NovelToon NovelToon
Alvina

Alvina

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:424k
Nilai: 4.9
Nama Author: sita Azzaky

ALVINA ....

Itu namaku. Gadis berumur 17tahun baru lulus SMA. Aku yatim piatu yang diasuh oleh seorang wanita berhati mulia bernama Ardhina Devi. Wanita yang rela menghabiskan seluruh hidupnya untuk membesarkanku, mengorbankan kebahagiaannya demi merawatku dan merelakan cintanya untuk menyayangiku.

Hidupku berubah setelah kepergiannya, ditinggal untuk selamanya oleh satu-satunya orang yang aku sayangi, membuatku seperti kehilangan sebagian diriku.

Ini bukan kisah tentang anak angkat yang mencari siapa dan darimana dia sebenarnya. Tapi ini tentang diriku dan cintaku.

Maaf, jika ada kesamaan nama, karakter dan penggambaran tokoh yang aku ambil. Semua hanya buat pelengkap saja. Semoga suka dan menarik kalian baca sampai akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sita Azzaky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

•Mas Rizal Mabuk II•

Akhirnya aku pilih nama Dokter Arifin dari kontak telponku. Aku beranikan diri buat telpon Dokter Arifin di tengah malam.

"Assalamualaikum Dokter." ucapku ragu.

"Waalaikumsalam." suaranya serak khas bangun tidur. Pasti aku sudah ganggu tidurnya bareng Mbak Mika.

"Maaf banget, udah ganggu tidur Dokter." ucapku.

Aku lirik Mas Rizal yang terus meracau pelan dan nggak jelas.

"Aku sekarang lagi sama Mas Rizal, dia lagi nggak sadar, Dok. Aku bingung mau bawa dia pulang kemana, boleh aku bawa dia ke rumah Dokter?"

"Nggak sadar? Mabuk maksudmu?" Suara Dokter Arifin seperti tahu kebiasaan adik laki-lakinya.

"Iya Dok ... Tadi aku ...."

"Bawa dia ke rumahku." Dokter Arifin menyela pembicaraanku cepat.

Dengan arahan Dokter Arifin dari telepon, akhirnya aku sampai di depan rumah Dokter Arifin. Dokter Arifin dan Mbak Mika menyambutku di depan pintu utama.

"Kamu membawaku ke rumah Mas Arifin?" Mas Rizal dengan suara beratnya saat mabuk. Aku buka ikatan kain jarik gendong lalu berusaha menangkap tubuh Mas Rizal yang tidak bisa berdiri tegak.

Dokter Arifin dan Mbak Mika datang menghampiri dengan setengah berlari.

"Maaf ganggu tidur kalian." kataku sungkan. Mbak Mika gelengkan kepalanya. Mas Rizal hendak membantuku.

"Jangan sentuh aku Mas ... Atau Mbak Mika nanti merasa jijik padamu. Bukannya gitu Mbak?" Mas Rizal tumpukan tubuhnya dengan merangkulku. Sempoyongan aku berusaha menahan tubuh Mas Rizal. Aku mengisyaratkan ke Dokter Arifin, nggak papa aku bisa.

"Kamu bisa kan menuntunku, membawaku ke jalan yang benar?" Kata Mas Rizal sambil memiringkan kepalanya di depan wajahku. Dari tadi aku seolah menangkap arti lain dari omongan Mas Rizal yang terdengar seperti memohon.

"Iya. Tapi yang nurut, atau kalau tidak, kita akan jatuh bersama." seruku.

"Lalu kenapa? Aku siap jatuh berkali-kali untukmu." katanya lagi. Nah kan, jatuh apa yang dia maksud? Aku lihat ekspresi wajah Dokter Arifin dan Mbak Mika yang keheranan mendengar ocehan Mas Rizal.

Aku rebahkan tubuh Mas Rizal di atas ranjang di kamar tamu. Dokter Arifin datang membawa kotak obat. Aku berniat pergi dan memberi tempat untuk Dokter Arifin mengobati luka di kening Mas Rizal. Tapi Mas Rizal menghentikan langkahku dengan menarik tanganku.

"Jangan pernah pergi dariku. Jangan tinggalkan aku. Tetaplah disini." Ocehan Mas Rizal lagi-lagi membuat Mbak Mika dan Dokter Arifin saling pandang.

Aku duduk di tepi ranjang, aku bersihkan sisa-sisa darah yang mengalir di wajah Mas Rizal. Lalu mengobati lukanya. Dengan matanya yang sayu Mas Rizal terus menatapku, aku berusaha terlihat biasa saja. Dokter Arifin dan Mbak Mika memandang dari sudut lain. Aku nggak mau justru mereka yang melihat perubahan sikapku yang jadi salah tingkah. Aku angkat kepalanya, aku pasangkan plaster buat merekatkan perbannya.

