NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Status: tamat
Genre:Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Anisa seperti terkena tembakan pistol yang telak mengenai hati nya. Entah kenapa rasa nya sesak mendengar ungkapan Bara yang mencintai wanita lain hingga saat ini.


"Kamu tidak keberatan bukan? kita menikah tanpa cinta dan saya yakin belum ada cinta di hati mu, karena kita baru pertama bertemu. Saya harap ini bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk ke depan nya jangan pernah membiarkan hati mu mencintai saya, karena sampai kapan pun saya tidak akan bisa membalas perasaan mu. kita bisa menjadi teman, tapi tidak lebih, meski ada ikatan suci di antara kita," lanjut Bara menatap anisa yang masih terdiam.


"Ya Allah, jika ini jalan takdir yang Engkau garis kan untuk ku lewati, bismilah aku akan jalani," batin Anisa berdoa menyerahkan semua pada sang kuasa.

"Iya Mas, aku tidak keberatan, kita bisa menjadi teman seperti yang Mas katakan, tapi jika suatu saat Mas ingin bersama dengan cinta pertama Mas, katakan saja padaku, aku akan mundur karena aku tidak ingin menjadi penghalang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Sekarang dan malam nanti

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

🌹✨💞✨🌹

Pulang dari kantor, Bara mengendong Anisa ala brydel. Bahkan permainan Bara membuat dasar laut Anisa kesakitan.

Bara sangat keterlaluan, dia benar-benar tidak memikirkan sakit yang Anisa rasakan.

"Mas, kenapa aku merasa kamu sangat ahli tadi, apa kamu sudah pernah melakukan ini sebelum nya?" tanya Anisa, memandang wajah tampan Bara yang mengendong membawa nya ke kamar.

"Buang jauh-jauh pikiran kotor mu itu, aku baru pertama melakukan, dan itu ku lakukan hanya pada mu. Meski aku dulu sangat mencintai Rina, aku tau batasan sampai pacaran, aku tidak akan melewati sesuatu yang belum menjadi hak ku sepenuh nya," ujar Bara, mendaratkan satu kecupan di kening Anisa.

"Tidak seperti itu. Aku tidak berpikir seperti apa yang kamu katakan tadi. Aku hanya bingung kenapa kamu banyak tau, jika benar belum, kamu akan kebingungan dalam melakukan," terang Anisa.

Bara terus berjalan, membawa Anisa ke dalam kamar.

Ceklek.

Setelah masuk, pintu kembali di tutup, Bara mengunci agar tidak seorang yang masuk menganggu mereka.

Bara membaringkan Anisa di kasur, dan langsung di tindih. Jemari nya bergerak di wajah Anisa, membuat nya kegelian.

"Sayang, otak mu akhir ini terlalu banyak pikir sekarang, itu tidak bagus. Sebaiknya, harus aku bersihkan, agar kembali kosong," ucap Bara, tersenyum penuh arti menatap Anisa.

"Mas, ak-"

Bara mendaratkan ciuman tepat di bibir Anisa, otomatis perkataan Anisa akan terputus.

Meski di kantor sudah melakukan pembukaan yang cukup nikmat, Bara belum merasa puas, tiba di rumah dia kembali melakukan. Dan kini akan menjadi pembukaan yang sempurna.

Mulut nya mengh**p bawah bibir Anisa dengan rakus. Dan gigitan kecil pun Bara berikan, hingga Anisa membuka mulut nya agar Bara masuk.

"Sayang, kita lakukan dua ronde hari ini sekarang dan malam nanti," bisik Bara, kembali membungkam bibir Anisa.

Tangan bara sudah bereaksi di bawah, bahkan kini dia sudah berhasil masuk ke dalam, membuka pengait Br*.

Gunung kembar Anisa benar-benar menggoda, dengan memengang saja, dia sudah merasakan gejolak aneh.

Bara meremas, melonggarkan berulang kali seperti buka tutup membuat Anisa gerah.

"Akhhhh, Mas," ucap Anisa terbata-bata.

