NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sang Ratu Star Beast

Bangkitnya Sang Ratu Star Beast

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Supernatural / System / Balas Dendam / Peradaban Antar Bintang / Summon / Penyesalan Keluarga
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Galaxy

Keluarga Ashford membesarkan dua putri. Sayangnya, yang mereka sayangi adalah orang yang salah.
Selama dua tahun, Sera Ashford hidup seperti bayangan di rumahnya sendiri. Saat adik angkatnya, Yara, memakai barang bermerek dan menerima telur Star Beast tingkat Gold di hari ulang tahunnya, Sera hanya diberi 500 kredit sebulan dan tidur di gudang sempit seluas tujuh meter persegi.
Tiga kakaknya selalu memukul dulu, lalu tidak pernah bertanya. Ayahnya melihat semuanya, tetapi memilih diam. Ibunya, seorang kontraktor tingkat Raja yang mampu meratakan satu blok kota, bahkan tidak pernah sekali pun memeriksa rekaman keamanan yang bisa membuktikan bahwa semua tuduhan terhadap Sera adalah fitnah.
Jadi, ketika Yara kembali menjebaknya dan menyuruhnya merangkak, Sera tidak berlutut.
Dia menandatangani surat pemutusan hubungan keluarga, menerima satu pukulan terakhir di wajahnya, lalu pergi ke wilayah pinggiran Dustmere Colony yang tidak mengenal hukum. Di dagunya masih ada darah, dan di kepalanya terdengar suara asing yang belum pernah ia dengar sebelumnya.
Supreme Star Beast System aktif.
Sekarang Sera membuka Star Beast Station di tengah tempat rongsokan. Dia menyembuhkan Star Beast yang gagal diselamatkan klinik papan atas, mengevolusi makhluk yang seharusnya mustahil berevolusi, dan memasang harga yang bahkan membuat para penguasa perang terdiam.
Pelanggan pertamanya? Pewaris keluarga terkaya di koloni itu. Pria dingin yang tidak pernah tersenyum pada siapa pun, tetapi selalu menemukan alasan untuk kembali.
Sementara itu, kakak-kakak Sera mulai menonton rekaman lama. Ibunya mulai gelisah.
Dan Sera? Dia baru saja memulai.
Kisah fantasi progresi sci-fi tentang penjinakan Star Beast, tokoh utama wanita yang tajam dan tidak mudah ditindas, romansa slow burn dengan pewaris dingin, serta sebuah keluarga yang terlambat menyadari siapa yang sudah mereka buang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galaxy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

Bab 002 - Star Beast Station

Pagi di distrik pinggiran Dustmere Colony tidak pernah terlihat indah.

Langitnya abu-abu, udara dipenuhi bau logam berkarat, dan angin yang lewat selalu membawa debu halus dari pabrik tua yang sudah lama ditinggalkan. Di tempat seperti ini, tidak ada keluarga bangsawan yang mau datang. Bahkan pekerja biasa pun hanya melewati daerah ini kalau benar-benar tidak punya pilihan lain.

Namun bagi Sera Ashford, tempat ini jauh lebih baik daripada kediaman House Ashford.

Setidaknya di sini tidak ada yang menyuruhnya berlutut.

Setidaknya di sini tidak ada yang memakai wajah keluarga sambil menusukkan pisau ke dadanya.

Sera berjalan di antara bangunan kosong dengan langkah sedikit pincang. Luka di punggungnya masih terasa perih setiap kali kain bajunya bergesekan dengan kulit. Pipi kirinya bengkak. Sudut bibirnya pecah. Kalau orang lain melihatnya sekarang, mereka mungkin mengira dia baru saja keluar dari medan perang kecil.

Dalam arti tertentu, itu tidak salah.

Malam tadi adalah medan perang.

Dan dia kalah sebagai anak keluarga Ashford.

Tapi dia menang sebagai Sera.

Panel biru keperakan masih melayang di depan matanya.

[Misi utama: First Shop]

[Batas waktu tersisa: 68 jam 12 menit]

[Silakan pilih lokasi pembangunan Star Beast Station.]

