NovelToon NovelToon
Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:51.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: WK Rowling

Sebuah tembok besar menghalangi kehidupan dua insan yang saling jatuh cinta satu sama lain.

Mereka dihadapkan oleh keadaan yang hampir tidak mungkin bisa dilewati.

Mereka hanya memiliki dua pilihan, terus melangkah maju tapi menghancurkan semua orang, atau bergerak mundur namun mereka sendiri yang akan hancur.

Akankah kebahagiaan dan cinta akan berpihak pada mereka yang berjuang, ataukah perpisahan yang akan mereka dapatkan?

Dan mungkinkan ruang dan waktu dapan mempersatukan mereka?

Terus ikuti kisahnya di novel "Ruang dan Waktu" sebuah novel terusan dari novel "Keluarga Yang Tak Dirindukan" karya author Weka Hatake~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WK Rowling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curhat

"Ma..." Kaisar tiba-tiba memeluk Anika dari belakang yang pada saat itu tengah memasak.

"Hm? Kenapa nak?" Tanya Anika dengan menolehkan kepalanya.

Kaisar melepaskan pelukannya lalu membantu Anika memasak, pemuda yang dikenal dengan wataknya yang keras itu ternyata cukup mahir dengan urusan dapur.

Sambil membantu Anika, Kaisar mengajak wanita paruh baya itu berbincang, "Ma, kalau aku lanjut S2 di luar negeri gimana menurut mama?"

Anika tertegun sejenak mendengar pertanyaan dari putra semata wayangnya tersebut, "Beneran kamu mau?"

Anika cukup terkejut karena selama ini Kaisar sangat sulit dibujuk untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, alasannya karena pemuda itu tidak mau meninggalkan Anika seorang diri, dan selalu ingin berada di samping mamanya.

"Kamu serius mau, nak?" Lanjut Anika.

"Entahlah ma, Kaisar juga belum yakin, tapi mungkin ini pilihan yang terbaik." Jawab Kaisar dengan suara lemah.

Anika menyadari ada sesuatu yang terjadi kepada Kaisar, terlihat dari caranya bicara tidak seperti biasanya. Setelah memastikan semua masakan sudah siap, Anika lalu membawa semua masakannya ke meja makan dengan dibantu oleh Kaisar.

"Makan dulu nak, nanti kita bicara lagi." Ucap Anika sembari menyiapkan makan siang untuk Kaisar.

Kaisar sebenarnya sudah kenyang karena sebelumnya dia sudah makan bersama Adel. Tapi Kaisar tidak enak hati menolak ajakan Anika, apalagi Anika sendiri yang telah menyiapkan semuanya.

"Dikit aja ma." Pinta Kaisar.

"Iya." Jawab Anika singkat, meskipun mengiyakan permintaan Kaisar, wanita paruh baya itu justru membuat piring Kaisar penuh akan makanan.

Kaisar membelalakkan matanya melihat isi piring yang terlalu banyak, "Ma... Ini terlalu banyak." Ucapnya.

"Meskipun galau, kamu harus tetap jaga pola makan, jangan sok-sokan mengurangi makanan." Jawab Anika lalu menyerahkan sepiring penuh nasi ke depan Kaisar.

"Galau? Siapa yang gal-"

"Udah makan aja, habisin semuanya, awas kalau sampai nggak habis." Ucap Anika yang memotong perkataan Kaisar.

Kaisar menatap piring dan perutnya secara bergantian, bagaimana tidak dia baru saja makan dan sekarang harus dihadapkan lagi dengan sepiring penuh nasi.

Meskipun mengeluh, Kaisar tetap menghabiskan makan siangnya tanpa tersisa.

"Aduh kenyangnya." Ucap Kaisar, dia sudah duduk bersandar dengan lunglai sembari menepuk-nepuk perutnya yang membuncit.

"Tadi bilangnya kebanyakan, tapi malah habis nggak bersisa." Goda Anika yang merasa lucu melihat putranya kekenyangan.

"Kai ke depan dulu ma." Ucap pemuda tersebut lalu berjalan menuju ruang keluarga.

Kaisar merebahkan tubuhnya ke atas sofa sampai Anika datang menghampirinya.

"Kenapa nak? Mama benar kan kamu itu lagi banyak pikiran?" Pertanyaan Anika membuat Kaisar beranjak dari tidurnya.

Kaisar duduk dengan ekspresi lemas, dia diam beberapa saat lalu menghela nafas panjang untuk memulai percakapan, "Ma, apa Kai nggak boleh bahagia ya Ma?"

"Hei, maksud kamu apa? Semua orang berhak bahagia nak, termasuk kamu anak mama." Anika menenangkan.

"Kenapa? Ada apa, coba cerita pelan-pelan." Lanjut Anika.

"Kaisar udah pernah cerita ke mama kan kalo setelah lulus kuliah ini, Kai pingin tunangan sama Nara?"

