Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Assalamu' alakum Wr. Wb
Tolong bantuannya ya kakak-kakak dengan memberikan votenya jika kalian suka dengan novel ini, terima kasih. 🙏🙏🙏
Selamat membaca.
----------
" Sejak sampai ke rumah dia mengurungku dan dia juga terus saja merengek seperti anak kecil kepadaku meminta untuk segera memiliki anak, memangnya membuat anak itu segampang yang dia fikirkan. Bukannya semuanya harus di persiapkan terlebih dahulu, termaksud mentalku untuk membagi waktu antara sekolah, suami dan menjadi seorang ibu nantinya kalau gue hamil sekarang. Apa dia tidak memperdulikan masa depan dan cita-citaku, padahal aku sudah menceritakan semuanya kepada dia." Gumam Ara dalam hati merasa kesel dan pusing terus mendengarkan rengekan Revan kepadanya.
" Iya entar kita bikin lagi anaknya, tapi sekarang aku harus sekolah dan kakak juga harus ke kampus kan." Ucap Ara tersenyum semanis mungkin, dia berharap Revan akan mendengarkan ucapannya dan Revan yang mendengarnya membuang nafasmya kasar.
" Benaran ya janji, gak bohong dan gak boleh kabur." Ucap Revan menatap Ara lekat-lekat.
" Iya suamiku sayang, sekarang kamu mandi ya." Ucap Ara melepaskan diri untuk ke kamar, tapi sebelum dia melangkah Revan terlebih dahulu mencium bibirnya dan Ara melepaskan ciumannya buru-buru kabur.
" Hal kayak gituan aja ingat terus, yang lainnya sampai dilupain." Ucap Ara kesel sambil memakai seragam sekolahnya cepat-cepat keburu predator datang memangsanya.
Flasback on.
Setelah berpamitan dengan Caca, Ria dan Vera mereka berdua bergegas pergi dari hotel menuju tempat yang dimaksud oleh Revan.
" Kak kita mau kemana sih?." Tanya Ara dengan begitu penasaran.
"Ada deh, entar kamu juga tau." Jawab Revan terus fokus mengemudi tanpa melihat ke Ara.
" Eh... eh... ini kok kayak komplek perumahan sih kak." Ucap Ara.
" Emang." Jawab Revan.
" Kak kita emang mau ngapain ke sini?." Tanya Ara dengan rasa penasaran yang tidak bisa di bendung.
" Sayang kamu kok hari ini bawel banget sih." Ucap Revan tanpa menjawab pertanyaan dari Ara.
" Apa kakak bilang aku bawel? awas saja aku gak akan kasih kakak jatah selama 1 minggu." Ucap Ara mengancam dengan nada keselnya.
" Aduh mati gue salah bicara, bisa runyem urusannya kalau yang itu gak dikasih. Mendingan gue milih yang lain aja deh dari pada gak dikasih yang itu, bisa karatan adikku." Gumam Revan dalam hati.
" Sayang kakak minta maaf, tapi jatah kakak tetap kamu kasih kan." Ucap Revan dengan wajah memelas dan mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan pagar besi besar, kalau dari luar bisa kelihatan terlihat ada rumah tingkat 3 berwarna biru muda. Terdapat taman bunga berukuran kecil, kolam air mancur, pohon-pohon yang rindang membuat suasana disana terasa sejuk, dibawah pohon terdapat ayunan kayu yang Ara ingin segera turun dari mobil.
" Kak ini rumah siapa?, " Tanya Ara dengan mata berbinar.
" Apa kamu suka sayang?." Tanya Revan balik tanpa menua pertanyaan Ara.
" Ih kakak itu kalau di tanya malah tanya balik nyebelin banget sih, tapi aku suka kok dengan rumah ini." Ucap Ara kesel.
" Iya sayang maaf kakak salah, ini rumah kamu yang kakak berikan sebagai mas kawin." Ucap Revan yang tidak mau berantem disaat waktu yang tidak tepat.
" Jadi ini rumah aku." Ucap Ara dengan rasa tidak percaya bahwa dia memiliki rumah sendiri.
" Rumah ini mirip banget sama dengan rumah impian gue kalau di lihat dari halaman depanmya, tapi gak tau didalamnya bakalan mirip atau gak." Gumam Ara dalam hati.
