NovelToon NovelToon
Pembalasan Sang Istri

Pembalasan Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Selingkuh / Pelakor / Romansa / Chicklit
Popularitas:114.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Linda

Starla Faranggis dan Adiputra Daniel memutuskan menikah setelah menjalin kasih selama dua tahun.

Siapa yang menyangka di malam pertama Starla memergoki Daniel bermain api dengan Alarie, teman terdekatnya.

Kenjanggalan aneh pun satu persatu terkuak. Karena dendam, Starla terlibat dengan orang paling berbahaya.

Bagai pedang bermata dua. Aldebara Adamson, seorang CEO yang menjadi rival bisnis keluarga Starla. Sosok sempurna dengan skandal wanita terpatri pada perangainya.

"Baiklah, aku akan membantumu. Sebagai gantinya, kamu harus menjadi wanita ku seumur hidup." ~Aldebara Adamson~

Panggung sandiwara telah dibuka. Pilihannya hanya dua. Menang balas dendam atau kalah di bawah pesona Aldebara Adamson.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Apa hari ini bisa?"

DEG!

Sejenak senyum pura-pura itu mengendur. Tersentak dengan pertanyaan Daniel barusan.

Malam ini cukup menegangkan dari malam malam sebelumnya. Hanya karena sebuah foto Daniel mencurigai Starla berselingkuh?

Hell! Lalu bagaimana dengan dia?

Rasanya ingin sekali Starla menghujat laki-laki di depannya. Namun harus ia tahan demi balas dendam sempurna.

Yang harus Starla pikirkan saat ini adalah bagaimana menjawab pertanyaan Daniel? Walau berstatus suami. Mana sudi Starla menyerahkan 'pertama kalinya' untuk Daniel!

Sampai mati ia tidak akan rela! Tapi mau menyangkal bagaimana lagi? Starla seperti terjebak dengan bualan nya sendiri.

Hah! Starla menyesal sudah menciptakan suasana romantis hanya untuk meyakinkan Daniel bahwa Starla tidak selingkuh. Kalau sudah begini mau menolak pun rasanya janggal. Starla takut kecurigaan daniel semakin menjadi.

Sibuk memikirkan jalan keluar. Starla tidak sadar kalau tubuh Daniel semakin mendekat. Jemari mereka pun sudah bertaut erat.

Hei! hei! hei!

Bagaimana ini?!

Ayolah Starla! Pikirkan apapun untuk keluar dari situasi ini!

Drtt Drtt Drtt

Suara getaran handphone menginterupsi. Starla spontan mendorong dada Daniel untuk menjauh. Dalam hati terucap beribu syukur. Siapa pun yang menelponnya Starla akan sangat berterima kasih.

“Ada yang menelepon,” tutur Starla. Ia menyingkir dari sofa sembari menyahut handphone di meja. Suara decakan ringan yang Starla yakini dari mulut Daniel terdengar. Sepertinya ia benar-benar kesal telah diganggu.

Sekali lagi, syukurlah. Batin Starla

Beberapa detik yang lalu Starla bisa membatin seperti itu. Tapi itu tidak berlaku setelah ia mengetahui dalang handphone nya bergetar.

Kenapa dia menelepon ku? batin Starla setelah melihat nama ‘beban’ di layar handphone nya. Dia adalah Adam.

“Siapa sayang?” tanya Daniel. Ia sengaja mendekat dan berdiri di belakang Starla.

“Beban?” sambungnya. “Siapa beban itu?”

“Ahahaha….” tawa Starla canggung. Ini bukan saatnya berbohong. Starla takut jika kebohongannya akan berbuah pahit seperti tadi. Mungkin saja Starla bisa menggunakan Adam sebagai alibi untuk keluar. Mengingat Daniel tidak bisa menentang orang itu.

“Dia Adam. Sengaja ku beri nama beban karena menurut ku itu pantas.”

Deretan gigi Daniel tampak eksis. Ia terkekeh singkat sebelum memeluk Starla posesif.

“Aku harus mengangkatnya,” ujar Starla.

“Ini kan bukan jam kerja mu lagi.”

“Ah, ya. aku lupa memberitahu mu kalau Adam menginginkan jam kerja fleksibel.”

“Apa-apaan itu. apa dia tidak tahu kalau kamu sudah menikah?” dengus Daniel cemberut.

“Sudahlah. Toh, kita tidak bisa menentangnya.”

Starla menggeser ikon hijau sebagai tanda menerima panggilan. Ia letakkan handphone nya ke telinga. Diam-diam ia mengecilkan volume panggilan supaya Daniel tidak bisa mendengar. Karena tidak bisa diprediksi, apa yang keluar dari mulut Adam. Orang itu terlalu blak-blak-an di situasi kurang tepat.

“Hallo?” sapa Starla.

“Hai Queen. Seperti biasa suara mu sangat indah walau di telepon.”

