NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Selingkuh / Tamat
Popularitas:340.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Dasdjar

Mira menangis dalam diam melihat kenyataan itu. Bagas, suami yang selalu dibanggakan dan dihormati ternyata pembohong.

Bagas memulai kehidupan barunya bersama Mira setelah move on lama dari sakit hatinya yang dikhianati dan ditinggalkan begitu saja.

Kehidupan pernikahan mereka berjalan dengan baik sampai... datangnya kembali Sherly yang dulu meninggalkan Bagas demi karier dan Shinta yang juga datang kembali setelah dulu ketahuan selingkuh di belakang Bagas.

Mereka, dua wanita ini datang di saat Bagas mulai bahagia bersama anak dan istrinya Mira.

Kedatangan kedua wanita itu tak menggoyahkan Bagas, tetapi bagaimana bila suatu saat Bagas akhirnya tergoda kembali dan mulai melupakan rumah tangganya dengan Mira

Akankah Bagas dapat mempertahankannya atau justru malah melupakan istri dan anaknya kembali ?

Jawabannya ada dalam novel ini,

silahkan tulis saran, komentar dan kritik atas novel perdana saya ini. Mohon maaf bila ada banyak kekurangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Dasdjar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35. Mira Bertanya - tanya

Hai.. kita kembali pada Bagas dan Mira lagi..

Rianti terlihat pagi itu sedang menata semua tanamannya di halaman belakang.

Sejak Yunia sakit, Rianti dan Yanto kadang menginap di rumah Bagas memantau kesehatan cucunya.

Tangannya dengan lincah merapikan bunga- bunga yang layu dan menyiramnya. Sesekali terdengar senandungnya.

Yanto yang duduk sambil menikmati kopi melirik padanya, hatinya mengagumi istrinya yang masih terlihat cantik di usia yang sudah tidak muda lagi.

Mira dan Bagaspun keluar kamar sambil mengendong Yunia.

Pagi ini semua terlihat bahagia dan ceria.

" Pagi mama dan papa... " sapa Bagas dan Mira.

" Pagi anak- anakku," sahut Rianti riang.

" Bagas.. kamu kerjakan hari ini ? Nanti sore kita akan jalan - halan ke mall . Mama mau bawa Yunia untuk bermain di sana. Kasihan anakmu sejak sehat jarang keluar," kata Rianti lagi.

" Mau ke mall kah sayang?" tanya Bagas pada Mira.

Mira menggangguk dan berkata," Mama dan papa yang ingin aku dan Yunia ikut, supaya tidak bosan di rumah mas mama bilang," sahut Mira sambil tersenyum.

" Aku keluar kantor jam 5 sore, nanti kalian pergi jam 6 saja, biar tidak macet, karena jam 5 itu orang pulang kantor pasti jalanan macet, nanti aku langsung menunggu di mall ya, biar tidak habis waktu," jawab Bagas .

" Baik.. mama senang akhirnya kita pergi bersama dengan cucu kesayangan mama," jata Rianti seraya mencium pipi Yunia.

Yunia yang tahu neneknya yang sayang dengan dirinya, langsung ingin di gendong, Rianti menggelengkan kepalanya dan berkata," Tangan nenek kotor, nanti setelah kamu sarapan, nenek gendong ya cucuku cantik," sahut Rianti .

Pelayan tak lama datang memberitahu sarapan pagi sudah siap.

Mereka pun lalu beranjak ke meja makan dan mulai makan.bersama.

Bagaspun pamit pada orang tua dan istrinya serta Yunia berangkat kerja. Yunia pun bermain dengan neneknya dan Mira bergegas ke kamar untuk merapikan kamarnya dan kamar Yunia.

Sore itu.. tampak mobil Bagas keluar dari kantor, dia menuju mall yang tidak terlalu jauh dari kantornya. Tadi pagi dia sudah janjian untuk bertemu dengan Mira dan orang tuanya di mall itu.

Bagas mencari parkir di dalam gedung, dilihatnya di luar sudah penuh. Lalu dia berjalan masuk dalam mall itu dan menuju ke tempat makan sambil menunggu orang tua dan Mira.

Di raihnya ponsel dan mulai dicarinya nama Mira, lalu ditelponnya.

" Halo sayang... mas sudah di mall mas tunggu di dalam ya, hati- hati di jalan, " kata Bagas.

" Baik mas, ini sudah siap, tinggal nunggu ibu masih di kamar," jawab Mira.

Bagaspun memesan minuman seraya menunggu keluarganya. Ketika dia sedang asyik membaca dan mengirim pesan, tiba- tiba ada suara lembut menyapanya,

" Hai Gas.. sedang apa kau di sini, kebetulan kita bertemu," sahutnya.

Bagas melihatnya lalu ekspersi wajahnya berubah.

