Kisah seorang gadis bernama ara yang dikhianati kekasihnya, tanpa sengaja dia dipertemukan dengan malaikat tanpa sayap yang ternyata pacar dari selingkuhan kekasihnya. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah ara akan tetap melanjutkan kisahnya dengan kekasihnya? atau akan merelakan kekasihnya begitu saja? ikuti kisahnya di "My CLick Girl" ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
🌱🌱🌱
"Jarang jarang ya pak bos datang ke kantin gini,” Kata Adi.
Aku hanya diam sedikit melihat ke arah mereka berdua. Marsya dengan anggun nya duduk di salah satu sudut meja menunggu makanan yang diambilkan Bisma. Bisma membawa nampan berisi 2 piring nasi dan mereka makan bersama dengan santai nya.
Seperti nya mereka sangat akrab dan terkadang tertawa bareng. Bisma sedikit melihatku yang sedang makan dengan lahap nya.
Jam menunjukkan kalo jam istirahat sudah mau habis, semua karyawan sedikit demi sedikit meninggalkan kantin menuju ruangan nya masing masing. Termasuk aku dan Adi juga akan beranjak dari kantin.
Karena hanya ada satu jalan besar menuju ruang utama, jadi aku pasti bertemu Bisma dan Marsya.
Kenapa aku liat adegan ini lagi sih? Marsya jatuh karena heels nya yang terlalu tinggi dan Bisma menangkap tubuh nya. Kenapa hidupku harus ditakdirkan melihat adegan adegan seperti ini sekali lagi dan lagi?
Menjengkelkan! Bisma membantu nya duduk di salah satu tempat duduk dan melepaskan heels nya. Harus seperti itu ya? Tanpa simpati, langsung ku tinggal mereka berdua. Bikin sakit mata aja, sakit mata akut. Merusak mataku yang masih bersih.
“Mereka serasi banget ya mbak?” adi meminta pendapatku.
“Serasi darimana?” tanyaku sebel.
“Mbak kinara kenapa sih? Sejak masuk kerja uring uringan terus. Pak bos kan baru sembuh dari uring uringan nya," Sahut Adi.
“Maka nya jangan ngomong tentang curut itu di depanku. Aku nggak suka,”
“Bu marsya tuh salah apa sih sama mbak kinara?”
“Banyak!” jawabku sewot.
Kami berdua kembali menuju ruangan dan mulai mengerjakan beberapa tugas. Nggak lama kemudian lewatlah Bisma berjalan menggendong Marsya ke ruangan nya. Apa apaan sih dia?
“Hubungi dokter!” pinta nya padaku.
“Kenapa harus aku?” tanyaku agak nggak terima.
“Jangan kekanakan deh, ra, ” kata Bisma dengan nada meninggi.
Aku melihat mereka masuk ruangan dengan bantuan Adi. Ku telpon dokter yang ada di nomor darurat. Bisma bingung sedang menelpon beberapa orang. Beberapa menit kemudian datanglah dokter dengan peralatan lengkap nya.
Bukan hanya dokter, di sana ada mama nya Bisma yang sedang menggendong Chelsea. Aku melihat dokter memeriksa kaki Marsya dari pintu kamar ruangan Bisma, sedangkan Chelsea duduk di samping Marsya dengan wajah sedih nya.
Mungkin Marsya penting banget buat mereka ya? Kenapa aku bodoh sekali lagi sih? Bisma Cuma membodohiku mungkin, dia nggak mungkin nikahin aku kan? Kalo jatuh cinta jangan bodoh dong, ra!
Semua orang benar benar mengkhawatirkan nya. Dengan kecewa aku meninggalkan mereka menuju ruanganku.
“Aku pulang dulu ya, Di," Pamitku pada Adi.
“Masih siang mbak, belum jam pulang," Kata adi.
“Kalo ditanya ntar bilang aku mengundurkan diri ya,” Kataku.
“Lagi???” Tanya adi mlongo nggak percaya.
“Kali ini beneran, aku nggak bakalan balik. Kamu ambil semua gajiku kalo aku sampe balik," jawabku.
“Emang nya mau kemana mbak?”
“Pergi jauh! Nggak di kota ini lagi," Kataku sebel.
“Serius nih mbak?”
“Pake banget!” kataku sambil beresin barang barangku dan memasukkan nya dalam mobil.
🌻🌻🌻
LOST HER…
Bisma point of view:
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Setelah dokter memeriksa kaki Marsya yang kata nya keseleo, mama nelpon tukang urut buat nyembuhin kaki nya. Aku menenangkan diri mencari kinara ke ruangan nya. Aku Tanya adi tentang keberadaan kinara dimana?
“Nggak tau pak, tadi siang habis nelpon dokter dan ikutan liat keadaan nya bu marsya di dalem trus dia keluar ruangan nya pak bos dengan wajah sedih banget. Trus beres beres barang nya,” Terang Adi.
“Trus dia bilang apa?” tanyaku.
“Bilang kalo ada yang Tanya suruh jawab kalo mbak kinara mengundurkan diri lagi,"
“Lagi???” tanyaku nggak percaya.
“Saya tadi juga kaget kenapa mengundurkan diri lagi?”
Aku mencari hape di saku celanaku dan mulai mencari nomor nya tapi nomorku di blokir. Apaan sih nih anak?
