NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Tawaran dan Ruo Li

Wanita hantu itu tidak menanggapi lebih lanjut perkataan Wang Hao. Tubuh transparannya masih bergetar di balik akar pohon, dan sorot matanya yang lebar menyimpan kewaspadaan yang belum luntur.

Wang Hao membaca gelagat itu dengan mudah. Ia sudah cukup lama hidup untuk tahu bahwa makhluk yang ketakutan tidak bisa didekati dengan paksaan, jadi ia memilih jalan lain.

Ia berbalik, kemudian mulai memunguti ranting-ranting kering yang berserakan di sekitar area terbuka itu. Tangannya bergerak cekatan, mengumpulkan kayu-kayu kecil, menumpuknya di tengah, lalu menyalakan api unggun dengan percikan energi spiritual dari ujung jarinya. Api menjilat ranting-ranting kering, menciptakan cahaya jingga yang menari-nari di permukaan akar beringin tua.

Setelah itu Wang Hao mengeluarkan kursi rotannya, meletakkannya di dekat api, lalu duduk bersandar. Lalu kendi arak muncul di tangannya, dan ia mulai meneguknya perlahan.

Tidak berselang lama... ia memejamkan matanya.

Energi spiritual dari udara sekitar mulai bergerak, tertarik oleh pusaran halus yang diciptakan oleh teknik pernapasannya. Partikel-partikel itu memasuki tubuhnya melalui pori-pori, mengalir melalui meridian, dan berkumpul di lautan spiritual. Setiap butir energi dipadatkan dengan hati-hati, memperkuat fondasi lapis ketujuh yang sudah kokoh, membuatnya semakin solid.

Melihat Wang Hao begitu santai sementara dirinya ada di sini, wanita hantu itu bergerak ingin keluar dari balik akar. Tubuhnya melayang sedikit, tetapi detik berikutnya ia berhenti. Keraguan membekukan gerakannya. Pemuda ini bisa melihatnya, bisa menangkap jejak energinya, dan sekarang duduk dengan tenang tanpa menunjukkan niat jahat sedikit pun. Itu membingungkannya.

Ia memilih mengamati sebagai gantinya.

Waktu berlalu.

Bulan bergerak perlahan di langit malam, cahayanya menembus celah-celah dedaunan dan menciptakan berkas-berkas perak di lantai hutan. Suara jangkrik memenuhi udara, berpadu dengan gemericik api unggun yang perlahan membakar ranting-ranting kering.

Sementara Wanita hantu itu... masih mengamati Wang Hao yang duduk bersandar dengan tenang.

Ketika malam mencapai puncaknya, wanita hantu itu akhirnya bergerak. Ia keluar dari balik akar beringin, tubuh transparannya melayang perlahan di atas tanah, tanpa suara. Ia mendekati Wang Hao dengan gerakan ragu-ragu, berhenti setiap rasa takut menyeruak, kemudian melanjutkan lagi ketika melihat pemuda itu tidak bereaksi. Hingga akhirnya ia tiba di samping Wang Hao.

Ia menatap wajah Wang Hao yang tenang, lalu menatap tangannya yang tergeletak di atas lengan kursi. Perlahan, ia menjulurkan jarinya sendiri, mendekati lengan Wang Hao. Ada rasa penasaran yang aneh di dalam dirinya, sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

Dan pada saat itu...

Tap!

Wang Hao bergerak. Tangannya yang tadinya diam tiba-tiba terangkat dan menangkap pergelangan tangan wanita hantu itu. Cengkeramannya tidak keras, tetapi cukup kuat untuk membuat wanita itu tidak bisa menarik tangannya kembali. Sebuah teknik kuno yang memungkinkan energi spiritual menyesuaikan frekuensinya dengan tubuh hantu, membuat sentuhan menjadi mungkin.

Wanita hantu itu tersentak, ketakutan langsung muncul di matanya. Ia berusaha menarik tangannya, tetapi cengkeraman Wang Hao tidak bergeming. Ia mencoba lagi, menarik lebih keras, hasilnya sama. Panik mulai merayapi pikirannya.

"Ini tidak benar... ini tidak mungkin terjadi!" Suaranya bergetar hebat, lebih tinggi dari sebelumnya. "Bagaimana kau bisa menyentuhku? Bagaimana mungkin?!"

Wang Hao tidak menjawab. Matanya masih terpejam, napasnya masih teratur. Tangannya tetap memegang pergelangan tangan wanita hantu itu.

Wanita itu terus meronta. "Lepaskan! Kenapa kau tidak menjawab?! Kau dengar aku?!"

Wang Hao tidak menjawab.

Satu jam berlalu, kemudian dua jam. Hantu wanita itu mulai melemah seiring energinya yang terkuras.

"Aku tidak mengerti... aku tidak mengerti apa maumu..." Suaranya kini lebih pelan, lebih lelah.

Perlahan, rontaannya berhenti sama sekali. Ia hanya menggantung di sana, pergelangan tangannya masih dalam genggaman Wang Hao, matanya menatap pemuda itu dengan campuran ketakutan, kebingungan, dan sesuatu yang aneh. Seperti rasa ingin tahu yang semakin membesar.

