NovelToon NovelToon
YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:940k
Nilai: 4.8
Nama Author: weni3

Sekuel dari cerita "one night with duda"
"Gue nggak akan biarin loe jadi milik siapapun!"
"Egois loe kak! loe pikir loe siapa?"
Mencintai sepupu sendiri adalah tantangan terbesar dalam hidup Rafkha. Penolakan jelas ia dapatkan, apa lagi pihak keluarga yang menentang keras. Hingga mereka berusaha untuk memisahkan keduanya.
Tapi bagaimana jika hanya dirinya lah yang di takuti oleh Tiara, gadis nakal yang banyak tingkah hingga membuat kedua orang tuanya kewalahan.

Ig : weni0192

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah Pucat

Andini menatap tajam suaminya saat kembali masuk dan duduk di sofa, ia bersedekap dada dengan kaki ia naikkan ke atas sofa. Raihan menatap awas tetapi cukup bikin geregetan, pasalnya sang istri menggunakan rok selutut dan kini terbuka hingga sebatas paha karena kelakuannya.

Semua yang ada di sana saling memandang melihat tingkah absurd Andini. Sedangkan Tiara kini sedang mengobati Rafkha di bawah tatapan tajam Gibran. Pemuda itu jengah melihat kedekatan keduanya. Rafkha pun tak mau di obati adiknya, hanya ingin dengan Tiara seorang.

"Kenapa sayang?" tanya Raihan heran.

"Kenapa...kenapa....kenapa.....janjinya semalam nggak main tangan! kenapa sekarang anak kamu wajahnya jadi tambah bonyok?" Andini kesal benar-benar kesal, semalam memang keduanya sudah ada perjanjian setelah pulang dari rumah Bayu. Jika ingin bicara pada Rafkha tidak pakai main tangan. Karena bagi Andini pukulan dari Gibran sudah mewakili semuanya. Dan tak perlu lagi di tambah karena wajah tampan anaknya sudah berubah warna. Andini tidak mau jika nanti hidungnya bergeser ke samping.

"Hanya sedikit, itu bekas kemarin makanya seperti itu terlihatnya." Raihan menghela nafas berat, melirik Rafkha yang sedang meringis kesakitan saat tangan Tiara singgah di bagian yang luka.

"Sedikit mas bilang? terus yang banyak kayak apa?hah! kayak gini?" Andini menghujani tubuh Raihan dengan bantal sofa dengan membabi buta hingga Raihan kabur dari sana dan keluar rumah. Andini segera menutup dan mengunci pintu setelah merasa cukup. Membiarkan suaminya di luar dan memberi hukuman karena sudah tak menepati janji.

"Ndin, kasihan Raihan di luar. Kamu ini sudah tua masih saja seperti baru menikah, suami kamu dibungkus sama janda terus di bawa pulang baru tau rasa kamu!" celetuk Mamah membuat Andini menganga mendengarnya kemudian dengan kesal menghentakkan kakinya dan kembali membuka pintu.

"Loe baru gitu aja udah di bukain lagi, dasar bucin! lagian Raihan udah tua, begitu loe takutin!"

"Hay senior soang! Apa anda lupa jika suami saya mantan duda tampan? laki gue rawan kalo di lepasin sendirian, nggak kayak loe....laler aja nggak doyan!" Andini yang sempat berbalik badan kini segera membukakan pintu rumah, mencari sang suami yang tak ia temukan membuat Andini ketar ketir sendiri.

"Mah, di kampung ini janda ada berapa?" seru Andini dari teras rumah.

"Lima, kenapa?" tanya mamah balik.

"Suami Andini nggak ada mah!" seru Andini dengan suara yang semakin menjauh hingga membuat semua yang ada di dalam tertawa membayangkan kepanikan Andini.

Hanya Tiara yang tampak diam hingga Rafkha yang mengerti kegundahannya mengusap pipi membuat Tiara mendongakkan kepala. Rafkha tersenyum dengan tatapan teduh berusaha menenangkan hati Tiara dan meyakinkan jika semua baik-baik saja.

"Oma, ini sudah malam kenapa kedua orang tuaku tidak terlihat? Apa mereka bekerja pulang larut?"

Oma dan kedua orangtuanya terhenyak menatap Tiara dengan tatapan sulit di artikan. Mereka pun tak tega melihat tatapan penuh harap yang begitu terlihat jelas. Para sepupu pun ikut merasakan apa yang Tiara rasakan begitupun dengan Gibran yang segara mendekat tetapi dengan sigap Rafkha menghalanginya.

"Ck, gue nggak ada urusan sama loe! gue cuma mau nenangin calon istri gue! minggir!" Gibran benar-benar tak terima dengan sikap posesif Rafkha setelah ia tau perasaan Rafkha pada Tiara.

"Gue bisa nenangin Tiara sendiri, jadi gue nggak butuh pertolongan loe!" tegas Rafkha dengan tatapan tajam.

Melihat perdebatan di antara keduanya membuat Oma harus memikirkan bagaimana cara beliau bersikap agar kedua cucu laki-lakinya tak lagi memperebutkan Tiara.

"Kak!" Tiara menatap tajam Rafkha yang tampak kesal tetapi segara memalingkan wajahnya memutus kontak dari Gibran.

"Oma ...."

"Iya sayang, apa Tiara sudah siap bertemu dengan kedua orang tua kandung kamu?" tanya Oma yang segera mendekat dan memeluk Tiara. Gadis itu tampak menganggukkan kepala dan menatap Oma.

