Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Umpan Datang
Abel memalingkan wajahnya, sungguh ia risi ditatap seperti itu oleh Reno, apalagi tatapan Reno sangat tajam, sampai ngena di hati.
Memang beda, cara menatap pria matang dengan pria sebaya itu beda, dan itu bisa dirasakan oleh Abel. Yang matang lebih tajam dan lebih ngena., sedangkan yang sebaya biasa biasa saja.
Bukan hanya mata nya saja yang main, tangan Reno juga sudah mengambil tangan Abel, ia genggam ia cium, genggam cium genggam cium sampai tiada henti hentinya.
Hingga Abel menarik tangan nya tetapi Reno mengambil nya lagi, dan akhirnya terjadilah tarik ulur tarik ulur, yang akhirnya Abel pasrah lagi.
Cup
Reno berhasil mendapatkan tangan Abel kembali dan mencium punggung tangan gadis itu berkali kali.
"Manis...manis banget kalau anteng gini. Mas sudah bilang kan, kamu milik Mas Bel, dari rambut....", Reno memegangi rambut Abel.
"Mata, hidung, pipi dan juga bibir."
Reno memegang semua yang ia sebutkan, yah hanya memegang saja. Padahal ia ingin sekali meng*ecup semuanya itu.
"Issshh singkirkan tangan kamu Mas!!"
Abel yang sudah risi, akhirnya protes, tetapi .. lagi lagi bukan Reno jika ia menuruti keinginan Abel yang tidak tidak masuk akal itu.
Tidak masuk akal buat dia, tetapi bukan untuk Abel. Yang jelas Abel saat ini sedang waspada, tidak ingin kejadian lalu terulang kembali.
"Oke oke ..tadi kamu mau minta tolong sama Mas apa??"
Masih saja posisi Reno jongkok di depan Abel, dengan tangannya masih saja menggenggam tangan pujaan hatinya.
"Pak...eh Mas tau Perusahaan Kakek ku??", tanya Abel basa basi, tidak mungkin kan kalau ia langsung mengatakan niat nya yang sesungguhnya.
"Tuan Danu Primadita??", Abel mengangguk.
"Mas hanya tau nama dari Kakek kamu sayank, tetapi kalau perusahaan nya Mas gak tau."
'Benar apa yang dikatakan oleh Papi, Reno tidak mungkin mengenal perusahaan kecil seperti milik Kakek, apalagi Perusahaan itu sudah jatuh bangun dan sekarang jatuh tidak bangun bangun.
"Kenapa sayank?? Maaf, Mas bener bener tidak tau."
Abel mengambil nafas yang panjang, dan ini adalah keputusan yang paling penting dalam hidup nya, setelah mengatakan , ia tidak bisa mundur apalagi membatalkan.
"Perusahaan Kakek dalam masalah, dan------."
"Bentar sayank.".
Reno sengaja menghentikan ucapan Abel, padahal ia sudah menebak dan mengira apa yang akan dikatakan oleh gadisnya nanti.
Reno berdiri, kemudian mengambil ponselnya yang sengaja ia letakkan di atas meja. Kemudian menelpon Andre, asisten pribadi nya.
"Ndre tolong cari tau tentang Perusahaan Tuan Danu Primadita, aku mau lima belas menit lagi sudah ada."
Klik
'Lima belas menit?? gila memang si Bos ini!!'
Reno mengembangkan senyum nya, setelah mendengar sepenggal cerita dari Abel, kini ia bisa bernafas lega, karena selangkah lagi, gadis cantik yang selalu membuat tidur nya tidak nyenyak itu akan menjadi milik nya.
Tok...tok...
"Masuk."
Andre masuk dengan membawa beberapa lembar kertas di tangan nya, yah .... pas waktu lima belas menit, pria itu sudah mengumpulkan informasi mengenai Perusahaan Kakek nya Abel.
'Asem!! beruntung sekali kamu Bos!! umpan datang sendiri, tanpa perlu bersusah payah.'
'Tepat!! tepat sekali. Sayank...kamu sebentar lagi akan menjadi milikku.'
Reno yang sudah mengerti akar dari permasalahan Perusahaan Kakek nya Abel, langsung tersenyum, kemudian ia mengambil susu rasa strawberry dan memberikan nya kepada calon istri nya.
"Minum dulu sayank. Biar tidak teg@ng!!"
Abel menerima susu kotak rasa strawberry itu, rasa favorit nya dari dulu hingga sekarang, tetapi mengapa Reno bisa tau apa yang ia suka??
"Jangan heran!! Mas tau dari mana?? semua yang ada pada kamu, Mas tau."
"Ckkk sombong!!"
"Bukan sombong, tapi terlalu cinta sama kamu."
"Gemes deh, pengen Mas gigit.", sambung Reno lagi ketika melihat bibir Abel yang malahan sengaja di manyunkan.
"Sembarangan!!"
"Jadi gimana?? Kamu mau minta tolong sama Mas apa??", Reno menarik turunkan alisnya, ia kembali ke posisi semula, berjongkok di depan Abel dengan tangan nya yang seperti tadi.
"Aku mau minta tolong, Mas bantu perusahaan Kakek. Aku gak mau Perusahaan Kakek sampai jatuh ke tangan orang lain, dan Kakek akan -----". ucap Abel dengan menundukkan kepalanya., tetapi belum selesai sudah dipotong oleh Reno.
"Mas akan bantu."
Reno mengangkat dagu Abel, dengan wajah nya yang juga semakin dekat, dan sangat dekat. Bahkan Abel bisa menghirup aroma mint dari mulut Reno yang begitu segar dan menggoda.
Begitu juga dengan Reno, tangan nya yang reflek mengangkat dagu Abel, ia bisa melihat pujaan hatinya yang begitu dekat, dan kedua hidungnya sudah saling bertemu.
Hingga Abel yang sadar lalu memalingkan wajahnya ke samping, ia tidak ingin terjebak dengan pesona duda tampan yang sangat meresahkan dan sangat menghawatirkan.
"Menikah dengan Mas."
Deg
Cup
Reno mencium bibir Abel singkat, yang membuat gadis cantik itu melotot kan matanya tajam, menatap ke arah Reno dengan tatapan yang penuh arti.
"Ciuman pertama ku."
gak masuk akal kalau gak tau gimana rasanya jatuh cinta.
yg bener aja Thor,😌
. trimakasih ka.. untuk novel reno sama abel
bukan nya pada kerja..
rangga juga ikut ikutan hadir..
bukan nya kuliah tuh anak..
haaaaa