NovelToon NovelToon
Bloodthirsty Handsome

Bloodthirsty Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rizky Rachma

"Kalau hati sudah memilih, otakku ini bisa apa?!"

Devian Almero, sosok pria tampan yang sama sekali tak mengerti perihal cinta sebelum bertemu dengan Diandra.
Ya, Diandra. Gadis manis itu mampu menggetarkan hati Devian saat awal perjumpaan.

Hingga akhirnya Devian nekad mengejar Diandra dan langsung mengklaim gadis itu sebagai milik. Berjalannya waktu, hujan rasa kasih sayang yang diberikan Devian, akhirnya mampu menaklukan hatinya.
Namun, sebuah fakta mencengangkan muncul di saat keduanya memadu kasih. Diandra baru mengetahui bahwa pasangannya itu ialah 1 diantara 7 anggota psikopat dari Keluarga Breadsley.

Sanggupkah Diandra menjalani hidup bersama Devian, sang psikopat tampan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky Rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Sean

Dihadapan Diandra kini, berdiri dua orang pria yang siap untuk saling menyerang.

Psikopat tak akan pernah membiarkan sesuatu yang sudah diklaim sebagai milik, tersentuh oleh orang lain.

Tatapan mengejek ditunjukkan Sean pada pria yang kini tengah dilahap amarah. Seakan tak gentar, walaupun musuh dihadapannya itu membawa benda tajam dalam genggaman.

Diandra harus cepat bertindak sebelum terjadi pertumpahan darah. Psikopat itu mahluk impulsif ... sukar mengendalikan diri. Namun, pengecualian dengan Devian yang selalu luluh saat gadisnya yang angkat bicara.

"Stop, Dev! Please, gue mohon!" teriak gadis itu dengan pupil bergetar.

Diandra berlari menghampiri Devian di sana. Nampak napas pria di hadapannya itu naik turun terbakar emosi.

Diandra mencoba meraih jemari Devian secara perlahan. Lekat menatap manik mata kebiruan yang berwarna senada dengan miliknya.

"Udah, jangan diterusin. Ayo, kita pulang," ucap Diandra lembut, lalu menuntun tangan Devian agar memasukan kembali senjata andalanya itu.

Beberapa kata dari Dindra sukses membuat Devian luluh. Semudah itu Diandra mengendalikan seorang psikopat yang selalu haus akan darah. Jujur, Devian selalu terpesona oleh paras rupawan milik Diandra yang baginya selalu menjanjikan kehangatan.

Diandra bersama Devian pergi meninggalkan club. Sean menatapi punggung keduanya yang kian menjauh. "Menarik," gumamnya kemudian.

Saat ini, Devian dan Diandra sudah duduk di dalam mobil. Mereka saling diam dengan pandangan lurus ke depan. Hingga terdengar helaan nafas kasar dari Devian.

"Ndra ...." panggil Devian lalu menoleh menatap gadis di sampingnya.

"Hmm ...."

"Gue, nggak mau kita putus," pinta Devian seraya meraih jemari Diandra yang menempel di atas pangkuan.

"Lo udah ngelakuin kesalahan yang sulit untuk gue maafin, Devian!" Diandra menundukan kepala sedih. Duri yang ditancap Devian pada hatinya abadi terasa sakit dan susah untuk pulih.

"Oke, gue salah, Ndra! Gue ke sana malam itu karena ada misi dari anak-anak. Please, lo harus percaya sama gue!" Devian menciumi punggung tangan Diandra. Dia tersiksa mendengar gadis itu berkeinginan untuk pergi. Rasa takut akan kehilangan kembali dirasakan.

"Bukan hanya itu, Devian. Gue nggak suka ... lo sembarangan main bunuh orang. Dia itu manusia, Dev! MANUSIA!" Diandra berucap dengan nada tinggi, memberi penekanan pada kata terakhir yang ia ucapkan. Setelah mendengar semua ini ... semoga saja pria di hadapannya itu tak meresponnya dengan amarah.

Itulah Devian dan para keluarga Breadsley. Tak bisa membedakan mana leher ayam dan leher manusia. Bagi mereka---yang memiliki kepribadian menyimpang, asal dengan perbuatan itu mereka bisa merasa puas dan senang ... tak akan jadi masalah.

