NovelToon NovelToon
Wafa Dan Hijabnya

Wafa Dan Hijabnya

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:78.9k
Nilai: 5
Nama Author: AwanMendung26

"Gue peringatin sama lo, jangan pernah sentuh barang-barang gue!" ucap Refano sambil menarik kasar gantungan kunci yang ada di tangan Wafa.

"Dan satu lagi. Jangan pernah lo deketin Fani. Karena lo cuman bawa pengaruh buruk buat dia." suara datar dan tatapan tajam Refano tujukan kepada Wafa yang masih setia berdiri didepannya.

"Fani teman aku. Dan aku merasa bahwa nggak ada salahnya Fani membuat keputusan yang membuat dia jadi lebih baik." balas Wafa dengan berusaha untuk tidak sakit hati dengan ucapan Refano barusan.

"Lebih baik dengan berhijab maksud lo?"

"Apa yang salah dengan hijab?"

"Nggak usah ikut campur urusan keluarga gue. Dan ingat, lo nggak tahu apa-apa soal kehidupan gue. Jadi berhenti untuk pengaruhin Fani atau lo akan menyesal."


Bagaimana kisah Wafa selanjutnya? akankah dia mampu untuk menghadapi rintangan demi rintangan yang menimpa hidupnya?


Silahkan berkunjung di IG author: awanmendung_26 🌻🌻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AwanMendung26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

"Lho, Wafa?

" Naila?" Wafa tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan Naila di tempat ini setelah sekian lama gadis itu menghilang entah kemana.

Naila kemudian mengambil posisi duduk disamping Wafa.

"Apa kabar?" Tanya Wafa memulai pembicaraan sambil menatap kearah Naila.

"Baik. Kamu sendiri?" Tanya Naila kembali.

"Alhamdulillah aku juga baik." Jawab Wafa sambil tersenyum.

"Kamu lagi ada masalah, ya?" tanya Naila sambil menatap lurus kearah lapangan hijau yang biasa digunakan anak-anak untuk bermain di sana.

Wafa menyeritkan dahinya heran dengan pertanyaan Naila barusan. Gadis itu seolah-olah bisa menebak apa yang sedang dirasakan oleh Wafa saat ini.

Tanpa menunggu jawaban dari Wafa. Gadis dengan rambut sebahu itu langsung menoleh. "Biasanya kalau ada yang datang ke sini pasti dia lagi banyak pikiran atau mungkin lagi ada masalah."

"Iya, sih. Tempat ini memang tempat nyaman untuk menyendiri. Suasana sejuk pemandangannya juga indah." Tutur Wafa sambil perlahan menghirup udara untuk menenangkan dirinya.

"Mau cerita nggak?" Lagi-lagi pertanyaan dari Naila mampu membuat Wafa kebingungan untuk menjawab.

"Aku nggak akan maksa kamu buat cerita. Tapi, kalau kamu butuh seseorang buat dengar keluh kesah kamu, aku siap kok." Jujur Wafa sendiri bahkan tidak mengerti apa yang saat ini mengganggu pikirannya. Wafa hanya merasa bahwa dia butuh waktu sendiri untuk kembali berdamai dengan keadaan.

"Aku juga bingung sama diri aku sendiri." Hanya itu yang bisa Wafa ucapkan.

"Hidup ini memang membingungkan dan melelahkan sih." Ucap Naila sambil tertawa kecil.

"Kamu sendiri lagi ada masalah?" Tanya Wafa pada Naila.

"Nggak."

"Aku kesini cuman mau mengenang tempat ini aja." Lanjut Naila.

"Maksud kamu?" Wafa sama sekali tidak menangkap makna di balik kata-kata Naila barusan.

"Besok pagi aku bakalan keluar kota. Dan sekaligus tinggal disana." Jawab Naila sambil tersenyum simpul dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena tiupan angin.

"Tante Maya, Fani dan juga Refano udah tahu soal ini?" Wafa benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata Naila ingin pergi dari kota ini.

