NovelToon NovelToon
Little Wife CEO

Little Wife CEO

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:237.9k
Nilai: 5
Nama Author: Herazhafira

Natasya Cahaya Yudistira gadis kecil berumur 18 tahun terpaksa menerima menikah dengan seorang pria dewasa yang lebih tua sepuluh tahun darinya.

"Ssst.. sst.. Om.. om..!" bisik Syasa memberi kode pada Moreno.

Moreno berusaha mengabaikan suara Syasa dan memilih fokus pada makanannya. Tidak perduli dengan gadis kecil yang terus berusaha menarik perhatiannya.

Kaki Syasa bahkan sudah menari-nari menendang kaki Moreno dibawah meja makan.

Moreno menatap Syasa dengan tatapan dingin dan tajam, ingin rasanya memaki dan menenggelamkan di laut atlantik gadis kecil menyebalkan yang ada dihadapannya.

"Apa?!" Kesal Moreno.

"Om, batalin pernikahan ini ya?" Bisiknya, takut kedengaran oleh kedua orang tua mereka.

Apakah Moreno mampu menghadapi pernikahannya dengan gadis kecil yang selalu membuatnya naik darah?

Baca selengkapnya yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herazhafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyenangkan Menantu

"Mmmphh.."

Syasya ingin memberontak namun Moreno telah mengunci tubuhnya, handuk kecil dikepala Syasya terlepas. Ciuman Moreno sangat lembut membuat Syasya ikut terbuai dan menikmatinya. Syasyaembuka mulut dan membalasnya dengan kaku. Moreno tersenyum, lidah mereka semakin membelit membuat Moreno kehilangan kendali. Moreno menurunkan ciumannya ke leher, menghisap dan membuat tanda kemerahan disana.

"Ahh... Om!" desah Syasya merasa geli sekaligus nikmat.

Moreno semakin turun kebawah, ia menyingkap kimono Syasya dengan sekali tarikan hingga talinya terlepas. Kini Syasya sudah polos, Syasya mencoba menutup dadanya karena malu namun sudah terlambat. Moreno menahan kedua tangannya disisi kepala Syasya.

"Kenapa mau ditutup?" tanya Moreno dengan suara parau.

"Malu Om!" jawab Syasya.

"Tidak usah malu, aku suka, kamu sangat indah," ujar Moreno tanpa berkedip menatap tubuh polos istrinya.

Rasanya Syasya ingin terbang melayang begitu Moreno memujinya.

Tok.. tok.. tok..

Seseorang mengetuk pintu mengalihkan pandangan Moreno.

"Ck," Moreno berdecak kesal. Siapa yang berani datang mengganggu kesenangannya.

"Awas saja kalau nggak penting," geram Moreno sambil bangkit dari atas tubuh Syasya.

Syasya segera beringsut, ia memperbaiki handuk kimononya kemudian segera menuju walk in closet. Syasya benar-benar malu, wajahnya sudah memerah seperti buah strawberry, sedangkan Moreno mengacak rambutnya karena frustasi.

"Syasya... yuhuuu.. menantu kesayangan Mama... I am coming...!" panggil Vina didepan pintu.

Syasya terkekeh geli mendengar teriakan Mertuanya. "Untung ada Mama, jantungku hampir copot karena ulah mesum Om Bear. tapi apa tadi om bear akan melakukan itu? bagaimana rasanya ya?" batin Syasya. Syasya mulai penasaran, sebagai anak remaja tentu saja ia ingin tahu segala hal. Termasuk apa yang akan dilakukan Moreno selanjutnya.

Tok... tok.. tok...

Vina kembali mengetuk pintu.

Moreno membuka pintu kamarnya dengan tatapan tajam, tapi itu tidak menakutkan bagi wanita paruh baya dihadapannya.

"Brisik!" kesal Moreno.

Vina memutar bola matanya malas. Ia melirik kedalam namun tidak melihat Syasya.

"Menantu kesayangan Mama mana? kenapa nggak ada? kata Paulina kalian ada dikamar?" Mata Vina memicing meminta penjelasan dari Moreno. Bagaimana tidak jika anaknya tidak memakai baju.

"Pakai baju," jawab Moreno ketus.

