NovelToon NovelToon
Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma

Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma

Status: tamat
Genre:Duda / Anak Genius / Cerai / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:143.7k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Season 1
Season 2( on going)

Bagi sesama Author yang mampir silahkan like doang Ok, baca n like, Alhamdulillah. Hadiah, apalagi senang banget. Bagi pembaca, like n baca wajib ya Cuy, biar sama-sama ngeunah endol takendol-kendol. Kali ini nama pemerannya yang agak nyeleneh, gak mau yg bagus2 biar sdkt humor.

Dicegat saat bawa motor kala pergi bekerja, membuat Sensi Vera (23) mengerem mendadak motor matiknya sampai hampir standing. Sensi, begitu dia dipanggil terkejut dan penasaran siapakah yang telah mencegatnya.

Saat Sensi mendekat, rupanya orang itu mengalami sakit asma. Sensi terkejut setelah menyadari ternyata yang mencegat adalah Bos di kantornya. "Pak Rangka!" kejutnya.

Rangka Baja (35), seorang Bos di perusahaan kertas ternama di kotanya, mengalami sesak nafas saat dia masih di jalan menuju kantornya. Rangka meminta tolong pada orang yang berhasil dicegatnya untuk membelikan obat ke apotek terdekat. Tanpa Rangka sadari, rupanya orang yang dia cegat adalah s

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Taman Jodoh Selamanya

POV 3 (Author)

Jam dua siang Rangka keluar kantor lebih awal, hari ini dia merasa jenuh dan tidak bahagia berada di kantor. Ketidakhadiran Sensi membuat Rangka tidak bersemangat, terlebih di kantornya kini tengah beredar gosip yang sepertinya sengaja dihembuskan Dian sepupunya.

"Cak, aku keluar dulu. Titip kantor ya! Jika ada klien, kau handle dulu." Rangka berlalu setelah memberi perintah pada Cakar sang Asisten. Cakar mesem memahami perubahan sikap Bosnya. Biasanya dia selalu melihat Bosnya bersemangat dan lebih garang tapi kini Singa jantan di kantor ini seperti kehilangan taringnya.

"Kor, selesaikan tugasmu. Jika sudah selesai kasih Cakar, saya keluar dulu." Rangka berpamitan juga pada Koral sang Sekretaris. Koral hanya mesem dan senyum memahami suasana hati sang Bos.

"Jangan lupa ngopi dulu Bos!" peringat Koral menggoda sang Bos yang kelihatannya sumpek. Rangka berlalu dengan senyum simpul yang ditahan. Sebelum keluar kantor, Rangka sengaja mampir ke divisi keuangan, dia sengaja ingin menemui Dian sang sepupu yang sudah beraninya menyebar gosip tidak benar tentang dirinya dan Sensi.

"Selamat siang Pak Rangka," sapa Leader Tim di divisi keuangan hormat, diikuti yang lain memberikan penghormatan yang sama pada Rangka sang pemilik perusahaan. Rangka tersenyum membalas sapaan mereka. Tiba di ruangan Dian, rupanya ruangan itu kosong. Rangka merasa heran kemana Dian sebenarnya?

"Risa, Dian di mana?" Rangka bertanya pada Risa Leader Tim divisi keuangan.

"Laporannya ijin, Pak. Sejak kemarin Dian sudah tidak masuk," ucap Risa melaporkan. Rangka mengerutkan kening heran.

"Kemana bocah nakal itu? Dasar tidak pernah konsisten," gerutu Rangka sembari beranjak dari ruangan Dian. Rangka keluar kantor dan tujuan utamanya sekarang ke rumah Sensi.

Mobil Pajira milik Rangka kini keluar gerbang, dan melaju membelah jalanan kota yang selalu ramai. Sepanjang jalan Rangka bingung, sebetulnya dia ingin menemui Sensi, tapi jika dia ke rumahnya langsung, keadaan ini pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan. Akhirnya Rangka ada ide untuk mencoba menghubungi via telpon WA saja, siapa tahu kali ini WAnya aktif.

Saat akan menghubungi, rupanya WAnya sedang aktif. Namun Rangka urung menghubungi, dalam pikirannya langsung ada ide untuk mengecek keberadaan Sensi via GPS, di rumah atau diluar? Rangka segera membuka GPS dan akhirnya dia mengetahui di mana Sensi sekarang berada. "Ohhhhh, di sana rupanya," guman Rangka tersenyum bahagia. Seketika wajahnya yang sejak di kantor tadi muram, kini kembali berseri.

"Sedang apa dia di sana? Janjian dengan seseorang atau sengaja ke taman itu?" Rangka masih berbisik-bisik sendiri sembari melajukan Pajiranya dengan kecepatan sedang menuju taman yang kini didatangi Sensi.

Tiba di Taman Jodoh Selamanya, Rangka memarkirkan Pajiranya dengan baik, kebetulan di sana ada tukang Parkir yang membantu mengarahkan parkir.

Keluar dari mobil, Rangka sejenak berdiri di pinggir taman. Lumayan ada beberapa pengunjung di taman itu, pastinya yang sering ke sana adalah muda-muda yang tengah pacaran, tapi akhir-akhir ini bukan hanya muda-mudi yang pacaran saja, melainkan taman ini ramah untuk dikunjungi keluarga yang bawa anak-anak. Sebab di taman ini ada juga mainannya.

Sejenak Rangka berpikir, jangan-jangan Sensi ke taman ini untuk pacaran dan ketemuan sama seseorang. Rangka menebak-nebak, bahkan dia kini membayangkan akan segera memergoki Sensi tengah pacaran. Dan seketika perasaan cemburu itu langsung menyergap dadanya. Rangka bukan pacarnya tapi dia cemburu luar biasa membayangkan Sensi bersama pria lain.

"Taman Jodoh Selamanya. Nama yang unik, apakah aku di taman ini akan menemukan jodoh selamanya sesuai nama taman ini?" Sejenak Rangka membaca plang nama taman yang kini disinggahinya sambil tersenyum kecil.

Rangka kini menuju tempat di mana Sensi berada sesuai GPS yang dia lacak. Manurut GPS langkah Rangka dengan Sensi hanya tinggal beberapa meter lagi. Saat pandangannya tepat ke depan sana, dilihatnya ada seseorang tengah duduk di sebuah bangku yang membelakanginya. Otomatis orang itu hanya kelihatan punggungnya saja. Rangka yakin itu Sensi, dari ciri-ciri rambutnya yang sama sebahu.

Rangka mulai berjalan menghampiri Sensi, namun secara bersamaan dan mengejutkan ada seorang laki-laki lebih muda darinya menghampiri, lalu duduk berdekatan dengan Sensi. Hati Rangka menjadi panas seketika, rasa cemburu menjalar dalam dada. Nafasnya turun naik menahan amarah. "Rupanya kamu janjian dengan laki-laki. Rela bolos kerja demi pacaran, dasar Sensi," gerutu Rangka kesal, dia merasa sangat cemburu dan kecewa melihat Sensi berduaan dengan laki-laki dan terlihat sangat akrab.

Tiba-tiba Rangka muncul ide dalam otaknya yang menurutnya bisa mempermalukan Sensi. Dia akan mengganggu kebersamaan Sensi bersama laki-laki yang lebih muda darinya itu. Rangka perlahan berjalan mendekati Sensi dengan pasangannya. Dengan PDnya Rangka menepuk punggung Sensi dua kali seraya berkata, "bagus, ya, rela bolos kerja demi pacaran. Hebat kamu, ya!" celetuknya dengan santai.

Sontak Sensi dengan pasangannya bergerak membalikkan badan dengan wajah yang terkejut sekaligus kesal. "Siapa, ya, ganggu orang pacaran saja," gerutu laki-laki itu kesal.

Saat kedua orang itu membalikkan badan dengan sempurna, Rangka terbelalak tidak percaya. Rupanya perempuan yang dianggapnya Sensi, ternyata bukan Sensi, melainkan orang lain yang sekilas mirip Sensi dari belakang.

"Yang, ini siapa? Kamu kenal nggak?" tanya si lelaki menatap heran pada Rangka. Rangka masih terbelalak tidak percaya, dia masih shock dengan apa yang dilihatnya kini.

"Aku tidak kenal, Yang. Orang nyasar kali," ujar si perempuan menatap Rangka heran.

"Ohhh, maaf, maaf. Maafkan saya Mas, Mbak, rupanya saya salah orang. Saya pikir Mbak ini orang yang saya kenal. Tadi dari belakang mirip pacar saya," ujar Rangka memberi alasan yang jelas bohong.

"Ohhh, gitu. Kami pikir Anda itu orang yang mau ganggu kami," ujar si perempuan sedikit judes.

"Silahkan dilanjut lagi, sekali lagi saya minta maaf, saya pikir Mbak adalah pacar saya, yang rela bolos kerja demi mengkhianati saya," ulang Rangka meminta maaf dengan wajah bersemu malu.

"Tidak apa-apa Mas, namanya juga salah orang," ujar si lelaki ramah beda dengan si perempuan yang tadi nampak judes dan kesal. Rangka membalikkan badan dan bermaksud kembali, namun tanpa disadarinya sejak Rangka berdebat dengan dua orang pasangan yang salah orang, disebelah kanan tepatnya beberapa meter dari pasangan tadi ada seseorang yang memperhatikan interaksi Rangka bersama dua orang tadi.

Gadis muda itu duduk di bangku yang persis dengan bangku yang diduduki pasangan muda tadi, namun posisi badannya tertutup batang pohon, jadi tidak terlihat bahwa di bangku itu ada orangnya.

"Seperti kenal dengan suara itu," ujarnya seraya berdiri dan celingukan mencari arah suara yang dia kenal. "Pak Rangka, sedang apa Bos nyebelin itu?" Rupanya perempuan muda yang tengah duduk di bangku yang terhalang batang pohon besar adalah Sensi.

