NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09.

Entah hari ini Fina lagi apes atau tidak, Fina tidak tahu itu. Sebab ia sudah dibuat cemburu oleh suami nya, lalu dibuat kesal oleh mantan kekasihnya, yang terakhir ia terus di ledek oleh sahabat nya karena di sukai om-om.

Terbukti saat mereka sudah berada dirumah Fino, Rahma mendadak tertawa saat kembali teringat saat di jalan itu.

"Kau ketawa kenapa Rahma?" Tanya Fino

Sebelum Rahma menjawab, Fina sudah lebih dulu membekap mulutnya supaya Rahma tak menjawab.

"Sudah diam" Bisik Fina. Dan Rahma hanya bisa mengangguk. Pertanyaan dari Fino sama sekali tidak ada jawaban.

Fina mendelik ke arah Niko yang sudah sibuk dengan tugas kelompok nya. "Tumben dia rajin?" Tanya Fina. Tapi kok ada yang aneh dengan wajahnya. Saat meneliti lebih dalam, ternyata wajah Niko sudah dipenuhi oleh cakaran. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Anjani.

"Ya Allah hari ini kok banyak kejadian lucu nya sih!. Yang satu di sukai om-om, yang satu lagi wajahnya habis dicakar si itu" Hingga Pada akhirnya Rahma keceplosan saat bicara.

"Maksut kamu Fina disukai om-om?" Tanya Fino. Rahma mengulum bibirnya rapat-rapat.

"Rahma ish!." Fina memejam kan mata menahan seraya menahan malu.

"Ciri-ciri om-om nya bagaimana?" Tanya Fino.

"..." Rahma terdiam.

"Rahma kok diam?" Tanya Fino lagi.

"Rahma udah jangan di jawab" Tahan Fina, lalu ia menatap wajah Fino. "Ini semua gara-gara kamu Fino!"

Fino menunjuk pada dirinya sendiri. "Saya?"

"Iya, coba waktu di sekolah kamu ikut kita, pasti saya gak akan disukai om-om cabul itu!" Kata Fina.

"Bukannya Rahma yang tadi minta saya untuk tidak ikut ya?" Tanya Fino. Ia membela diri dan tidak mau disalahkan.

"Kok saya yang kena?" Timpal Rahma tidak terima.

"Jangan salahin Rahma, dia gak salah!, kamu yang salah!. Coba saja kamu menjauh dari Anjani waktu dia deketin kamu" Kata Fina.

"Fina, coba saja kau tidak memergoki Anjani saat itu, gak mungkin wajah saya jadi banyak cakaran seperti ini" Timpal Niko ikut-ikutan debat.

"IYA IYA SAYA SALAH! PUAS KALIAN?!" Pada akhirnya Fina lah yang mengaku salah dari pada ia jadi sinting karena debat yang tidak penting.

"Guys sudah-sudah, fokus ngerjain tugas nya. Ingat besok sudah dikumpulin" Kata Rahma mengingatkan sekaligus merubah suasana dalam rumah itu.

**

Waktu kerja kelompok pun selesai, begitu juga dengan tugasnya yang dikerjakan dengan sempurna.

Setelah kepulangan Niko dan Rahma, seperti nya malam ini Fino akan tidur di sofa lagi.

Sayang nya itu hanya angan-angan nya saja, pada kenyataan nya Fina menyuruh Fino untuk masuk ke dalam kamar.

"Bukannya kamu sedang marah dengan saya?" Tanya Fino.

"Saya menyampingkan itu, saya akan tepati janji saya setelah kamu bisa jaga jarak di sekolah." Kata Fina, lalu ia membuka tanktop yang dipakainya di depan Fino.

"Maksut suami istri dipikiran kamu seperti apa Fina?" Tanya Fino seraya menelan Saliva nya.

Gadis itu terdiam sejenak, fokus mengikat rambut nya asal-asalan. Setelah selesai, Fina menjawab. "Saya mau buat kejutan untuk Anjani"

"Kejutan apa?" Tanya Fino.

"Lewat tespek kehamilan" Jawab Fina seraya mendorong tubuh Fino sekaligus merubah posisi yang semula dari duduk di sisi ranjang menjadi terlentang di atas ranjang.

Fino tersenyum tipis. Bahkan saat Fina sudah berada di atas tubuhnya. Ia tidak bergerak secara agresif, dia hanya meluapkan rasa cemburu nya pada Fino.

Gadis itu tengah menangis menyembunyikan wajah nya di dada Fino. "Kamu tuh brengsek Fino" Gumamnya.

"Kamu kenapa lagi sayang?" Kata Fino sambil membelai rambut belakang Fina.

"Kenapa kamu gak mau nurutin permintaan saya? Saya cuma mau kamu jauhin Anjani"

"..." Fino terdiam.