"Kalau gue nggak lagi bunuh orang ... lo mau, 'kan maafin gue?" Devian menatap Diandra penuh harap.

"Kalau gue tetep minta putus---"

"Nggak! Gue nggak mau putus dari lo, DIANDRA ALISCA!" Pria itu segera memotong ucapan lawan bicaranya.

"Kita pacaran atas keputusan bersama. Jadi ... putus juga harus lewat persetujuan dari kedua belah pihak."

Oke, Diandra tak bisa lagi berkata-kata. Sudah ia duga, lepas dari psikopat yang terlanjur jadi bucin ... memanglah tak mudah.

Diandra berdehem, lalu mengutarakan permintaan yang sudah ia susun di otaknya untuk Devian sebagai syarat agar dia mau kembali bersama.

"Gue ada beberapa syarat yang harus lo penuhi kalau mau kita tetap pacaran!" tutur Diandra. Devian kontan membalik arah tubuhnya menghadap Diandra.

"Syarat apapun bakal gue lakuin!" jawab Devian antusias.

"1) Gue nggak l**ihat lo bunuh-bunuh orang lagi."

"2) Gue nggak mau lihat si Anabelle tinggal di rumah lo lagi."

"3) Berhenti jadi guru mengajar di sekolah gue. Murid sama guru itu nggak boleh pacaran. Ketahuan guru ****** kita. Sekalian ... Anabelle juga harus angkat kaki dari sekolah."

"4) Gue mau lo harus jawab jujur setiap gue ngajuin petanyaan."

Pria yang memakai jaket hitam itu mengembangkan senyum senang. "Oke, gue setuju dengan syarat dari lo, Swetie."

"Eitss, untuk yang itu gue masih ogah, ya! Masih dongkol hati gue tau, nggak?!" Diandra mengacungkan jari telunjuk di depan bibir Devian yang tengah bersiap ingin menciumnya. Enak aja tuh psikopat! Dimaafin tapi main sosor aja!

"Thanks, sweetie. Udah mau bertahan dan nggak egois ninggalin aku. Kamu itu ibarat jantung aku. Kalau kamu nggak ada, aku pasti bakalan mati," goda Devian, mulai menjalankan mobilnya. Satu tangan kirinya tertaut pada tangan Diandra, sedangkan tangan kananya bergantung pada setir kemudi.

"Aku? Kamu?" Diandra mengerling manja.

"Iya, dong. Kan' kamu sendiri yang bilang enak gitu manggilnya daripada lo, gue."

Keduanya tertawa bersama. Diandra memberi kesempatan pada Devian. Gadis itu mencoba kembali memulai hubungan bersama-sama menjadi lebih baik lagi.

Mobil hitam metalik itu membawa Diandra ke rumah keluarga Breadsley. Devian kekeh melarang gadis itu pulang ke rumah. Dia masih ingin menghabiskan waktu bersama dengan Diandra, mengobati rasa rindunya yang sudah menumpuk melebihi tingginya pegunungan.

"Aku khawatir lo, Dev, sama keadaan ayah di rumah," ucap Diandra sembari melepas safetybelt yang terselempang.

"Tenang, sweetie. Ayah mertua di rumah baik-baik aja. Urusan Ayah saat ini sudah ada yang ngurus."

"Maksudnya?" Diandra serius menatap.

"Gue udah datengin pembantu buat jaga sama ngurusin ayah. Jadi lo nggak terlalu capek, Sweetie."

"Aku nggak kenal kata capek kalau ngurus ayah, Dev. Jadi nggak perlu kamu repot-repot gini."

"Nggak papa, Sayang. Udah jangan protes, ya!"

Diandra menggamit lengan Devian, lalu bersamaan mengayunkan kaki masuk ke dalam rumah megah tersebut.

Baru saja pintu utama rumah itu di buka, kedatangan Diandra disambut senang oleh para keluarga Breadsley yang tengah berkumpul di ruang tamu.

