NovelToon NovelToon
RAHASIA CINTA EDMOND

RAHASIA CINTA EDMOND

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / One Night Stand / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:642.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Henny

Mahira Amalia Hamarung, tak menyangka Teddy akan meninggalkan dia saat Mahira justru telah menyerahkan kesuciannya pada pria itu. Dalam ketakutannya perbuatan mereka itu akan membuat Mahira hamil, Putri sahabat baiknya menghubungi Edmond Moreno. Pria yang dulu sangat mencintai Mahira. Edmond akhirnya bersedia menikahi Mahira sekalipun Mahira nantinya hamil. Pernikahan itu pun terjadi. Saat telah resmi menjadi istri Edmond, Mahira pun tahu masa lalu Edmond yang membuatnya terguncang. Ketika Mahira hampir menyerah, Teddy justru hadir kembali untuk mendapatkan kembali cinta Mahira. Bagaimana pernikahan itu akhirnya mendapatkan kebahagiaannya?
Ini sebuah cerita sederhana tentang memahami cinta yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Percaya

Ada tawa kebahagiaan di wajah Rahel saat ia bisa memeluk cucunya lagi.

"Duh, dia tambah montok dan cantik. Mommy sudah sangat merindukan momen ini."

"Memangnya pengobatan mommy sudah selesai?" tanya Edmond terlihat khawatir.

"Belum, Ed. Tapi dokter memberikan obat untuk mommy minum. Makanya mommy akan ada di sini sampai Edewina berhari ulang tahun yang pertama."

"Daddy ke mana?"

"Daddy mu langsung ke Manado. Mommy nggak mau ikut Daddy, makanya mommy datang sendiri. Pasti Daddy mu akan lama di Manado."

Edewina pun nampak bahagia bermain dengan omanya.

"Malam ini Edewina tidur dengan Oma, ya?" ujar Rahel sambil mengelus pipi cucunya.

"Nanti Wina nangis, mom. Dia kan belum terbiasa tidur dengan mommy." ujar Edmond.

"Tenang saja, nak. Mommy pasti bisa mengatasinya." Bukan Rahel namanya kalau ia tak bisa membaca ada sesuatu diantara anak dan menantunya.

Dan malam pun tiba. Mahira rasanya enggan untuk masuk kamar. Namun karena malam telah cukup larut, mau tak mau Mahira pun masuk.

Edmond sementara menonton TV saat Mahira masuk.

"Edmond, aku mau bicara."

Edmond mengecilkan volume TV lalu ia menatap Mahira yang duduk di depannya. "Ada apa?"

"Tadi Lerry datang ke sini."

Edmond mengerutkan dahinya. "Untuk apa dia datang ke sini?"

"Kamu resign dari perusahaan?"

Edmond mengangguk tanpa ada keraguan. "Ya. Ada apa?"

"Mengapa?"

Edmond tersenyum tipis. "Agar kau tahu bahwa aku ingin memperbaiki keadaan rumah tangga kita yang telah menjadi dingin sejak pulang dari Jakarta."

Tak ada suara yang keluar dari bibir Mahira. Ia hanya tertunduk dan terus berpikir.

"Aku tak mau kamu bersikap dingin padaku. Bahkan saat kita tidur dan aku berusaha memelukmu, kamu justru menjauh. Hatiku sakit, Ra. Mungkin dengan cara resign dari perusahaan, kamu akan percaya lagi padaku karena aku akhirnya tak akan bertemu Monalisa lagi."

"Aku......, aku tak ingin kamu berhenti, Ed. Bukankah perusahaan itu sangat berarti untukmu?"

Edmond menatap Mahira dengan tatapan terluka. "Ya. Namun demi rumah tangga kita, aku siap pergi."

"Ed, Lerry sedih jika kau berhenti. Katanya ia tak akan bisa menjalankan perusahaan tanpa ada kamu di sisinya."

"Jadi semua ini karena keinginan Lerry?"

"Juga keinginan ku."

"Aku tak mau kamu curiga terus padaku, Ra. Aku ingin kamu percaya padaku."

"Aku akan berusaha, Ed."

Edmond berdiri dari tempat duduknya. Ia melangkah ke arah tempat duduk Mahira. Setelah itu ia berlutut di hadapan istrinya. Di ambilnya kedua tangan Mahira dan digenggamnya erat.

"Percaya padaku, Ra. Jangan bersikap dingin padaku. Aku tak bisa bila kamu tak mengacuhkan aku. Aku terbiasa dengan cinta, perhatian dan kasih sayangmu."

Mahira memeluk Edmond. Hatinya luluh. Ia akan belajar mempercayai Edmond.

"Terima kasih, sayang. Terima kasih karena telah membuka hati untukku lagi." lalu Edmond mencium bibir istrinya.

Mahira mengangguk. Ia menerima ciuman suaminya itu dengan rasa cinta yang sama.

