⚠️ Warning..!! Rate 21++
"pelan pelan tuan, saya sedang hamil"
"A..APAA.. MAKSUDMU?"
"siapa yang telah menanam benih di rahimu?
"apa maksud tuan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rieda mustafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Kemesraan
***Banyak Typo Bertebaran 🙏
Happy Reading***
Ansel membuka matanya. Melihat mata wanitanya yg sudah basah. "Cupp..." Ansel mengecup bibir Mar dan memeluknya.
"Maafkan aku sayang.."ucapnya
"Aku akn membayar setiap luka yg aku ciptakan. Janganlah bersedih lagi." Ucapnya
Mar pun mengangguk. Dan menenggelamkan wajahnya ke dada Ansel sambil sesenggukan.
Ansel membelei lembut rambut Mar. Dan Ansel tidak merasakan lagi tubuh Mar bergetar. Ansel pun melihat wajah wanitanya. Ternyata sudah tidur lagi.
Ansel segera turun dari tempat tidur Mar. Dan segera keluar, Ansel merasakan denyutan di bagian bawah. Juniornya sudah meronta ronta minta segera di tuntaskan. Namun Ansel berusaha menahanya.
Karena Ansel gak ingin wanitanya membenci lagi. Ansel hanya ingin menuntaskan jika Mar sudah bisa menerimanya lagi.
Ansel pergi ke kamar kedua anaknya. Mereka ternyata sudah bangun.
"Hallo sayang.." sapanya
"Papa.. " girang Sellin
"Apa kalian mau mandi sekarang?"
"Iya pa.. tapi mandiin papa" ucap Sello.
"Ok.. papa mandiin kalian." Ucapnya
Ansel pun membawa kedua anaknya ke kamar mandi. Mereka mandi sambil main air. Sehingga baju yg Ansel pakai ikut kena air saat memandikan keduanya.
"Sayang.. baju papa ikut basah dong" ucap Ansel
Sellin melihat papa nya kebingungan malah di tambah lagi dengan cipratan airnya. Sehingga Ansel pun jadi gemas dengan kelakuan Sellin.
"Ihh..papa gelii.." teriak Sellin
Setelah selesei. Ansel cuma memakai handuk putih keluar kamar mandi kedua anaknya.
Ansel memberi pakaian pada kedua anaknya hanya memakai handuk yg di lilit di tubuh bawahnya.
Dengan telaten Ansel mengurus keduanya.
Ansel sudah meminta Jimmy untk membawakan beberapa baju santai dan kantor. Namun Jimmy belum kelihatan batang hidungnya.
...••...
Mar sudah bangun dari tidurnya. Mar menatap jam dinding. "Oohh anakku belum mandi" ucap Mar lalu berlari kakamar kedua anaknya.
Namun Mar di buat kaget saat melihat Ansel telah mengurus kedua anaknya.
Mar merasa lega. Dan Mar menatap mereka bertiga dari balik pintu.
Setelah Ansel selesei mengurus keduanya. Ansel pun segera berdiri. Namun siaall.. handuk yg terlilit terinjak Sello. Yg ahirnya handuk itu terlepas. "Owhhh.."pekik Ansel karena sangat tidak nyaman jika kedua anaknya melihat aset pribadinya. Namun mereka tak melihatnya karena asyik bermain Puzzel milik Sello.
Sedangkan Mar yg melihatnya jadi malu sendiri. Dan terkikik geli.
Mendengar ada orang lain yg menyaksikan adegan itu. Ansel yakin jika itu adalah wanitanya.
Melihat Ansel berjalan menuju pintu. Mar segera pergi ke kamar lagi.
Huhhh... huhhh.. nafas Mar yg memburu. Malu jika ketahuan dirinya telah melihat milik Ansel.
Pintu kamar terbuka. Dan Mar menatap Ansel dengan sedikit gemetar.
Ansel tersenyum pada Mar. Seolah Ansel tak tau jika Mar telah melihatnya.
Lalu Ansel mendekat ke wanitanya. Dan mengunci Mar di dinding. Mar menatap Ansel dengan wajah yg sudah memerah. Ntah malu atau takut.
"Ans.."
"Hemm.." balas Ansel
"Ja.. jang." Cupp.. bibir Ansel mengecup bibi Mar.tidak ada penolakan dari si empunya. Ansel kembali menciumnya dengan lembut.
Kini Mar membalas ciuman Ansel.
Kini mereka saling memagut bibir. Dan Mar merasa jika junior Ansel telah tegak dan bergerak gerak menusuk di belahan paha Mar.
Tangan Ansel kembali liar. Jari jari Ansel membelei belahan paha Mar dan sedikit menerobos mencari sesuatu yg bisa membuat Mar meminta.
Lidah Ansel menelusuri bibir Mar. Sedangkan jari jarinya sibuk menggerayangi belahan pahanya.. Aahhhh.. d\*\*\*h Mar.
Mendengar d\*\*\*\*\*\*n Mar. Ansel seperti di minta untuk melakukan lebih.. Aahhh..Ansshh..
Ting tong.. ting tong..
Bel pintu begitu nyaring terdengar. \*shhiitttt..\* "Siall mengganggu aja" gerutu Ansel. Lalu kembali memakai handuknya.