"Apapun yang Tiara lihat, Oma harap Tiara berbesar hati dan jangan menarik kesimpulan sendiri. Karena semua ada penjelasan dan alasan. Kamu di titipkan pada mamah papah kamu juga karena permintaan mamah kandung kamu sendiri dan itu ada penyebabnya sayang."

Tiara kembali menganggukkan kepala dan segera beranjak dari sana mengikuti langkah Oma yang membawanya masuk ke dalam. Tiara yang belum pernah datang kesana membuatnya cukup asing dengan rumah Omanya.

Semua pun mengikuti langkah keduanya, Andika sudah merangkul tubuh Tiara. Pria itu tampak gugup, untuk kesekian kalinya datang tampak biasa walaupun selalu saja merasakan kesedihan. Tapi kali ini jantungnya berdebar, seakan tak siap melihat bagamana perasaan Tiara setelah tau keadaan ibu yang telah melahirkannya.

Mereka melangkah mendekati suatu kamar yang berada di dekat pintu samping. Pintu yang menghubungkan pada hamparan sawah dengan suara air mengalir di sungai kecil sebagai pengairan. Belum lagi dengan suara jangkrik yang cukup nyaring terdengar menambah kesan pedesaan yang menenangkan jiwa.

"Tiara, disinilah tempat Ibu kandung kamu berada. Bundamu pasti sangat merindukanmu. Tapi tak ada keberanian untuk menemui kamu nak. Pelukan kamu bisa mengurangi rasa rindu sejak bertahun-tahun tak jumpa. Tersenyumlah di hadapannya nak...." dengan sayang Oma mengusap lembut kepala Tiara. Melihat binar di mata gadis itu membuat beliau cukup tenang dan perlahan membuka pintu kamar.

Oma masuk kedalam di ikuti Tiara yang sempat menatap Erna dan di angguki oleh beliau. Erna pun menggenggam tangan Tiara dan memintanya untuk segera masuk. Tiara pun melangkah memasuki ruangan yang cukup luas dengan tatanan kamar yang rapi dan nyaman.

Tiara menyapu pandang melihat apapun yang ada di kamar, hingga matanya menatap sebuah ranjang besar dengan menampakkan seorang wanita cantik dengan wajah pucat. Dapat di lihat pula raut wajah keterkejutan dan air mata yang tiba-tiba menetes.

Langkah Tiara tiba-tiba terhenti saat melihat dengan jelas wajah beliau yang mirip sekali dengannya. Tetapi cukup heran dengan tubuhnya yang kurus dan pipi tirus. Di sana pun hanya ada Bunda tak ada pria yang akan ia panggil Ayah. Kemana beliau, apa mungkin kerja atau pergi ntah kemana.

Saat ini Tiara baru ingat, jika ia sejak tadi tak menanyakan alasan kedua orangtuanya memberikan dirinya pada Mamah dan Papah. Hingga Tiara tersadar dari lamunannya saat Erna kembali memintanya untuk mendekat bahkan wanita yang sangat ia ingin temui mengulurkan kedua tangannya dengan perlahan.

Tiara pun kembali melangkah mendekat, sedangkan Andika sudah berdiri di samping ranjang bersama Oma. Namun langkahnya kembali terhenti saat ia sudah sampai di dekat ranjang. Matanya membola dengan kedua tangan menutupi mulutnya, Tiara pun menggelengkan kepala membuat para sepupunya penasaran dan ikut terkesiap melihatnya.

1
Diny Julianti (Dy)
tiara ngeselin
Grace Lee
bagus ceritanya. saya suka. semngat thor
Fina Nilna
mesun si om dika
Fina Nilna
jangann ydek ya.masih skolh
Fina Nilna
waduh ketahuan g yah
Fina Nilna
wow skarang udah brani terus trang
Nurwana
ini Tiara bego bin bodoh... pacaran itu yang sehat... mau maunya diajak bolos... mau dipake aja mau mau aja. dijebol baru kapok. kalau sudah kejadian baru nangis nangis. bego kok dipiara. maaf thor baper saya.
Juniarsih Hariany
Luar biasa
Ima Kristina
sebenarnya apa alasan dibalik perjodohan Rafka dan zea jadi penasaran
Ima Kristina
apapun alasannya tapi gak seharusnya urusan ortu dibebankan pada anaknya....iya gak
Ima Kristina
jaman modern masih aja ada acara menjodohkan anak ...ya kalau anaknya saling suka gak papa tapi malah suka yang lain gimana
Ima Kristina
kenapa sich orang tua suka sekali menjodohkan anak2 nya yang masih kecil nanti kalau sudah besar Yach kalau saling suka kalau malah suka sama yang lain gimana
Ima Kristina
untungnya Daddy Rai sudah tau perasaan Rafka jadi gak akan memaksakan perjodohan dengan Zee
Ima Kristina
next kakaaa
Ima Kristina
masa2 SMA memang masa yang paling menyenangkan apalagi datangnya rasa pada lain jenis makin mengesankan
Ima Kristina
waduh siapa itu Thor muga Tiara gak dijahatin orang
Ima Kristina
makin seru ceritanya Thorr lanjutttt kakaaa
Ima Kristina
Rafka gimana sich katanya cinta Tiara tapi bikin salah paham lagi
Ima Kristina
Tiara memang minta dihukum sama Rafka
Ima Kristina
astaga Nagasaki itu mulutnya mommy Andin masih aja sama kayak mulut Andika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!