NovelToon NovelToon
Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Status: tamat
Genre:Romantis / Spiritual / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi Vuspita sari

Bukan novel romantis yang membuat setiap pembaca menjadi halu... Tapi cerita keikhlasan yang mampu membuat hati setiap insan menjadi luluh.

Cerita dimana sosok yang mengajarkan keikhlasan dan ketulusan dari dua sisi manusia, baik dalam segi cinta maupun persahabatan. Yaa, entah itu memang sahabat atau lebih pantas disebut pengkhianat.

Ini kisah seorang gadis yang melewati rintangan hijranya. Gadis keras kepala yang berusaha menjadi lembut bagaikan Aisyah dan Khadijah.

Dimana bertemu seorang Ateis dan juga pria islam namun hanya dalam KTP.
.
.
.
.
Saya menunggu komentar anda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Vuspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran lagi

Filos yang sedari tadi melirik tuan mudanya mengerut keningnya. Faktanya baru kali ini Habib mau berlaku baik terhadap perempuan. Ia selalu mendengar jika Habib belum pernah menyukai perempuan, Habib pun juga mengakui jika ia belum perna tertarik dan jatuh cinta kepada seseorang. Apa sekarang ia mulai menyukai gadis yang selalu membuatnya kesal?..

“Puk.. puk.. puk.. Hey, bangunn. Kita sudah sampai dirumahmu.” Ucap Habib sabil menepuk wajah Rindu..

Rindu mengerakkan kepalanya yang sekarang sudah dipangkuan Habib. Sontak membuatnya langsung sadar dan menatap Habib tajam. “Hey, loe apain gue,.” teriaknya.

“Kamu tidur dan jatuh dipangkuan saya. Saya tidak tega bangunin kamu, jadi saya biarkan saja. Seharusnya kamu ucapin terimakasih.” Jawab Habib bohong. Ia memindahkan Rindu kepangkuannya karena ia sedikit takut Rindu tidak nyenyak dan tidak nyaman jika bersandar dibahunya. Apalagi ia tidur miring membuat kepala ya akan sakit saat terbangun.

“Yaudah. Kali ini gue ucapin terimakasih. Tapi lain kali loe siram pakek air aja gue dari pada tidur dipangkuan loe.” Jawab Rindu seakan akan, ia akan sering menumpag, “Tunggu. Guekan tidur. loe dari mana tau rumah gue.” Tannya Rindu heran. Ia melihat rumahnya yang masih terbuka.

“Saya tak butuh kamu buat mencari info.Cepat turun, saya sudah sangat lelah dan mau istirahat.” Ia mengalihkan perkataan Rindu. Ia tak ingin ketahuan jika ia sudah menyelidiki Rindu selama ini.

Rindu membuka pintu mobil. “Iya orang kaya mah bebas. “ Gerutunya. Tapi sebelum ia menutup pintu mobil, ia membungkuk dan menatap Habib dan Filos secara bergantian. “Terimakasih ya. Hati-hati dijalan, udah malem. Assalamu’alaikum.. puuuk.” Ia menutup pintunya dan menjauh tanpa mendengar jawaban dari salamnya.

Wajah Habib terkejut tak percaya atas perhatian Rindu. Ia tersenyum lebar. Ia sangat merasa bahagia. ‘Apa ini rasanya jatuh cinta?’ Batinnya. Ia bahkan tak sadar jika Filos selalu menatapnya dari cermin.

Filos tersenyum melihat tingkah lucu tuannya. Ia bahkan menggeleng melihat tuannya yang suka berbohong jika berhadapan dengan Rindu, padahal ia bukanlah tipekan suka berbohong. seperti saat ia berbohong tentang Rindu yang tidur dipangkuannya. Padahal ia sendiri melihat tuannya membawa kepala Rindu secara hati-hati kepangkuannya.

Jangan lupakan jika tangan Habib selalu mengelus dan menepuk-nepuk sayang dikepala Rindu bagaikan menjaga bayi penuh cinta.

Sedangkan Rindu melangkah masuk menuju Rumahnya. Matannya berhenti pada mobil merah yang terparkir didepan rumahnya, pertanda bahwa tamu belum pulang, ia melirik jam yang ditangannya, yang sudah menunjukan angkah. 01:10. Ia menghela nafas kasar dan melangkah masuk kerumah yang sedikit terbuka. “ Assalkamu’alaikum.” Ucap Rindu.

Mata Rindu membulat Saat melihat banyak botol minuman keras dan ada beberapa pria dirumahnya, yang lebih mengagetkan Diva dan Meme yang sedang dipangkuan pria-pria itu sedang berciuman mesra. Mata mereka bertemu saat mendengar Rindu mengucap salam.

“Diva... Meme, apa sii kalian...!” Teriak Rindu. Wajahnya merah marah, seketika rasa sakit dan penat ditubuhnya hilang menatap teman-temannya yang berzina.