“Pinjem hapemu?”kataku pada adi.
“Buat apa pak?”
“Cepet telpon kinara, Tanya dimana dia sekarang!” kataku mulai dengan nada tinggi.
Adi dengan ketakutan mulai menelpon nya berkali kali tapi kayak nya nggak ada hasil.
“Di luar jangkauan pak. Mungkin hape nya dimatikan," kata Adi.
“Dia bilang apa lagi tadi?”
“Nggak bakalan balik kesini lagi, kalo sampe balik lagi kata nya gaji nya buat saya," jawab adi polos.
“Trus bilang apa lagi?” tanyaku.
“Yang jelas nggak akan tinggal di kota ini lagi, Pak,” Kata Adi.
“Bodoh!” kataku bingung yang nggak sengaja ngacak ngacak rambutku sendiri.
Sedangkan adi nggak berani bilang apa apa.
Aku turun pake lift langsung menuju parkiran, menyalakan mobilku menuju rumah nya. Tapi seperti nya rumah itu kosong karena pagar nya terkunci dengan gembok besar dari luar.
Aku langsung menuju bandara dan bertanya di sana apa ada nama penumpang penerbangan bernama kinara untuk hari ini? Ternyata nggak ada. Dengan cepat aku melajukan mobilku menuju rumah Kevin, ternyata istri nya juga ada di rumah.
“Kevin ada nggak?” tanyaku.
Dia mempersilahkanku masuk dan memanggilkan kevin untukku.
“Ada apa bis?” Tanya kevin yang menghampiriku di ruang tamu.
“Aku mau Tanya kinara,”
“Kinara kenapa?” Tanya kevin.
“Kamu tau nggak dia sekarang dimana?”
“Sejak aku nikah, kinara jarang kesini bis,” sahut kevin.
“Aku minta alamat orangtuamu deh," Kataku.
“Bukan nya kalian satu kantor?” Tanya kevin.
“Tadi siang sih masih ada, eh siang siang dia ngilang,"
“Ahh ntar juga ketemu. Baru aja ngilang, ngilang nya tadi doank kan?”Tanya kevin.
“Iya, takut nya ngilang beneran," kataku.
“Nikahin aja dia biar nggak ngilang mulu," Celetuk kevin.
“Minta alamat orangtuamu deh," Kataku lagi.
Akhirnya kevin memberikan sebuah alamat.
“Kamu jangan buat kinara nangis ya, aku sebener nya uda buat perhitungan sama kamu. Gimanapun dia punya perasaan, hatinya nggak sekuat fisik nya,” Chika memperingatiku.
“Aku bener bener nggak tau karakter adekmu,” Kataku putus asa.
“Seenggak nya jangan bersikap dingin sama dia, kamu dulu sering kan begitu sama dia. Aku bener bener nggak terima!” Sahut chika kecewa.
“Aku ngerti," Kataku sambil berpamitan sama mereka berdua.
Aku mulai mengemudikan mobilku ke alamat yang diberikan Kevin. Apa dia marah karena aku bentak dia tadi ya? Bodoh!!! Aku mengutuki diriku sendiri.
Ini uda jam 10 malam, sedangkan perjalanan menuju kota B benar benar membutuhkan waktu satu malam. Setengah perjalanan aku berhenti di rest area dan memarkirkan mobilku.
Ini uda jam 3 malem, aku duduk di salah satu café rest area dan memesan kopi. Ku bawa kopiku dan seseorang berjalan dengan tergesa gesa hingga menabrakku. Aku menahan rasa panas yang membasahi jas serta kemejaku. Sial!
“Kalo jalan liat donk, mbak!” kataku marah.
Aku kaget melihat nya karena itu kinara yang juga sama sama basah kena kopi. Dunia bener bener sempit. Aku marah sekaligus senang karena menemukan nya.
“Mas nya yang nggak liat, uda tau bawa kopi tapi nggak hati hati," Jawab nya masih focus membersihkan baju nya yang juga basah. Dia bahkan belum sadar kalo yang lagi ngomong sama dia adalah aku.
“Ganti rugi kopiku,” Kataku.
“Enak aja…” kata nya melihatku dan nggak ngelanjutin kata kata nya. Setelah melihatku, sekarang dia pura pura nggak ngeliat aku dan meninggalkanku. Aku berlari dan memegang tangan nya, menahan nya agar tidak pergi.
“Apaan sih?” kata nya dingin melepaskan tanganku.
“Kamu yang apaan?” kataku menahan suaraku agar tidak membentak nya.
“Apaan apa nya?”
“Main kabur saat kerja,” Jawabku.
“Kita uda nggak ada urusan apa apa. Aku kan uda mengundurkan diri,” Sahut nya.
“Jangan kayak anak kecil donk, ra," pintaku memelas.
“Yang kayak anak kecil itu siapa? Aku apa kamu?” Tanya nya marah.
“Tingkahmu itu kekanakan banget,” Kataku mulai ikutan emosi karena sangat capek untuk hari ini.
Selamat berlibur, selamat menikmati... 🌻
Semoga diberi kesehatan, rejeki dan banyak cinta...
jangan lupa like, comment and vote ya...
Smoga harimu indah readers ❤️❤️❤️
tapi si Bisma juga cueknya kebangetan sama Ara..