"Ih, kamu kenapa? Kok sewot banget Mama kesini, minggir, Mama mau ketemu Syasya," tanpa permisi Vina masuk membawa paper bag ditangannya, sedangkan Moreno hanya mengikuti dari belakang.

Syasya sudah memakai dress berwarna taro sebatas lutut. Rambutnya yang basah masih dibungkus handuk dengan rapi. Ia menoleh kearah pintu saat Vina membuka lebar tanpa mengetuknya.

Syasya tersenyum lalu menyambut kedatangan mertuanya.

"Ada apa Ma?" tanya Syasya kini sedang memeluk mertuanya dengan manja.

"Sini," Vina menarik Syasya duduk di sisi tempat tidur.

Syasya hanya mengikuti kemauan Vina tanpa protes.

"Kenapa dia menurut dengan Mama, sedangkan denganku, dia selalu memberontak dan cerewet." gumam Moreno dalam hati.

"Ren, kamu mau kemana?" tanya Vina melihat Moreno berlalu dihadapan mereka dengan raut wajah dongkol.

"Mandi, Mama mau ikut?" jawab Moreno ketus.

"Nggak usah ajak-ajak Mama, Mama sudah mandi." tolak Vina.

Vina sengaja membuat Moreno kesal. Sekali-kali membalas anak itu yang selalu membuatnya naik darah. Moreno selalu membantah pendapat kedua orangtuanya jika tidak sesuai dengan keinginanannya.

"Itu Om Bear kenapa? asem banget wajahnya. Sudah kayak belimbing busuk aja, hehehe..." batin Syasya.

"Kamu kenapa Sya... sudah Reno nggak usah dipikirin. Lihat ini, Mama bawain kamu tas yang sangat lucu," semangat Vina sambil membuka tas branded limited edision berlogo GC didepannya.

Mata Syasya langsung berbinar. "Ini beneran buat Syasya Mah?"

"Iya sayang, untuk kamu," jawab Vina.

"Cantik banget Mah," puji Syasya.

"Sama cantiknya dengan menantu Mama dong..." puji Vina. Tidak sia-sia di mengeluarkan uang banyak untuk menyenangkan hati menantunya. Bagi Vina Syasya adalah putrinya yang sangat menyenangkan. Sudah lama Vina menginginkan anak perempuan tapi tidak terkabulkan. Makanya begitu mendapatkan menantu yang cantik dan manja. Ia juga ingin memanjakan Syasya apapun yang Syasya inginkan.

"Kamu suka?" tanya Vina.

"Suka banget Mah, tapi..." Syasya ragu untuk melanjutkan kata-katanya.

"Tapi apa sayang?" tanya Vina.

"Tapi..., apa Papa tidak marah jika Mama mengeluarkan uang banyak untuk Syasya?" tanya Syasya khawatir.

"Hehehe... Kamu tenang aja. Papa nggak akan marah, asalkan Mama senang, ia pasti mendukung," ujar Vina.

"Terimakasih Mah, Syasya sayang banget sama Mama," ujar Syasya kemudian memeluk Vina.

Mereka saling berpelukan hingga tidak menyadari jika Moreno sudah keluar dari kamar mandi.

"Sudah kayak teletabis aja, berpelukan...." Moreno ingin ikut berpelukan namun Syasya segera menghindar.

"Weeekkk..." Syasya menjulurkan lidahnya. Moreno pasti mencari kesempatan untuk memeluknya.

Syasya langsung berdiri dan memakai tas barunya. Syasya juga berputar-putar seperti gasing didepan cermin, sedangkan Vina tersenyum bahagia melihatnya.

"Dasar anak-anak! baru dibeliin tas begitu saja sudah seperti gasing, bagaimana jika Aku membelikannya satu toko?" gumam Moreno.

"Nggak usah satu toko, satu aja dari Mama sudah cukup buat Syasya," balas Syasya yang mendengarnya walaupun kurang jelas membuat Vina semakin senang dan bahagia.

"Sepertinya mulai sekarang aku memiliki teman untuk melawan Reno, maaf ya Ren, habis kamu sangat susah diatur," batin Vina.

"Mah, sekali lagi makasih ya? Syasya suka," ujar Syasya kemudian kembali memeluk Vina.