"Udah. Mereka semua sebenarnya nggak mau aku pergi. Tapi, keputusan aku udah bulat. Kalau aku tetap tinggal di kota ini artinya aku harus siap kalau sewaktu-waktu aku bakalan ketemu sama Papa. Sebenarnya aku bukan nggak siap untuk ketemu Papa. Aku lebih nggak siap untuk liat penolakan Papa untuk sekadar mengakui kalau aku anaknya." Semenjak bertemu dengan papanya waktu itu, Naila jadi bertekad untuk tidak lagi mengganggu kehidupan sang papa sekarang dengan keluarga barunya. Naila ingin pulih dan berdamai dengan semua rasa sakit yang diciptakan oleh keadaan. Naila ingin lebih menatap hidupnya dan membuka lembaran baru.

"Apapun keputusan kamu. Aku yakin kamu pasti sudah mempertimbangkan semuanya. Aku cuman bisa berdoa semoga di tempat tinggal kamu yang baru, kamu bisa merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang kamu cari selama ini. Dan, aku juga berharap semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi." Wafa berucap sambil menggenggam jemari Naila. Gadis berhijab itu berusaha untuk menguatkan Naila meski dirinya sendiri juga butuh akan hal itu.

Setelah bertemu dengan Naila di tempat tadi. Wafa kini dalam perjalanan pulang ke rumah. Namun, sebelum itu dia mampir terlebih dahulu di ATM. Setelah menyelesaikan transaksinya, Wafa kemudian berbalik dan tak sengaja berpapasan dengan seorang wanita yang terlihat menyapa Wafa.

"Eh, bentar deh. Kamu bukannya perempuan yang tadi, ya?" Tanya gadis tersebut sambil menunjukkan kearah Wafa.

"Maaf kita pernah ketemu di mana, ya?" Tanya Wafa pada gadis itu sambil berusaha mengingat wajah dari gadis tersebut.

"Kita ketemu pas di parkiran kampus kamu." Wafa seketika mengingat bahwa gadis di depannya adalah perempuan yang menghampiri Refano tadi.

"Kenalin, aku Disti pacarnya Refano. Eh, maaf maksudnya sahabatnya Refano." Ucap Disti sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

Wafa yang melihat uluran tangan Disti kemudian menyambutnya. "Wafa."

"Oh, Hai Wafa. Salam kenal, ya." Ucap Disti dan setelah itu kembali menatap Wafa dari ujung kaki hingga kepala.

"Ya, ampun perempuan ini nggak tahu fashion kali, ya. Mana pakaian dia mirip banget lagi sama ibu-ibu." Ucap Disti dalam hati.

Karena tidak nyaman dengan tatapan Disti. Akhirnya Wafa memilih pamit pulang saja.

"Maaf, aku--"

"Wafa?" Entah yang keberapa kalinya seseorang memanggil Wafa hari ini.

"Gian?" Tampak Gian tersenyum lebar melihat Wafa kini berada di depannya.

"Hai, Gian. Lama nggak ketemu. Gimana kabar kamu?" Gian baru menyadari ternyata Disti ada disana.

"Disti?" Gian kaget melihat Disti yang ternyata sudah kembali ke kota ini lagi.

"Hai, " Ucap Disti sambil melambaikan tangannya ke arah Gian.

"Lo kok bisa ada disini?" Tanya Gian menatap tak percaya dengan yang dilihatnya.

"Bisa dong. Dan aku bakalan menetap di kota ini lagi."

"Oh, " Jawab Gian singkat.

"Eh, Wafa kamu mau langsung pulang? " Kini Gian mengalihkan atensinya pada Wafa.

"Kamu kenal sama Wafa juga?" Lagi-lagi Disti bertanya pada Gian. Membuat laki itu jengah.

"Iya, " Jawab Gian acuh tak acuh.

"Kok sekarang selera teman kamu menurun, ya. Padahal dulu kamu mana mau temenan sama orang kayak Wafa." Ucap Disti tanpa merasa bersalah sedikit pun pada Wafa.

"Maksud lo apa sih, Dis?" Tiba-tiba Gian tersulut emosi saat mendengar ucapan Disti.

"Eh, maaf, ya, Wafa. Aku nggak bermaksud buat ngatain kamu tadi. Aku cuman mengungkapkan isi hati aku aja." Disti sengaja berkata dengan nada lembut sambil tersenyum penuh arti.

