Malam kelam menimpa seorang gadis cantik bersama dengan seorang CEO dingin dari Hendrawan corp.
Bermula dari sebuah pesta membuat Nana, putri dari pengusaha kaya raya yang terkenal angkuh harus kehilangan kehormatannya karna dijebak oleh seorang rekan bisnis papanya.
Gadis itu mencoba meminta pertolongan. namun naasnya ia malah bertemu dengan Kenzio Hendrawan, seorang CEO dari Hendrawan grup yang terkenal arogan.
Bagaimana nasib Nana? apakah ia akan meminta pertanggung jawaban? atau justru malah pergi tanpa sepengetahuan Zio?
simak terus Hasrat Tuan Arogan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Biar Aku yang Pergi
Setelah selesai, Zio masuk ke ruang kerjanya dan mengistirahatkan tubuhnya diruangan itu.
Pagi pagi sekali Zio sudah siap untuk berangkat padahal anggota keluarga lain belum keluar dari kamarnya.
"Kak Zio" panggil Nana mengerjapkan matanya bangun.
"Kakak mau kemana? Kenapa bawa koper?" Tanya nya lembut.
Zio hanya diam tak menjawab. Pria itu takut emosinya akan meledak ledak hingga menyakiti wanita itu.
Pria itu berjalan begitu saja melewati istrinya sambil menyeret koper.
"Kalau kak Zio memang tak ingin melihatku, biar aku kak yang keluar dari rumah ini" ucapan Nana terdengar sendu.
Ucapan Nana membuat Zio berhenti di depan pintu kamar dan terdiam sejenak.
"Jadi kakak ingin aku pergi sekarang juga?" Tanya nya lagi sendu.
Air mata wanita itu sudah mengalir deras.
Nana beranjak berdiri,
Wanita itu berjalan mendekati suaminya yang berada di ambang pintu.
"Maafkan ke egoisanku kak, aku tidak bermaksud untuk menolak hamil. Hanya saja aku belum siap dalam waktu dekat ini. Aku masih belum yakin dengan hubungan kita" lirih Nana menjelaskan.
Zio hanya diam dengan tatapan menghunusnya.
"Kakak jangan pergi, biar aku saja yang pergi dari rumah ini"
Tangan Nana bergerak membuka pintu kamar itu.
Ceklek
Nana melangkah ragu untuk keluar rumah.
ia bingung kemana ia pergi setelah ini.
Mana mungkin ia kembali ke mansion Yulandres. Yang ada ia dimarahi habis habisan oleh orang tuanya karna kebodohannya sendiri.
Wanita itu berjalan keluar begitu saja walaupun masih mengenakan piyama nya.
Hanya handphone nya yang ia pegang dari tadi.
Wanita itu terus melangkah melewati tangga berharap suaminya mencegahnya agar tak pergi.
Namun sepertinya semuanya hanya impiannya saja. Kekecewaan Zio padanya sangatlah besar.
Baru sampai ruang tengah Nana menghela napasnya seolah berat meninggalkan mansion besar itu.
"Satu langkah kau keluar dari mansion ini, ku pastikan akan ada panggilan dari pengadilan agama" suara barinton Zio menghentikan langkah Nana.
Tangannya mengusap air matanya kasar
"Kenapa jadi begini?" Batinnya ingin berteriak.
"Kak, aku.."
"Kembali ke kamar!" Titah Zio tak mau dibantah.
"Cepat!!" Bentak Zio karna istrinya tidak bergerak dari tempatnya.
Nana kembali berjalan masuk. Hatinya sakit mendapat bentakan dari suaminya itu.
Apakah yang dilakukannya se fatal itu sampai suaminya tak memaafkannya? Lagipula Nana hanya menundanya karna memang belum yakin dengan hubungan keduanya.
Setelah melihat istrinya masuk kamar, Zio melanjutkan langkahnya sembari menarik koper.
Pria itu memasuki mobil yang sudah disiapkan dan melaju menuju bandara.
Di kamar,
Nana menangis sejadi jadinya. Ia bingung harus bagaimana sekarang. Apalagi dengan keadaan rumah tangganya yang seperti ini. Suaminya bersikap sangat dingin dan tak tersentuh sedikitpun.
Rasanya Nana ingin kembali menjadi gadis manja yang setiap hati bergelanyut pada papanya.
Ia merindukan masa masa dimana dia tak memikirkan orang lain. Semua keinginannya selalu terpenuhi sempurna.
Tak terasa Nana ketiduran setelah menangis lama.
Tok
Tok
Tok
Mama Mia mengetuk pintu menantunya karna waktu sudah lewat waktu sarapan namun wanita itu belum juga keluar kamar.
Ia baru saja mendapatkan kabar bahwa Zio sedang perjalanan mendadak ke luar negeri.
"Na, kamu udah bangun belum?"
Merasa terpanggil Nana mengerjapkan matanya bangun.
"Udah ma"
"Sarapan dulu nak"
"Iya ma, nanti Nana sarapan" sahut Nana dari dalam.
"Apa mama boleh masuk?" Tanyanya.
"Masuk aja ma, nggak dikunci"
Ceklek
Wanita itu memasuki kamar menantu dan putranya.
tp lebih ngena kisah rara sm nath nya malahan 🤣
ini bner² nyesek,,udh sebatangkara mencintai pria yg gk mencintainya dn setelah nikahpun masih sllu disakitin jiwa dn ragany 😭😭😭😭😭😭