“Hay cantik...!” Ucap salah satu pria yang membawa gadis lain didalam rumah itu.

“Keluar kalian dari rumah gue...!” Bentak Rindu marah.

Diva berdiri dengan sempoyongan, ia mendekat kepada Rindu. “Apaan sii loe. Kalo nggak suka tinggal pergi... nggak usah ngatur hidup orang...!” Bentaknya.

Rindu mengernyit saat mencium bau alkohol keluar dari mulu Diva. Marahnya semakin memuncak, ia mendekat tempat dimana Alkohol berserakan. Ia menarik alas meja menyebabkan alkohol itu jatuh dilantrai berserakan. “Keluar loe pada....!” Teriak Rindu marah.

“Apaan loe. Loe taungak kalo minuman itu mahal..! Anj*ng loe”

“Eh bangs*t. Kalo hidup pakek otak.” Teriak mereka bersahut-sahut.

Rindu menatap mereka tajam. Ia melayangkan satu pukulan kepada salah satu mereka. “Pergi kalian. atau gue anciurin mobil kalian..” Teriak Rindu lagi.

“Rindu.. loe apa-apan sii..!” Bentak Meme.

“Kalian yang apa-apaan. Loe tau nggak kalo minuman ini haram, loe zina sama cocok kayak mereka. Otak kalian dimana..!” Teriak Rindu.

Plakk...

Tamparan itu mendarap dipipi Rindu dari Diva yang masih mabuk. “Gue benci banget sama loe. Gue benci...!” Teriaknya menggema,rindu memegang pipinya yang memang sudah memar ditambah dengan tamparan. Sakit itu melipat ganda, apa lagi ia mendengar penuturan temannya seperti itu.

“Gara-gara loe, nggak ada cowok yang suka sama kita. Loe rebut semua dari kita. Loe pinter, loe selalu dipuji dan dipuja, sedangkan kami Cuma jadi bayangan loe. Gue benci akan semua itu Rindu...!. Loe anak orang miskin tapi orang tua loe selalu kasih baju bagus, mewah dan sekolah ditempat yang bagus tanpa kerja. Nah gue harus berusaha supaya bisa nyaingin loe. Gue harus kerja, gue harus ikutin semua perinta nyokap gue. “ Teriaknya mengungkaokan isi hatinya.

Saat SMP atau Sma memang Rindu selalu mendapatkan juara umum, ditambah prestasinya dibidang taikwondo dan karate menjulang tinggi membuat orang-orang segan dan menghormatinya. Semua orang memujinya. Meskipun wajahnya tak terbilang cantik, bisa dikatakan Diva dan Meme lebih cantik darinya. Tapi entah mengapa siapapun yang digebet atau disukai oleh sahabatnya itu lebih tertarik kepada Rindu, dengan dalih ‘Rindu lebih manis. Meskipun ia nggak cantik, tapi senyumnya sangat manis dan menarik’.itulah ucapan dari mereka.

“Div. Gue nggak pernah rebut apapun dari loe. Gue ngak pernah ambil apapun. Kita sahabatan sejak lama, dan selama itu loe ngebenci gue?” Tannya Rindu marah.

“Iya. Gue benci sama loe...!” Teriak Diva. Lalu pergi meninggalkan Rindu yang masih berdiri disana.

Mata Rindu teralih kepada orang-orang asing yang mabuk didepannya. “Kalian pergi sekarang juga...!” Teriak Rindu.

“Rin. Loe nggak usah ngatur tamu gue sama Diva. Kalo loe nggak suka, loe tinggal pergi..!” Teriak Meme.

Amarah Rindu mencapai ubun-ubun. Ia mendorong salah satu pria disana dan memukulnya. Ia mengambil botol minuman yang belum pecah. Ia melagusar keluar rumah.

Plackk...

Ia melempar botol kaca alkohol kemobil didepan rumahnya. Ia menatap marah semua orang yang kaget akan tindakannya.

“Woy... anj*ng.. Loe gila, mobil gue rusak bang*at,...!” Teriak salah satu dari mereka. Sudah dipastikan ia pemiliknya,

“Kalian pergi dari sini. Atau gue bunuh loe pada..!” Teriak Rindu.

“Rindu...!” Teriak Meme marah.

“Loe diem..! Loe bilag gue pergi.! Loe jangan lupa, gue bayar disini. Suruh temen loe pergi ...!” Teriak Rindu marah dengan temannya.

Bugh...

Satu pukulan mengenai wajah Rindu. Sontak saja Rindu yang amarahnya memuncak dan membabat habis para pemabuk itu. Hingga salah satu dari mereka pingsan tak sadarkan diri. Lagi lagi ia berkelahi ditengah malam.

“Gue ingetin. Pergi... atau gue bunuh loe pada..!” Bentak Rindu lagi. Ia menyekah darah yang keluar dari bibirnya. Semua wanita yang mereka bawa berteriak histeris. Rindu bagaikan dewa kematian saat itu.

