Lanjutan My Bodyguard is My Boyfriend, The Bianchis, Kings and Queens. Mafia and Yakuza Brothers dan The Cowboy Who Loves Me
Novel ini akan ada tiga cerita dari Dubai dan Turin.
Dubai - Galena Schumacher, salah satu princess dari keluarga Emir Al Jordan bertemu dengan superintendent Scotland Yard Alex Darling di London. Alex jatuh cinta dengan gadis yang memiliki selisih usia delapan tahun darinya. Bagaimana polisi yang juga sahabat kakak Galena itu bisa meyakinkan gadis bar-bar itu?
Turin - Raul Accardi jatuh cinta dengan iparnya, Lenna Rossi, seorang cowgirl yang juga pemilik peternakan Rossi. Namun salah satu pegawai peternakan itu Buzz, diam-diam mencintai Lenna. Bagaimana kah kisah mereka?
Turin - Alano Bianchi bertemu dengan Aaliyah Saab di sebuah rumah sakit di Glasgow Skotlandia saat dirinya kecelakaan bermain ski. Tanpa Alano tahu, Aaliyah bukanlah orang asing di keluarganya. Bagaimana usaha Mafioso Turin meyakinkan gadis dingin yang irit bicara itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan ke IGD Galena
London Inggris
Galena dan Alex kembali ke rutinitas di bidang pekerjaan mereka namun meski begitu, mereka tetap menyempatkan diri untuk bertemu. Hubungan Alex dan Galena semakin serius apalagi gadis itu sudah bilang pada kekasihnya kalau dia akan tinggal di London.
Seperti hari ini, Alex dan Galena sama-sama tidak mendapatkank libur Natal karena harus berjaga di tempat tugas masing-masing. Galena harus bersiap-siap karena biasanya setelah Natal, pertandingan sepak bola liga Inggris tetap dilakukan yang biasa disebut Boxing Day.
"Sebagai resident, selalu disuruh suruh senior tapi kalau ada kesalahan, kita juga yang kena..." gerutu Melanie, teman kuliah Galena. Keduanya sedang berjaga di IGD Royale Hospital London dengan wajah manyun dan mata pedas menahan kantuk.
Galena memegang gelas kopi hitamnya yang kedua ditambah dengan permen mint agar tetap terjaga tapi entah kenapa, aji sirep di rumah sakit ini lebih kencang hembusannya dibandingkan hari-hari sebelumnya. "Ya Allah, aku ngantuk banget ! Padahal tadi sebelumnya sudah tidur di apartemen..." ucap Galena sambil menguap lebar.
"Kok kita jadi ngantuk begini ya Lena..." timpal Melanie sambil menguap juga.
"Hu um... Aku juga bingung..." Galena melihat sekelilingnya dan para suster, dokter jaga dan pasien yang datang pun tampak mengantuk malah salah satu suster langsung tertidur.
Kok aneh... Semuanya macam kena aji sirep. Mata biru Galena terasa berat dan baginya menelpon Alex Darling adalah mood booster tersendiri. "Halo, Darling... Bisakah kamu ... Memeriksa..." ucap Galena dengan nada mengantuk ketika Alex menerima panggilannya.
"Memeriksa apa Len...?" tanya Alex Darling bingung.
"Aku ... Sepertinya kena ... Bi...us. Pakai mas...ker..." BRUGH ! Galena terjatuh dari kursinya dan langsung terlelap.
"Len ? Lena ! GALENA !" panggil Alex Darling di seberang dengan nada panik.
***
Markas Scotland Yard London
"Periksa Royale Hospital! SEKARANG !" teriak Alex Darling ke semua polisi yang sedang berjaga.
"Aku hubungi pihak patroli" sahut Mark Kennedy, salah satu rekan Alex. "Memangnya kenapa Lex?"
"Ada yang tidak beres ..." gumam Alex Darling yang langsung mengambil jaket dan pistol nya dari dalam laci meja kerjanya.
"Darling ! Patroli mengatakan, semua orang di ruang IGD tergeletak..." lapor rekannya yang lain.
Alex Darling yang sedang mengenakan jaketnya, terkejut mendengar situasi rumah sakit tempat Galena berjaga. Galena! "Bawa tim kesana termasuk tim Hazard !"
***
Hampir semua jajaran kepolisian London mendatangi IGD Royale Hospital dan Alex Darling menatap cemas ke arah pintu masuk. Mereka tidak bisa masuk ke dalam IGD karena terjadi pembiusan massal ditambah dua anggota kepolisian yang diminta datang, ikut tergeletak disana.
"Apakah gas sarin ( gas syaraf yang pernah menimpa subway di Tokyo ) ?" tanya Alex Darling dengan hati teremas-remas karena gadisnya berada di dalam.