"Boleh nggak hari ini aku yang minta?" Mungkin niatnya berbisik di telingaku tapi aku yakin Dokter Arifin dan Mbak Mika juga bisa dengar.

"Apa?" Tanyaku sambil membereskan kotak obat. Sekali lagi Mas Rizal mendekatkan bibirnya ke telingaku. Dan lagi, gerakan tubuhnya yang tiba-tiba, membuat jantungku nggak betah di tempatnya. Mau loncat keluar.

"Ciuman selamat malam," suaranya jelas. Sangat jelas bahkan Dokter Arifin dan Mbak Mika menunjukkan perubahan raut wajah yang keheranan. Apa mereka juga lihat perubahan wajahku? Aku bingung harus apa? Harus jawab apa?

Ciuman apa?

"Please, cuma malam ini saja. Aku ingin kamu tunjukin semangatmu mencintaku, Sarah ...." lirihnya.

SARAH?

APA?

Jadi, dari tadi dia menganggapku Sarah? Astaga, ternyata dari tadi dia meracau dan membuat jantungku lompat kesana kemari, karena dia pikir aku Sarah?!

Aku bernafas lega. Aku jadi ngerasa bodoh. Salah menanggapi perlakuan dan omongan Mas Rizal yang sedang nggak sadar.

Setelah lelah meracau, Mas Rizal tertidur. Aku sempat melihat jam di dinding menunjukkan jam setengah satu. Astaga! Bahkan aku takut mau pulang ke rumah.

"Aku antar Alvi pulang dulu ya Ma" kata Dokter Arifin ke Mbak Mika. Mbak Mika ngangguk.

"Nggak usah Dokter, nggak papa kok." ucapku. Aku benar-benar sungkan.

"Nggak papa gimana? Kalo gitu kamu tidur sini aja dulu" seru Mbak Mika.

"Waduh, gimana aku nyapa matahari besok pagi. Kak Dhina pasti mikir yang enggak-enggak."

"Kami yang tanggung jawab kalau Dhina marah" Mbak Mika lagi. Aku bingung, terus gimana ini?

"Ayo aku antar pulang, motormu nanti biar Rizal yang antar" seru Dokter Arifin. Kali ini aku nurut saja. Males berdebat. Capek, ngantuk juga. Setelah cipika-cipiki dengan Mbak Mika, aku pulang di antar Dokter Arifin.

#######

1
karissa 🧘🧘😑ditama
beeuhh rumitt pisann
karissa 🧘🧘😑ditama
akhh kangen si bae thor😀😀😀
Tita Hamja
gila aku sampai nangis😭😭
Tita Hamja
sabar yaah kemal ...aku juga pernah kok di bilang anak haram ...sabar yah nak percaya lah Allah pas membalasnya
Enon
Luar biasa
Ade Risma Irta
terimakasih Thor, sudah menyuguhkan bacaan yang menguras emosi. Tak dapat ditebak. Tidak melulu tentang harta. Bahasa yang disuguhkan enak untuk dibaca. Penulis hebat.
Sapta Desiyani
bingung sama alvi sebenernya cinta sama siapa sih
Sapta Desiyani
pernah ngrasain yg panji rasain😔
🏁BLU⭕
Jodoh datangnya dari dokter 😂
🏁BLU⭕
Waduh, kox malah digigit coba, harusnya tuh.....
Dhina ♑
Jatuh membawa berkah kan
🏁BLU⭕
Cieeehhhh mulai merayu-rayu maut
Nina ♋
Aku mau cowok seperti dia 😂😂
Kangen ♋
Jadi kepikiran Doraemon nya 😂😂😂
🏁BLU⭕
makin problem dong
Adinda
Yuk ah....Gombalin Authornya
HBD 😘😘🎉🎉🎂🎂🎁🎁🦀♋🦀♋🌷🌷💜💜😂😂
Adinda
Bye-bye Gemini ♊👬♊👬
Welcome Cancer ♋🦀♋HBD Author 🎉🎉🎉🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎂🎂🎂🎉🎉🎁🎁🎁
🏁BLU⭕
Ya, Kebaikan 😎😎
HBD 🎂🎂🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎁♋♋♋♋♥️♥️♥️♥️🦀🦀🦀🦀💜💜💜💜🌷🌷🌷🌷🎂🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎉🎉🎉🎉
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
makasih ya 🤗😘💕
🏁BLU⭕
Ya, Alhamdulillah 🙏🙏
HBD
🎂🎂🎂💜💜💜♋♋♋🦀🦀🦀
🎂🎂🎂♥️♥️♥️🎁🎁🎁🌷🌷🌷
HBD ♋♋♋💜💜💜🎁🎁🎁♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!