Dugaan Starla benar ‘kan? Adam gila! bagaimana jika suatu hari Daniel yang mengangkat?!

“Ada yang bisa dibantu Tuan?”

“Ah, tidak. Aku hanya ingin mendengar suara mu. Apa kamu sampai dengan selamat?”

Mata Starla terpejam. Sangking kesalnya dengan laki-laki di seberang sana. Bisa-bisanya dia….

Tunggu! Starla bisa memanfaatkan sambungan ini sebagai alibi untuk menghindari Daniel. Ya! Jika tidak menghindar, Starla yakin Daniel akan melanjutkan aksinya lagi. itu tidak boleh terjadi!

“Baiklah Tuan, saya akan segera ke sana,” sahut cepat Starla.

“Apa maksud—“

Starla berhasil mematikan panggilan secara sepihak. Ia yakin Adam akan kebingungan. Terserah lah! Yang penting Starla punya alasan untuk keluar.

Dengan tampang layu dibuat-buat Starla berujar. “Maaf Niel. Sepertinya aku harus keluar.”

“Sekarang?”

“Humm, Adam membutuhkan ku.”

“Tck! Apa kamu benar-benar harus pergi?”

“Maaf….” ucap Starla lirih. Bibirnya sengaja ia lengkung ke bawah agar Daniel percaya kalau ia pun terpaksa.

“Baiklah, aku akan mengantar mu,” ucap Daniel bertekad.

“Tidak usah, aku tahu kamu lelah ‘kan?”

“Aku masih punya energi untuk mengantar istri ku. Ya?”

Starla membuang nafas, gusar. Laki-laki ini ulet sekali!

“Niel, Adam memanggil ku untuk membantunya dalam pertemuan dengan kolega. Aku yakin dia akan tersinggung jika melihat mu mengantar ku. Kamu tahu sendiri sifatnya seperti apa ‘kan?”

Daniel menggeleng singkat. “Aku bisa menunggu di garasi,” kekeuhnya.

Astaga! Dengan apa lagi Starla meyakinkan Daniel! Ya Tuhan!

Tidak ada pilihan. Starla memandang Daniel dengan tatapan sendu kemudian kakinya menjinjit dan secepat kilat mengecup pipi Daniel. “Apa kamu masih menaruh curiga pada ku?”

“T-tidak,” jawab Daniel kikuk. Pipinya merona merah. Ia juga tampak membuang muka ke segala arah. Tiba-tiba tidak berani beradu pandang dengan Starla.

“Kalau begitu izinkan aku keluar. Ya?”

“B-baiklah….”

Senyum Starla merekah sempurna. “Terimakasih sayang,” sebagai servis kecil, Starla memeluk Daniel sebelum masuk ke kamar untuk bersiap-siap.

Mission Sucses!

...****************...

Jam 21:45 menit. Kota Jakarta dihiasi bintang yang tersebar di langit. Gemerlapnya seperti titik-tiitk kecil bersinar. Bagai butiran pasir yang terpantul cahaya.

Alunan musik mengayun sendu. Lampu-lampu dekorasi menghiasi cafe ini dengan apik.

Canda dan tawa muda mudi saling bersautan. Seolah dunia hanya miliknya.

Starla menyesap coklat hangatnya. Rasa manis melebur ketika minuman itu masuk ke mulutnya. Starla menyukai coklat. Sepenat apapun masalahnya, coklat hangat akan Membuatnya rileks seperti sihir.

Kira-kira sudah hampir dua jam Starla duduk di cafe ini. Cafe yang tidak jauh dari gedung TC. Menikmati hilir mudik orang berganti sendirian. Membuang nafas lelah berkali-kali.

Ah seharusnya ia bisa tidur dengan nyenyak setelah pulang dari penat ulah atasan yang seperti beban. Nyatanya, di rumah pun ada beban lainnya.

"Kapan hidup ku bisa tenang?" gumam Starla. Ia memandangi langit malam. Kursi di dekat jendela menjadi pilihan Starla untuk singgah.

Dari yang sepi pengunjung sampai seramai ini. Sayangnya setelah ramai Starla tidak lagi mendapat kenyamanan. Ia adalah tipe wanita yang suka ketenangan.

Merasa terusik. Starla segera menyingkir. Ia membayar tagihan dan segera keluar. Ada beberapa pasang mata yang melirik ke arahnya. Mungkin mereka heran dengan seorang wanita yang duduk sendiri di pojokan cafe sambil merenung selama dua jam.

Terserah lah. Toh starla tidak mengenal mereka!

Honda Civic merespon ketika Starla menekan kunci mobil. Ia segera memasuki mobil putih itu.

Setelah kecelakaan yang membuat Honda Jazz nya remuk di bagian depan. Daniel dengan bangga nya membelikan starla mobil baru ini. Katanya mobil ini memliki sistem keamanan yang bagus.

Yah. Itu memang bentuk kepedulian. Sayangnya palsu. Starla tidak akan tersentuh.

