NovelToon NovelToon
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi
Popularitas:245.1k
Nilai: 4.4
Nama Author: rafizqi

Dia seorang menantu yang terhina. Kehadirannya adalah beban bagi banyak orang. Semua orang menghinanya sebagai menantu sampah.

Tapi....
Semua orang tidak tahu, menantu yang mereka anggap sampah itu adalah seorang pewaris.

Mereka ketakutan....
Seluruh dunia bergetar setelah mengetahui identitasnya. Dialah Deon Adipati Laguna, penguasa Dewa elang yang sangat dihormati dan ditakuti di seluruh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

...🪴Happy Reading🪴...

Hiruk pikuk suara kendaraan semakin ramai. Celina terlihat berangkat dengan mobilnya menuju kantornya.

Ada rasa tak semangat seperti biasanya untuk pergi, namun tanggung jawabnya masih sama, yaitu harus pergi bekerja.

Hari ini adalah hari pertama bagi Celina bekerja di kantor dengan jabatan sebagai pegawai biasa dan bukan sebagai bos pemegang kendali perusahaan.

Karena semua itu sudah berpindah kepada kakaknya, Farhan.

Entah apakah kakaknya itu bisa mengelola perusahaan dengan benar? Celina meragukan itu.

Celina agak khawatir memikirkan semuanya. Keputusan yang di ambil oleh ayahnya benar-benar membuat Celina sakit kepala. Selama ini, Farhan tidak pernah benar-benar ingin mengelola perusahaan. Kehidupannya yang terbiasa mewah, membuatnya selalu saja bermain-main dan berfoya-foya.

Selain itu juga, Celina sangat menghafal bagaimana perangai kakaknya itu yang suka main perempuan. Kehidupan yang bebas membuat kakaknya seringkali menghabiskan uang kantor untuk keperluan pribadi. Tentu saja hal itu akan membuat perusahaan di dalam masalah.

Titttttt.....

Bugh.....

Lamunan Celina mendadak buyar. Lalu terdengar suara teriakan dari depan di luar mobilnya.

"Hei. Kurang ajar. Turun gak kamu. Rusak sudah mobil baru ku ini" Teriak wanita di depan mobilnya yang terlihat sangat marah.

Celina menahan nafas, menatap terkejut dan buru-buru keluar dari mobil.

"Maaf buk. Saya tidak sengaja."

"Tidak sengaja sih tidak sengaja. Ini gimana mobil saya rusak" Keluhnya.

"Maaf Buk. Saya akan ganti rugi" Ujar Celina menyesali setelah berhasil keluar.

Wanita itu agak melengos, namun tak menolak jika Celina ingin mengganti rugi mobilnya yang ditabrak dari belakang oleh Celina.

"Makanya kalau bawa mobil itu yang bener. Jangan asal tabrak aja. Kalau gak bisa bawa mobil jangan bawa mobil. Menyusahkan saja. Saya harus pergi ke bengkel jadinya" Omelnya kesal.

Celina hanya tersenyum miris mendengar omelan wanita tua itu. Ini juga salahnya yang terlalu memikirkan masalah hidupnya, alhasil dia menabrak mobil orang lain karena melamun dan kehilangan fokus saat menyetir.

Di mobil. Celina menghela menarik nafas panjang, lalu menghembuskan perlahan.

"Fokus Celina. Jangan pikiran apapun lagi. Setidaknya, saat ini masalah perusahaan sudah bukan tanggung jawab mu lagi." Gumamnya menguatkan diri.

"Apakah sikap tidak peduli itu harus terealisasikan. Sepertinya harus untuk saat ini." Gumamnya lagi, lalu memutar setir dan pergi dari sana.

Sesampainya di kantor. Celina dikejutkan dengan isi ruangan kerjanya yang sudah berubah. Di sana, barang-barang milik Celina sudah dipindahkan ke tempat lain, dan berganti dengan ruangan kerja milik Farhan.

"Apa-apaan ini?" Celina berucap dingin.

Farhan memutar kursinya dan berbalik menghadap Celina. Senyuman kemenangan langsung nampak mengukir di wajahnya.

"Selamat datang Celina" Sapanya, lalu berdiri.

Farhan melangkah mendekati adiknya dengan tersenyum tanpa dosa, "Duduk lah dulu. Aku akan menjelaskan semuanya" Ujar Farhan.

Celina hanya melengos dengan tatapan tajam, "Kenapa ruanganku diganti?" Tanya Celina kembali tanpa mengubah pandangannya yang luruh dengan ekspresi dingin.

Farhan hanya terkekeh kecil, "Apa kamu tidak melihat papan nama siapa disini?" Ucapnya tersenyum, lalu menujuk kepada papan nama di atas meja sebagai CEO Farhan Laguna Abimanyu.

Celina menatap dingin papan nama itu.

"Itu artinya, ruangan ini bukan lagi milik kamu Celina. Ruangan ini sudah menjadi milikku karena papa sudah membuat keputusan nya semalam. Apa kamu lupa?" Tanya Farhan dengan nada mengejek.

"Ingat, kamu hanya wakilnya, Dan aku bos nya, jadi bersikap baiklah mulai sekarang" Lanjut Farhan sengaja memperingati Celina.