************

Demi mommy Rahel, Mahira pun setuju kalau ulang tahun pertama Edewina di laksanakan di Madrid.

Keluarga besar Edmond menyambut Mahira dan Edewina dengan sangat terbuka.

Mahira akhirnya bisa ketemu dengan Eduardo dan Edina. Kedua adik Edmond itu pun sangat senang bisa bertemu dengan Mahira dan Edewina.

Acara ulang tahun Edewina dilaksanakan di halaman belakang rumah Moreno yang ternyata dua kali lebih besar dari rumah mereka di Manado.

Mahira harus berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa Inggris. Ia.berjanji dalam hatinya untuk belajar bahasa Spanyol.

Setelah acara ulang tahun yang sangat melelahkan itu, Mahira kemudian membawa Edewina ke kamar Edmond yang ada di lantai dua.

Setelah mengganti pakaian anaknya, Mahira membiarkan Wina bermain di lantai karpet. Wina memang sudah bisa berjalan semenjak berusia 11 bulan. Mahira memberikan beberapa boneka Wina di atas lantai dan ia sendiri membuka sepatu hal tingginya. Mahira ingij mengistirahatkan kakinya sebentar dan mengganti gaunnya yang sedikit ketat di tubuhnya. Gaun ini dipesan oleh ibu mertuanya. Edmond tadi sempat keberatan Mahira memakainya, namun karena tak ingin mengecewakan Rahel, Mahira pun memakainya .

Hati sudah menunjukan pukul 8 malam. Sekarang lagi musim dingin dan udara di Madrid cukup dingin. Makanya Mahira tak ingin Wina berada di luar ruangan.

Setelah mengganti gaunnya dengan sebuah celana kain dan kemeja berlengan panjang, Mahira pun membersihkan make up nya yang agak tebal. Edina yang kuliah di jurusan kecantikan, mempraktekan ilmunya untuk mempercantik Mahira. Walaupun hasilnya sangat baik namun Mahira tak suka dengan make up yang terlalu tebal.

Begitu asyiknya Mahira membersihkan wajahnya sampai ia tak menyadari bahwa Wina sudah berada di sudut ruangan dan sedang membongkar laci paling bawa lemari yang ada di sudut ruangan itu.

"Wina, kenapa membongkar barang-barang papi?" Mahira pun membereskan buku dan foto-foto yang dibongkar oleh Wina. Namun alangkah terkejutnya Mahira saat melihat kalau itu ada foto-foto Edmond bersama Monalisa. Beberapa lembar foto nampak mereka ada di pantai. Edmond hanya menggunakan celana boxer sedangkan Monalisa mengenakan bikini sangat seksi sehingga hanya tubuh bagian inti yang tertutup kain tipis. Foto itu begitu intim karena Monalisa duduk di pangkuan Edmond sambil ia mencium pipi Edmond. Foto yang lain juga lebih memanaskan hati Mahira karena nampaknya mereka ada di kamar. Monalisa dan Edmond sedang tidur di bawa satu selimut namun Mahira dapat menebak kalau mereka tidak memakai apa-apa saat itu karena nampak jelas panggung Monalisa yang polos. Dan sepertinya suasana kamar ini adalah kamar yang sama dengan kamar tempat Mahira dan Edewina berada.

Dan foto lain yang membuat Mahira semakin merasa jantungnya berdetak sangat cepat, adalah foto Edmond Monalisa yang berdiri di depan sebuah gereja. Edmond menggunakan setelan jas hitam dan Monalisa memegang bunga tangan. Mereka seperti pasangan pengantin. Baju Monalisa berwarna putih berbetuk duyung. Rambutnya juga digulung dan menggunakan sebuah mahkota kecil. Ada beberapa foto dengan baju yang sama. Mahira seketika menjadi lemah. Benarkah Edmond dan Monalisa dulunya pernah menikah?

Pintu kamar terbuka. Edmond yang saat tadi Mahira tinggalkan sedang bersama dengan sepupunya menikmati minuman di sudut taman, masuk sambil menggulung tangan kemejanya.

"Wina....!" panggil Edmond.

"Papi....!" ucap Wina sambil tertawa.

Edmond memeluk Wina namun ia masih sempat melihat foto yang dipegang Mahira. "Wina dipanggil Oma. Sayang, aku antar Wina dulu ya. Nanti aku kembali." Edmond membawa Wina ke kamar orang tuanya.

"Mommy, kenapa foto-foto aku dan Monalisa masih ada di kamarku? Mahira menemukan foto itu, mom."

"Jelaskan yang sebenarnya."

"Aku takut Mahira tak akan menerimanya, mom."

"Jujur itu jauh lebih baik, Ed. Dari pada harus menyimpan kebohongan. Monalisa kan hanya menjadi masa lalu mu. Atau kau malah terikat dengannya karena perjanjian itu?" tanya Rahel tajam.

"Aku ke kamar dulu, mom."

"Ed.....!"