Vina membalasnya kemudian mengajak mereka untuk turun makan malam.

Vina dan berjalan lebih dulu bersama Syasya, sedangkan Moreno dibaikan begitu saja.

"Sebenarnya anak mama siapa sih? kenapa aku yang cuekin?" gerutu Moreno.

"Mulai sekarang anak Mama Syasya, kamu yang jadi menantu Mama," ujar Vina sambil menuruni tangga.

"Mama tega banget sama anak sendiri. Reno aduin Papa, mau?!" kesal Moreno.

"Aduin aja, Papa pasti setuju dengan Mama." ujar Vina.

Ya, Moreno hanya asal mengancam, ia tahu jika apapun keinginan Mamanya pasti Dipta akan menurut. Bukan karena takut pada istrinya tapi karena sangat sayang dan cinta pada Vina. Bagi Dipta Vina wanita hebat yang mampu mengubah sikap brutalnya saat muda menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan lebih bijak.

"Sudah disini?" tanya Vina sambil mengelus pundak suaminya yang sedang duduk dikursi meja makan menunggu mereka.

"Papa sudah lapar Mah, Mama pasti bergosip dengan Syasya hingga lupa suaminya belum makan," ujar Dipta.

"Jangan ngambek dong Pah, Mama cuma sebentar kok, bawain tas yang Mama beli buat Syasya. Papa tau nggak, tadi itu rasanya pengen beli semua barang-barang di Mall. Habisnya cantik dan lucu untuk anak perempuan," ungkap Vina.

Mereka bertiga kemudian duduk dikursi. Vina mengambilkan makanan untuk suaminya begitupun dengan Syasya. Setelah itu baru mengambil untuk dirinya.

"Kamu tau Sya, semenjak mengenal kamu, jiwa belanja Mama meningkat, punya anak perempuan adalah anak impian Mama sejak dulu. Biar ada temennya shopping, dan pakaian perempuan itu sangat cantik dan lucu, pasti sangat imut dan lucu jika memakainya. Lain kali kamu harus temenin Mama belanja." Semangat Vina.

"Iya Mah," jawab Syasya.

"Sudah, bicaranya nanti aja, sekarang makan dulu biar ada tenaga untuk ngobrol," sela Dipta.

Moreno dan Dipta hanya geleng-geleng kepala. Vina menjadi lebih cerewet semenjak ada Syasya di rumahnya. Apalagi Syasya juga bawel dan manja padanya, hingga membuat rumah semakin heboh. Ada-ada saja yang selalu membuat mereka tertawa.

Mereka kemudian menikmati makan malam bersama tanpa suara.

"Mah, Pah, minggu ini Moreno dan Syasya akan pindah kerumah baru kami," ungkap Moreno setelah mereka selesai makan.

Deg!

.

.

Bersambung....

1
etihajar
tungguin sj s milea yg GX tau diri itu
etihajar
Moreno posesif SM bona
etihajar
Moreno kmna daffa
Yuheni Ziregard
kok gantung
Diana Resnawati
lanjutin thor....
Diana Resnawati
syasya disidang reno😁
Diana Resnawati
exel kterlaluan😡
Diana Resnawati
Luar biasa
Diana Resnawati
akhirnya reno unboxing syasya🥰
Diana Resnawati
bodo aja kl reno msh cinta sm milea,istri org udah pnya anak lg,jauh bedanya sm syasya
Diana Resnawati
syasya emang imut dan cuek ga jaim,sy suka karakternya🥰
Diana Resnawati
bagus reno,memang hrs bgitu sikapmu
Diana Resnawati
biar teno bebas ga keganggu mamanya
Diana Resnawati
reno udah ga kuat tuh😁
Diana Resnawati
bagus reno,abisin aja siexel and the genh,biar ga ganggu syasya lg
Diana Resnawati
nah akur gitu dong
Diana Resnawati
reno udah ga kuat pingin unboxing syasya😁
Diana Resnawati
ngakak ini mah,byk pemeran telenovela😂
Diana Resnawati
nikmatin aja moreno😄
Diana Resnawati
hadeuh...bertengkar trs,kapan akurnya ini pasutri😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!