"Sebaiknya pergi kemana ya?" gumam Starla. Ia masih belum boleh pulang. Ini belum terlalu malam untuk Starla beralasan lelah.

Sejak tadi handphone nya terus mengeluarkan bunyi notifikasi yang berasal dari nomor Daniel. Sejurus dengan niatnya yang ingin menghindar. Starla pun tidak membuka satu pun chat itu.

"Jalan dulu deh," finalnya kemudian menyalakan mesin.

Mobil Civic putih itu melaju. Membelah jalanan malam berlapis angin dingin.

Starla fokus pada ruas jalan. Ramainya kota padat penduduk membuatnya awas. Oleh karena sebelumnya pernah terjadi kecelakaan Starla tidak berani memacu laju mobilnya di atas angka kecepatan 20.

Sekilas Starla melihat keramaian di alun-alun kota. Tenda-tenda tapak menjamur. Jika tebakan starla benar. Sepertinya sedang diadakan even jajanan.

Ada secuil niat untuk menepi. Lagi pula sudah lama Starla tidak mencicipi street food.

Mobil Civic itu menepi di parkiran yang disediakan khusus pengunjung. Starla keluar dan menjelajahi satu persatu stand makanan. Nantinya ia akan mencari tempat tenang untuk menikmatinya.

Datang sendiri ke tempat seramai ini bukan lah ide baik. Banyak pasang mata yang menatap aneh. Starla seperti pinguin yang terpisah dark kawanan. Sendiri dalam keramaian.

Satu creapes coklat dan jasuke berhasil starla dapatkan. Ia mengelilingi alun-alun untuk mencari tempat duduk yang lumayan sepi dan di sini lah ia berakhir.

Sebuah gazebo mini yang letaknya lumayan jauh dari pusat even. Starla duduk sendiri sambil mencuil creapes sedikit demi sedikit.

"Sepi...." gumamnya.

Di situasi seperti ini siapa yang bisa Starla harapkan untuk menemani? Papa nya telah pergi. Keluarga nya tidak peduli dan yang lebih parah suaminya mengkhianati.

"Susah sekali menjadi aku. Sepertinya akan mudah kalau aku bukan dari keluarga Faranggis. Hidup sederhana. Menyambut suami pulang kerja. Haha. Impian semu yang entah akan terwujud atau tidak."

"Pa...."

"Ma...."

"Kenapa kalian pergi begitu cepat. Bahu ku tidak sekuat yang kalian kira," gumam lirih Starla. Tidak terasa cairan bening itu melintas begitu saja melewati pipinya..menimbulkan jejak perih di sana.

"Aku memang jarang menangis. Tapi bukan berarti aku tidak memiliki kelemahan. Aku hanya berusaha tegar. Tapi orang orang salah mengartikan. Mereka bilang aku wanita kuat. Mandiri. Independen dan semacamnya."

"Itu semua bohong. Aku menyembunyikan semuanya dari mereka."

"Sekarang, kepada siapa aku harus bersandar?"

"Aku... tidak yakin bisa berjuang sendiri. Hiks."

"Ternyata di sini."

DEG!

Siapa?! Batin starla sebelum menoleh.

Kening starla mengerut. "Kamu...."

1
Bundanya Ivenzie Ybs
Luar biasa
Selin Tari
da selesai kah cerita nya Thor ..pa ganti judul y koq ga da kelanjutan nya sama sekali ????
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
The Lovely
Munafik Lo Starla
The Lovely
Starla dpt lampu ijo nih dri camer
The Lovely
Ayo dong Adam sma Starla aja jngn sma Soya si wanita murahan
The Lovely
Bkin Starla luluh sma Adam
The Lovely
Ayo dong Adam kejar Starla
The Lovely
Cpt kebongkor kebusukkan Alerie sma Daniel biar nyaho deh tuh
The Lovely
Siapa sih cwek itu jngn bilang Starla lgi
Indah Batam
Aku mampir Thor,, keren banget ceritanya,, semoga sukses untuk karya-karya nya... salam dari - Gairah Ayah Tiriku
Selin Tari
mana nie Thor koq da lama belum up2 juga ya..💪💪💪💪
Sima N. Hanani
lanjut thor
buat aja starla turun egonya dan minta bantuaan sama adam
utk balas dendam , dan buat pasangan curang ituu virall
Ketut Masti
apakah adam sudah tobat maen wanita dan pokus mngejar starla mudah2an sich
Selin Tari
lanjut donk Thor 💪💪💪
Selin Tari
bagus👍👍👍👍
Selin Tari
mana nie Thor kelanjutan nya ..koq Lum up2 ya..💪💪💪💪
Ketut Masti
apa jgn2 di suruh mrawat adam kh
Amelkayla Ayra
menarik
Selin Tari
kapan nie Thor kira2 up nya, da di tunggu loh kelanjutan nya 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!