"Maaf, ya, aku pamit pulang duluan." Ucap Wafa pada kedua insan berbeda jenis kelamin tersebut.

"Iya, Hati-hati, ya, Fa." Ucap Gian.

Melihat Wafa yang sudah meninggalkan tempat tersebut, Disti kemudian menatap Gian dengan tatapan yang sulit diartikan.

Halo, para pembaca.

Gimana kabarnya hari ini? Semoga selalu baik-baik aja, ya. Jangan bosan untuk baca cerita author dan mampir juga untuk baca karya author yang kedua. Judulnya "Ketika Takdir Mempertemukan".

Oh, iya, jangan lupa setelah baca part ini like, komen, vote dan beri hadiah, ya . 🌻🌻

Terima kasih. 🌻🌻

1
Lilis N Andini
fani dan gian gimana kelanjutannya kak🙏
Lilis N Andini
Aku mampir kak....novel ke 3 karya kak Awan mendung yg ku baca👍🥰
Ksatria_90
mampir Thor 👍👍 semangat ya 🤗
AwanMendung26: Terima kasih sudah berkenan mampir kak. 🌻

Semangat juga untuk kakak. ❤
total 1 replies
Hasanah Ana
mampir dlu kyax seru
Uthie
Coba keep ahh.. ❤️
Agustina Kusuma Dewi
paket kumplit sdh tersemat kak..
betapa indahnya bersama mahrom yg sejalan..
semoga solih sholihah q, juga mendapatkan spt keindahan kisah ini d akhirnya..aamiin
sub
like
vote
iklan
komen
kopi
stars
cha yo..
😘😍😘😍😘😍😘😍
Agustina Kusuma Dewi: aamiin Allahumma aamiin..
doa yg sama kembali ke anty..😘😍😘😍
total 3 replies
Agustina Kusuma Dewi
yup..pengatur sebaik baiknya takdir hanya Allah
Agustina Kusuma Dewi
benar..mengikhlaskan adalah puncak tertinggi dr mencintai
AwanMendung26
Tetap istiqomah dalam menjaga hati, ya, kak. 🌻
Agustina Kusuma Dewi
sakit perih tp tak berbekas
Agustina Kusuma Dewi
penantian badai..yg berujung ada pelangi hidayah..kapankah akan menghampiri..hanya Allah sj yg tau..
berharap terbaik
Agustina Kusuma Dewi
ya menyadari, ikhlas..
apa yg terjadi skrg..adlah berharap terbaik kedepanya. aamiin..
menjaga hati..
Agustina Kusuma Dewi
luka tak berdarah
Agustina Kusuma Dewi
mmg bnr, bl sepihak akan sakit sendiri..merana sendiri..lebih baik dicintai drpd mencintai..
sakit
Agustina Kusuma Dewi
aissss..back to jadul th.80an dah..
buku diary
Agustina Kusuma Dewi
model anyar kie..
dl zaman nabi yusuf yg oncek2 bagianya kaum hawa, yg ampe tak menyadari tanganya kepisau saking gantenge..nabi yusuf
x ini berbeda ....hehehhe
🤣😂😁😀😃😅😆😉
Agustina Kusuma Dewi
aamiin..sehat juga kak
Agustina Kusuma Dewi
ya semua perempuan di dunia ini pasti adlh wanita tangguh berhati rapuh.
krn tak bs melupakan jk hati terluka. uhhhhh..hny bs menguatkan diri sendiri.. cha yo..semua siper women disini i luv u pull
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍
Agustina Kusuma Dewi: always.. 😘😍
total 2 replies
Agustina Kusuma Dewi
Allah jlah yg mudah membolak balikan hati
berharap yg yerbaik
Agustina Kusuma Dewi
kebalikan q dl..kerja 1th dpt modal u. byr uang daftar..mlamnya kuliah
Agustina Kusuma Dewi: Aamiin, hanya Allah lah yg tau kak..apa yg ada dilangit dan dibumi.. takdirnya😘😍 kt berusaha terbaik menjalaninya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!