"Kau tidak bisa sedikit lebih sabar?" gumam Sera dengan suara serak.

Sistem tidak menjawab.

Sera juga tidak benar-benar mengharapkan jawaban. Dia menarik napas pelan, lalu melihat sekeliling. Di sebelah kirinya ada gedung bekas gudang logistik yang atapnya sudah bolong. Di sebelah kanan ada bengkel tua dengan pintu besi setengah runtuh. Beberapa meter di depan, berdiri sebuah bangunan dua lantai yang dulunya mungkin pernah menjadi toko.

Kaca depannya pecah. Papan namanya tinggal separuh. Dindingnya kotor, penuh bekas terbakar.

Tapi letaknya bagus.

Menghadap jalan utama distrik pinggiran.

Tidak terlalu dekat dengan wilayah keluarga besar mana pun.

Dan yang paling penting, tidak ada orang di dalamnya.

Sera berhenti di depan bangunan itu.

"Yang ini."

[Lokasi telah dipilih.]

[Apakah Host ingin menggunakan template bangunan Star Beast Station?]

"Gunakan."

[DING!!!]

[Template bangunan tingkat awal sedang diterapkan.]

Detik berikutnya, cahaya keemasan menyebar dari telapak kaki Sera, merayap ke lantai retak, dinding kotor, pintu besi bengkok, dan kaca pecah. Debu yang menumpuk bertahun-tahun terangkat seperti kabut lalu menghilang. Dinding yang penuh noda berubah menjadi putih bersih. Pintu yang bengkok lurus kembali. Kaca depan yang pecah menyatu tanpa bekas.

Dalam waktu kurang dari satu menit, bangunan busuk di depan Sera berubah menjadi toko kecil yang bersih, terang, dan kokoh.

Di atas pintu, sebuah papan baru menyala.

**Star Beast Station**

Sera berdiri di depan papan itu.

Kata-katanya habis.

Dia sudah melihat banyak teknologi mahal di House Ashford. Helena suka memamerkan alat-alat terbaru dari Sovereign City. Yara juga sering menerima hadiah peralatan pelatihan yang harganya bisa membeli seluruh distrik pinggiran ini.

Namun tidak ada yang seajaib ini.

Sera mendorong pintu dan masuk.

Lonceng kecil berbunyi pelan.

Bagian dalam toko jauh lebih luas daripada yang terlihat dari luar. Di sisi kiri terdapat tiga Healing Pod berbentuk kapsul transparan. Di sisi kanan terdapat dua Evolution Pod dengan permukaan logam hitam kebiruan. Di belakang ruangan utama ada area boarding kecil yang berisi beberapa bilik tertutup untuk Star Beast yang dititipkan.

Tempat itu bersih, peralatannya menyala normal, dan setelah bertahun-tahun menumpang di sudut rumah orang lain, Sera akhirnya berdiri di ruang yang benar-benar menjadi miliknya.

Sera menyentuh meja kasir di dekat pintu. Permukaannya dingin dan halus.

[Misi utama First Shop selesai.]

[Star Beast Station tingkat awal berhasil dibangun.]

[Reward: Skill Star Eye telah diperoleh.]

[Fungsi terbuka:]

[Healing Service: 500.000 credits / penggunaan.]

[Evolution Assistance: 1.000.000 credits / penggunaan.]

[Boarding Service: 10.000 credits / hari.]

[Catatan khusus: Selama berada di dalam Star Beast Station, Host memiliki perlindungan mutlak.]

[Dinding dan fasilitas utama tidak dapat dihancurkan oleh serangan di bawah Saint-tier.]

Sera membaca baris terakhir dua kali.

Dia belum paham penuh apa itu Star Eye, tapi nama skill itu sudah masuk ke daftar kemampuan sistem. Deskripsinya pendek: membaca data Star Beast, kondisi tubuh, dan rekomendasi perawatan dasar.

Lalu dia tertawa pelan.

"Jadi di sini tidak ada yang bisa memukulku?"

