NovelToon NovelToon
Beauty & Berondong

Beauty & Berondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:835.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Ayunda Zhia Wijaya yang baru saja kehilangan calon suaminya, sedang mencoba untuk bangkit dari keterpurukan.

Kehilangan demi kehilangan yang dialami oleh Ayunda meninggalkan bekas trauma yang mendalam di diri gadis itu, hingga Ayunda selalu dilanda keraguan untuk menjalin sebuah hubungan.

Namun takdir malah mempertemukan Ayunda dengan Bennedic Rainer, seorang pemuda tanggung yang jiwa mudanya begitu berkobar.

Ben yang merupakan sepupu dari boss Ayunda di kantor, kerap menggoda Ayunda dan selalu kepo dengan hidup Ayunda.

Sekuat apapun Ayunda menghindari Ben, pemuda itu malah semakin mengejar Ayunda dengan gila.

Mampukah Ben yang juga masih labil menyembuhkan rasa trauma yang dialami oleh Ayunda dan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untuk wanita yang usianya lebih tua dari Ben tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LABIL

Ben menggendong Ayunda ala bridal dan membawa istrinya tersebut masuk ke dalam rumah. Tadinya Ayunda berpikir kalau Ben akan memabwanya masuk ke dalam kamar. Namun ternyata, Ben malah mendaratkan Ayunda di atas sofa di ruang tengah.

"Mmmmmuuuuah!" Ben mengecup bibir Ayunda yang kini terbaring di atas sofa ruang tengah.

"Ben!" Ayunda mendorong dada Ben agar menghentikan ciumannya.

Bagaimana kalau ada maid yang melihat mereka?

Kan malu!

"Kenapa? Kamu nggak mau aku cium?" Tanya Ben yang wajahnya sudah berubah merengut.

"Bukan begitu! Tapi kita tidak sedang di kamar. Jadi-" Ayunda berusaha untuk bangun dan berganti posisi mdnjadi duduk sebelum melanjutkan kalimatnya.

"Jadi jaga sikapmu itu!" Lanjut Ayunda menyambung kalimat sebelumnya.

"Ck! Udah suami istri juga!" Ben kembali mendorong Ayunda hingga istrinya itu kembali ke posisi telentang dan Ben tanpa segan langsung membuka tiga kancing teratas dari blouse yang dikenakan oleh Ayunda.

"Ben!" Pekik Ayunda yang berusaha menghentikan tingkah mesum Ben tersebut. Namun Ben tetap keras kepala dan kini suami Ayunda itu malah sudah menyibak bra Ayunda lalu mengeluarkan isi di dalamnya dan menghisapnya seperti bayi yang sedang menyusu.

Sesekali Ben mengangkat wajahnya untuk menatap Ayunda, sebelum kemudian fokus menyusu lagi.

Ya ampun!

Kenapa suami bocah Ayunda ini jadi sangat mesum begini?

"Ben sudah!" Gumam Ayunda yang mulai bergerak gelisah karena Ben yang sudah lebih dari sepuluh menit menghisap kedua buah dadanya secara bergantian.

Namun bukan Ben namanya kalau tidak keras kepala. Ben tetap melanjutkan kegiatannya dan seolah tak peduli kalau ia dan Ayunda masih berada di ruang tengah sekarang. Ayunda sesekali mengintip ke dalam bantal sofa yang ia pakai untuk menutupi tingkah mesum Ben tersebut.

Para maid sampai sungkan mau mondar-mandir di ruang tengah karena Ben dan Ayunda yang masih sibuk berduaan dan melakukan hal mesum.

"Panas!" Gumam Ben yang bibirnya masih ia sumpal dengan payudara Ayunda.

Ben melepaskan kausnya masih tanpa berhenti menghisap, lalu melempar kaus warna putih tersebut secara serampangan.

"Mau sampai kapan, Ben?" Tanya Ayunda yang kembali mengintip ke dalam bantal sofa yang menutupi wajah Ben yang sedang menyusu.

