NovelToon NovelToon
Dewi Fortuna (Fake Marriage)

Dewi Fortuna (Fake Marriage)

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:67.4k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Dewi Anggraeni dipaksa menikahi seorang juragan kaya yang sudah beristri. Dengan bantuan temannya ia berhasil lari lalu bersembunyi. Masih berbalut pakaian pengantin, Dewi bersembunyi di dalam bagasi.

***

Devan Kusuma Wijaya begitu terkejut, saat mendapati seorang pengantin perempuan yang nyasar di dalam bagasi mobilnya. Namun, alih-alih mempermasalahkan, Devan malah menawarkan sandiwara pernikahan. Dewi pun terpaksa menerima karena mendapat ancaman.

Bak Dewi Fortuna yang dikirimkan oleh Tuhan, Dewi datang tepat saat dirinya hendak dijodohkan. Sebuah ide pernikahan palsu pun terbesit di pikiran Devan, agar dirinya terbebas dari perjodohan.

Apakah pernikahan palsu mereka akan berjalan lancar? Ikuti kisahnya ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Khawatir

...----------------...

"Huaaaa ... Mas Devan jahat banget! Masa ingat sama Mbak Dewi, tapi lupa sama adiknya sendiri." Tiba-tiba saja Viona menjerit histeris sambil menghamburkan tubuhnya memeluk Devan.

Devan seperti dihantam palu godam. Viona seperti sengaja menghantam tubuhnya dengan tenaga dalam. Hal tersebut justru memperparah luka Devan. Ada beberapa luka di bagian lengan akibat terkena pecahan kaca mobil jadi terbuka dan berdarah kembali. Devan pun merasa kesakitan dan meringis nyeri.

Dewi terkejut melihat perban Devan berubah warna. Ia langsung melerai paksa pelukan Viona yang membuat suami palsunya terluka.

"Vio, kamu bisa pelan-pelan, tidak? Lihatlah! Luka di lengannya berdarah lagi," hardik Dewi dengan nada sedikit tinggi. Viona pun tersentak dan langsung berdiri. Niat hati ingin menguji, tetapi ternyata malah melukai.

"Eh, jadi kecelakaannya beneran?" celetuk Viona dan berhasil mendapatkan sebuah pukulan di kepala dari Elena.

"Kamu pikir Masmu pura-pura kecelakaan? Ck, dasar anak nakal!" sungut Elena hendak memukul lagi, tetapi urung lantaran Viona langsung kabur dan berlindung di balik tubuh sang papa.

"Maaf, Mas. Vio pikir Mas lagi cari perhatian aja," kata Viona sambil meringis malu.

Elena dan Sam sama-sama menggelengkan kepalanya. Merasa tidak habis pikir dengan pikiran anak bungsunya tersebut.

"Dewi cari Dokter Ryan dulu, ya." Dewi segera pergi mencari Dokter Ryan. sedangkan Devan masih meringis nyeri sambil memegangi luka di lengannya.

Devan masih diam berpura-pura menjadi orang bodoh yang teraniaya. Padahal dalam hatinya ribuan umpatan sudah terlontar untuk adik tercintanya. Namun, Devan berusaha menahan diri untuk tetap sabar. Dia tahu jika adiknya memang sengaja. Lelaki itu tahu benar dengan pola pikir gadis manja itu.

"Awas kamu, Vio!" batin Devan. Diam-diam dia menghunuskan lirikan mata yang membidik tajam pada adiknya tersebut.

"Aku ikut Mbak Dewi, ya." Merasa risih dengan tatapan Devan, Viona pun bergegas pergi menyusul Dewi keluar.

Selang beberapa waktu, Dokter Ryan pun tiba di ruangan dan segera memeriksa Devan. Tentu saja orang tua Devan mengenal dokter tersebut karena pernah menjadi teman main anaknya sewaktu sekolah. Sayangnya, setelah lulus mereka tidak pernah bertemu kembali lantaran Ryan harus pindah ke luar kota bersama keluarganya, sekaligus melanjutkan kuliah kedokteran.

Dokter muda itu pun berkata, jika luka Devan tidak terlalu serius. Hanya sedikit terbuka lagi karena gerakan yang terlalu ekstrem.

Dokter Ryan juga menjelaskan kepada kedua orang tua Devan perihal kondisi pasiennya tersebut. Keduanya nampak memperhatikan dan merasa iba kepada anak lelakinya tersebut.