Waktu terus berlalu. Kegelapan malam perlahan memudar, digantikan oleh cahaya fajar yang merayap dari ufuk timur. Burung-burung mulai berkicau, dan kabut pagi bergerak perlahan di antara batang-batang pohon.

Ketika sinar matahari pertama menyinari wajahnya, Wang Hao membuka matanya.

Ia menoleh ke samping.

Wanita hantu itu menunduk, ekspresi wajahnya melas. Tidak ada lagi perlawanan di matanya, tidak ada lagi keinginan untuk kabur. Hanya kepasrahan yang dalam, bercampur dengan sedikit rasa malu.

Wang Hao melepaskan tangannya.

Wanita hantu itu terkejut, pergelangan tangannya yang tiba-tiba bebas membuatnya sedikit menjauh secara naluriah. Ia melayang mundur beberapa langkah, memegangi pergelangan tangannya sendiri.

Wang Hao bangkit, meregangkan tubuhnya, lalu menyimpan kursi rotannya ke dalam cincin ruang.

"Kau punya nama?"

Wanita hantu itu mengerutkan kening, kebingungan muncul di wajahnya.

"Nama? Aku... aku tidak punya." Ia menatap Wang Hao dengan tatapan kosong. "Setidaknya... kurasa begitu."

"Apakah kau mengingat sesuatu tentang hidupmu di masa lalu?"

Ia menggelengkan kepalanya, gerakan yang pelan dan ragu.

Wang Hao mendekat satu langkah, dan wanita itu mundur perlahan, menjaga jarak. Wang Hao berhenti, dan ia juga berhenti.

Pikiran Wang Hao segera bekerja, mencerna fakta yang ada.

Kematian wanita ini sudah terlalu lama, mungkin ribuan tahun, dan semua ingatannya telah terkikis oleh waktu. Tubuh spiritualnya yang begitu murni adalah bukti dari hal itu. Hanya jiwa yang telah melewati waktu sangat panjang yang bisa sebersih ini, tanpa dendam, dan tanpa penyesalan. Tentang bahasanya, kemungkinan ia telah mendengar banyak percakapan dari pemburu, pencari kayu, atau kultivator yang melintasi hutan ini selama bertahun-tahun.

"Ikutlah denganku," kata Wang Hao akhirnya. "Tidak ada gunanya kau di sini."

"Aku suka di sini." Jawaban itu keluar dengan nada keras kepala yang ringan.

"Aku akan membantumu membentuk tubuh, agar kau bisa hidup normal sepertiku." Wang Hao memberinya jeda. "Meskipun untuk melakukan itu... aku membutuhkan waktu."

Wanita itu mendekati selangkah, ketertarikan muncul di matanya. "Tubuh?"

Wang Hao mengangguk.

Perlahan, ia mengulurkan tangannya, menyentuh lengan Wang Hao dengan ujung jarinya. Kali ini jarinya berhasil menyentuh. Dia bisa merasakan tekstur kain jubah hijau itu, bisa merasakan kehangatan kulit di baliknya. Sentuhan itu begitu nyata, begitu berbeda dari semua yang pernah ia alami selama ribuan tahun.

"Tubuh itu... seperti ini?" Suaranya bergetar oleh emosi yang tidak bisa ia jelaskan. "Benar-benar seperti ini kan?"

Wang Hao mengedipkan matanya.

"Aku mau!" seru wanita itu, antusiasme meledak dari suaranya. "Aku benar-benar mau!"

Wang Hao tersenyum tipis, lalu berbalik. "Baiklah, Ruo Li. Mari kita mulai perjalanan baru ini."

Ia melangkah tenang, kedua kepalan tangan di belakang pinggangnya. Wanita hantu itu, yang kini bernama Ruo Li, mengikuti dari belakang dengan tubuh melayang tanpa suara.

"Ruo Li?" tanyanya dengan kepala miring.

"Ruo Li... sangat berharga. Itu artinya."

"Berharga?" Ruo Li menempelkan jarinya ke dagu. "Seperti daging rusa?"

"Lebih dari itu."

Ruo Li terdiam. Ia tidak sepenuhnya mengerti, tetapi ada sesuatu di dalam dadanya yang terasa hangat, sebuah sensasi yang sudah sangat lama tidak ia rasakan.

...*****...

Sementara itu, di tempat yang jauh...

Di dalam sebuah goa gelap yang tersembunyi di balik air terjun kering di pusat wilayah barat Benua Dongxu, seorang pria paruh baya duduk bersila di atas batu datar. Jubah abu abunya lusuh, rambutnya yang tergerai sebahu sudah memiliki uban. Kultivasinya berada di Pendirian Fondasi tahap Kesempurnaan Agung, hanya selangkah lagi menuju Inti Emas.

Seekor elang roh terbang masuk ke dalam goa, hinggap di atas lengannya, dan menjatuhkan secarik surat yang digulung rapi.

