Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
🌛🌛🌛
Dret.... dret.... HP disaku celana Derson bergetar tandanya ada telfon yang masuk kedalam hpnya, tanpa menunggu lama Derson langsung mengakat telfon itu.
"Hallo adik kesayangan kakak" Derson langsung menyapa Lily dengan senyum yang merekah.
"Hallo juga kak, dimana kak Via?" mendengar pertanyaan Lily membuat Derson menyergitkan keningnya, lalu memutar arah hpnya dimana Via sedang menyantap makanan didepannya.
"Hallo kak Via, bagaimana kabar mu aku merindukanmu" suara khas manja Lily kali ini ditunjukkan kepada Via kakak iparnya.
"Aku sehat kok Ly, kamu bagaiamana kabar mu? aku berharap kamu baik-baik saja ya" ucap Via sambil menguyah makanan dimulutnya hingga suara yang dikeluarkan oleh Via tidak terlalu jelas.
"Kakak makan dulu lah aku bicara sama kak Derson aja ya, bye kak Via" Lily melambaikan tangan kepada Via lalu memanggil nama kakaknya Derson.
"Kakak kamu itu Via atau aku sih? kalau mau bicara sama Via kenapa nggak nelfon nomor Via aja" derson kesel ketika Lily tidak menanyakan kabarnya malah mencari Via.
"Hehe sama saja kak, kak Via itu istri kakak jadi kalau aku nanya kabar kak Via sudah mewakili kabar kakak juga" Lily mencoba memberi alasan kepada kakaknya itu.
"Kak udah dulu ya teman aku datang mau mengerjakan tugas sama teman, bye kakak" Lily langsung memutuskan telfon secara sepihak.
"Dasar adik durhaka" umpat Derson kesal, Via yang melihat tingkah Derson hanya mampu tertawa didalam hati.
"Udah ayok pulang sudah nggak mood lagi aku" Derson mengajak Via untuk pulang, sesampainya dirumah Derson langsung menuju kamarnya begitu juga dengan Via dia langsung pergi kekamar tamu yang sudah ditempatinya sebulan lebih ini.
🌛🌛🌛
Seperti biasa pagi ini sekitar Jam 10 pagi Via keluar dari kamarnya, hendak pergi kerumah makan yang ia punya. hanya rumah makan sederhana yang menyajikan nasi bungkus dan nasi kotak dengan harga sekitaran 10rb sampai 12ribu.
Jika dibandingkan dengan perusaan milik Aderson maka secuil kuku pun Via tidak dapat menandinginya tapi Via mensyukurinya.
"Mbak saya pesan nasi 2 pake ikan asam manis ya" seorang ibu paruh baya dengan seorang laki-laki yang seumuran dengan ibu itu. Via memperkiran mereka sepasang suami istri yang sangat bahagia.
"Baik buk, silahkan cari kursi yang kosong" Via menjawab dengan senyum yang merekah dibibirnya, supaya pelanggan yang datang kerumah makan itu betah makan disana.
Kedua paruh baya itu berjalan kearah meja yang kosong, mereka duduk dengan santai.
"Rumah makan begini mama bilang makanannya enak? Papa nggak yakin deh" ucap laki-laki itu sambil meneliti ruangan yang ada didepannya.
"Mama sudah pernah beli disini dan makanan yang mama pesan mama jamin Papa pasti menyukainya".
"Permisi buk pak ini makanannya, selamat menikmati" ucap Via lalu meletakkan nasi dan juga ikan asam manis diatas meja.
Kedua paruh baya itu menikmati hidangan didepan mereka dengan lahap.
"mah pesan satu porsi lagi dong" ucap pak suami.
"Tadi katanya nggak menjamin makanan disini enak, sekarang minta tambah".
"Mbak pesan satu lagi kayak begini ya".
Selesai makan kedua paruh baya itu pulang, dengan keadaan perut kenyang hati pun senang.
"Mbak masakannya sangat enak saya menyukainya kapan-kapan saya kesini lagi bawa anak-anak saya" ujar ibu paruh baya bernama mawar itu.
"Terimakasih buk, saya harap ibu bisa datang kembali kerumah makan sederhana ini" jawab Via bahagia ini adalah Pelanggan pertama Via yang begitu menyukai menu yang dijual oleh Via.