[Benar.]

Jawaban sistem kali ini singkat, dingin, dan sangat menyenangkan didengar.

Sera berjalan ke kamar kecil di belakang toko. Ada cermin bersih di dinding. Ketika melihat pantulan dirinya, dia hampir tidak mengenali wajahnya sendiri.

Rambut hitamnya berantakan. Pipi kirinya membengkak. Ada bekas jari di wajahnya. Darah kering menempel di bibir dan dagu. Di balik kerah bajunya, dia bisa melihat luka-luka kecil di punggung.

Dia terlihat menyedihkan.

Sera menatap cermin itu lama.

Lalu dia menyalakan keran, membasuh wajahnya dengan air dingin. Luka di bibirnya perih, tetapi dia tidak berhenti. Dia menggosok darah kering sampai bersih, lalu mengambil perban sederhana dari kotak medis yang disediakan sistem.

Saat dia membuka baju luar untuk membersihkan punggung, beberapa pecahan kaca kecil jatuh ke lantai.

Sera memungut salah satunya.

Kaca itu kecil, bening, dan masih memiliki noda darahnya.

"Caelen," gumamnya, "aku akan ingat."

Dia membuang pecahan kaca itu ke tempat sampah.

Setelah membersihkan luka seadanya, Sera kembali ke ruang utama. Perutnya kosong, tetapi anehnya rasa lapar tidak terlalu menyiksa. Energi lembut dari toko seolah memenuhi tubuhnya perlahan.

[Star Beast Station menyediakan pasokan star energy dasar untuk menjaga fungsi tubuh Host.]

[Namun Host tetap disarankan makan secara normal demi kestabilan kondisi mental.]

"Kau bahkan mengatur makan?"

Sistem kembali diam.

Sera duduk di balik meja kasir. Baru saat itulah dia membuka ruang sistem dan melihat hadiah pemula yang diberikan semalam.

Sebuah telur Star Beast melayang di dalam ruang gelap.

Telur itu sebesar kepala manusia. Permukaannya merah tua dengan garis emas samar yang berdenyut pelan seperti napas.

[Gold-tier Star Beast Egg.]

[Status: Belum menetas.]

[Disarankan meletakkan telur ke dalam Evolution Pod untuk proses inkubasi aman.]

Sera berdiri lagi dan membawa telur itu ke salah satu Evolution Pod.

Begitu telur diletakkan di dalam kapsul, cairan cahaya merah keemasan langsung memenuhi ruang transparan.

[Proses inkubasi dimulai.]

[Estimasi waktu: 72 jam.]

Sera menatap telur itu.

Tujuh puluh dua jam.

Dalam tiga hari, dia akan memiliki Star Beast pertamanya.

Mungkin setelah itu, orang-orang Ashford tidak akan bisa lagi menatapnya seperti sampah.

Tidak.

Sera menggeleng pelan.

Dia tidak boleh berpikir terlalu kecil.

Tujuannya bukan membuat mereka berhenti menatapnya seperti sampah.

Tujuannya adalah membuat mereka menyesal karena pernah membuangnya.

Pintu depan tiba-tiba berbunyi.

Kling.

Sera menoleh.

Sebuah mobil hover hitam berhenti tepat di depan toko. Catnya mengkilap, bentuknya ramping, jelas bukan kendaraan yang seharusnya muncul di distrik pinggiran.

Pintu mobil terbuka.

Seorang pemuda turun sambil memeluk seekor Fire Squirrel kecil di dadanya.

Pemuda itu tinggi, memakai mantel putih bergaya militer dengan garis perak di bahu. Rambutnya hitam rapi, wajahnya tampan, tetapi ekspresinya sedingin es. Hanya tangan yang memeluk Fire Squirrel itu sedikit gemetar, cukup untuk menunjukkan bahwa dia masih punya emosi.

Dia membuka pintu toko dan masuk.

Matanya langsung bertemu mata Sera.

Untuk dua detik, tidak ada yang bicara.