Celina menatap kakaknya itu semakin tajam, lalu pergi meninggalkan Farhan dengan perasaan kesal.

Diluar, sebelum pergi dia menanyakan letak ruangannya kepada staf kantor tentang ruangan kerjanya yang sudah di pindah.

"Dasar sombong. Baru sehari saja sudah sangat sombong. seperti bukan kakak sendiri" Celina ngedumel sendiri didalam hatinya mengingat sikap sombong kakaknya.

Tringggg.....

Tiba-tiba, sebuah notifikasi masuk ke handphone miliknya. Celina melihatnya, dan perasaannya langsung membara. Belum juga sampai ke ruangannya, Celina kembali menatap kebelakang dengan kesal yang mengarah langsung ke pintu kerja kakaknya.

"Pria itu benar-benar membuatku sakit jiwa" Celina kembali menapaki langkahnya menuju ruangan kakaknya dengan wajah geram.

BRUAKKK....

Pintu dibuka dengan kasar. Membuat Farhan yang ada di dalam kaget dan itu membuatnya sangat kesal.

"Bisa gak sih ketuk pintu dulu" Gerutunya.

"Untuk apa kamu menarik uang perusahaan sebanyak tiga puluh juta, kak?" Tanya Celina.

Walaupun Farhan memegang kendali perusahaan, namun masalah keuangan perusahaan masih berada dalam kendali Celina. Sebab, siapapun yang menarik uang pasti akan diketahui oleh Celina. Apalagi, Kakaknya tidak memiliki ijin tertulis untuk apa uang perusahaan itu digunakan.

Bukannya menjawab pertanyaan Celina, kakaknya itu malah semakin acuh dan tidak ingin menjawab apapun.

"Kak. Uang perusahaan tidak bisa di ambil seenaknya tanpa persetujuan dan alasan yang jelas. Katakan, untuk apa uang itu?" Desak Celina lagi. Namun reaksi Farhan masih sama, dia hanya menatap sekilas Celina, lalu kembali acuh dan melanjut pekerjaannya yang lain.

Celina sedikit mendengus sebal, "Baik. Kalau tidak ingin mengatakannya, aku akan melaporkan masalah ini ke polisi. Tanja ijin, tanpa persetujuan, maka akan dianggap mencuri uang perusahaan. Ini sama saja seperti kasus korupsi" Ancam Celina.

Farhan menatap dingin dengan sorot mata yang tajam, "Aku mengambil uang karena mama yang suruh. Kenapa kamu sangat cerewet sekali. Itu hanya tiga puluh juta, uang segitu tidak akan membuat perusahaan ini bangkrut" Kesal Farhan.

"Untuk apa mama meminta uang itu?" Tanya Celina lagi.

Farhan benar-benar naik darah, "Kamu ini benar-benar sangat cerewet ya. Jika kamu ingin tahu kenapa tidak tanya mama saja. Aku tidak tahu kenapa dia meminta uangnya" Sentak Farhan kesal.

Celina pun pergi meninggalkan ruangan begitu saja tanpa mengatakan apapun.

Diluar pintu, Celina sedikit berpikir, "Untuk apa Mama meminta uang perusahaan?" Gumamnya bertanya sendiri.

Dia pun mengeluarkan gawainya dan mencari kontak ibunya untuk menelpon.

Tut.... Tut. Tut....

Suara telepon menyambung.

"Hallo Ma" Sapa Celina segera setelah telepon berhasil di angkat.

"Ada apa Celina?" Tanya Amelia dibalik telepon.

"Ma. Aku mau tanya sesuatu. Kak Farhan bilang mama meminta uang perusahaan sebanyak tiga puluh juta. Untuk apa uang itu ma?" Tanya Celina.

Amelia sedikit diam mendengar pertanyaan anaknya tersebut.

"Ma... " Seru Celina lagi.

"Tidak Celina. Eh, maksud mama, mama membutuhkan uang, jadi mama memintanya kepada Farhan. Kamu jangan khawatir, mama hanya meminjamnya. Nanti akan mama ganti uang nya." Jawab Amelia terdengar gugup.

"Baiklah ma. Jika mama sudah ada uang lagi, segera untuk mengembalikan uang yang sudah mama pinjam ini. Jika tidak, ini melanggar aturan perusahaan ma. Kita bisa mendapatkan masalah jika menggunakan uang perusahaan tanpa alasan yang jelas" Jawab Celina mengingatkan.

"Iya. Mama mengerti kok. Kamu tenang aja" Jawab Amelia meyakinkan anaknya, Celina.

"Iya ma. Kalau gitu aku tutup teleponnya, Celina masih ada pekerjaan saat ini" Pamitnya, lalu mematikan telepon.

"Huhhhh. Untung saja Celina tidak banyak bertanya" Gumam Amelia lega ditempat lain.

Sore itu. Celina sudah pulang. Dia disambut oleh Shakila dan Deon di rumah.

"Mama" Teriak Shakila sembari berlari memeluk tubuh ibunya yang baru saja pulang bekerja.

Terlihat Deon tersenyum di belakang.