"Nikmati sayang, sekarang aku akan memanjakan dirimu sebelum sampai ke dasar," sahut Bara.

Mencium leher Anisa, Bara meninggalkan tanda kepemilikan begitu banyak di leher Anisa.

Permainan Bara terus dan terus membuat Anisa mende**h.

Suara Anisa itu semakin membuat Bara semangat. Gairah nya untuk mencapai apa yang di inginkan menjadi besar.

Bara membuka semua pakaian yang di kenakan Anisa, hingga wanita di bawah nya polos tanpa sehelai benang pun. Mata Bara terhipnotis melihat apa yang ada di depan nya sekarang.

Anisa yang mendapat tatapan seperti itu dari Bara menjadi salah tingkah, dia malu, Bara menatap nya begitu intens.

"Sayang kenapa dengan mu, kok pipi mu mendadak bersemu merah seperti kepiting rebus," goda Bara. Melihat istri nya malu-malu begini membuat nya ingin mengurung Anisa selama seminggu.

"Mana ada seperti itu," protes Anisa tidak percaya, tangan nya sontak langsung memengang kedua pipi nya.

"Hahaha... hahaha... sayang kamu lucu deh, bilang gak percaya, tapi kenapa menutup wajah mu dengan tangan. Jangan membuat ku benar mengurung mu selama seminggu jika seperti ini sayang, wajah gemas mu itu benar-benar membuat ku ingin selalu melakukan," ucap Bara, mencium bibir Anisa sekilas.

Bara langsung membuka pakaian yang di kenakan, dan kini dia pun sama dengan Anisa. Sama-sama polos tanpa sehelai benang, seperti bayi yang baru lahiran.

Mata Anisa sejak tadi menatap sesuatu yang menonjol dan berdiri tegak di depan. Bara menyadari itu, menarik tangan Anisa untuk menyentuh nya. Anisa kaget, tangan nya ingin kembali di tarik, tapi Bara menghentikan.

"Pegang lah. Semua yang miliki ini milik mu dan begitu pun dengan milik mu semua milik ku," ucap Bara, menatap Anisa yang salah tingkah memengang pusaka nya.

Anisa mengikuti Bara untuk memengang dan di usap pelan, setelah beberapa menit.

Bara mulai melakukan ritual nya dengan memasukkan ke dalam dasar laut.

Usaha pertama nya gagal, terlalu sempit hingga susah untuk masuk.

"Ahh .. !!"pekik Anisa

"Ahh .. !" Anisa terus merasakan sakit luar biasa, saat Bara memaksa masuk.

Sedangkan Bara tengah berusaha memasukkan miliknya dengan utuh ke dalam goa sempit ini.

"Ahh .. " desah Bara saat berhasil memasukkan dengan utuh.

Lalu ia naik turunkan bokongnya dengan kencang dan kuat, Anisa terus mengerang kesakitan. Tanpa ampun dan jeda Bara terus membobol keper***nan Anisa hingga berdarah di selimut putih ini.

"Mas, pelan- pelan, Ahh," Anisa meremas kuat selimut, ini pengalaman pertama nya.

"Iya sayang, kamu nikmati saja, sebentar lagi akan selesai."

Bara memaju mundurkan pusakanya, hingga Cairannya menyembur masuk di dalam.

"Mas," panggil Anisa dengan suara yang sudah terdengar tak berdaya. Rasa sakit permainan ini membuat tenaga nya habis.

"Tahan sayang, ini sudah yang terakhir... Ahhh" ucap Bara kembali menembakkan cairannya di dalam.

Di dalam kamar besar nan mewah ini, menjadi saksi penyatuan cinta Anisa dan Bara secara utuh.

Bara membaringkan diri di samping Anisa, memeluk erat istri nya, menghujani ciuman di seluruh wajah Anisa.

Dia benar-benar bahagia sekarang, akhirnya bisa memiliki Anisa seutuhnya nya.

"Aku mencintai mu sayang, jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi," Bara menatap wajah lesuh Anisa yang kelelahan.