"Kalian putus?" Tanya Anika yang sudah bisa menebak arah cerita Kaisar.

Kaisar tertunduk lemas, matanya memerah namun tak setetes pun air matanya mengalir, "Iya ma." Jawabnya dengan suara lemah.

"Kenapa? Apa yang terjadi diantara kalian?"

"Nara sel-" Kaisar terdiam sejenak tidak melanjutkan perkataannya.

"Ah tidak, aku nggak bisa bilang ke mama kalau Nara selingkuh, aku takut mama kembali trauma kalau mendengar hal itu." Ucap Kaisar dari dalam hati.

Anika mengerutkan dahi, "Sel? Sel apa nak?"

"Ah i-itu, Nara sel-selalu melakukan kesalahan yang sama ma." Jawab Kaisar dengan terbata.

Anika mengangguk mengerti dengan apa apa yang dimaksud Kaisar, "Emm mama paham maksud kamu, hal itu memang tidak baik dalam sebuah hubungan, dan menjadikan hubungan menjadi tidak sehat. Tapi mama mau tanya, sebelumnya kalian pernah membicarakan hal itu 'kan?"

Kaisar hanya menatap Anika dalam diam tidak tahu harus menjawab apa, karena bukan itu alasan hubungan mereka berakhir.

"Nggak apa-apa kalau kamu nggak jawab, tapi mama yakin kalian sudah dewasa dan mama percaya kamu bisa mengambil langkah dan keputusan yang tepat untuk hubungan kalian." Ucap Anika.

Perempuan paruh baya itu menghela nafas panjang kemudian melanjutkan perkataannya, "Nak, mama memang sudah sayang dan menganggap Nara seperti putri mama sendiri, tapi kalau kamu sudah tidak bisa melanjutkan hubungan kalian, apapun keputusan kamu mama pasti dukung asal itu yang terbaik."

"Makasih ma..." Kaisar tersenyum merasa lega setelah bercerita dengan Anika.

"Kalau ada apa-apa jangan sungkan cerita ke mama ya. Jangan simpan sendiri, kamu masih punya mama yang sebisa mungkin akan membantu masalah kamu."

Kaisar menunduk dalam, dia memang tidak bisa bercerita masalah apapun ke Anika, takut mamanya akan khawatir kepadanya.

"Soal kuliah ke luar negeri, kamu pikirkan sekali lagi dengan matang, jangan karena patah hati kamu sampai tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, itu tidak baik untuk kedepannya." Lanjut Anika.

"Iya ma, maaf." Ucap Kaisar.

"Sudah nggak apa-apa, bawa istirahat saja biar tenang."

1
Herni
aku dr awal gak setuju kaisar sama adel
srietya
cinta kadang2 bikin org hilang logika y..
mbuh
cinta buta emang si kaisar
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
kak sriiii you'r the best readers, thanks for support 🥺🙏
srietya
Semangat berkarya thor.. d tunggu kelanjutan y...
srietya
foto Rendra, Rani dan Adel sewaktu blm pisah.. mungkin😆😬
srietya
yah koq gantunggg ?!?!?!?
lanjut thor..
srietya
syukur deh, ternyata Nara cukup berbesar hati.. kirain masih blm move on
srietya
ya ampun berasa kurang aja, padahal udah crazy up loh...
thank ya thor 😁 😁
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : thank you kak😘
total 1 replies
srietya
dasar satya si gedebong pisang... punya jantung tapi gk punya hati
srietya
isshhhh... jangan marah2 dong Satya, nikmatin aja peranmu sebagai sopir dadakan 😋 😂
srietya
Rani ilang ingatan?!?!...
srietya
beda zaman beda generasi,, kalo sy dulu anak gadis batas y jam 9, lewat dari jam y d interogasi syukur2 gk ilang uang jajan... 😂😂
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
pantengin terus ya kak kelanjutannya, terima kasih sudah membaca karya saya☺️🙏
mbuh
bau baunya ini next kaisar melawan emaknya krna emaknya g ngrestuin kaisar ama adel
perang dunia anak dan emak
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : jangan lupa rate dan vote ya kak terimakasih 🙏
total 1 replies
Herni
satya disini msih baik sm si adel anaknya, knp jd berubah jahat satya ke si adel ya???
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : dibutakan cinta☹️
total 1 replies
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
bisa aja kak
srietya
jangan mudah berjanji, krn manusia cenderung berkhianat,,, buat Adel jgn gampang baper sama janjinya cowok (kaisar), ntar kalo lagi marah pasti lupa sama semua janji2 y... gombal 😂 😂
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : bener🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
srietya
sikap Satya yg keras sama Adel sebenarnya karena ingin melindung Adeli...

dasar Rani, waktu sehat nyakitin perasaan Anika dan nipu Rendra... sekarang sakit pun nyusahin Satya dan Adel... 😡
srietya
psycho...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!