Namun, beberapa saat Devan melupakan keberadaan Dewi yang tidak kembali bersama Dokter Ryan. Ia terlalu fokus saat dokter berkaca mata itu mengganti perban pada lukanya.

"Dewi di mana? Bukannya tadi keluar mau panggil kamu? Tapi kenapa dia nggak balik lagi?" tanya Devan pada Dokter Ryan.

"Oh, tadi aku lihat dia ditahan sama Vio di luar. Katanya mau bicara empat mata."

"Hah?" Devan tersentak. Rasa was-was mulai menghantui pikirannya. Apa hal gerangan yang ingin Viona bicarakan dengan Dewi? Namun, demi untuk menutupi sandiwaranya agar tidak menimbulkan curiga, Devan memilih untuk menunggu saja. Walaupun hatinya merasa ketar-ketir karena khawatir.

...*****...

"Mbak Dewi percaya kalau Mas Devan hilang ingatan?" Pertanyaan itu yang pertama terlontar dari mulut Viona. Kini, mereka tengah berbincang di kantin rumah sakit, sambil menikmati secangkir teh hangat yang mereka pesan sebagai pelengkap obrolan mereka.

"Awalnya nggak, tapi setelah Dokter Ryan menjelaskan keadaannya, aku mencoba percaya," jawab Dewi sedikit tidak yakin.

"Aku malah nggak percaya," tukas Viona.

"Atas dasar apa?" Dewi menatap Viona setelah menyesap teh manis dalam cangkirnya.

"Atas dasar kalian pernah dan masih bersandiwara dengan pernikahan palsu ini," jawab Viona dengan tegas.

Dewi terdiam. Memang tidak seharusnya dia melanjutkan sandiwara konyol tersebut. Namun, kondisi Devan sekarang membuatnya jadi kasihan.

"Kalau dia beneran hilang ingatan gimana? Lagipula atas dasar apa kakak kamu melakukan sandiwara lagi? Urusan kami sudah selesai setelah dia mengantarkan aku pulang," tutur membalikkan pertanyaan.

Kali ini giliran Viona yang tidak bisa menjawabnya. Sebagai seorang adik, tentu saja dia sangat peduli dengan kondisi kakak kandungnya.

"Tapi kenapa hanya Mbak Dewi yang dia ingat. Bukankah terlalu kebetulan dan terkesan direncanakan?" ujar Viona masih belum yakin dengan kondisi Devan.

"Aku pikir hal itu wajar karena sebelum kecelakaan orang yang terakhir kali bersama dia adalah aku. Dia pergi setelah mengantarkan aku pulang, lalu keesokannya dia datang setelah baru sadar pasca kecelakaan dan Tuhan membuatnya hilang ingatan. Jadi ... sedikit masuk akal, kan?" Dewi menjeda sejenak sekadar untuk menghirup napas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Jujur, ia juga merasakan ada yang ganjal, tetapi untuk saat ini ia mencoba untuk percaya. Ikuti saja alurnya.

"Aku hanya bisa mengambil kesimpulan seperti itu karena aku juga nggak ngerti tentang istilah kedokterannya apa. Yang pasti saat melihat kondisinya sekarang, aku seperti punya kewajiban untuk membuat ingatannya kembali seperti sediakala," tutur Dewi lagi.

Viona menghela napas kasar. Ia sangat bersimpati kepada Dewi yang rela mengorbankan dirinya untuk menolong sang kakak. Namun, Viona takut jika kepolosan Dewi malah dipermainkan oleh kakaknya yang terkenal playboy itu.

"Vio sangat berterima kasih pada Mbak Dewi karena udah mau nolongin Mas Devan, tapi Vio cuma mau ngingetin kalau kalian bukan suami istri sungguhan. Vio takut Mbak Dewi yang akan rugi nantinya."

Dewi mengerti jika ada pesan yang tersirat di balik khawatirnya Viona. Gadis yang masih belia itu sungguh mengerti akan namanya adab pergaulan yang melanggar norma. Dewi merasa bangga karena di zaman modern yang katanya penuh kebebasan seperti sekarang ini, masih ada pelajar yang menjunjung tinggi kehormatan dan harga diri.

"Kamu nggak usah khawatir, Vio. Mbak bisa jaga diri, kok, dari buaya darat seperti kakak kamu itu," ucap Dewi sambil terkekeh kecil. Viona pun tertawa. Bukannya marah karena kakaknya dikatakan seperti itu karena memang seperti itu kenyataannya.

"Oke. Aku titip Mas Devan, ya. Semoga dia memang beneran amnesia sehingga dia pensiun untuk mempermainkan perempuan lagi," kata Viona merutuki kakaknya sendiri.