"Diandra ... kesayanganku," ucap Chester, berlari menghampiri Diandra dan langsung menyerang dengan pelukan. Tentunya tanpa menghiraukan sepasang mata menyipit tajam yang kini menyorot padanya.

"Hai, Ndra. Makasih sudah mau datang lagi ke sini," kata Aland diimbuhi dengan senyum senang dari wajah para Breadsley.

Diandra mengangguk haru diperlakukan sehangat ini oleh mereka. Tak disangka bukan, psikopat yang terkenal sadis dan kejam bisa bersikap ramah dan baik seperti ini.

"Gue punya hadiah buat lo, Ndra." Chester menaik turunkan alisnya. Dikeluarkannya dua tiket konser boy band group asal korea selatan.

"I---ni BTS," kata Diandra. Matanya berbinar menatap dua lembar tiket konser boy band favoritnya.

"Yups, susah payah gue cari ini tiket buat lo, Ndra. Tentunya atas perintah pacar lo itu ...." Chester melirik Devian sekilas.

"Wah, jadi nggak sabar mau ketemu Jungkook. Duh akhirnya gue bisa ketemu member BTS." Dipeluk, dicium, disayang-sayang kertas tiket itu oleh Diandra. Impian untuk melihat sang idola yang berparas tampan juga suara vocalnya yang bagus akhirnya terwujud juga. Kekagumannya pada member BTS terutama Jungkook bagaiakan bintang di langit, hanya bisa memandangi penuh kagum tanpa bisa menyentuhnya.

*Di atas itu visual sosok Sean, ya.

Kasih pendapat kalian dong tentang gambar di atas. Penuhin kolom komentar ya, wkwkwk.

Jujur, aku nggak terlalu suka sama konflik yang terlalu berkepanjangan. JADI, maaf kalau Aku menyatukan DD kembali bersama.

DD (DEVIAN DIANDRA)

Like, komen, rate, vote, jangan lupa, ya. Bener.... jangan lupa, loh!

Matur thank you*.

1
Vitamincyu
...
Novia Ayu Apriani
horang Kya bebas cui
tf-boy
good
Novianti Ratnasari
merinding baca nya thour serem
Novianti Ratnasari
gila bener si Davian langsung gaspol aj.
Novianti Ratnasari
kaya nya seru nich cerita
Novianti Ratnasari
serem bgd semua cogan nya Spikopat
Octa Febian Nii
de best ka, aalur suka banget, gk bikin bosen, sehat terus ka🥰🥰🥳🥳🥳
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Nurul Azizah
q
Nurul Azizah
iiji9
Gina Gayatri
jangan di ganti
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Syifa Azzahra
nyimak
Salmah S
Sadiiisss...
Samsul Rubiah
So sweet banget
Putri
yg ini aja, manis2 gimana gitu...
Dee Na
agh si diandra ini sdh tau devian suka bunuh org jg,
Sartini Dimitri Mah
ceritanya bagus
Fitria
Byk pesan moral yg terkandung di dalamnya, ceritanya jg seru, bikin greget, bikin emosi, bikin sedih, nano² deh rasanya, pokoknya membawa pembaca ikut masuk ke alur ceritanya, penulisnya 👍
"Jgn mudah percaya ucapan org lain, walaupun dg bukti yg nyata, krn org licik bisa melakukan apapun itu. Jgn sprti Devian yg mudah percaya kalo Zea adl Melody masa lalunya tnp menyelidikinya terlebih dahulu, sampai mengabaikan & menyakiti Diandra. Tegaslah dlm berprinsip, jgn ingin keduanya tp mengabaikan org yg tulus dg nya. & ternyata Diandra adl Melody masa lalunya."
"Jk kita mencintai seseorg, kita hrs bisa mnjaga kepercayaannya, mnjaga hati, pikiran & tubuh kita hny utk nya. Jgn sprti Devian yg menyentuh Kimberly hny krn obat perangsang, walaupun Diandra tdk tau saat itu, taunya saat ucapan Kimberly sblm kematian."
Moertini
terimakasih bagus ceritanya..terus berkarya
...dilanjutin yaaaa..semangat
ms huang
smangattt thor!!! intip karyaku jg y SATU DAN SELAMANYA ..tq !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!