“Awas loe...!” Ucap salah satu dari mereka yang masih sadar. Mereka membawah teman-temannya masuk kedam mobil dan meninggalkan Rindu dan Meme.

Saat mobil pergi meninggalkan Rindu. Hanya Meme yang menatap Rindu tajam. Plakkk... ia menampar pipi Rindu yang memang sudah berdarah. “Gue benci sama loe Rin...!” Teriaknya.

“Terserah kalian mau benci gue atau apapun itu..! gue ngelakuin semua ini karena gue nggak mau kalian nyesel disuatu hari nanti..!” Jawab Rindu tanpa membalas tamparan itu. Jika ia mau membalas, mudah saja baginya. Tapi rasa sayangnya membuat semua terlalu sulit.

Meme meninggalkan Rindu yang berdiri didepan rumah, ia menutup pintu kamar secara kasar, menimbulkan bunyi yang melengking sampai ketelinga Rindu.

Tubuh Rindu lemas setelahnya. Perban ditangannya sudah terkoyak, lukanya kembali terbuka, darahnya sudah keluar begitu banyak. Rindu baru meringis merasakan perih diwajah dan ditangannya. Tapi hatinya lebih pedih saat ini, ketika tau jika teman-temannya begitu membencinya. Penampilan Rindu sangat kacau saat ini. Sangat kacau....!

Buliran suci dimata Rindu jatuh seketika. Ia melangkah masuk dan mengunci rumah. Tanpa ia sadari jika keributan dirumahnya mengundang banyak warga yang mengintip dari jendela...

Rindu melangkah masuk. Ia menuci tangannya, wajahnya. Ia meringis pedih, wajahnya sudah sangat banyak bekas luka. Tangannya sangat pedih saat ini. “Sampek kapan sii gue kayak gini..” Gumam Rindu sedih. Ia membenamkan bibirnya perih.

Ia melangkah keluar dan mengganti baju. Ia memilih tidur dimusholah rumahnya dengan laskan sajadah dan berselimut mukena. Ia sama sekali tak mengobati lukanya. sungguh, Tuhan lebih tau, jika luka yang ia dapatkan sangat pedih. Luka pisik dan luka hati membuatnya sangat lelah akan hidupnya.

“Mungkin mimpi membawaku tenang meskipun seesaat. “ Itulah selalu kaliamat yang ia rapalkan Rindu saat sakit menggerogo fisik maupun batinnya saat ini.

.

.

.

.

Rindu Come Back....

Thanks yang masih setia ngikutin hijra Rindu.

like, komen dan vote ya hehe. Buat kasih nutrisi....

1
nana
bisa bikin kebawa suasana keren
nana
padahal udah ke 2x nya baca ni nover pertama baca 2021 lalu sekarang baca ulang lagi tetep aja mewekkk....huaa.....😭😭
NO NAME
tor d lanjutin lagi donk tentang cerita kek gini nuansa islami tapi pemerannya rindu juga kek sama bang rey..hehehe..aku suka ceritanya yang banyak mengandung positiv vibesnya. keren
Bunda Fariz
Luar biasaas
ibeth wati
kenapa rindu tak mau menjelaskan apa pun agar tak ada kesalahpahaman
ibeth wati
makin kesini makin nyesek bacanya pingin g lanjut tp kok penasaran
ibeth wati
temen laknat kek mereka ini mereka yg enak" nyalahin rindu ..g respect sama teman kek gitu
Reader
keren gess ceritanya
Sutrisni Sutrisno
semangat berkarya 🦾
tapi saat ngetik tulisan yg pake bhs arab,tolong diperhatikan lg.
karna 1 huruf yg salah ketik bisa beda maknanya
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
Fayulan Fayulan
sdh ku baca 2 tahun yang lalu,, tapi kangen pengen baca lagi. ..
نور✨
Luar biasa
safira
wah..enaknya klu rindu itu nyata..bisa temanan..bagus bangat dapat teman soleha..panutan yg bagus bangat/Drool/
safira
bagus bangat thor..terbaik
safira
aamiin ya robbalalamin
safira
saya dukung dokter rey..klu habib blom nikah aja gk ada kepercayaan apa lagi klu udh nikah..emang gk ada aman²nya..
safira
menyetil hati bangat thor..baru kali ini baca novel cam nyata..menguras air mata..sampe ingat dosa sendiri aja..terbaik thor..
safira
Subhanallah../Sob/
safira
bagus bangat thor..banyak bawang..dan banyak pengajaran..rasa kecil diri..dengan perjuangan rindu..betul keren bangat..terbaik thor😍👍
Arya Mada
sumpah Thor,di bab² ini aku mewek trus,minta rindunya di bikin sehat aja boleh ga thor/Sob//Sob//Sob/
Arya Mada
dokter key aja deh Thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!