"Kak sudah sore aku pulang duluan ya nanti kamu tutup dengan rapi ya rumah makan ini, dan jangan lupa matikan semua lampu" pesan Via sebelum pergi.
"Iya kak, hati-hati" jawab Evie karyawan Via untuk membantunya didalam rumah makan itu.
Via menenteng tas selempangnya lalu memesan ojol untuk membawanya pulang kekediaman Aderson.
"Syukurlah dia belum pulang" batin Via saat melewati ruang tamu masih kosong, itu artinya sang tuan rumah belum pulang dari kantor.
🌛🌛🌛
"Pah kamu suka nggak melihat anak perempuan tadi dirumah makan?" mawar bertanya pada suaminya bernama Alfi, Mawar dan Alfi saat ini duduk santai diruang keluarga.
"Iya orangnya ramah ya? Papa suka melihatnya sangat sopan" jawab Alfi.
"Ma, Pa, lagi apa kok asik banget?" Tanya Jhosua anaknya Alfi.
"Mama sama Papa hanya bicara biasa aja tidak ada yang penting ataupun spesial" jawab Mawar sambil tersenyum kepada Jhosua.
"Bagaimana dengan kuliah mu? apa semuanya sudah beres" Tanya Mawar, saat ini Jhosua melanjutkan program S3 disalah satu kampus swasta dikotanya.
"Lancar kok mah, kemungkinan minggu depan jhosua akan sidang, habis itu aku akan bekerja diperusaan Papa" jawab Jhosua bangga.
Jhosua saat ini berumur 27 tahun Mawar adalah mama tiri Jhosua tapi walau mereka tak sekandung tapi saling menyanyangi, Jhosua mempunyai adik yang saat ini sekolah di amerika serikat masih SMA bernama Isla, dia sekolah disana dan tinggal bersama neneknya.
"Mah Jhosua kekamar dulu ya" ucap Jhosua sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
🌛🌛🌛
Siang hari ini seperti biasa Via menjaga rumah makan yang ia miliki karena tidak banyak yang datang Via duduk dimeja yang kosong sambil memainkan Hpnya.
"Mbak nasi dibungkus 3 ya pakai yang biasa saja" tidak pernah absen Mawar setiap 3 kali sehari dia datang membeli makanan dari rumah makan Via.
"Achh.... ibu datang ya tumben nggak makan disini, bapak kemana?" Tanya Via heran karena biasanya Mawar datang bersama Alfi suaminya.
"Suami saya lagi dikantor saya mau membawa dia makanan kekantor dan kebetulan anak saya ada disana jadi saya pesan tiga" jawab Mawar, Mawar dan Via sudah saling mengenal dan juga sangat akrab, sering kali Mawar mengajaknya untuk bertemu kerumah tapi Via selalu menolaknya.
"Tunggu saya siapkan dulu ya buk" Via segera bergegas menyiapkan nasi yang dipesan oleh Mawar.
"Ini buk makanannya, semuanya 36 rb" Via menyerahkan plastik kresek berisi 3 bungkus nasi.
"Kamu ambil kembaliannya saja, oh ya ibu mau mengajak mu besok kerumah ibu anak ibu sedang wisuda kamu datang ya" ucap Mawar penuh harap.
"Kalau saya tidak sibuk akan saya sempatkan buk" jawab Via tidak lupa memarkan gigi putihnya.
"Ibu duluan ya" Mawar pergi dari rumah makan itu, Via kembali kekursi semula ia duduk.
"Huft hari ini sangat sepi, rasanya sangat bosan juga, aku main-main ke swalayan depan ach" batin Via.
Via memasuki swalayan itu lalu keliling untuk membeli cemilan, satu keranjang sudah penuh diisi oleh Via lalu matanya tertuju pada ice cream disebuah kulkas.
Saat via ingin membuka kulkasnya ternyata ada seorang pria yang juga ingin membuka kulkas itu.
"Kamu duluan saja" ucap Via.
Laki-laki itu memilih ice yang ia mau baru Via mengambil ice yang ia pengen juga. kedua orang itu sama-sama pergi kekasir untuk membayar belanjaannya.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya