Takut diceraikan suaminya karena dikira mandul, membuat Kesia nekat memakai jasa Gigolo untuk membuatnya hamil.
Bukanya membawa kebahagiaan kehamilan Kesia justru menggali kuburannya sendiri.
Keluarga Purwadinata yang sudah mengetahui jika putranya mandul akhirnya tahu jika Kesia hamil dengan lelaki lain.
Mengetahui keluarga suami akan membunuhnya membuat Kesia melarikan diri dari kediaman konglomerat itu untuk menyelamatkan bayi dan juga nyawanya.
Akankah Kesia berhasil menyelamatkan dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Edgar tertangkap
Martha diam-diam mendatangi kantor polisi setelah mendapat pesan singkat dari Edgar.
Wanita itu tak menyangka pria itu akan menghubunginya setelah sepuluh tahun keduanya tak lagi berhubungan.
"Kau harus mengeluarkan aku dari sini, jika tidak aku akan memberi tahu Hery tentang peristiwa sepuluh tahun yang lalu," ancam Edgar
"Aku tidak bisa, lagipula Hery tidak akan pernah tahu jika aku yang sengaja membuang putranya," ujar Martha
"Kalau kau tidak mau membantuku, maka aku akan mengungkap semuanya agar kita sama-sama impas," jawab Edgar
"Awas saja kalau kau berani mengatakannya, aku akan membuatmu menyesal," jawab Martha
"Sekarang kau berani mengancam ku, kau lupa siapa aku!" hardik Edgar membuat wanita itu seketika diam membisu
Edgar kembali memberikan tekanan kepada wanita itu hingga membuatnya ketakutan.
Rasa takut akan kehilangan suami membuat Martha akhirnya mau membantu pria itu.
Sore itu juga Edgar keluar dari penjara.
Edgar yang sudah tak sabar menghabisi Russel segera mengajak anak buahnya untuk berkumpul di markas mereka.
"Mari kita selesaikan semuanya malam ini," ucap Edgar
Ia kemudian mempersiapkan semua senjata yang akan dipakainya dan memasukannya kedalam mobil.
Setelah semuanya siap tiga buah mobil jip melesat menuju kediaman Russel.
Pria itu segera turun dan mengendap-endap memasuki rumah itu.
Ia bahkan langsung masuk ke ruang utama, karena pintu rumah itu tak terkunci.
"Sepertinya dia memang sudah menyambut kedatangan kita," ucap Edgar menyeringai
Benar saja, saat ia membuka pintu kamar Pribadi Russel, pria itu tak melihat siapapun di sana.
"Cepat geledah rumah ini!" seru Edgar yang merasa kesal karena tak menemukan Russel di rumahnya membuat pria itu semakin geram.
"Kenapa, apa kau kesal karena aku sudah tahu rencana mu?"
Edgar segera menoleh saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya
"Russel??" Ia segera mengeluarkan senjata apinya mengarahkan kepadanya.
*Dor!!
Tiba-tiba terdengar suara sirine mobil polisi membuat Edgar segera memerintahkan anak buahnya untuk segera keluar dari rumah itu.
Namun sialnya mereka tak bisa keluar karena Ridan bersama anggota geng Black Scorpio sudah menghadangnya.
"Mari kita selesaikan urusan kita yang sempat tertundanya Ed," ucap Ridan segera mengokang senapannya
Edgar segera melompat saat pria itu menarik pelatuk senapannya.
Dalam sekejap puluhan anak buah Edgar berjatuhan di tanah.
Saat melihat Edgar panik, Russel segera melepaskan tendangan kearah pria itu hingga ia jatuh tersungkur.
Ia menghampiri pria itu dan kembali melepaskan pukulan bertubi-tubi kearahnya hingga pria itu pingsan.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu Russel pun menghabisi semua anak buah Edgar dibantu oleh teman-temannya.
"Sekarang kita apakan pria tua ini!" seru Liam menginjak kepala Edgar
"Bawa dia ke kantor polisi," jawab Russel
"Tapi... bukankah itu hanya akan membuat kita juga ikut tertangkap?"
"Bawa mobil itu sebagai barang bukti, mereka pasti akan berterima kasih kepada kita karena sudah membantu polisi menangkap penjahat kelas kakap seperti dia," jawab Russel
"Ok, bro!" Liam segera menyeret Edgar dan membawanya ke kantor Polisi
Russel kemudian menemui Martha dan menyampaikan terima kasih kepada wanita itu.
"Terimakasih sudah menyelamatkan ku, setidaknya hari ini kau sudah berjasa menyelamatkan keluargaku, andai saja kau tidak memberitahu ku tentang kedatangan Edgar, mungkin aku akan kehilangan orang-orang yang aku cinta," ucap Russel
Melihat Martha yang masih ketakutan membuat pria itu berusaha menenangkannya.
"Meskipun dulu kau sudah memisahkan aku dengan ayahku, tapi tidak dipungkiri kalau aku berterima kasih atas apa yang sudah kau lakukan padaku. Jika aku tidak di tempa dengan kehidupan yang keras mungkin aku tidak akan bisa menjadi sekuat ini dan bertemu dengan wanita yang aku cintai. Dan juga anggap saja kejadian hari ini sebagai penebus dosa-dosa mu padaku di masa lalu. Jadi jangan khawatir ayah tidak akan menceraikan kamu, justru ia harus berterima kasih padamu karena sudah menyelamatkan aku," imbuh Russel
"Terimakasih Russel, meskipun kau terlihat begitu bengis tapi hatimu begitu lembut seperti ibumu," ucap Martha berkaca-kaca
*Flashback 7 jam sebelumnya
Martha segera membuka ponselnya saat menerima notifikasi pesan singkat dari seseorang.
"Datang dan temui aku sekarang jika kau masih ingin hidup,"
Seketika wajah Martha langsung memucat saat menerima pesan singkat dari Edgar.
Ia semakin ketakutan saat pria itu menelponnya.
"Sudah ku bilang jangan hubungi aku di nomor ini!" hardik Martha dengan suara keras membuat Russel mendengar semua ucapan wanita itu dengan Edgar
Martha segera menutup teleponnya saat berhasil meyakinkan Edgar jika ia akan menemuinya sore itu juga.
Melihat Russel yang terus memperhatikannya membuat wanita itu berusaha menyembunyikan rasa takutnya.
"Apa dia mengancam mu?" tanya Russel membuat Martha seketika membelakakan matanya
"Katakan padaku, apa yang ia inginkan. Jangan khawatir, aku akan membantumu jika kau percaya padaku," ucap Russel
"Maaf aku tak tahu apa yang kamu maksudkan," jawab Martha berusaha menyembunyikan Semuanya dari pria itu
"Jangan bohong, aku tahu semuanya. Kau...kau adalah wanita yang sudah membuang ku sepuluh tahun lalu. Karena Edgar selalu menyiksaku hingga aku hampir mati. Jika kau tidak mau ayah tahu perbuatan mu maka beritahu aku semuanya. Setidaknya hanya itu yang bisa kau lakukan untuk menebus dosa-dosa mu padaku," terang Russel
Bagaimana ia bisa tahu semuanya??
"Katakan sekarang atau kau akan menyesal seumur hidupmu,"
Mendengar ucapan Russel, Martha kemudian memberikan ponselnya kepada Russel.
Wanita itu memberitahukan isi pesan singkat Edgar Kepadanya. Ia juga memberitahukan Semuanya kepada Russel.
"Ikuti saja semua keinginannya," ucap Russel membuat wanita itu terkesiap Mendengarnya
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Tenang saja, aku bisa menyelesaikan semuanya, aku hanya perlu mengiyakan apa yang diinginkan oleh pria itu,"
"Baiklah kalau begitu," jawab Martha
Wanita itu kemudian bergegas menuju ke penjara untuk menemui Edgar dan melakukan semua yang diperintahkan oleh Russel.
Ia segera memberitahukan pria itu tentang apa yang sudah dibicarakan dengan Edgar.
*Flashback off
Setelah kejadian hari itu, hubungan Russel dan Martha mulai membaik.
Sementara itu Kesia memilih menyerahkan jabatan CEO kepada suaminya dan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga agar bisa memberikan adik untuk Kanaka.
"Kenapa aku yang harus jadi CEO," ucap Russel berusaha menolak tawaran Kesia
"Karena kamu yang lebih berhak. Bukankah kau adalah putra kandung ayah Hery, jadi memang sudah sepantasnya kau yang melanjutkan perjuangan ayahmu membesarkan perusahaan itu,"
"Aku setuju dengan mamah. Aku juga mau kan punya ayah seorang CEO, pasti aku akan jadi semakin populer di sekolah saat semua tahu jika ayahku seorang CEO yang tampan," tutur Kanaka
"Terus kalau ayah jadi CEO kamu mau jadi apa?" tanya Russel
"Aku mau jadi artis kalau gak model. Sepertinya wajahku cukup tampan jadi semua produser pasti akan terpesona denganku," jawab Kanaka
"Jadi kau tidak mau jadi gig*lo lagi?" goda Russel
"Kata kakek aku gak boleh jadi gig*lo karena terlalu tampan,"
Seketika Russell dan Kesia tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban putranya.
"Terimakasih sayang sudah memberikan anak yang lucu seperti Naka, semoga setelah ini kamu akan memberikan satu lagi anak yang cantik seperti dirimu,"