Pemuda itu melihat wajah Sera yang masih bengkak. Pandangannya berhenti sebentar di sudut bibirnya yang pecah, lalu turun ke perban yang terlihat dari balik kerah.

Alisnya bergerak sangat halus.

Sera menyadari tatapan itu dan langsung berkata dingin, "Kalau datang untuk melihat orang terluka, silakan keluar."

Pemuda itu tidak terpancing.

Dia hanya menunduk melihat Fire Squirrel dalam pelukannya.

Hewan kecil itu hampir tidak bergerak. Bulu merahnya kusam. Napasnya lemah, tersendat, seperti bisa berhenti kapan saja.

"Bisa disembuhkan?" tanya pemuda itu.

Suaranya rendah dan dingin, tapi ada getaran tipis di ujung katanya.

Sera mengaktifkan skill yang baru didapat dari misi First Shop.

Panel data langsung muncul.

[Target: Fire Squirrel.]

[Tier: Silver.]

[Status: Racun langka memasuki sistem darah. Organ star energy rusak. Waktu hidup tersisa: 21 menit.]

[Rekomendasi: Healing Pod. Tingkat keberhasilan: 100%.]

Sera mengangkat alis.

Dua puluh satu menit.

Pemuda ini datang tepat waktu.

"Bisa," ucap Sera. "Healing Service. Lima ratus ribu credits."

Pemuda itu bahkan tidak berkedip.

"Akun."

Sera menunjuk panel pembayaran di meja.

Pemuda itu menempelkan gelang komunikatornya. Bunyi transaksi langsung terdengar.

[Pembayaran diterima: 500.000 credits.]

Sera berjalan keluar dari balik meja. "Masukkan ke Healing Pod."

Pemuda itu mengikuti tanpa banyak bicara. Cara dia meletakkan Fire Squirrel ke dalam kapsul sangat hati-hati, seolah takut satu gerakan kasar akan menghancurkan makhluk kecil itu.

Sera memperhatikan diam-diam.

Orang kaya dari keluarga besar biasanya melihat Star Beast sebagai alat, lambang status, atau senjata. Namun pemuda ini memeluk Fire Squirrel seolah itu sesuatu yang berharga.

Setidaknya, dia bukan jenis orang yang langsung membuat Sera ingin menendangnya keluar.

Healing Pod tertutup.

Cahaya hijau lembut menyelimuti tubuh Fire Squirrel. Garis-garis racun hitam yang sebelumnya samar terlihat di bawah bulu mulai mencair dan menghilang.

Pemuda itu berdiri di samping kapsul, punggungnya tegak, wajahnya tetap dingin. Namun tangannya mengepal.

"Namamu?" tanya Sera.

"Lucian Blackwell."

Sera menoleh sedikit.

Blackwell.

Keluarga terkaya di Dustmere Colony.

Pantas mobilnya terlihat seperti bisa membeli seluruh jalan ini.

"Sera Ashford," katanya.

Mata Lucian bergerak lagi.

Ashford.

Nama itu jelas dia kenal.

Tapi dia tidak bertanya kenapa seorang Ashford berdiri dengan wajah bengkak di toko pinggiran seperti ini. Dia juga tidak bertanya apa hubungan Sera dengan keluarga yang namanya semalam mungkin sudah mulai menyebar sebagai gosip.

Dia hanya berkata, "Pemilik toko?"

"Satu-satunya."

Lucian mengangguk kecil.

Mereka kembali diam.

Healing Pod berbunyi setelah proses selesai.

[Proses penyembuhan selesai.]

[Racun telah dibersihkan.]

[Kerusakan organ star energy telah dipulihkan.]

[Evaluasi tambahan: fondasi energi target diperkuat.]

[Output star energy: naik 16%.]

[Stabilitas inti: naik 21%.]

[Kualitas tubuh: Silver-low -> Silver-mid.]

Kapsul terbuka.

Fire Squirrel yang tadi hampir mati membuka mata. Bulu merahnya kembali cerah, tetapi bukan hanya itu. Tubuh kecilnya tidak lagi kurus lemas. Garis api di ekornya menyala lebih tebal, dan ketika ia melompat ke pelukan Lucian, gerakannya jauh lebih ringan daripada sebelum masuk pod.