Pria itu membuka surat itu, dan alisnya langsung berkerut semakin dalam seiring matanya menelusuri setiap karakter.

"Pemuda dua puluh satu tahun... bakat alkemis-nya tinggi..." gumamnya. "Dengan Kondensasi Qi lapis tujuh bisa mengalahkan Pendirian Fondasi tahap akhir." Ia melipat surat itu perlahan, lalu bangkit dari duduknya. "Takutnya, tidak ada siapa pun di wilayah barat Benua Dongxu yang mampu menyaingi bakatnya."

Ia melangkah keluar dari goa, melewati air terjun kering yang sudah tidak mengalir selama puluhan tahun. Cahaya matahari menyambutnya, dan ia menutup mata sejenak, membiasakan diri dengan terangnya dunia luar.

"Bakat jenius seperti ini..." Pria itu mulai menuruni lereng gunung. "Harus didapatkan Kerajaan Wuxia."

1
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah bagus tapi MC nya Tingkat Kultivasi masih Tingkat Rendah.
Zerro One: Oalah mbah😪
Mbah gak lupa ya, Wang Hao pernah berdiri di puncak kultivasi? Mbah apa lupa, Wang Hao bisa menerobos secepat mungkin 'jika dia mau'.

Betapa idiots nya Wang Hao, jika ber kultivasi secepat mungkin, yang membuat kesalahan sama terulang lagi. Btw Wang Hao bisa aja dalam setahun sampai Ascendant, dengan metode penyerapan inti bumi. Bisa dilakukan bahkan saat Kondensasi qi.
Tapi masa iya, orang memperluas Dao, disuruh seperti pahlawan klise meridian tersumbat, dantian retak, sampah klan terhina kan. Ya kan gak mungkin mbah.

Apalagi kayak komentar bang agus. Dia bilang kelemahan ceritanya karena Wang Hao sombong dan angkuh.

Lah, jadi maunya pembaca MC dibuat seperti pendekar muda, yang belum paham apa apa tentang kultivasi? yang gak tau, keramahan adalah kemewahan sia sia, terlalu banyak berhubungan dengan seseorang akan memperbanyak ikatan karma sebab akibat yang tidak perlu.

Author padahal berharap, komentar pembaca itu mengeluhkan ceritanya terlalu bertele-tele, atau gaya penulisan yang kurang ngena. Jadi author bisa ubah, sesuai dengan kritik.
Contohnya yang ngasih author bintang satu itu. Karena dia, cerita ini langsung berhenti dipromosikan, padahal sebelumnya, perkembangan cukup bagus. Tapi yaudahlah, author bisa apa, karena mungkin terlalu bertele-tele banget, jadi sangat pantas cerita ini terbenam dan gak layak di sebarluaskan. Author sadar diri kok, karena itu ceritanya kemungkinan besar dipercepat end S1, meskipun gak akan ada S2.
total 1 replies
Nanik S
Mantap Poooool👍💪💪💪
Nanik S
Tidak ada kata takut buat Wang Hao
Zerro One: Betul-betul betul/Determined/
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Wang Hao.... datang saja ke lembah batu
Nanik S
Wang Hao selalu jadi rebutan demi kepentingan masingasing
Agus Rose
Novel ini sebenar nya bagus dari penyusunan kata,penjelasan alur cerita.
yang kurang itu si MC terlalu angkuh sombong dengan ingatan masa lalu sedangkan kehidupan sekarang belum kuat tapi selalu bertindak sok kuat yang berlebihan.
Zerro One: Terimakasih banyak, itu artinya author gak gagal.

Tentang sifat Wang Hao...

Bro kurang memperhatikan detail keci, dan yang dilihat sesuatu yang sangat jelas saja. Padahal karakter Wang Hao ini abu abu, tidak hitam, atau putih, tidak sombong ataupun ramah. Author gak mau jelaskan panjang lebar, takut bro tersinggung.

Karena itu... kita anggap saja Wang Hao sombong🙏🙏

Author sepakat 🤝
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua pasukan itu jika wang hao sudah kuat cepat bantai raja itu pajang tubuhnya bantai juga semua keluarga raja itu
Nanik S
Apakah mereka akan menjemput Wang Hao
Zerro One: Iya kak 😫
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
Zerro One: Oke mbah🙏
total 1 replies
Nanik S
Lanjut Terus Tor🙏🙏
Nanik S
Gadis Pintar dan pasti walau hantu tapi mulai memahami situasi
Nanik S
Ceritanya bagus Tor
Nanik S
Untungnya ada Nashuang... hingga Cengle bisa selamat
Nanik S
👍👍👍👍👍👍
Nanik S
Rou Li dibuatkan pedang juga..... keren amat... hantu cantik berpedang
Nanik S
Hansuo jangan meremehkan Wang Hao...💪💪💪
Fajar Fathur rizky
bikin klan du di hukum berat bikin du lou malu
Fajar Fathur rizky
jika sudah ranah jiwa baru lahir nascent soul bikin wang hao bantai klan du thor
Nanik S
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!