" Kak ayo kita lihat di dalam rumahnya." Ucap Ara bersemangat mengajak Revan untuk melihat isi di dalam rumah itu dan Revan bahagia melihat istri kecil kesayangannya itu bahagia, jadilah dia hanya menurut saja terlebih tangannya sudah dipeluk oleh istri kecilnya.
" Waw perfeck, terima kasih kak. Kakak sudah mewujudkan impian aku untuk memiliki rumah sesuai dengan desain aku sendiri, tapi tunggu kok kebetulan sekali ya kakak memberikan rumah seperti yang ada di desainku, apa ini hanya kebetulan aja ya." Ucap Ara sambil berteriak dan memeluk Revan begitu erat dan Revan membalas pelukannya.
" Di dunia ini tidak ada yang kebetulan sayang, kakak sendiri loh yang membuat desainnya." Ucap Revan membangakan dirinya sendiri dengan tersenyum tanpan.
" Masa sih, kok bisa aku gak percaya." Ucap Ara ingin melepas pelukannya, tapi Revan malah memeluknya erat.
" Kamu mau tau gak kakak dapat desain rumah ini dari mana." Ucap Revan menatap Ara dengan menyatukan keningnya dengan Ara yang sedang mendongakan wajahnya menatap ke arah wajah Revan.
" Emangnya kakak dapat dari mana? berarti ini bukan desain kakak sendiri dong?." Tanya Ara penasaran.
" Memang ini bukan desain kakak sendiri, tapi kakak pernah bermimpi ketemu sama anak kecil dan kamu tau anak kecil itu memberikan apa sama kakak." Ucap Revan membuat Ara mengelengkan kepalanya pelan.
" Enggak tau kak, kakak kan belum cerita." Ucap Ara menimpali ucapan Revan yang semakin membuatnya penasaran sekaligus kesel.
Ok ok jangan marah gitu dong sayang, kakak kasih tau dulu kakak pernah bermimpi ketemu anak kecil terus anak itu memberikan kakak selembar kertas pas kakak lihat itu adalah desain rumah yang kakak berikan ke kamu sebagai mas kawin. Eh taunya desain rumah yang kakak dapatkan dari mimpi kakak itu ada hubungannya dengan jodoh kakak, kakak sangat bersyukur karena telah menjadikan kamu istri kakak dan bisa mewujudkan impian kamu." Ucap Revan sambil memegang kedua pipi Ara dengan tersenyum dan dibalas senyuman oleh Ara.
Flasback off
" Kak buruan jangan lama-lama aku sudah telat ini." Teriak Ara dari kamar.
" Iya sayang, gak sarapan dulu?." Tanya Revan yang melihat Ara sudah siap dengan seragamnya.
" Gak keburu, aku sarapan di sekolah aja." Jawab Ara ketus dan meninggalkan Revan dikamar menuju ke lantai bawah.
" Pakai sok nawarin sarapan lagi, belanja aja belum pernah. Kalau perut gue gak minta diisi dia gak bakalan ingat untuk makan, tadi malam aja pesan makanan karena tidak ada sama sekali makanan di dalam kulkas yang ada hanya minuman. Masa iya rumah segede ini gak ada makanan sama sekali, apa jangan-jangan gue disuruh diet dan kalau gue istrinya lama-lama gue bisa mati kelaparan di dalam rumah segede ini." Ucap Ara terus mengerutu sampai di depan pintu teras, Ara tidak menyadari Revan yang mengikutinya dari belakang dan mendengarnya mengerutu tentang dirinya.
" Kamu tenang aja sayang, suamimu ini tidak akan membiarkan istri kecil kesayangannya aku kelaparan. Maafkanlah suamimu ini yang telah membuatmu kelaparan, tapi kakak janji setelah ini tidak akan terjadi lagi. Karena kakak akan mengisi semua isi kulkas dengan bahan-bahan makanan, bahkan aku akan membelikan makanan ringan yang banyak untuk kamu agar tidak kelaparan. Apakah kamu bisa memasak sayang?." Tanya Revan dengan tersenyum setelah menenangkan istrinya kalau dia tidak akan mati kelaparan.