" Mau apa kamu ikuti aku terus Sherly, aku tidak suka kau ikut masuk lagi dalam kehidupanku, aku tidak suka kau ganggu lagi," jawabnya kesal.

" Aku lagi jalan- jalan Gas, tak ada maksudku mengikuti kamu," jawab Sherly.

" Langsung saja, apa maumu?" tanya Bagas jengkel.

" Aku ingin dekat lagi dengan kamu Gas, aku sudah mencoba 6 tahun ini jauh dari kamu, tetapi hidupku hampa, aku salah dulu melepaskanmu, aku minta maaf Gas, maafkan aku," kata Sherly pelan.

Bagas menarik napasnya lalu berkata,"

Kemana saja kau 6 tahun ini, tak bisa jauh dari ku katamu? bohong besar kau ini, jangan ganggu lagi hidupku Sher... aku tak akan balik lagi padamu sampai kapanpun," kata Bagas sambil melotot.

" Gas.. dengarkan aku dulu, aku tetap mencintaimu sampai sekarang. Aku tak dapat lupakan semuanya, memang aku salah demi ambisiku, kuputuskan kau, tapi cintaku tak dapat kulepas Gas, karena itu ku mohon Gas.. biar aku tetap mencintaimu," sahut Sherly.

" Kau gila Sherly.. aku sudah punya istri dan anak, lagi pula kau sudah ku anggap mati sejak lama, dan cintaku sudah tak ada sedikitpun untukmu, kau mengerti ?" jawab Bagas kesal.

" Jangan lagi kau harap apapun dariku, aku terpuruk ketika kau pergi, aku sakit ketika kau putuskan, aku berusaha bangkit dan tegar sampai aku bisa melangkah lagi, sekarang dengan seenaknya kau datang untuk minta aku mencintaimu lagi ? " lanjut Bagas .

" Aku sudah buang waktu untuk bicara denganmu, jangan kau dekati aku lagi, tak sudi aku melihatmu " seru Bagas.

Dengan marah Bagas keluar dari cafetaria itu dengan tergesa- gesa, tak dihiraukannya Sherly yang memanggil namanya. Sherly hanya menatap sendu punggung Bagas yang berjalan dengan cepat.

Tak terasa mata Sherly berair, dia menangis menyesali kebodohannya. Bagas sangat marah dan tak sudi melihatnya lagi.

***

Bagas melampiaskan kemarahannya dengan berjalan cepat berputar- putar di mall, setelah dia dapat menguasai emosinya, dia meraih ponselnya dan menelpon Mira.

" Halo mas, kami sudah di parkiran, mas di mana?" tanya Mira lembut.

Bagas yang mendengar lembutnya suara Mira seakan mendapatkan air di tengah padang gurun, langsung reda dan sejuk hatinya.

" Mas... mas Bagas," panggil Mira.

Bagas tersadar dan menjawab kembali panggilan Mira

" Ya Mir.. mas ada di lantai bawah ini, mas tunggu di pintu masuk ya," jawab Bagas .

" Baik.. tunggu ya mas," sahut Mira lagi

Bagas tak menunggu lama dan terlihatlah orangtuanya, Mira dan Yunia serta Neni mendatanginya.

" Gas.. jalanan macet sekali, kamu sudah lama menunggu ya," tanya Yanto.

" Tidak lama kok pa, baru sebentar, ayo kita mulai jalan," jawab Bagas seraya menggendong Yunia.

Yunia yang digendong papanya senang, diciumnya pipi papanya berkali- kali.

" Yunia mau apa, nanti kita main ya, biar Yunia senang," kata Bagas sambil mencubit pipi anaknya.

Mereka pun berjalan- jalan sebentar sebelum menuju tempat arena bermain anak- anak. Mereka ingin membuat Yunia senang malam ini.

Bagas larut dalam kegembiraannya, dirinya sejenak melupakan kekesalan hatinya. Dia selalu tertawa melihat kelucuan putrinya yang bermain.

Di sudut arena bermain itu sepasang mata mengawasi mereka. Tatapannya sendu melihat Bagas dan Mira yang tertawa bahagia.

Ingin rasanya dia menghampiri mereka tetapi dia tak punya keberanian.

Setelah puas bermain mereka menuju tempat makan karena Yunia merengek lapar ingin makan.

Merekapun memesan makan dan tak lama ingin pulang karena Yunia terlihat kecapean sehabis bermain.

Seraya berjalan Mira sesekali melihat baju - baju yang terpampang di outlet, ada 1 baju yang menarik perhatiannya.

" Mas, boleh mampir sebentar di outlet itu?" tanyanya sambil menunjuk ke arah sana.

" Boleh sayang, ayo mas antar," jawabnya

Bagas dan Mira ijin pada papa dan mamanya untuk melihat baju sebentar. Mereka mengiyakan dan mencari tempat duduk sambil menunggu.

