARNYA FADIL, TRMASUK VANYA ISTRINYA, RENDY JUGA TAJIR, DODY, REYHAN, SRTA SAMUEL... KLUARGA SEDERHANA HNY LILY.. KLO RIRIN KLUARGA MNENGAH, KRISTAL OKE JUGA TUHH..
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS USH PERGI...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!