Ansel keluar kamar dan menuju ruang depan. Ansel tau siapa yg telah mengganggu dirinya.
"Ganggu aja sih Jim" ucapnya
"Hehehe.. maaf bos." Ucap Jimmi sambil melihat penampilan Ansel. Wajah gusarnya terlihat jika permainan Ansel belum mencapai puncaknya
"Jangan lupa Jim.. rencana nanti malam" ucap Ansel mengingatkan
"Siaapp bos"
Ansel kembali masuk ke kamar Mar. Namun wanitanya itu sudah tak ada di sini. "Hmm" Ansel tersenyum. "Kau pasti menghindariku Mar" ucapnya
Anselpun mengambil baju santai. Ansel hanya memakai celana pendek dan kaos santainya. Ansel menatap diri di cermin. Dan menyemprotka parfum ke seluruh tubuhnya.
Ansel keluar dari kamar dan menghampiri kedua anaknya.
Sedangkan kedua anaknya telah asyik nonton tv kesukaanya.
Namun tak terlihat ada Mar di sini. Ansel mencari Mar. Terdengar gemericik air di dalam kamar mandi si kembar.
Ansel menunggu Mar keluar dari kamar mandi
Setelah beberapa menit. Mar keluar yg hanya memakai handuk. Mar tak melihat jika Ansel ada di sini. Mar berjalan santai sambil bernyanyi nyanyi yg tak jelas.
Ansel menatap Mar tanpa kedip. Mar melepas handuknya dan ingin segera mengganti dengan baju yg sudah di bawa.
Saat handuk itu merosot. Ansel segera mendekap Mar dari belakang. "Aowhh.."pekik Mar.
"Ans.. apa yg kau lakukan di sini?" Tanyanya. Sambil meraih handuknya kembali. Namun Ansel berhasil menyingkirkan handuknya dengan kaki.
"Aku merindukanmu sayang" ucapnya sambil terus menciumi punggung dan juga leher Mar.
"Ans.. jaa.. janganh duhluh ahh" ucap Mar yg tak bisa menahan perlakuan Ansel
"Aku janji akan memperlakukan dengan lembut" ucapnya untuk meyakinkan Mar.
"Ah.. akuh behlumh sih ap Ansh"
Lalu Ansel mengambil tangan kiri Mar. Dan menuntunya untuk kebawah. Ansel menunjukkan jika Juniornya sudah sangat rindu.
"Aku tau.. tapi.. aku belum siap Ans."
"Baiklah sayang.. aku takkan memaksamu." Ucapnya sambil mengecup kening Mar.
Setelah itu Ansel mengambilkan baju Mar yg sempat Ansel lempar.
"Mau di pakaiin?" Tanya Ansel menggoda
"Ng..nggak usah Ans.. aku bisa sendiri" balasny sambil tersipu
Lalu Ansel duduk di tempat tidur Sellin. Dan menatap Mar yg masih melilitkan handuknya.
"Ans.."
"Hemm.. kenapa?" Tanyanya pura pura
"Keluarlah.. aku ingin ganti baju" ucap Mar
"Ganti aja sayang. Aku cuma mau melihat tubuhmu aja. Aku janji tidak akn menyerang" jawab Ansel.
"Tapi aku malu.. keluarlah..!" Pinta Mar lagi.
"Cuma liat doang sayang"
"Tidak.. pokonya keluar" jawabnya
Hhh..dengan nafas berat. Ansel pun keluar.
Sedangkan Mar merasa lega. Kini Mar kembali memakai bajunya.
...●●●●...
Malam telah tiba.
Ansel menunggu kedua anaknya yg sedang belajar. Belajar hanya untuk hiburan buat kedua anaknya. Karena Mar dan Ansel tidak akn membebani mereka berdua belajar di saat anaknya masih ingin bermain.
Makanya belajarnya Sello dan Sellin adalah mengenal nama nama hewan dan mengeja setiap huruf. Biar tidak bosan
Sedangkan Mar sedang membuatkan susu buat kedua anaknya dan kopi buat Ansel.
Mar keluar dengan membawa nampan yg sudah berisi susu dan juga kopi.
Setelah mereka minum. Mereka kembali bermain dan belajar.
Malam yg sudah menunjukkan angka 9 malam. Saatnya kedua anaknya harus tidur. Seperti biasa Mar akan menemani mereka.
Sedangkan Ansel keluar untuk melihat bulan.
Sekita 30 menit Mar telah keluar dari kamar si kembar.
Mar menatap pintu depan yg masih terbuka. Mar pun melangkah dan hendak menutup pintunya.
Mar melihat Ansel tengah duduk di taman. Mar penasaran apa yg tengah di lihat Ansel.
"Ans.."
Mendengar namanya di panggil Ansel pun menoleh. Lalu tersenyum.
"Kau lihat apa?" Tanyanya
"Sini sayang.. aku sedang melihat mu di atas" ucapnya
"Ishh.. ngaco deh. Mana ada..
"Sini deh.. duduk sini. Dan tunggu sebentar. Tetap tataplah yg ada di atas sana." Ucap Ansel
"Ishhh.. lihat apa sihh?"
"Udah turitin aja" jawab Ansel
......***Bersambung***......
benar hipersex tuh engsel pintu😂😂😂