"Kami belum tahu superintendent Darling..." ucap kapten tim hazmat.
"Tapi..."
"Kami tahu Miss Luna juga ada di sana. Tunggulah sampai kami tahu gas apa itu dan apa motifnya." Kapten itu lalu pergi meninggalkan Alex Darling yang berdiri di balik mobilnya.
Alex terkejut saat ponselnya berbunyi dan nama Gabriel Luna berada di layarnya. "Oom Gabriel..."
"Alex ! Apa yang terjadi?" tanya Gabriel panik.
"Aku juga tidak tahu Oom."
"Apakah gas sarin? Atau gas berbahaya lainnya?"
"Tim hazmat masih berusaha mencari tahu, Oom."
"Astaghfirullah... Ada apa di balik semua itu?" gumam Gabriel.
Aku juga ingin tahu Oom. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Galena, habis mereka semua !
***
"Aman ! Bukan gas sarin atau berbahaya ! Hanya gas mulia atau Xenon... Tidak berbahaya ... Mereka hanya kena bius !" seru kapten tim Hazmat setelah keluar dari IGD Royale Hospital yang mengakibatkan semua pasien di gedung sebelah harus dievakuasi dan menimbulkan kekacauan.
Alex Darling langsung memakai masker khusus dan merangsek masuk tanpa memperdulikan teriakan kapten dan rekan-rekannya.
Dimana Lena? Dimana Lena? Mata Alex tampak jelalatan mencari gadisnya diantara orang-orang yang tergeletak. Alex lalu mengambil ponselnya dan menelpon nomor Galena. Mendengar suara ringtone khas gadisnya, Alex bergegas menuju ke area belakang tempat para residen berada. Disana dia melihat Galena tergeletak dengan masih memegang Tumbler kopinya dan ponselnya berada di sebelah tubuhnya.
"Lena ! Lena !" panggil Alex yang langsung memangku gadis itu dan menepuk pipinya. "Bangun sayang... Lena !" Alex menyentuh nadi di leher Galena yang terasa lambat. Tanpa memikirkan apapun, Alex langsung menggendong Galena keluar dari IGD dan disana para tim EMT sudah siap.
"Sadarkan dia !" pinta Alex Darling sambll membawa gadisnya masuk ke dalam ambulans.
Alex memegang terus tangan Galena sementara anggota EMT berusaha membuat gadis itu bangun. Sepuluh menit kemudian, jari tangan Galena bergerak dan perlahan matanya pun terbuka.
"Aahh syukurlah... Kamu bangun sayang ...."
Mata biru Galena melotot terkejut dan tak lama gadis itu berteriak kencang.
"Lena ! Lena. ! It's me ! Crap ! Aku lupa melepaskan maskernya !" Alex pun melepaskan masker khsusus nya dan wajah Galena pun tampak lega sedangkan anggota EMT itu hanya tertawa melihat kekacauan dua orang itu.
Alex dan Galena saling berpelukan dan pria itu mencium bibir Galena penuh perasaan karena dirinya tadi sempat merasa akan kehilangan gadisnya. "I'm so glad you are alive ( aku lega kamu masih hidup ), Len..." bisik Alex.
"Me too, Darling. Aku merasa tadi di awang-awang..." balas Galena. "Jangan pakai masker aneh-aneh itu lagi !"
Alex Darling tertawa kecil karena gadisnya sudah kembali seperti biasa.
"Haduuuhhh, aku kira aku diculik Alien ..." ucap Galena sambil meletakkan kepalanya kembali karena merasa pusing. "Aku kenapa Lex?"
"Ada yang berusaha membius kalian semua di IGD ..." jawab Alex Darling. "Nih telepon ayahmu, ponselmu masih di dalam. Aku urus kasus mu dulu." Alex menyambungkan ke Gabriel dan Galena tampak terharu saat mendengar suara ayah dan ibunya di seberang. Gadis itu pun menangis lega karena dirinya tidak apa-apa dan mereka pun terlibat percakapan yang mengharukan.
"Tensi, jantung dan semua organ tubuh Dokter Luna baik-baik saja superintendent Alex. Hanya saja dia masih harus butuh istirahat karena pengaruh bius bisa macam-macam efeknya dan setiap orang berbeda" ucap petugas kesehatan itu.
"Alhamdulillah... Tolong jaga dia sebentar, aku hendak mencari tahu siapa yang melakukannya!" ucap Alex Darling geram. "Dan apa motifnya !"
"Superintendent Alex..." panggil petugas itu. "Apakah ini serangan tero**ris?"
Alex Darling yang sudah keluar dari dalam mobil ambulans, menoleh. "Mau tero**ris atau bukan, mereka akan habis di tanganku !" ucapnya dengan penuh kemarahan hingga membuat petugas itu merinding.
Bahaya deh !
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️