Membuat perasaan Fina semakin panas. "Oke kalau kamu gak mau jauhin Anjani, boleh gak kalau saya cari cowok baru?"

"Enggak!" Fino langsung sewot.

Dari tatapan Fino yang menyorot tajam, Fina langsung memukul pundaknya beberapa kali dengan genggaman kedua tangan. "Kamu egois!, egois!, egois!, Egoiiiiiis!!!"

"Ini juga untuk kamu Fina, kamu bilang sendiri kan mau jalani sisa masa-masa sekolah dengan tenang?"

"Iya tapi kamu jangan deketin Anjani juga Fino" Pada akhirnya perempuan itu sama dengan kebanyakan, kalau dibuat kesal pasti ujung-ujungnya menangis.

"Fin kau lihat sendiri kan bagaimana Niko sudah mulai deketin Anjani?" Fino memberi kode ke Fina, tapi Fina disini terlihat tidak peka.

"Iya terus?, apa hubungannya sama Niko?" Tanya Fina. Sesaat kemudian kamarnya tiba-tiba diketuk, dibarengin dengan suara mama nya yang tiba-tiba datang ke rumah ini.

"Mama" Fina langsung turun dari ranjang setelah mendengar suara mama nya di balik pintu kamar. Ia membuka pintu, langsung memeluk nya terus ngadu tentang Fino. "Mah, Fino sudah selingkuhin Finaaaa"

"APA!" Justru Bu Mega yang terkejut.

"Mama mertua juga ikut datang ke rumah ini?" Tanya Fina.

"Iya Fina, niat kita ingin lihat perkembangan hubungan kalian bagaimana, berharap kita kalian selalu akur. Tapi..." Bu Mega mendelik ke anak kandungnya. "FINO!" Pekik mamanya memanggil.

Fino memejamkan mata sebelum menjawab sapaan sang mama. "Iya ma" Lalu ia bangkit mendekat ke sisi sang mama.

"Fina jelasin ke mama, dengan siapa Fino selingkuh?" Tanya mama Mega.

"Anjani maa" Jawab Fina. Setelah Fina menjawab Bu Mega kembali menatap wajah nya Fino.

Saat itu juga Fino membawa mamanya ke samping rumah. Sedangkan Fina sudah mulai curhat ke mama kandungnya.

"Ma jangan marah dulu, Fino gak selingkuhin Fina sumpah" Kata Fino.

"Lah terus kenapa Fina sampai nangis-nangis kalau gak kamu selingkuhin dia?" Sewot Bu Mega.

Awalnya Fino tidak mau kalau sampai orang tua nya tau soal kedekatan nya dengan Anjani. ia juga terkejut melihat ibunya ikut datang ke rumah beberapa menit yang lalu, hingga pada akhirnya Fino terpaksa memberi tau dari pada ia akan mendapat dosa jika berbohong pada orang tua.

"Fino mau bantu comblangin Anjani dengan teman Fino yang namanya Niko. Makanya Fino deketin Anjani cuma karena itu, sumpah Fino ga bohong" Fino sampai mengacungkan dua digit jari, peace.

"..." Bu Mega sampai terdiam. Tidak hanya itu, tiba-tiba beliau tersenyum entah kenapa. "Fin, kalau gitu alasannya nanti mama yang bilang ke Fina ya"

"Mah jangan sampai Fina tau soal ini, soalnya Fina kemarin bilang ingin hidup tenang di sisa-sisa sekolah nya." Fino menahan.

"Lah kenapa gitu?" Tanya Bu Mega.

"Fina kan sudah menikah dengan Fino mah, Fina kalau dekat Fino di sekolah pasti ada saja orang-orang yang bakalan marah" Jawab Fino.

"Pasti kalian sudah membuat perjanjian-perjanjian yang kalian rahasiakan dari kami setelah pernikahan bukan?" Bu Mega menebak-nebak.

Lantas saja Fino langsung terkejut. "Loh kok mamah tau?"

"Mama hanya filling, karena yang mama tau perjanjian itu tujuan nya untuk melindungi pasangan satu sama lain. Mama pasti tidak akan membocorkan kedekatan kamu dengan Anjani, kamu tenang saja Fino" Kata Bu Mega lalu beliau tersenyum.

"..." Fino terdiam sejenak. Entah apa yang terjadi kenapa mamanya bisa tau perjanjian nya dengan Fina, ditambah yang tadi nya beliau ingin marah jadi mendukung penuh apa yang akan Fino lakukan.

"Mah ga marah kalau Fino deketin Anjani?"