Bagas dan Mira pun melihat baju yang ada di outlet, setelah selesai mereka keluar dari outlet itu.

Bagas ingin ke toilet dulu maka itu dia berpesan pada Mira untuk mendatangi orangtuanya.

Tetapi tiba- tiba ada yang memanggil Mira.

" Mbak Mira... " sapanya lembut

Mira menoleh dengan heran dan menatapnya

" Siapa ya, jawabnya

" Perkenalkan.. aku Sherly, teman Bagas waktu kuliah, " jawabnya.

" Oh ya mbak Sherly," kata Mira

" Senang ya melihat kalian bahagia dan anak kalian lucu sekali, apakah kalian saling mencintai ?" tanyanya lagi.

Mira heran dengan.pertanyaan Sherly yang terakhir.

Mira hendak menjawab, tetapi Bagas sudah mendahului menjawabnya. Rupanya Bagas sudah kembali dari toilet.

" Kami saling mencintai. Dan aku sangat mencintai istri dan anakku, kamu puas dengan jawabanku?" tanya Bagas menatap tajam Sherly.

" Oh maaf, saya permisi ," jawab Sherly terburu- buru pergi.

" Itu siapa mas, kok kamu yang menjawab, mas kenal dengan wanita itu?" tanya Sherly heran.

" Tidak penting siapa dia, ayo itu papa dan mama sudah menunggu kita," jawab Bagas seraya menarik tangan Mira.

Mira merasa heran dengan suaminya, mengapa Bagas sangat dingin dan tegas ketika menjawab pertanyaan wanita itu. Apa mas Bagas kenal dengannya? batin Mira bertanya- tanya.

Ingin dia bertanya pada Nagas tetapi melihat Bagas yang diam, Mira pun tak berani bertanya, dan menyimpan pertanyaan itu dalam hatinya.

Mira dan Bagas terlihat diam setelah itu, mereka saling berpikir dan bertanya.

Rianti dan Yanto yang melihat itu hanya diam. Pikuran mereka mungkin anak dan menantunya cape setelah berjalan - jalan. Mereka pun terdiam sampai di rumah.

***

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ruzita Ismail
Lumayan
Pardi Yanto
Buruk
Reni Figianti
ceritanya ckup mnarik
kavena ayunda
hmm jangan ampe.aria selingkuh
kavena ayunda
kapokk
kavena ayunda
tunggu karma mu bagassss
kavena ayunda
moga istri nya tau dan cerai bagass wbrengsek
Yunita Amelhya
wow😯
amalia gati subagio
mama absurd banget sih
❀∂я 𝗗𝗘𝗪𝗜 𝗥⒋ⷨ͢⚤ : hai kak mampir yuk ke novel aku yang berjudul istriku seorang buta huruf 🙏
total 1 replies
Sri Wahyuni
mampus log gas .panggil intan sayang..tpi knp pnggil s mira ..mir only
Memyr 67
bagas kena karma. puasy aq
Memyr 67
iiii suami kurang ajar. nggak ingat anak istrinya di rumah. tunggu saja pembalasan. karma itu berlaku
Memyr 67
kok seperti syair lagu ya ini?
Memyr 67
cewek nggak punya harga diri. sudah dibritau cowoknya sudah punya anak istri, dirayu terus? idih idih banget
Defi Danny Firmansyah
udh di buat blm...
kalau udh otw...
Novita Nathan
nyeselmu udah g guna Bagas .... klo km kuat iman.... ttp mnomor satukan mnjaga kprcayaan Mira ... mo datang ribuan godaan.... g bakal km goyah dgn sadar n tega mnghianati Mira..... y dasar kmunya aja yg murahan Bagas🙄🙄🙄🙄
Novita Nathan
sokorrrrrrrr..... kapokmu kapan..... nangis2 dech.... udh trlnjur khilangan Mira jga yunia demi perempuan yg sdh di celap celup sana sini😂😂😂😂.... mmpus lu bagas😜😜😜😜
Novita Nathan
owalah.... gas Bagas.... km lbh memilih perempuan yg sdh sering di gilir laki² demi uang .. demi hidup mewah....
weleh sakno nasibmu Bagas... khilangan Mira mlah dptnya toilet umum.... ini sih bukan naik derajat... mlah turun derajat ... istri mulia trsakiti krna kehadiran istri murahan.... hnya krna trtipu gaya polosnya intan😂😂😂😂
Novita Nathan
Halah .... blm aja km tau sifat asli istri mudamu Bagas.... boleh aja km berkata Mira keras kpla n tak tau di untung ... nnti pasti ada saatnya km menyadarinya... Mira tak kn trganti dgn perempuan mnapun.... wlopun nnti km berpisah dgn Mira... km g akn bahagia mnjalani rumah tangga dri hasil pnghianatanmu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!