Sensi berdiri seraya mendekat beberapa langkah dari arah Bosnya berdebat itu.

"Silahkan dilanjut, sekali lagi saya minta maaf. Saya pikir Mbak adalah pacar saya yang sengaja bolos kerja demi mengkhianati saya." Terdengar jelas Bosnya berbicara meminta maaf pada si perempuan.

"Pacar? Bolos kerja demi mengkhianatinya? Sejak kapan Pak Rangka punya pacar lagi? Rupanya Pak Rangka sudah memiliki pacar, dan aku hanya perempuan bodoh yang sudah naksir berat dengannya." Sensi berbisik-bisik sedih mengingat bahwa Bosnya itu ternyata sudah memiliki pacar sesuai apa yang didengarnya barusan, sementara dirinya selama ini sudah naksir berat sama Rangka tapi tidak pernah dianggap. Benar-benar kecewa.

Sensi sejenak meredam kesedihannya akibat patah hati karena mendengar Bosnya sudah punya pacar. Sensi bermaksud mengejutkan Rangka yang kini sedang berdebat kecil dengan pasangan pacaran itu.

Sensi berjalan menuju mereka bertiga. Setelah perdebatan itu berhenti dan Rangka mulai membalikkan badan, dengan cepat Sensi memanggil Rangka.

"Pak Rangka!" panggilnya sedikit memekik membuat pasangan yang tadi berdebat dengan Rangka menoleh. Rangka mendengar namanya dipanggil sontak menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Alangkah terkejutnya sekaligus bahagianya Rangka. Mendadak wajah suram tadi, kini berubah berseri.

"Sensi," teriaknya sambil berlari kecil menghampiri Sensi yang hendak dirangkulnya.

Bersambung.....

Note; bagi yg masih punya vote, jangan lupa kasih votenya buat karya saya ya!

1
Bo-bo
keren ni Thor👍
Bo-bo
aku mampir di karyamu Thor..semoga sukses selalu 🤲🤲
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 4 replies
Pa Muhsid
seperti di toko matrial
Lina Zascia Amandia: Wkwkkwkwk.... iya Bang, saya sengaja cari nama bahan bangunan atau istilah dlm pembangunan gedung. Biar agak lain, soalnya nama2 yg keren udah sering dipakai penulis2 Femez. Semoga suka ya Bang.... mendukung karya ini, supaya rame soalnya pembacanya msh minim.... mksh udah hadir...
total 1 replies
Erny Kurniawati
tokohnya dari bangunan semua
Lina Zascia Amandia: Hehhee iya Kak.... sengaja Kak, nama2 pemeran yg keren udah byk yg make sm penulis2 lain... smg suka ya Kak, mohon dukungannya ya, cerita bahan bangunan dan bunga Sansevera ini.... wkwkwkkwkwkw
total 1 replies
Juragan Jengqol
bagus, ringan, enak dibaca....
Lina Zascia Amandia: Kak ke mana aja blm mampir lagi di karya saya yg lain.
total 1 replies
Juragan Jengqol
ayo cakar, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Juragan Jengqol
suruh kursus aja di luar, bos
Lina Zascia Amandia: Iya daripada dimarahin ya?
total 1 replies
Juragan Jengqol
minta maap teroooz, tapi diulangi lagi....
Lina Zascia Amandia: 🤦‍♀️🤦‍♀️😌😌😌😌
total 1 replies
Juragan Jengqol
siapa tau jodoh sama cakar
Lina Zascia Amandia: Hehehheeh..... ✅✅✅
total 1 replies
Juragan Jengqol
salah satu kunci berumah tangga adalah SALING PERCAYA
Juragan Jengqol
a r o g a n
Juragan Jengqol
kamu juga salah, sen. sudah nikah harus bisa jaga diri, jaga hati, jaga kehormatan suami
Juragan Jengqol
maksudmu benar, tapi caramu salah. harusnya kasih tau dulu baik2, kalau belum berubah baru teguran, kalau belum berubah baru teguran keras. ini langsung marah keras.

di perusahaan aja sp1 dulu, ga ujug2 sp3.
Juragan Jengqol
kamu ga bisa jagain hati suami
Juragan Jengqol
salah sasaran tuh marahnya
Juragan Jengqol
kalau kata Sayyidina Ali, sabar itu pada kesempatan pertama. dan kamu sudah gagal sabar di kesempatan pertama, bos
Juragan Jengqol
kalau ga dikasih tau, gimana bisa tau bos? paling sebel sama orang yg suka bikin teka teki.
Juragan Jengqol
delana orang sunda bukan thor? kalo sunda bisa dipanggil teh lana atau ceu lana...
Juragan Jengqol
dian ga ikut rombongan?
Juragan Jengqol
ga usah melongo, bos. kan situ yang bikin sensi jadi bete.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!