Bu Mega menggelengkan kepala. "Kalau itu yang terbaik untuk Fina dan hubungan kalian lakukanlah, kita para orang tua selalu dukung, asal kamu janji tidak selingkuhin Fina saja"

"Iya Fino janji mah"

**

POV Fina.

Gadis itu masih curhat ke mama nya tentang perselingkuhan Fino.

Ada satu hal yang membuat pikiran Bu Irma menembus masa lalu dengan suami nya. Dimana Fina memberi tahu kalau ia membuat perjanjian dengan Fino untuk menjaga jarak saat di sekolah, itu sama persis dengannya saat membuat janji setelah menikah dengan Pak Iwan. 'Jangan bilang kisah cinta mama dan papanya menurun ke anaknya sendiri?.. Fina... Kalau benar pasti kamu juga dapat sahabat yang bakalan langgeng seperti mama'

Pada akhirnya Fina mengakui kalau pembuatan janji-janji itu adalah kesalahan terbesarnya. Ia seharusnya tidak membuat hal begitu, kalau ujung-ujungnya Fino malah mendekat ke Anjani di sekolah, sedangkan Fina sendiri semakin diusik oleh Choki.

Bu Irma menenangkan Fina, beliau minta untuk terus melanjutkan perjanjian itu. Suatu saat nanti dia akan tahu hasilnya.

"Mah Fino sudah selingkuh kok mama jadi belain dia sih?" Kata Fina.

"Mama percaya kalau Fino deketin Anjani untuk kebaikan kamu nak, mama juga percaya kamu akan punya sahabat yang bakalan langgeng seperti mama dengan Bu Mega" Kata Bu Irma.

"Sahabat?" Fina mengerut kening, siapa orang nya? Sahabat Fina satu-satunya kan cuma Rahma. Pengen bertanya tapi Bu Mega lebih dulu menimpal.

"Iya benar Fina" Timpal Bu Mega yang sudah kembali ke ruang tamu. "Fino deketin Anjani untuk kebaikan kamu, dia sedang melindungi kamu."

'Ya tuhan sekarang apa lagi? Bu Mega juga kenapa ikut-ikutan membela Fino yang masih berhubungan dengan mantan nya?, apa salah saya sih?' Dalam hati Fina.

Fino menangkap pergelangan tangan Fina. "Ini kan permintaan kamu, ke depan pasti kamu gak akan di ganggu lagi sama Anjani saat di sekolah"

"..." Fina melepas pegangan tangan Fino. Ia terdiam layaknya merenungi nasibnya yang makin hari semakin terpukul saja.

"Apakah menikah denganmu sebuah kesialan terburuk untuk hidup saya Fin?" Gumam Fina.

"Fin..."

**

Malam ini kedua orang tua Fina dengan Fino menginap dirumah mereka.

Jadi, saat hari sudah pagi. Baik Fino maupun Fina tidak ada alasan untuk bangun kesiangan. Bagi Fina tidak pernah kesiangan, tapi Fino justru yang paling sering.

Kedua pasutri itu sarapan bersama, bahkan kedua orang tua nya meminta untuk berangkat bersama tanpa ada alasan lain.

Pada akhirnya Fino dan Fina pertama kali nya mereka berangkat sekolah bersama setelah pernikahan.

Di setengah perjalanan mereka menuju ke sekolah, lebih tepatnya saat Fina meminta untuk dibelikan roti sobek di minimarket. tiba-tiba saja ada wanita yang mendekat ke sisi Fina yang lagi menunggu Fino di motor.

Dari dalam kasir Fino melihat, dia tidak kenal siapa wanita itu, tapi Fina tau. "Kau kan selingkuhan nya Choki?" Tanya Fina pada wanita itu.

"Selingkuhan?" Wanita itu tersenyum sinis dengan tipis. Lalu mendorong dada Fina yang membuat nya hampir terjatuh dari atas motor Fino.

"Kamu tuh yang selingkuhan nya Choki!, saya sudah menikah sama Choki!, kamu Datang-datang ke kosan suami saya terus nampar saya maksudnya apa?!" Amuk wanita itu.

"Hah serius kalian sudah menikah?!!!" Fina terkejut. Ia turun dari jok motor.

"Ngapain saya bohong, kalau gak percaya ayo ke rumah saya, saya bakal buktikan buku nikah nya."

"..."

Dari dalam minimarket, Fino sampai keluar untuk mendekat. "Kau siapa dorong-dorong cewek saya?" Tanya Fino ke wanita itu.

"Saya Eca, saya istri nya Choki!"

"Lah?!" Kini Fino yang terkejut.

"Bilang ke cewekmu!. semenjak dia lancang masuk kedalam kosan suami saya, Choki jadi tidak peduli lagi dengan saya!, saya akan nuntut wanita ini bertanggung jawab!" Sewot Eca.

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!