"Sampai malam juga aku kuat," jawab Ben yang suaranya tidak terlalu jelas karena mulutnya yang masih tersumpal sesuatu.

"Pindah ke kamar, yuk!" Ajak Ayunda akhirnya berusaha membujuk Ben.

Rasanya malu sekali jika Ayunda dan Ben terus-terusan mesum di ruang tengah begini.

Ben mengangkat kepalanya, dan tangannya sudah ganti menangkup kedua buah dada Ayunda.

"Sampai malam, ya!" Ben mengajukan syarat.

"Kau tidak ke restorant memangnya?" Tanya Ayunda berusaha memberikan Ben kesibukan.

Tadi malam sudah lembur sampai dinihari, dan sekarang Ben mau mengajak Ayunda lembur lagi sampai malam?

Yang benar saja!

Ayunda bisa-bisa tidak akan bisa berjalan besok.

"Mmmmm," Ben terlihat berpikir sambil tangannya tak berhenti memainkan puncak dada Ayunda dan membuat istrinya itu harus menggigit bibir bawahnya karena geli.

Entah geli entah perasaan yang lain.

Ayunda juga tidak tahu.

"Besok saja ke restorantnya. Hari ini aku masih mau praktek beberapa gaya yang ada di kepalaku yang semalam belum sempat kita coba," jawab Ben yang sontak membuat Ayunda menganga tak percaya.

Dasar Ben!

Ternyata dari semalam Ayunda dijadikan kelinci percobaan oleh bocah dua puluh dua tahun ini.

Pantasan sejak semalam Ayunda di suruh gonta-ganti posisi oleh bocah nakal nan mesum ini.

"Memang masih ada berapa gaya lagi? Perasaan tadi malam udah banyak gaya yang kamu praktekin," tanya Ayunda mengernyit bingung.

"Masih banyak pokoknya. Nanti kita coba semuanya!" Ben mengecup singkat bibir Ayunda sebelum kemudian mengancingkan lagi blouse Ayunda tanpa membenarkan bra Ayunda yang tadi Ben singkap.

Ck!

"Ayo, Ayang! Kita naik ke kamar!" Ben meminta Ayunda untuk naik ke punggungnya agar ia bisa menggendong Ayunda di punggung seraya menaiki tangga.

"Aku masih bisa naik tangga sendiri, kok!" Tolak Ayunda yang sudah bangkit berdiri dan mengabaikan perintah Ben agar naik ke punggung.

Wanita itu melangkah cepat menuju ke arah tangga.

"Ish!" Ben segera mengejar Ayunda dan sedikit menggelitiki istrinya itu saat sudah berhasil menangkapnya.

"Ben! Nanti aku terpeleset!" Pekik Ayunda yang sudah mulai menapaki tangga.

"Digendong nggak mau, sih!" Ben melingkarkan kedua lengannya di pinggang Ayunda, lalu menyerukkan kepalanya di pundak sang istri dan pasangan pengantin baru tersebit menaiki tangga masih dengan posisi seperti itu.

Ck!

Dasar Ben manja tapi mesum!

****

Malam menjelang dengan cepat, saat Ayunda yang baru selesai mandi dan hanya mengenakan bathrobe, sedang menyisir rambut basahnya sambil memeriksa beberapa bercak kemerahan di tubuhnya hasil karya Ben mesum.

Bukan beberapa sebenarnya, tapi banyak sekali dan hampir ada di seluruh bagian tubuh Ayunda.

"Ay!" Panggil Ben yang baru keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambutnya memakai handuk.

"Apa?" Ayunda hanya menatap sekilas pada Ben sebelum kembali menyisir rambutnya.

"Temani aku ke barbershop, ya! Rambut aku sudah gondrong begini," pinta Ben seraya melemparkan handuk bekas pakainya sembarangan dan ganti merengkuh kedua pundak Ayunda.