Dewi tersenyum lebar lalu menyimpan cangkir tehnya di atas meja, "Aamiin," katanya. Viona pun tertawa.

Merasa cukup lama meninggalkan Devan, Dewi mengajak Viona untuk kembali ke ruangan lelaki tersebut. Ia takut jika Devan mencarinya. Pasalnya, hanya Dewi yang lelaki itu kenal.

"Kalian dari mana?" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Elena. Perempuan tua itu tengah mengupas kulit buah apel untuk anak sulungnya, sedangkan Devan hanya terdiam memperhatikan. Namun, tatapannya terlihat mengerikan. Apalagi saat membidik sosok Viona. Membuat Viona merasakan ada aura dingin yang seolah mencekik lehernya.

"Kami habis dari kantin rumah sakit, Ma," jawab Viona sedikit kikuk. Ditatap sedemikian rupa oleh kakaknya sendiri membuatnya salah tingkah.

Lain halnya Dewi. perempuan itu segera mendekati ranjang Devan dan memeriksa lukanya yang tadi berdarah lagi.

"Masih sakit?" tanyanya pada Devan dengan penuh perhatian.

Mencair sudah amarah Devan saat mendapatkan perhatian lembut dari pujaan hatinya itu. Seolah dunia milik berdua, Devan tak segan bersikap manja pada istri palsunya. Hal tersebut tak luput dari pandangan Viona. Perempuan muda itu hampir saja muntah melihat tingkah laku kakaknya.

...----------------...

...To Be Continued...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
END??
kasihan Devan sama Dewi belum sampai finish
°ammy🌾👉ig: amih_amy: aku lagi kejar novel baru dulu, Kak. Itu ikutan event soalnya 🙏🥰
total 2 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kmn ini si Dewi ka tamatin dulu atuh jng gantung
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih 🥰😘
total 3 replies
angie widya
kaya aku wae , sendirian 😅😅😅
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
manis banget sih mereka berdua.udah bawa aja Dewi pulang .romantisannya lanjutkan di rumah.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
ternyata Dewi mengiyakan ajakan Angga karena ada misi menolak dan menyadarkan Angga jika dirinya sudah jatuh cinta sama Devan dan tidak bisa pisah dari suaminya.
angie widya
kemana aj 😁😁
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
KK up LG dunk berasa kurang nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: up LG y ka
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
susul Van,jangan biarin Dewi pergi berdua dangan laki² yang menjadi hama dalam rumah tangga.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
tolak secara halus Dewi,jangan membuat kesalahan lagi dengan mendatangkan laki² lain dalam rumah tangga.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
jalan hidup yang harus di jalani Devan sama Dewi mungkin dengan cara seperti itu.
MamAzka🥰
jsn mau Wi ,, klau kmu mmang mnghargai pernikahan ini , klau kmu pergi sma ajah kmu memasukan orngketiga di pernikhanmu , lgian kmu baru baikan sama Devan , udah dia di usir sama kmu , ehkmu nya pergi sma oranglain , gkbklan bkin sakithari itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
klo km g bikin drama g ad cerita buat km Devan
°ammy🌾👉ig: amih_amy
Bab selanjutnya baru update. Silakan dibaca 🥰
Ika Sujarwo
jgn karena emosi trus minta cerai wi, bicara baik² dan temukan solusinya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
apa tidak bisa di selesaikan tanpa ada perpisahan??meski terlanjur kecewa,tapi mereka bisa memperbaikinya lagi dari awal.tanpa harus berpisah.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
setelah ini sudahi sandiwaranya ya Dew..
MamAzka🥰
yakin ingin ceraib, jan ego yang di gdein Wi, mskipun Devan slah tpikan dia sllu memperlakukanmu dgn baik , lagian kamu mncintainya ,, kalau cra kamu ingin Devan lebih berjuang lagi sih Ok , nahlho kalau Devan nyerah gimna , pikirkan lagi meskipun akupun inginya kalian bersma terus ,
Ika Sujarwo
devan, dewi sudahi kesalahpahaman kalian. saling jujur aja kl kalau kalian saling membutuhkan
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
cemburu mengalahkan logika ,menjungkir balikkan pikiran, membuat sandiwara jadi terbongkar kedoknya 😂😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
pasti Kezia ngidam pengen ngelus² si Devan nih 😂i
°ammy🌾👉ig: amih_amy: orang ngidam mah bebas, Kak 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!