Ekspresi Lucian akhirnya berubah.

Sangat sedikit.

Hanya sudut matanya yang melembut. Lalu dia membuka pemindai pribadi di gelang komunikatornya.

"Output energinya naik," katanya.

"Kau bisa membaca?"

"Blackwell punya alat sendiri."

Lucian menatap angka di layar kecilnya lebih lama daripada menatap luka di wajah Sera.

"Healing Pod biasa tidak memperkuat fondasi."

"Pod-ku bukan pod biasa."

Fire Squirrel mencicit keras, seolah setuju.

Lucian mengusap kepala kecilnya. Wajahnya masih dingin, tapi Sera melihat cara ibu jarinya berhenti di antara telinga Fire Squirrel. Dia bukan hanya lega Star Beast-nya selamat. Dia juga sedang menghitung.

Kalau satu layanan penyembuhan bisa membersihkan racun langka dan menaikkan fondasi energi, layanan lain di toko ini mungkin lebih tidak masuk akal.

[DING!!!]

[Kondisi terpenuhi.]

[Misi sampingan First Customer selesai.]

[Hadiah: Atribut keseluruhan +5.]

[Skill Star Eye telah diperkuat.]

[Quality Upgrade Pill tingkat Diamond telah diberikan.]

[Fitur layanan gratis harian telah aktif.]

Sera membaca panel sistem itu dari sudut matanya.

"Terima kasih," ucap Lucian.

Sera bersandar pada meja di sampingnya. "Jangan berterima kasih terlalu cepat."

Lucian menatapnya.

Sera menunjuk Evolution Pod di sisi lain ruangan.

"Toko ini punya layanan lain. Setiap hari aku bisa memberi satu layanan gratis kepada pelanggan yang kupilih. Fire Squirrel-mu baru saja lolos dari kematian. Kalau ingin membuatnya benar-benar berubah, coba Evolution Pod."

Lucian menatap kapsul hitam kebiruan itu.

"Risikonya?"

"Di tempatku?" Sera tersenyum tipis. "Nol."

Pemuda itu tidak langsung menjawab.

Sera bisa melihat dia sedang menimbang. Orang dari keluarga besar tidak akan mudah percaya pada toko asing di distrik pinggiran. Apalagi pemiliknya adalah gadis dengan wajah babak belur yang baru saja mengaku sebagai Ashford.

Namun angka di pemindai pribadinya masih menyala. Fire Squirrel sudah menjadi bukti hidup di pelukannya.

Akhirnya dia berkata, "Tunjukkan padaku."

Sera melihat Fire Squirrel yang baru pulih. "Besok pagi."

Lucian mengerutkan kening tipis.

"Tubuhnya baru diperbaiki. Kalau langsung masuk Evolution Pod, datanya tidak bersih. Aku ingin melihat dia stabil semalam dulu."

Alasan itu masuk akal. Lebih penting lagi, Lucian bisa melihat sendiri bahwa Sera tidak asal mendorong layanan mahal hanya karena ada kesempatan.

"Jam berapa?" tanyanya.

"Sembilan."

"Aku datang."

Sera menatap Lucian Blackwell.

Pelanggan pertama ini tidak hanya membayar. Dia juga akan kembali.

"Baiklah, Ice Prince," ucapnya.

Lucian mengangkat alis sangat tipis.

"Besok kita lihat apakah tupai kecilmu bisa belajar menggigit dunia."

1
Wega Luna
tidak ada visualnya kah ,walau itu AI ,
Dewi Sri
Aku membayangkan karakter cerita ini seperti manusia besi tapi entahlah, yg jelas author nya pintar
Dewi Sri
hadir... awal cerita... Baguus sekali
Dbdn
nak update lagi seru
Dbdn
nak update lagi seru
NU
next
Siti Hawa
baru baca thoor, semoga ceritanya menarik Dan bagus mawar untuk mu
Kasma Wati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!