Wanita muda yang kuat selama bersanding dengan Tuan muda Adipramana.
Berawal dari pertemuan yang unik namun berkesan untuk keduanya. Mereka adalah Zayden Adipramana dan Elvana Wilghetta.
Dimana keduanya bertemu disaat Elvana tengah kabur dari hadapan kedua orang tuanya. Karena sebuah alasan yaitu, Perjodohan.
Siapa yang akan mengira karena sebuah kesalahpahaman membuat mereka terikat dalam suatu pernikahan.
Bagaimana kisah perjalanan cinta Zayden dan Elvana? Yuk dibaca!!...
Ikuti Instagram aku ya di @amandyapasha
~[Sekuel dari 'Mr. Adipramana Memilihmu']~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Nikahi Dia
Setelah semuanya sudah selesai dia kerjakan. Merasa sudah beres dan rapi kembali. Dia merasa lelah. Akhirnya, dia merebahkan dirinya di sofa yang kosong itu.
Melihat jas Zayden yang ada di sandaran sofa. Dia mengambil dan memakainya sebagai selimut tubuhnya karena suhu ruangannya yang dingin.
Elvana benar-benar merasa ngantuk sekarang. Karena sudah merasa terlalu lelah. Akhirnya dia ikut terlelap.
...----------------...
"Kamu harus menikahi dia sekarang juga!" Bentak Rendra kepada Zayden yang sudah berada di ruang tamu berenam duduk di sofa yang ada. Ada Chelsea, Amelia, Elvana dan sopir pribadinya Zayden.
"Tidak. Daddy harus mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu baru daddy boleh menyimpulkan hasilnya." Zayden membela dirinya di depan yang lainnya.
"Mommy tidak menyangka kamu akan berbuat seperti ini, nak." Amelia menangis sejadi-jadinya karena perbuatan anaknya yang tidak sepatutnya dilakukan.
"Mom, apa yang mommy lihat. Itu semua salah paham." Zayden berbicara pelan kepada Amelia.
"Mommy pernah bilang kan. Jangan pernah mengambil kehormatan wanita sebelum menikah!" Teriak Amelia saking kesal dan kecewanya dengan anak laki-lakinya.
"Sekarang dengarkan aku. Daddy dan mommy aku perjelas sekali lagi ya. Elsie, aku tidak tahu kamu akan percaya dengan sebuah penglihatanmu yang salah atau penjelasan yang benar-benar jelas. Apa yang kalian lihat tadi. Apa yang daddy dan mommy lihat tadi pagi sama sekali sebuah kesalahpahaman. Kami berdua. Aku dan Elvana sama sekali tidak berbuat apapun. Semalam kami hanya makan malam dan kita kekenyangan akhirnya tertidur. Sedangkan, aku saja tertidur di meja makan dan Elvana di ruang tamu. Apa itu masuk akal kalau aku berbuat macam-macam dengannya. Berpikirlah secara jernih dan logis!" Zayden menekankan kalimat terakhirnya.
"Bisa saja. Lihatlah pakaianmu sekarang, berantakan! Elvana juga memakai jas mu tadi pagi." Rendra menimpalinya dengan suara yang tinggi. Zayden menghela nafas kasar. Chelsea tiba-tiba saja menangis. Sebelumnya dia hanya diam mengamati, mendengarkan dan menyimak. Zayden melihat itu. Membuat dirinya tertunduk.
Seketika suasana hening. Hanya terdengar suara tarikan ingus dan isakan tangis yang mulai mereda.
"Apa kalian tidak percaya padaku?" Zayden bertanya dengan suara lirih. Masih dalam keadaan tertunduk.
"Daddy tidak ingin mendengar apapun lagi. Elsie, mulai hari ini berhenti bekerja menjadi sekretaris kakakmu yang bodoh itu. Daddy tidak ingin sikapnya tertular kepadamu." Rendra sudah tidak berbicara dengan tenang lagi. Melainkan semakin memojokkan anak laki-lakinya itu.
Arrgghhh!!!
Zayden mengacak-acak rambutnya kasar. Frustasi yang dia rasakan sekarang.
"Nikahilah dia. Tidak ada penolakan." Ucap Rendra yang mengatakannya penuh penekanan menandakan dirinya telah kecewa dengan anaknya.
"Tapi..." Perkataan Zayden dipotong.
"Sudah dibilang tidak ada penolakan. Termasuk tidak ada tapi tapian!" Bentak Rendra.
Siapa yang tahu dalam hatinya Zayden merasa sangat sedih dengan sikap kedua orang tuanya yang tidak mempercayainya. Sedangkan, Elvana apa yang sedang dilakukannya sekarang.
Diam, tidak berbicara sedikitpun. Hanya menunduk. Ya, dari tadi itu yang hanya dia lakukan. Tidak menangis dan tidak merasa menyesal. Karena, dia juga tidak melakukan hal yang dimaksud oleh Rendra.
Memangnya apa yang dimaksud oleh Rendra. Sang ayah yang sama sekali tidak percaya dengan setiap ucapan anaknya. Ada apa?
Di pagi hari tadi yang cerah ini. Membuat Zayden tebangun karena jendela besar dan lebar yang tidak tertutup. Mungkin lupa karena sudah lelah. Zayden melihat tangannya sudah bersih dari kotoran saus seafood.
Namun, dia tetap menjaga kebersihan dirinya dengan mencuci tangannya lagi dengan sabun sebanyak mungkin supaya tidak bau dan terasa amis.
Bersambung.
tidur dalam artian cuma mimpi buruk. ternyata emang beneran yach.tp hatiku tersisa nyesek sehabis nangis dr part sebelumnya.
terserah gimana alurnya saja.pokok ngikut aja ya kta
pdhl udah cinta mati Ama karakternya zay