"Sekarang?"

"Iya sekarang. Belum ada jam tujuh juga," jawab Ben setelah melirik jam digital di atas nakas.

"Naik motor lagi? Nanti kehujanan lagi kayak kemarin, nggak bisa pulang," cecar Ayunda yang akhirnya juga sudah selesai menyisir rambut.

Ayunda menyingkirkan kedua tangan Ben dari pundaknya dan segera bangkit berdiri menuju ke arah kemari untuk mengambil baju.

"Kan bisa nginep di hotel lagi, trus bisa lembur sampai pagi lagi," cengir Ben yang masih saja mengikuti Ayunda dan ganti melingkarkan lengannya dimpinggang Ayunda yang masih sibuk memilih baju.

"Ck! Aku harus ke kantor besok dan kamu harus ke restorant! Udahan lembur-lemburnya! Tadi juga udah nyobain gaya macam-macam hampir sepuluh gaya," Cerocos Ayunda nyaris tanpa jeda.

"Aku kan juga mau Ben junior aku cepat jadi," Ben tiba-tiba sudah bersimpuh di depan Ayunda dan menarik tali bathrobe Ayunda, lalu mencium perut Ayunda yang masih tak tertutupi sehelai benangpun.

Ayunda hanya bergeming dan membiarkan apapun yang Ben lakukan.

Mau berontak juga untuk apa?

Ben sudah melihat semuanya dan sudah mengecup setiap jengkal dari tubuh Ayunda.

"Jadi ke barbershop, nggak?" Ayunda mengalihkan pembicaraan dan sudah melepas bathrobe-nya.

Sepertinya istri Ben itu tak lagi malu meskipun naked di depan Ben.

"Jadi dong!" Jawab Ben seraya tersenyum dan pria itu tak berkedip saat melihat Ayunda yang sedang memakai baju di depan matanya.

"Kau tidak ganti baju?" Tanya Ayunda memindai penampilan Ben yang hanya mengenakan kaus polos dan celana selutut.

"Nggak usah! Kita bawa mobil malam ini biar nggak kehujanan!" Ben merangkul Ayunda yang sudah siap dan mereka berdua segera keluar dari kamar.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
Janah Husna Ugy
inget suami Sasha siapa ya lupa Ando apa Aldo ya🤭🤭🤭egois
Si Memeh
menghibur banget cerita nya thor
Nurul Laila Zulaikah
Luar biasa
Desi Nur
lalu dimana si kayla tante ya ayunda adek dari kenzo
Maya Ratnasari
pluto udah bukan planet lagi
Maya Ratnasari
surprise
Maya Ratnasari
waduh kalo AC suhunya dikecilkan bakalan tambah dingin thor.
biar agak hangat, suhu AC dinaikkan.
Maya Ratnasari
kayanya sebelumnya namanya oma nuna, bukan oma salsa. oh mungkin namanya nuna salsa ya
Maya Ratnasari: asiyaapp. makasiii thor.
total 2 replies
Rossy Susilawati
lucu
Ran Aulia
terimakasih author 😍😍😍😍👍👍👍👍
dream
Duh berondong kuat bener baru udahan dah naik lagi🤣🤣🤣
dream
yaelah... ben.... nyusu mulu, kaya bayi gede
dream
Hadeh.... pake acara ngegeledak.... 🤣🤣🤣
dream
Alamak..... gini nih kl sama brondong, kuat.... 😝😝🤣🤣🤣
dream
yeay..... udah gak gelisah lagi, udah tembus beneran ya ben😂😂😂😂
dream
Hahaha..... mana tahan.... 🤣🤣🤣🤣
dream
udah senyum2 ndiri bacanya, gak ku.... ku..... 😂😂
dream
Hahaha..... liat ular kadut depan mata🤭😂
dream
itu mah modus bang Ben🤭🤧
susi 2020
😂😂🤫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!