"Baru pulang sayang?" Deon mendekat dan mencium kening istrinya lembut.

"Iya. Kalian makan apa di rumah. Tadi aku mampir beli burger kesukaan Shakila. Ada Bakso juga untuk kamu" Jawab Celina sembari menenteng kan kantong plastik yang dia bawa ke atas.

"Wah ada Burger. Shakila mau ma" Jawab Shakila senang.

"Ayo kita makan ke dapur" Ajak Celina.

Keluarga kecil itu pun nampak bahagia dan pergi ke dapur.

Celina menyiapkan makanan yang dia beli tadi ke dalam mangkuk, lalu memberikannya kepada suami dan anaknya.

"Sudah siap. Silahkan makan" Ujar Celina.

Shakila dan Deon pun memakannya dengan senyuman yang masih mengembang di wajah mereka masing-masing.

"Apa harimu menyenangkan di kantor hari ini. Apa Farhan membuat masalah?" Tanya Deon sembari mengunyah makanannya.

"Huhhh. Hari ini sangat melelahkan. Banyak masalah yang terjadi di kantor" Keluh Celina dengan menghela nafas berat.

"Masalah?"

"Masalah apa?" Tanya Deon penasaran.

"Kak Farhan mengambil ruangan ku tanpa ijin. Selain itu, mama mendadak meminjam uang perusahaan tanpa ijin dariku. Seharusnya mereka memberitahuku dulu. Tapi kakak dan mama mengambilnya tanpa persetujuan. Aku takut masalah ini akan membuat agensi besar perusahaan mengira bahwa pihak kami melakukan penggelapan uang perusahaan. Karena tidak mudah menggunakan uang perusahaan sesuka hati tanpa tujuan yang jelas. Kamu tahu sendiri kan, perusahaan masih dalam masa pemulihan keuangan, dan aku takut pemakaian uang perusahaan itu akan mempengaruhi kestabilan perusahaan nantinya" Jelas Celina, menyampaikan keluh kesahnya di kantor.

Deon mendengarkan dengan seksama cerita istrinya tersebut. Deon merasa agak aneh. Biasanya ibu mertuanya itu akan sangat memperhatikan perusahaan ketimbang masalah pribadi. Dia pun berpikir, apa yang mendesak ibu mertuanya tersebut Sehingga meminjam uang perusahaan?

Deon merasa agak aneh, dan merasakan sesuatu yang buruk.

"Aku rasa kamu harus hati-hati atas masalah ini sayang. Aku takut, jika ini akal-akalan Farhan untuk menjebak mu. Dia tidak akan senang jika di perusahaan itu masih ada kamu yang menjadi pemegang sebagian perusahaan. Aku tidak menuduhnya, tapi aku rasa kamu harus berhati-hati kepadanya" Ujar Deon memperingati.

.

.

.

Bersambung.

1
Nur Suropati
judulnya penguasa tpi istri disakiti setiap hari sama keluarganya cuma diam aja,ganti aja judulnya jadi penguasa yg pengecut
Nur Suropati
cerita macam ini paling benci saya bacanya ibaratnya ceritanya dengan sengaja merendahkan martabat semua pria soalnya apa setiap hari dihina cuma asik diam aja
Nur Suropati
yg anehnya tidurnya terpisah terus kok bisa punya anak terus itu ceritanya macam mana
Sak. Lim
mc naiiiiif goblokkkk lebaaaay idioooooot songong punya kekuatan, kekuasaan tpi idioooooot sok misterius lebay ga berguna 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Sak. Lim
berhenti kerja semua nya gtu ja repot ada yg gampang di bikin ribet
Sak. Lim
idioooooot songong
Sak. Lim
omdo buktiin jgn omdo mc
Sak. Lim
itulah karena suami idioooooot lo yg sok misterius usa punya kekuasaan tpi masih di tutupin kebenaran nya apa bukan idioooooot itu nma nya
Sak. Lim
goblokkkk pegi dari rmh buat apa kluarga ga ada yg perduli gitu aja ribet amat
Sak. Lim
misterius nyesek kan hatinya 😂😂😂😂 nutupin rahasia lo ujungnya malu anak istri lo kjtan 😂😂😂
Sak. Lim
trus smpai kpn lo nutupin rahasia lo mc songong itu istri lo mc
Sak. Lim
idioooooot songong trllu naaif bnererrrr2 goblokkkk mc nya kejutan tpi masih di tutupin kebenaran nya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sak. Lim
plng lo bru di hina caci maki lo ga jls kata mau kasih kejutan tpi masih di ttp
Sak. Lim
karena idioooooot ga tegas jdi pria trllu lebay
Sak. Lim
emang idioooooot suami lo ga tegas jdi pria trllu lebay banget bikin malu ja seorang mc
Sak. Lim
idioooooot songong
Sak. Lim
lo ayah nya knpa mesti takut jgn naaaaaif gobloooook mc
dhani satria
nah ngono to brooootttttt.....,jadilah keras sekeras ketika joni mau nlesep
dhani satria
syakila anake sapa sih....,jare turu-ne misah......
dhani satria
klalen pihak rumah sakite ndian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!