"Iya. Aku seharusnya yang berkata seperti itu mas, jangan tinggalkan aku setelah semua yang kita lakukan ini," sahut Anisa, menatap balik Bara.

"Itu tidak akan pernah terjadi sayang, aku mencintai mu, sangat mencintai mu. Mana bisa aku meninggalkan mu. Apapun kedepan yang akan terjadi nanti, kita harus saling percaya, jangan muda percaya pada perkataan orang lain," ujar Bara bijak, mencium bibir Anisa.

"Kamu hanya milik ku, di ciptakan hanya untuk ku. Kita akan membangun keluarga kecil yang bahagia," sambung Bara.

"Amin," sahut Anisa mengaminkan perkataan Bara.

Lalu perlahan Anisa pejamkan matanya untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan pertempuran ranjang malam nanti.

Tubuh nya sekarang sudah sangat kelelahan, jika tidak beristirahat sejenak, malam nanti dia tidak akan bisa melayani Bara.

Pertempuran tadi saja, Bara begitu buas, tak ada jeda memberi nya waktu istirahat. Hal itu sudah membuat Anisa yakin jika itu akan terjadi lagi di malam nanti.

Belum sampai 5 menit, Anisa sudah tertidur. Dalam keadaan lelah, Anisa gampang tertidur apalagi permainan mereka ini bukan hanya tadi, tapi di kantor Bara sudah melakukan pembukaan, meski belum masuk.

Bara memperhatikan wajah cantik Anisa tertidur. Di usap pipi Anisa.

"Sayang, kamu begitu cantik dan baik. Aku takut jika ada pria lain di luar sana merebut mu dari ku," ucap Bara, menatap lekat Anisa.

...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ma Em
Bara cuma janji2 doang tanpa bukti setiap minta maaf selalu bilang tdk akan kubiarkan airmata ini menghiasi wajah cantikmu tapi diulang lagi diulang lagi menyakiti Anisa dasar Bara suami plin plan angin2an
Ma Em
Ceritanya tarik ulur sebentar baik sebentar tdk lagian Anisa juga gampang banget memaafkan Bara orang plin plan seperti Bara jgn terlalu dipercaya kalau tdk nanti Anisa sendiri yg sakit hati
Ma Em
Luar biasa
Ma Em
Bara kamu pasti akan menyesal setelah Anisa pergi tdk kembali lagi itulah dgn teguh pendirian Anisa semoga Anisa bisa menemukan kebahagiaannya kembali dgn mendapatkan suami yg sayang dan cinta pada Anisa
Ma Em
Bara pasti kamu akan menyesali keputusanmu yg tdk ingin Anisa mencintai kamu karena telah menyia nyiakan cinta tulus Anisa dan setelah kamu tau kebenarannya bahwa yg meracuni Rina adalah adiknya si Rini semoga Bara tdk terlambat untuk mencintai Anisa
Ma Em
Rini sdh terobsesi dgn Bara hingga tdk memikirkan lagi benar apa salah tindakannya seorang adik tega membunuh kakaknya sendiri demi untuk tercapai tujuannya semoga terbongkar semua kejahatan Rini yg tlh membunuh kakaknya
Madelina Puis
aku kecewa dengan penulis ..
Surati
bagus
Mega Ratnawati
ceritanya felix dan rini menikah
Mega Ratnawati
masa ceritnya cuma sedik bagaiman dengan felix dan rini
Mega Ratnawati
lanjut dong ceritanya aisha
Leni Anggraeni
Luar biasa
Yus Warkop
mau menyatu terhalang roti sabaar bara , kalau sudah waktunya pasti
Yus Warkop
iih bener"bego si bara yah
Yus Warkop
😭😭😭begitu ceritanya bara
Yus Warkop
aneh dama si bara benar" dungu
Yus Warkop
setujuuuuu bagus nis greget sama s bara yg bodoh
Yus Warkop
bara laki"bodoh ,gak bisa ngebedain mana perempuan tulus mana perempuan licik
Yus Warkop
oh iya, aku ingat sekarang ,aku pernah baca kubaca ulsng ah biar jelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!