Di depan pintu Edmond berbalik. "Ada apa, mom?"

"Mommy menyayangi Mahira."

Edmond hanya mengangguk. Ia bergegas pergi ke kamarnya. Di lihatnya kalau Mahira sudah ada sedang duduk di tepi ranjang sambil memegang beberapa lembar foto.

"Ed, apakah kau dan Monalisa dulu pernah menikah?"

Edmond menarik napas panjang. "Ya. Tapi bukan pernikahan yang sebenarnya."

"Maksudnya apa?"

"Kami memang membuat janji di gereja, tapi tak ada pendeta yang memberkati kami. Monalisa sebenarnya tak pernah percaya dengan ikatan pernikahan karena keduanya bercerai. Namun saat itu ia ingin aku membuat janji dengannya makanya kami pun menggunakan gaun pengantin dan berfoto seperti itu."

"Lalu foto di kamar ini? Berarti orang tuamu tahu kalau hubungan kalian sudah sangat dalam?"

"Iya. Tapi kamu tahu sendiri kan kalau Monalisa mengkhianati ku. Makanya hubungan kami berakhir."

Mahira berusaha tegar menerima masa lalu Edmond.

"Sayang, hanya kamu dalam hidupku. Aku mohon, jangan mengingat masa lalu yang tak menggenakan hati." Edmond memegang tangan Mahira. Ia pun mengangguk walaupun hatinya semakin penasaran dengan hubungan Edmond dan Monalisa.

**********

Selamat siang all

sudah mulai terkuak masa lalu Edmond kan?

Adakah lagi yang ia sembunyikan?

1
pipi gemoy
✌🏼
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
🌹
pipi gemoy
definisi orang yang sudah di tolong, membalas dengan menghancurkan keluarga Ed Ed ....ckckck👻
emang ratu setan si muna.....😤👻
pipi gemoy
welcome baby girl 🌹
pipi gemoy
ini karakter cwo nya kuat banget
good Ed 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
Edmond paket komplit 🌹👻
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
pipi gemoy: bukan suka lagi Thor tapi fans 🤩
total 2 replies
Novi
semuanya Novel emak the best pokokx
Gia Gigin
Mahira beruntung karena Ed nggak berubah
Gia Gigin
Edmund 😍😍😘
Gia Gigin
Edmond benar"tulus ke Maira
Gia Gigin
Wow Mahira jadi icaran cewok famous
Gia Gigin
Untuk yg ke dua kalinya 😍
Enny Olivia: terima kasih ya
total 1 replies
dream
salah paham mulu...
dream
Ra.... masa gak ada maaf, biar gitu, dia yg nolong kamu dr aib n hidup terhina
dream
kalo loe tau yg bunuh edwina si ica, matiin ya perempuan itu psikopat gila si monalisa
dream
ibu penulis, sedikit masukkan, kl pasien keguguran bukan di anorsi, tapi di kuret, agar bersih tidak ada jaringan yg tertinggal, walau dunia halu, tetep harus seimbang dgn realita🙏
Enny Olivia: iya. terima kasih
total 1 replies
Shifa Burhan
keegoisan2 wanita dalam berfikir dan dalam berkarya
1*istri tidak percaya suami, suami salah karena tidak bisa jaga perasaan istri
*suami tidak percaya istri, suami tetap salah karena hubungan harus dilandasi kepercayaan

2*PEBINOR, lelaki lain yang menyukai istri, cintanya tulus, tidak boleh dihukum apapun kesalahannya, harus berakhir bahagia
*PELAKOR, wanita lain yang menyukai suami, cinta obsesi, jalang, harus dibinasakan

3*istri buat salah, jangan dibesarkan, harus langsung dimaafkan
*suami buat salah, tidak boleh langsung dimaafkan, suami harus dibuat mengemis dan berjuang dulu

4*intraksi istri dengan lelaki lain, tidak masalah, itu hanya intraksi biasa
*intraksi suami dengan wanita lain, menjijikan, laknat

5*istri tidak Terima masa lalu suami, itu wajar, suami harus membuktikan diri
*suami tidak Terima masa lalu istri, kesalahan besar, hubungan harus saling menerima keadaan masing2

6*istri berbohong pada suami, biasa saja jangan terlalu dimasalahkan
*suami berbohong pada istri, kesalahan besar, hubungan harus saling jujur

dan ini semua ada dinovel ini dan mirisnya author selalu membela mahira dan selalu membiarkan kesalahan mahira dan selalu membiarkan kesalahan teddy (PEBINOR) tapi author membesar2kan kesalahan edmond dan edmond selalu salah dan dibuat menebus kesalahannya, mengemis cinta dan berjuang, dan pelakor dilalnat dan dibinasakan

dimana keadilan kalau sudah begini????? miris
Enny Olivia: terima kasih atas kritikannya
total 1 replies
sri uniarti sri uniartati
suka dengan karyamu thor 😍
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!